**(Silsilah Jawaban Al-Alim Al-Jalil Atha’ bin Khalil Abu al-Rashtah, Amir Hizbut Tahrir, atas Pertanyaan Para Pengunjung Halaman Facebook Beliau "Fiqhi")**
Jawaban Pertanyaan
Kepada Muhsin al-Azhamat
Pertanyaan:
Bismillahirrahmanirrahim.
Amir kami yang semoga Allah menjagamu, Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Saya merasa kesulitan melakukan takhrij hadis tentang perpecahan umat dengan riwayat kedua yang berbunyi "semuanya di surga kecuali satu". Saya membaca bahwa riwayat ini disahihkan oleh al-Hakim dengan lafaz yang gharib (asing), dan al-Maqdisi mengatakan bahwa riwayat ini lebih sahih daripada riwayat "semuanya di neraka kecuali satu" yang lebih masyhur. Jika Anda memiliki waktu luang, sudilah kiranya membimbing saya. Semoga Allah memberkahi ilmu dan waktu Anda.
Wahai Amir kami, mengenai kalimat "disahihkan oleh al-Hakim", hal itu disebutkan dalam kitab Kasyf al-Khafa’ hlm. 150 karya al-Ajluni, yang teksnya berbunyi: "Diriwayatkan oleh asy-Sya’rani dalam (al-Mizan) dari hadis Ibnu an-Najjar. Al-Hakim mensahihkannya dengan lafaz yang gharib yaitu: 'Umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh sekian golongan, semuanya di surga kecuali satu'. Dalam satu riwayat menurut ad-Dailami: 'Yang binasa dari mereka hanyalah satu'. Para ulama berkata: Mereka adalah kaum zindik." Saya menyadari bahwa tambahan yang berbunyi "mereka adalah kaum zindik" adalah maudhu’ (palsu). Namun yang saya inginkan adalah, di mana al-Hakim mensahihkan riwayat tersebut tanpa tambahan kata zindik?
Jawaban:
Wa’alaikumussalam wa rahmatullahi wa barakatuh.
Pertama: Mengenai pertanyaan Anda tentang perpecahan umat, hadis-hadis yang ada mengenai tema ini terbagi menjadi tiga jenis:
- Jenis yang menyebutkan perpecahan umat menjadi tujuh puluh tiga golongan (tanpa tambahan keterangan tempat kembali).
- Jenis yang menyebutkan tujuh puluh tiga golongan dengan tambahan "semuanya di neraka kecuali satu".
- Jenis yang menyebutkan tujuh puluh tiga golongan dengan tambahan "semuanya di surga kecuali satu".
Adapun jenis pertama, yaitu hadis tanpa tambahan tersebut, adalah sahih. Saya tidak mengetahui adanya ulama yang mendhaifkannya:
- Abu Dawud mengeluarkan dalam Sunan-nya dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:
أَفْتَرَقَتْ الْيَهُودُ عَلَى إِحْدَى أَوْ ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً وَتَفَرَّقَتْ النَّصَارَى عَلَى إِحْدَى أَوْ ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً وَتَفْتَرِقُ أُمَّتِي عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً
"Kaum Yahudi telah terpecah menjadi tujuh puluh satu atau tujuh puluh dua golongan, dan kaum Nasrani telah terpecah menjadi tujuh puluh satu atau tujuh puluh dua golongan, dan umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan." (HR Abu Dawud)
- Al-Tirmidzi mengeluarkan dalam Sunan-nya dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
تَفَرَّقَتْ الْيَهُودُ عَلَى إِحْدَى وَسَبْعِينَ أَوْ اثْنَتَيْنِ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً وَالنَّصَارَى مِثْلَ ذَلِكَ وَتَفْتَرِقُ أُمَّتِي عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً
"Kaum Yahudi telah terpecah menjadi tujuh puluh satu atau tujuh puluh dua golongan, begitu pula kaum Nasrani, dan umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan." Dalam bab ini terdapat pula riwayat dari Sa'ad, Abdullah bin Amr, dan Auf bin Malik. Abu Isa (al-Tirmidzi) berkata: Hadis Abu Hurairah ini adalah hadis hasan sahih. (HR Tirmidzi)
- Al-Hakim mengeluarkan dalam Mustadrak-nya dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:
افْتَرَقَتْ الْيَهُودُ عَلَى إِحْدَى أَوْ اثْنَتَيْنِ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً، وَافْتَرَقَتْ النَّصَارَى عَلَى إِحْدَى أَوْ اثْنَتَيْنِ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً، وَتَفْتَرِقُ أُمَّتِي عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً
"Kaum Yahudi telah terpecah menjadi tujuh puluh satu atau tujuh puluh dua golongan, dan kaum Nasrani telah terpecah menjadi tujuh puluh satu atau tujuh puluh dua golongan, dan umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan." Al-Hakim berkata bahwa hadis ini sahih sesuai syarat Muslim, namun Bukhari-Muslim tidak mengeluarkannya, dan hadis ini memiliki saksi-saksi penguat (syawahid)... dan disetujui oleh adz-Dzahabi.
