Amir Hizbut Tahrir | Pemikir Politik | Ulama Ushul
Selamat datang di laman resmi Al-Alim Al-Jalil Atha’ bin Khalil Abu Rasytah, Amir Hizbut Tahrir. Sosok yang telah mewakafkan usia dan pemikirannya untuk tujuan mulia umat Islam: melanjutkan kehidupan Islam dengan tegaknya kembali Khilafah Rasyidah.
Latar Belakang dan Pertumbuhan
Syekh Atha’ lahir pada tahun 1362 H (1943 M) di desa Ra'na, daerah Al-Khalil (Hebron), di tanah Palestina yang diberkahi. Masa kecilnya diwarnai oleh peristiwa Nakba Palestina tahun 1948, yang memaksa keluarganya berpindah ke kamp pengungsian di Hebron. Meski hidup dalam keterbatasan akibat pengusiran, beliau menyelesaikan pendidikannya dengan cemerlang, hingga lulus dari Universitas Kairo pada tahun 1966 M dengan gelar Sarjana di bidang Teknik Sipil.
Sinergi Ilmu dan Amal
Syekh Atha’ merepresentasikan perpaduan unik antara spesialisasi sains yang presisi dan kedalaman ilmu syariah. Di satu sisi, beliau berkarier sebagai insinyur sipil profesional yang bahkan menulis buku referensi teknis mengenai perhitungan kuantitas bangunan dan jalan. Di sisi lain, beliau menyelami samudra tsaqofah Islam, baik dengan belajar maupun mengajar, dalam halqah-halqah Hizbut Tahrir yang telah beliau ikuti sejak pertengahan tahun 1950-an.
Perjalanan Dakwah dan Keteguhan
Beliau hidup membersamai para pendiri dan pemimpin awal partai. Beliau bekerja erat dengan Syekh Pendiri, Taqiuddin an-Nabhani, dan Syekh Abdul Qadim Zallum (rahimahumallah).
Pada era 90-an, nama beliau mencuat sebagai salah satu tokoh politik paling menonjol di Yordania saat menjabat sebagai Juru Bicara Resmi Hizbut Tahrir. Beliau dikenal berani menyuarakan kebenaran (haq) dan menentang kezaliman. Sikap tegas ini membuatnya berulang kali mengalami penahanan dan menghabiskan waktu bertahun-tahun di penjara. Namun, beliau tetap sabar dan teguh; tekadnya tak pernah surut dan pendiriannya tak pernah goyah.
Mengemban Amanah Kepemimpinan (Imarah)
Pada tanggal 13 April 2003 M (bertepatan dengan 14 Safar 1424 H), setelah Syekh Abdul Qadim Zallum mengundurkan diri karena alasan kesehatan, para syabab (anggota) Hizbut Tahrir membaiat Syekh Atha’ Abu Rasytah sebagai Amir Hizbut Tahrir. Beliau memikul amanah berat ini untuk menakhodai bahtera dakwah di tengah gelombang politik internasional yang penuh guncangan.
Warisan Pemikiran dan Karya
Era kepemimpinan Syekh Atha’ ditandai dengan produktivitas pemikiran dan interaksi yang hidup dengan persoalan umat. Beliau telah memperkaya perpustakaan Islam dengan karya-karya yang menjadi rujukan penting, di antaranya:
- At-Taysir fi Ushul at-Tafsir: Sebuah metodologi unik dalam memahami Kitabullah.
- Taysir al-Wushul ila al-Ushul: Kajian mendalam namun mudah dipahami tentang Ushul Fikih.
- Krisis Ekonomi (Economic Crises): Diagnosis realitas ekonomi kapitalis dan solusi fundamental Islam.
- At-Taysir fi an-Nahwi: Penyederhanaan kaidah tata bahasa Arab.
Selain itu, melalui platform digitalnya, Syekh Atha’ senantiasa menjaga komunikasi langsung dengan umat, menjawab pertanyaan fikih maupun politik mereka, serta memberikan panduan di setiap peristiwa penting yang menimpa kaum Muslimin.
Semoga Allah menjaga beliau, meluruskan langkahnya, serta mengalirkan kebaikan dan kemenangan bagi umat melalui tangannya.