Beranda Tentang Artikel Tanya Syekh
null

Jawab Soal: Stabilitas Harga dalam Sistem Logam

October 21, 2003
1798

Penyebab stabilitas harga dalam sistem logam (an-nidzam al-ma'dani) adalah:

A - Jika logam telah dipilih dan memiliki nilai intrinsik (qimah dzatiyah), baik logam tersebut berupa mata uang maupun bukan—seperti emas misalnya, di mana orang mencarinya untuk perhiasan, kebutuhan mereka, dan sebagainya—hal ini menjadikan mata uang tersebut secara nilai tidak bergantung pada kondisi ekonomi negara maupun kepercayaan terhadapnya sebagaimana yang terjadi saat ini. Sebab, logam tersebut memiliki nilai intrinsik pada dirinya sendiri, berbeda dengan mata uang saat ini yang tidak memiliki nilai intrinsik kecuali kepercayaan terhadap ekonomi negara. Sebagaimana diketahui, ekonomi negara bergantung pada neraca pembayarannya, impor, pengeluaran, serta ekspor (ditambah lagi dengan kekuatan politiknya terkadang), dan faktor-faktor ini bersifat fluktuatif. Jika mata uang memiliki nilai intrinsik yang jauh dari fluktuasi ekonomi negara, maka hal ini akan memberinya stabilitas.

B - Stabilitas nilai tukar antar mata uang berbagai negara, karena mata uang tersebut disandarkan pada emas yang menjaminnya. Hal ini menyebabkan stabilitas nilai mata uang dan tidak bergantung pada perbedaan kekuatan ekonomi negara-negara tersebut saat melakukan pertukaran (sharf) di antara mereka. Hal itu karena pertukaran terjadi di antara mata uang emas, baik pertukaran itu berupa emas itu sendiri maupun kertas perwakilan (wa-raqun na-ib) emas sesuai dengan rasio penjaminannya dalam mata uang negara-negara tersebut.

C - Mata uang lokal dan internasional adalah satu. Orang-orang bertransaksi di dalam maupun luar negeri dengan unit yang sama, tidak seperti sekarang. Transaksi lokal saat ini menggunakan mata uang lokal, sedangkan transaksi dengan negara-negara di luar negeri menggunakan mata uang lain (hard currency). Jika mata uang lokal dan luar negeri adalah satu dalam bertransaksi, hal ini akan menjadikannya stabil.

Selain itu, dalam kondisi menggunakan dua logam (bimetallism), jumlah mata uang logam yang ditawarkan dalam transaksi akan lebih banyak jumlahnya karena terdiri dari dua logam. Hal ini akan menjauhkan bayang-bayang monopoli terhadap bahan logam yang ditawarkan, sehingga menambah stabilitas yang sudah ada. Pada sistem satu logam saja stabilitasnya sudah terasa, dan pada sistem dua logam akan jauh lebih stabil.

28 Sya'ban 1424 H. 21/10/2003 M.

Bagikan Artikel

Bagikan artikel ini dengan jaringan Anda