Adapun jenis kedua dengan tambahan "semuanya di neraka kecuali satu", sebagian besar riwayat datang dengan kualitas sahih atau hasan...:
- Al-Tirmidzi mengeluarkan dalam Sunan-nya: Mahmud bin Ghailan menuturkan kepada kami, Abu Dawud al-Hafari menuturkan kepada kami dari Sufyan ats-Tsauri dari Abdurrahman bin Ziyad al-Afriqi dari Abdullah bin Yazid dari Abdullah bin Amr, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:
وَإِنَّ بَنِي إِسْرَائِيلَ تَفَرَّقَتْ عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِينَ مِلَّةً وَتَفْتَرِقُ أُمَّتِي عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِينَ مِلَّةً كُلُّهُمْ فِي النَّارِ إِلَّا مِلَّةً وَاحِدَةً قَالُوا وَمَنْ هِيَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَا أَنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِي
"...Dan sesungguhnya Bani Israil telah terpecah menjadi tujuh puluh dua agama (millah), dan umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga agama (millah), semuanya di neraka kecuali satu agama saja. Mereka bertanya: 'Siapakah dia wahai Rasulullah?' Beliau menjawab: 'Apa yang aku dan para sahabatku berada di atasnya'." Abu Isa berkata: Hadis ini hasan gharib... (HR Tirmidzi)
- Ibnu Majah mengeluarkan dalam Sunan-nya: Amr bin Utsman bin Said bin Katsir bin Dinar al-Himshi menuturkan kepada kami, Abbad bin Yusuf menuturkan kepada kami, Shafwan bin Amr menuturkan kepada kami dari Rasyid bin Sa'ad dari Auf bin Malik, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:
افْتَرَقَتْ الْيَهُودُ عَلَى إِحْدَى وَسَبْعِينَ فِرْقَةً فَوَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ وَسَبْعُونَ فِي النَّارِ وَافْتَرَقَتْ النَّصَارَى عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً فَإِحْدَى وَسَبْعُونَ فِي النَّارِ وَوَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَتَفْتَرِقَنَّ أُمَّتِي عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً وَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ وَثِنْتَانِ وَسَبْعُونَ فِي النَّارِ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ هُمْ قَالَ الْجَمَاعَةُ
"Kaum Yahudi terpecah menjadi tujuh puluh satu golongan, satu di surga dan tujuh puluh di neraka. Kaum Nasrani terpecah menjadi tujuh puluh dua golongan, tujuh puluh satu di neraka dan satu di surga. Demi Zat yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, benar-benar umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan, satu di surga dan tujuh puluh dua di neraka. Ditanyakan: 'Wahai Rasulullah, siapakah mereka?' Beliau menjawab: 'Al-Jama’ah'." (HR Ibnu Majah)
- Ahmad mengeluarkan dalam Musnad-nya: Abu al-Mughirah menuturkan kepada kami, ia berkata: Shafwan menuturkan kepada kami, ia berkata: Azhar bin Abdullah al-Hauzani menuturkan kepadaku – Abu al-Mughirah di tempat lain menyebutnya al-Harazi – dari Abu Amir Abdullah bin Luhai, ia berkata: Kami menunaikan haji bersama Muawiyah bin Abi Sufyan. Ketika kami tiba di Makkah, ia berdiri setelah menunaikan shalat Dzuhur dan berkata: Sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ أَهْلَ الْكِتَابَيْنِ افْتَرَقُوا فِي دِينِهِمْ عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِينَ مِلَّةً وَإِنَّ هَذِهِ الْأُمَّةَ سَتَفْتَرِقُ عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِينَ مِلَّةً يَعْنِي الْأَهْوَاءَ كُلُّهَا فِي النَّارِ إِلَّا وَاحِدَةً وَهِيَ الْجَمَاعَةُ
