Beranda Tentang Artikel Tanya Syekh
Tanya Jawab

Jawaban Pertanyaan: Amerika dan Zardari - KTT Empat Negara di Damaskus

September 12, 2008
3507
استمع للمقال

Pertanyaan Pertama:

Telah diumumkan bahwa Zardari akan mengucapkan sumpah jabatan sebagai Presiden Pakistan hari ini. Apakah ini berarti dia telah melampaui Perdana Menteri Raza Gilani dalam memberikan pengabdiannya demi mewujudkan kepentingan Amerika? Jika tidak demikian, apa yang membuat Amerika mendukungnya untuk mencapai kursi kepresidenan Pakistan?

Jawaban:

  1. Sesungguhnya kedua orang tersebut, baik Zardari maupun Gilani, berada dalam genggaman Amerika. Keduanya telah menyatakan kesiapan mereka kepada Amerika dan kerja sama dengannya dalam isu paling menonjol yang menjadi poros rencana Amerika untuk mendominasi kawasan, yaitu apa yang disebut dengan "War on Terror". Pernyataan dan posisi kedua orang tersebut dalam hal ini telah diumumkan secara terang-terangan, baik di level politik maupun lapangan. Hal ini ditambah lagi dengan fakta bahwa Amerika memegang kendali kepemimpinan militer; Amerika adalah pihak di balik penunjukan Kayani sebagai panglima angkatan darat menggantikan Musharraf.

  2. Sesungguhnya Raza Gilani adalah sosok yang lebih kuat dan lebih mampu dalam melaksanakan rencana-rencana Amerika. Adapun Zardari, ia dikenal dengan korupsinya yang nyata dan kelemahan kepribadiannya (syakhshiyyah), bahkan ia tidak dikenal dalam dunia politik kecuali sebagai suami Benazir Bhutto, bukan karena namanya sendiri. Hal ini diakui oleh dirinya sendiri bahwa ia tidak muncul dalam kancah politik dan tidak memasuki lingkungan politik kecuali karena ia adalah suami Bhutto!

  3. Adapun mengapa Amerika mendukungnya dan mengantarkannya ke kursi kepresidenan, hal itu dilatarbelakangi oleh dua alasan:

    Pertama: Untuk menyenangkan Inggris dan menenangkan faksi-faksi yang setia kepadanya di dalam Partai Rakyat (Pakistan Peoples Party). Mengingat Zardari adalah suami Bhutto yang pernah tinggal selama bertahun-tahun di "pengasingan" di Inggris. Selama tahun-tahun tersebut, Inggris berhasil meraih loyalitasnya, dan konsekuensinya, Inggris mampu memengaruhi sejumlah tokoh Partai Rakyat. Mengingat Zardari adalah suaminya, hal ini memberikan kenyamanan bagi Inggris dan memberinya harapan untuk memudahkan aktivitasnya di Pakistan, meskipun Zardari telah menyatakan kerja sama dengan Amerika dan berjalan di barisannya.

    Kedua: Adanya indikasi-indikasi yang muncul bahwa Pakistan sedang menuju pemusatan kekuasaan di tangan Perdana Menteri, sehingga akan mengurangi wewenang Presiden Republik. Dengan demikian, jabatan Perdana Menteri akan menjadi yang terkuat, begitu pula dengan pemegang jabatannya.

Pertanyaan Kedua:

Apa yang ada di balik KTT Empat Negara di Damaskus ini? Dan bagaimana Qatar bisa menghadirinya padahal ia berbeda dengan Suriah dalam hal afiliasi (loyalitas)? Mengingat Qatar berpihak pada Inggris, sementara Suriah dan Turki berpihak pada Amerika.

Jawaban:

Sesungguhnya KTT ini bertujuan untuk menciptakan suasana tenang di kawasan melalui kelanjutan proses tawar-menawar dalam perundingan hingga datangnya pemerintahan Amerika yang baru. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi pergolakan yang dapat mengganggu Amerika selama ia sibuk dengan pemilihan umum.

Oleh karena itu, Amerika mewakilkan Sarkozy untuk mengisi kekosongan yang muncul di kawasan akibat kesibukan Amerika dengan pemilu. Sarkozy, yang sangat mendekatkan diri kepada Amerika dan mengambil hati mereka, mendapatkan imbalan dari Amerika berupa penugasan untuk melakukan misi-misi politik atas nama Amerika.

Dengan demikian, pertemuan yang terjadi di Damaskus antara Al-Assad, Sarkozy, Erdogan, dan Emir Qatar tujuan utamanya adalah untuk memberi kesan kepada negara Yahudi tentang perlunya melanjutkan perundingan setelah pengunduran diri Olmert. Mengenai hal ini, Presiden Suriah berkata: "Kami telah menetapkan enam poin dan menitipkannya kepada pihak Turki sembari menunggu Israel menyerahkan poin-poinnya. Tanggapan positif kami akan diberikan terhadap poin-poin yang diajukan Israel, lalu kita akan beralih ke negosiasi langsung. Peralihan ini akan terjadi setelah terbentuknya pemerintahan Amerika yang baru."

Sesungguhnya Al-Assad dan Erdogan adalah agen-agen Amerika. Pemerintahan Amerika menggunakan mereka di bawah naungan Prancis untuk melanjutkan perundingan dengan entitas Yahudi sampai pemerintahan baru terbentuk dan mengambil keputusan yang dipandangnya dapat mewujudkan dominasi serta pengaruhnya.

Adapun Qatar, ia mewakili kepentingan Inggris dalam KTT tersebut. Ia memperhatikan tuntutan-tuntutan Amerika dan Yahudi sedemikian rupa sehingga menjadikannya pihak yang diinginkan dalam setiap perundingan, kesepakatan, atau rekonsiliasi di kawasan.

Bagikan Artikel

Bagikan artikel ini dengan jaringan Anda