Beranda Tentang Artikel Tanya Syekh
null

Jawaban Pertanyaan: Doa untuk Memusnahkan Entitas Yahudi

October 08, 2024
95

Seri Jawaban Al-Alim Al-Jalil Ata bin Khalil Abu al-Rashtah, Amir Hizbut Tahrir, atas Pertanyaan di Halaman Facebook Beliau "Fiqhi"

Jawaban Pertanyaan

Doa untuk Memusnahkan Entitas Yahudi

Kepada Agus Trisa

Pertanyaan:

Assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu. Semoga Allah melindungimu di mana pun Anda berada. Saya ingin bertanya kepada Anda tentang ayat yang mulia ini, Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ

Apakah benar bahwa Allah mengabulkan semua doa manusia?

Apakah ada doa yang tidak dikabulkan oleh Allah?

Beberapa orang bertanya, kami telah berdoa agar Israel dihancurkan oleh Allah, tetapi mengapa mereka masih kuat dan terus menyerang Gaza?

Terima kasih atas jawaban Anda, semoga Allah membalas Anda dengan balasan terbaik. Wassalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu.

Terjemahan Pertanyaan:

Assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu, semoga Allah menjagamu di mana pun Anda berada.

Saya ingin bertanya kepada Anda tentang ayat yang mulia ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِي إِذَا دَعَانِي فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (QS. Al-Baqarah [2]: 186)

Apakah benar Allah mengabulkan setiap doa manusia?

Apakah ada doa yang tidak dikabulkan oleh Allah?

Sebagian orang bertanya bahwa mereka telah berdoa agar Allah menghancurkan entitas Yahudi, tetapi mengapa entitas itu masih kuat dan terus melanjutkan agresi mereka terhadap Gaza?

Saya berterima kasih atas jawaban Anda, dan saya memohon kepada Allah agar membalas Anda dengan kebaikan atas jawaban Anda yang baik.

Wassalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu.

Jawaban:

Waalaikumussalam wa rahmatullahi wa barakatuhu.

Ada beberapa hal yang wajib diketahui mengenai doa:

1- Sesungguhnya seorang mukmin jika berdoa kepada Allah dengan hati yang jujur, doa yang tidak mengandung pemutusan silaturahmi, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala akan mengabulkannya dengan salah satu dari tiga cara, sebagaimana terdapat dalam Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya ﷺ:

Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabulkan doa orang yang berdoa jika ia berdoa kepada-Nya, dan mengabulkan doa orang yang berada dalam kesulitan (mudhthar) jika ia berdoa kepada-Nya:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

"Dan Tuhanmu berfirman: 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.'" (QS. Ghafir [40]: 60)

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ

"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku." (QS. Al-Baqarah [2]: 186)

أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ

"Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan?" (QS. An-Naml [27]: 62)

Hanya saja, pengabulan doa itu memiliki hakikat syariat yang telah dijelaskan oleh Rasulullah ﷺ:

«مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو اللهَ عَزَّ وَجَلَّ بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلَا قَطِيعَةُ رَحِمٍ، إِلَّا أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلَاثِ خِصَالٍ: إِمَّا أَنْ يُعَجِّلَ لَهُ دَعْوَتَهُ، وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ، وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا. قَالُوا: إِذًا نُكْثِرُ. قَالَ: اللهُ أَكْثَرُ»

"Tidak ada seorang Muslim pun yang berdoa kepada Allah Azza wa Jalla dengan suatu doa yang tidak mengandung dosa atau pemutusan silaturahmi, kecuali Allah akan memberinya salah satu dari tiga perkara: entah disegerakan baginya doanya, atau Dia menyimpannya untuknya di akhirat, atau Dia memalingkan darinya keburukan yang semisal dengannya. Para sahabat berkata: 'Kalau begitu, kami akan memperbanyak (doa)'. Beliau bersabda: 'Allah lebih banyak lagi (dalam mengabulkan doa)'." (HR Ahmad).

Demikian pula:

«لَا يَزَالُ يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةُ رَحِمٍ مَا لَمْ يَسْتَعْجِلْ. قِيلَ: يَا رَسُولَ اللهِ، مَا الِاسْتِعْجَالُ؟ قَالَ: يَقُولُ قَدْ دَعَوْتُ وَقَدْ دَعَوْتُ فَلَمْ أَرَ يَسْتَجِيبُ لِي فَيَسْتَحْسِرُ عِنْدَ ذَلِكَ وَيَدَعُ الدُّعَاءَ»

"Doa seorang hamba akan senantiasa dikabulkan selama ia tidak berdoa untuk perbuatan dosa atau memutuskan silaturahmi, dan selama ia tidak tergesa-gesa. Ditanyakan: 'Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud tergesa-gesa itu?' Beliau bersabda: 'Ia berkata: Aku telah berdoa dan telah berdoa, namun aku tidak melihat tanda-tanda doaku dikabulkan, lalu ia merasa putus asa pada saat itu dan meninggalkan doa'." (HR Muslim).

Maka kita berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, jika kita jujur, ikhlas, dan taat, maka saat itulah kita yakin akan pengabulan doa dengan makna yang telah dijelaskan oleh Rasulullah ﷺ.