"Sesungguhnya Ahlul Kitab (Yahudi dan Nasrani) telah terpecah dalam agama mereka menjadi tujuh puluh dua agama (millah), dan sesungguhnya umat ini akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga agama, yakni hawa nafsu, semuanya di neraka kecuali satu, yaitu Al-Jama’ah." (HR Ahmad)
- Ath-Thabrani mengeluarkan dalam al-Mu'jam ash-Shaghir: Isa bin Muhammad as-Simsar al-Wasithi menuturkan kepada kami, Wahb bin Baqiyyah menuturkan kepada kami, Abdullah bin Sufyan al-Madani menuturkan kepada kami dari Yahya bin Said al-Anshari dari Anas bin Malik, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:
تَفْتَرِقُ هَذِهِ الْأُمَّةُ عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً كُلُّهُمْ فِي النَّارِ إِلَّا وَاحِدَةً، قَالُوا: وَمَا هِيَ تِلْكَ الْفِرْقَةُ؟ قَالَ: مَا أَنَا عَلَيْهِ الْيَوْمَ وَأَصْحَابِي
"Umat ini akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan, semuanya di neraka kecuali satu. Mereka bertanya: 'Golongan apakah itu?' Beliau menjawab: 'Apa yang aku dan para sahabatku berada di atasnya hari ini'." Tidak ada yang meriwayatkan dari Yahya kecuali Abdullah bin Sufyan.
- Al-Baihaqi mengeluarkan dalam Dala’il an-Nubuwwah: Abu al-Husain bin al-Fadhl al-Qatthan mengabarkan kepada kami, Abdullah bin Ja'far an-Nahwi mengabarkan kepada kami, Ya'qub bin Sufyan menuturkan kepada kami, Abu al-Yaman menuturkan kepada kami, Shafwan menuturkan kepada kami dari al-Azhar bin Abdullah dari Abu Amir Abdullah bin Luhai, ia berkata: Kami berhaji bersama Muawiyah. Ketika tiba di Makkah, ia berdiri setelah shalat Dzuhur di Makkah dan berkata: Sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ أَهْلَ الْكِتَابِ افْتَرَقُوا فِي دِينِهِمْ عَلَى اثْنَتَيْنِ وَسَبْعِينَ مِلَّةً، وَإِنَّ هَذِهِ الْأُمَّةَ سَتَفْتَرِقُ عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِينَ مِلَّةً يَعْنِي الْأَهْوَاءَ، كُلُّهَا فِي النَّارِ إِلَّا وَاحِدَةً، وَهِيَ الْجَمَاعَةُ
"Sesungguhnya Ahlul Kitab telah terpecah dalam agama mereka menjadi tujuh puluh dua agama, dan sesungguhnya umat ini akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga agama yakni hawa nafsu, semuanya di neraka kecuali satu, yaitu Al-Jama’ah."
- Al-Hakim mengeluarkan dalam al-Mustadrak ‘ala ash-Shahihain: Abu al-Abbas Muhammad bin Ya'qub menuturkan kepada kami, Muhammad bin Ishaq ash-Shaghani menuturkan kepada kami, Abu al-Yaman al-Hakam bin Nafi' al-Bahrani menuturkan kepada kami, Shafwan bin Amr menuturkan kepada kami dari al-Azhar bin Abdullah dari Abu Amir Abdullah bin Luhai, ia berkata: Kami berhaji bersama Muawiyah bin Abi Sufyan... kemudian ia berdiri setelah shalat Dzuhur di Makkah dan berkata: Nabi ﷺ bersabda:
إِنَّ أَهْلَ الْكِتَابِ تَفَرَّقُوا فِي دِينِهِمْ عَلَى اثْنَتَيْنِ وَسَبْعِينَ مِلَّةً، وَتَفْتَرِقُ هَذِهِ الْأُمَّةُ عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِينَ كُلُّهَا فِي النَّارِ إِلَّا وَاحِدَةً وَهِيَ الْجَمَاعَةُ...
"Sesungguhnya Ahlul Kitab telah terpecah dalam agama mereka menjadi tujuh puluh dua agama, dan umat ini akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga, semuanya di neraka kecuali satu, yaitu Al-Jama’ah..." Al-Hakim berkata bahwa sanad-sanad ini dapat dijadikan hujah dalam mensahihkan hadis ini... dan disetujui oleh adz-Dzahabi.
- Abu Dawud mengeluarkan dalam Sunan-nya: Ahmad bin Hanbal dan Muhammad bin Yahya menuturkan kepada kami, mereka berdua berkata: Abu al-Mughirah menuturkan kepada kami, Shafwan menuturkan kepada kami, (H) dan Amr bin Utsman menuturkan kepada kami, Baqiyyah menuturkan kepada kami, ia berkata: Shafwan menuturkan kepadaku hal serupa, ia berkata: Azhar bin Abdullah al-Harazi menuturkan kepadaku dari Abu Amir al-Hauzani dari Muawiyah bin Abi Sufyan, bahwa ia berdiri di hadapan kami dan berkata: Ketahuilah bahwa Rasulullah ﷺ berdiri di hadapan kami dan bersabda:
أَلَا إِنَّ مَنْ قَبْلَكُمْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ افْتَرَقُوا عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِينَ مِلَّةً، وَإِنَّ هَذِهِ الْمِلَّةَ سَتَفْتَرِقُ عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِينَ: ثِنْتَانِ وَسَبْعُونَ فِي النَّارِ، وَوَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ، وَهِيَ الْجَمَاعَةُ
"Ketahuilah bahwa orang-orang sebelum kalian dari kalangan Ahlul Kitab telah terpecah menjadi tujuh puluh dua agama, dan sesungguhnya agama (umat) ini akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga: tujuh puluh dua di neraka dan satu di surga, yaitu Al-Jama’ah." Al-Albani menghasankannya.
Adapun jenis ketiga dengan tambahan "semuanya di surga kecuali satu golongan", riwayat ini didhaifkan oleh banyak ulama, di antaranya:
- Al-Uqayli mengeluarkan dalam al-Dhu’afa’ al-Kabir:
Muhammad bin Marwan al-Qurasyi menuturkan kepada kami, ia berkata: Muhammad bin Ubadah al-Wasithi menuturkan kepada kami, ia berkata: Musa bin Ismail al-Jabali menuturkan kepada kami, ia berkata: Mu'adz bin Yasin az-Zayyat menuturkan kepada kami, ia berkata: Al-Abrad bin Abi al-Asyras menuturkan kepada kami dari Yahya bin Said dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:
تَفَرَّقُ أُمَّتِي عَلَى سَبْعِينَ أَوْ إِحْدَى وَسَبْعِينَ فِرْقَةً، كُلُّهُمْ فِي الْجَنَّةِ إِلَّا فِرْقَةً وَاحِدَةً، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَنْ هُمْ؟ قَالَ: الزَّنَادِقَةُ وَهُمُ الْقَدَرِيَّةُ
"Umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh atau tujuh puluh satu golongan, semuanya di surga kecuali satu golongan saja. Mereka bertanya: 'Wahai Rasulullah, siapakah mereka?' Beliau menjawab: 'Kaum Zindik, mereka adalah kaum Qadariyah'."
Al-Uqayli berkata: Mu'adz bin Yasin az-Zayyat dari al-Abrad bin al-Asyras; dia adalah orang yang majhul (tidak dikenal) dan hadisnya ghair mahfuzh (tidak terjaga).