2- Sesungguhnya doa bukanlah thariqah (metode) syariat untuk mewujudkan tujuan dalam semua keadaan. Doa itu hukumnya mendub (dianjurkan), tetapi bukan merupakan thariqah untuk meraih kemenangan dalam peperangan atau mendirikan negara, dan sebagainya. Rasulullah ﷺ mempersiapkan pasukan di Badar, mengatur posisi prajurit, dan menyiapkan mereka dengan persiapan yang baik untuk berperang, kemudian Rasulullah ﷺ masuk ke dalam tenda (al-’arisy) seraya berdoa kepada Allah memohon kemenangan dan memperbanyak doa hingga Abu Bakar ra. berkata kepada beliau: "Cukuplah sebagian ini bagimu, wahai Rasulullah." (Sirah Ibnu Hisyam). Jadi, doa tidak berarti mengabaikan pengambilan sebab (al-akhdzu bi al-asbab), melainkan doa itu menyertainya.

Begitu pula, siapa yang ingin agar Khilafah tegak kembali, maka hendaknya ia tidak hanya mencukupkan diri dengan berdoa kepada Tuhannya untuk mewujudkannya, melainkan ia harus berjuang bersama orang-orang yang berjuang untuk mewujudkannya, sembari berdoa kepada Allah memohon pertolongan dalam hal itu dan memohon agar penyegeraan perwujudannya, serta terus-menerus berdoa dengan ikhlas karena Allah sementara ia tetap mengambil sebab-sebabnya.

Demikianlah dalam semua amal, seseorang harus mengikhlaskan amal karena Allah dan jujur mengikuti Rasulullah ﷺ, serta berdoa dan bersungguh-sungguh dalam doa, dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan.

3- Kami telah pernah menjawab pertanyaan serupa ini pada 4 Dzulqadah 1432 H – 01/10/2011 M, yang di antaranya disebutkan:

[...

  • Adapun doa yang disertai dengan pengambilan sebab, maka ia memiliki pengaruh terhadap hasil. Inilah yang dilakukan oleh Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya ra. Rasulullah ﷺ menyiapkan pasukan dan masuk ke dalam tenda untuk berdoa. Kaum Muslimin di Qadisiyah mempersiapkan peralatan untuk menyeberangi sungai sementara Sa'ad ra. menghadapkan diri kepada Allah seraya berdoa... Demikianlah orang-orang mukmin yang jujur mempersiapkan peralatan dan mulai berdoa. Orang yang berusaha mencari rezeki akan bersungguh-sungguh dan bekerja keras sambil berdoa. Pelajar akan belajar dan berijtihad sambil berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar lulus, dan hal itu akan memiliki pengaruh terhadap hasil dengan izin Allah.

Disebutkan dalam kitab Al-Mafahim di halaman terakhir 58: (Hanya saja, wajib diketahui bahwa meskipun amal yang ditunjukkan oleh thariqah (metode) itu adalah amal fisik yang memiliki hasil yang dapat diindera, namun amal tersebut harus dijalankan sesuai dengan perintah dan larangan Allah, dan tujuannya menjalankan sesuai perintah dan larangan Allah tersebut adalah untuk meraih rida Allah. Sebagaimana halnya seorang Muslim harus senantiasa dikendalikan oleh kesadarannya akan hubungannya dengan Allah Ta'ala sehingga ia mendekatkan diri kepada-Nya dengan salat, doa, membaca Al-Qur'an, dan sejenisnya. Dan seorang Muslim wajib meyakini bahwa kemenangan itu datangnya dari sisi Allah. Karena itulah, ketakwaan yang tertancap di dalam dada sangat diperlukan untuk melaksanakan hukum-hukum Allah. Doa pun sangat diperlukan, zikir kepada Allah sangat diperlukan, serta kesinambungan hubungan dengan Allah saat melakukan semua amal pun sangat diperlukan). Jelas dari sini pentingnya menyertakan doa dengan pengambilan sebab dalam semua amal seorang mukmin. Pentingnya hal ini semakin bertambah dengan pengulangan kata "sangat diperlukan" (laa budda) untuk menunjukkan betapa pentingnya menyertakan semua amal dengan doa dan kesinambungan hubungan dengan Allah...

  • Sesungguhnya menggunakan doa bersamaan dengan pengambilan sebab adalah, sebagaimana yang kami katakan, apa yang dilakukan oleh Rasulullah ﷺ, para sahabatnya ra., dan orang-orang mukmin. Jika keduanya digabungkan, maka akan memberikan pengaruh pada hasil dengan izin Allah. Menggunakan keduanya secara bersamaan tidaklah menyalahi thariqah Islam. Sebaliknya, yang menyalahi thariqah Islam adalah membatasi diri hanya pada doa saja tanpa menempuh thariqah yang telah dijelaskan oleh nash-nash untuk melaksanakan ide Islam...].

Oleh karena itu, apa yang disebutkan dalam pertanyaan Anda mengenai doa untuk memusnahkan entitas Yahudi, maka dalam hal ini tidak cukup hanya dengan doa, melainkan harus disertai dengan gerakan tentara negara yang memerangi Yahudi bersamaan dengan doa, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya ra. Dan Allah-lah tempat memohon pertolongan.

Saudara Kalian, Ata bin Khalil Abu al-Rashtah

04 Rabi'ul Akhir 1446 H 07/10/2024 M

Link jawaban dari halaman Facebook Amir (semoga Allah menjaganya): https://www.facebook.com/AtaabuAlrashtah.A.HT/posts/122125130186447297

Bagikan Artikel

Bagikan artikel ini dengan jaringan Anda