- Al-Uqayli juga mengeluarkan dalam al-Dhu’afa’ al-Kabir:
Al-Hasan bin Ali bin Khalid al-Laitsi menuturkan kepada kami, ia berkata: Nu'aim bin Hammad menuturkan kepada kami, ia berkata: Yahya bin Yaman menuturkan kepada kami dari Yasin az-Zayyat dari Sa'ad bin Said saudara Yahya bin Said al-Anshari dari Anas, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:
تَفْتَرِقُ أُمَّتِي عَلَى بِضْعٍ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً، كُلُّهَا فِي الْجَنَّةِ إِلَّا فِرْقَةً وَاحِدَةً، وَهِيَ الزَّنَادِقَةُ
"Umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh sekian golongan, semuanya di surga kecuali satu golongan, yaitu kaum Zindik."
Al-Uqayli berkata: Hadis ini tidak memiliki dasar kesahihan. Barangkali Yasin mengambilnya dari ayahnya atau dari al-Abrad ini. Hadis ini tidak memiliki asal dari hadis Yahya bin Said maupun dari hadis Sa'ad.
- Disebutkan dalam kitab al-Maudhu’at karya Ibnu al-Jawzi (1/267) – Kitab as-Sunnah wa Dzamm al-Bida’ – Bab Iftiraq Hadzihi al-Ummah:
Abdul Wahhab bin al-Mubarak mengabarkan kepada kami, ia berkata: Ibnu Bakran mengabarkan kepada kami, ia berkata: al-Atiqi mengabarkan kepada kami, ia berkata: Muhammad bin Marwan al-Qurasyi menuturkan kepada kami, ia berkata: Muhammad bin Ubadah al-Wasithi menuturkan kepada kami, ia berkata: Musa bin Ismail menuturkan kepada kami, ia berkata: Mu'adz bin Yasin az-Zayyat menuturkan kepada kami, ia berkata: al-Abrad bin al-Asyras menuturkan kepada kami dari Yahya bin Said dari Anas bin Malik, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:
تَفْتَرِقُ أُمَّتِي عَلَى سَبْعِينَ أَوْ إِحْدَى وَسَبْعِينَ فِرْقَةً كُلُّهُمْ فِي الْجَنَّةِ إِلا فِرْقَةً وَاحِدَةً قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ هُمْ؟ قَالَ: الزَّنَادِقَةُ وَهُمُ الْقَدَرِيَّةُ
"Umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh atau tujuh puluh satu golongan, semuanya di surga kecuali satu golongan saja. Mereka bertanya: 'Wahai Rasulullah, siapakah mereka?' Beliau menjawab: 'Kaum Zindik, mereka adalah kaum Qadariyah'." Hadis ini juga diriwayatkan oleh Ahmad bin Adi al-Hafizh dari hadis Musa bin Ismail dari Khalaf bin Yasin dari al-Abrad.
Jalan Kedua: Abdul Wahhab mengabarkan kepada kami, ia berkata: Ibnu Bakran mengabarkan kepada kami, ia berkata: al-Atiqi mengabarkan kepada kami, ia berkata: Yusuf bin ad-Dakhil menuturkan kepada kami, ia berkata: al-Uqayli menuturkan kepada kami, ia berkata: al-Hasan bin Ali bin Khalid al-Laitsi menuturkan kepada kami, ia berkata: Nu'aim bin Hammad menuturkan kepada kami, ia berkata: Yahya bin Yaman menuturkan kepada kami dari Yasin az-Zayyat dari Sa'ad bin Said saudara Yahya bin Said al-Anshari dari Anas, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:
تَفْتَرِقُ أُمَّتِي عَلَى بِضْعٍ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً كُلُّهَا فِي الْجَنَّةِ إِلا فِرْقَةً وَاحِدَةً وَهِيَ الزَّنَادِقَةُ
"Umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh sekian golongan, semuanya di surga kecuali satu golongan, yaitu kaum Zindik."
Jalan Ketiga: al-Jariri mengabarkan kepada kami, ia berkata: al-Usyari mengabarkan kepada kami, ia berkata: ad-Daraquthni menuturkan kepada kami, ia berkata: Abu Bakr Muhammad bin Utsman ash-Shaidalani menuturkan kepada kami, ia berkata: Ahmad bin Dawud as-Sijistani menuturkan kepada kami, ia berkata: Utsman bin Affan al-Qurasyi menuturkan kepada kami, ia berkata: Abu Ismail al-Aili Hafsh bin Umar menuturkan kepada kami dari Mis’ar dari Sa'ad bin Said, ia berkata: Aku mendengar Anas bin Malik berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
تَفْتَرِقُ أُمَّتِي عَلَى بِضْعٍ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً كُلُّهَا فِي الْجَنَّةِ إِلا الزَّنَادِقَةِ
"Umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh sekian golongan, semuanya di surga kecuali kaum Zindik." Anas berkata: Kami menganggap mereka adalah kaum Qadariyah.
Hadis-hadis ini tidak sahih dari Rasulullah ﷺ karena dalam sanad masing-masing terdapat kelemahan di satu tempat atau lebih, penjelasannya sebagai berikut:
- Ibnu al-Jawzi dalam kitab al-Maudhu’at menyebutkan tiga riwayat di atas kemudian berkata:
(Para ulama ahli hadis berkata:
Al-Abrad "salah satu perawi dalam riwayat pertama" adalah seorang wadha’ (pemalsu hadis) lagi pendusta. Yasin mengambil darinya lalu membolak-balik sanadnya, mencampuradukkannya, dan dicuri oleh Utsman bin Affan "salah satu perawi dalam riwayat ketiga di atas".
Adapun al-Abrad, Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah berkata: Pendusta lagi pemalsu. Adapun Yasin "salah satu perawi dalam riwayat kedua", Yahya berkata: Hadisnya tidak ada harganya. An-Nasa'i berkata: Matruk al-Hadith (hadisnya ditinggalkan). Adapun Utsman, para ulama ahli kritik hadis berkata: Matruk al-Hadith, tidak halal menulis hadisnya kecuali untuk sekadar perbandingan (i’tibar).
Adapun Hafsh bin Umar "salah satu perawi dalam riwayat ketiga", Abu Hatim ar-Razi berkata: Dia seorang pendusta. Al-Uqayli berkata: Dia meriwayatkan kebatilan-kebatilan dari para imam.)
- Disebutkan dalam Lisan al-Mizan karya Ibnu Hajar al-Asqalani:
362 - Al-Abrad bin Asyras - dari Yahya bin Said al-Anshari... Ibnu Khuzaimah berkata: Pendusta lagi pemalsu.
Dengan demikian, tambahan "semuanya di surga kecuali satu" adalah tidak sahih.
Kedua: Adapun apa yang Anda sebutkan dalam pertanyaan Anda bahwa al-Hakim mensahihkannya dengan lafaz yang gharib yaitu: "Umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh sekian golongan semuanya di surga kecuali satu", saya tidak menemukan pensahihan ini pada al-Hakim sejauh yang saya ketahui... Namun demikian, kalaupun apa yang Anda sebutkan itu ada di suatu tempat yang tidak saya ketahui atau luput dari pandangan saya, maka hal itu tidak dapat berdiri tegak menghadapi mayoritas ulama peneliti yang telah mendhaifkan tambahan tersebut.
Ketiga: Kesimpulannya adalah bahwa hadis tentang perpecahan umat menjadi tujuh puluh tiga golongan tanpa tambahan tersebut adalah sahih... dan tambahan pertama "semuanya di neraka kecuali satu" telah dihasankan oleh banyak ulama... Adapun tambahan kedua "semuanya di surga kecuali satu" telah didhaifkan oleh banyak ulama, dan mereka yang mensahihkan atau menghasankannya sangat sedikit jumlahnya... Oleh karena itu, pendapat yang saya unggulkan (rajih) adalah bahwa tambahan yang dapat diambil adalah "semuanya di neraka kecuali satu". Sedangkan tambahan lainnya "semuanya di surga kecuali satu" tidak dapat diambil, sesuai dengan riwayat-riwayat yang telah kami sebutkan untuk kedua tambahan tersebut...
Inilah yang saya unggulkan, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Saudara kalian, Atha’ bin Khalil Abu al-Rashtah
24 Rabi’ul Akhir 1439 H Bertepatan dengan 11/01/2018 M
Link jawaban dari halaman Facebook Amir (semoga Allah menjaganya): Facebook
Link jawaban dari halaman Google Plus Amir (semoga Allah menjaganya): Google Plus
Link jawaban dari halaman Twitter Amir (semoga Allah menjaganya): Twitter