Jawaban Pertanyaan
Kesepakatan Nuklir antara Iran dan Barat
Pertanyaan:
Dewan Keamanan PBB pada hari Senin, 20/07/2015, menyetujui kesepakatan nuklir yang ditandatangani secara final pada 14/07/2015 di Wina, Austria, antara Iran dan kelompok negara P5+1 setelah diperpanjang dua kali dari tanggal penandatanganan yang dijadwalkan pada 30/06/2015 sesuai dengan kesepakatan kerangka kerja yang ditandatangani di Lausanne, Swiss, pada 02/04/2015. Apa isi dari kesepakatan ini, dan apa hasil serta dampaknya terhadap situasi di kawasan? Serta demi kepentingan siapa kesepakatan ini dibuat? Jazakallahu khair.
Jawaban:
Sangat penting untuk meninjau pernyataan dan posisi negara-negara berpengaruh agar jawabannya menjadi jelas:
- Presiden AS segera setelah penandatanganan kesepakatan di Wina menyampaikan pidato televisi yang menyatakan: "Kesepakatan itu menutup jalan apa pun bagi Iran untuk mendapatkan senjata nuklir... Kesepakatan itu menetapkan penghapusan dua pertiga alat sentrifugasi yang dipasang di Iran dan menyimpannya di bawah pengawasan internasional, membuang 98% uranium yang diperkaya yang dimilikinya, menerima kembalinya sanksi dengan cepat jika terjadi pelanggaran kesepakatan, dan memberi Badan Energi Atom Internasional akses permanen untuk memeriksa situs-situs di mana pun dan kapan pun diperlukan." (BBC, 14/07/2015).
Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan: "Penerapan kesepakatan nuklir dengan Iran akan dilakukan secara bertahap dan akan dimulai dalam waktu 90 hari setelah dikeluarkannya keputusan internasional oleh Dewan Keamanan PBB yang mendukungnya, dan masa berlaku beberapa klausul akan memakan waktu 15 tahun sementara klausul lainnya akan tetap berlaku selama 25 tahun." (Russia Today, 14/07/2015)...
Sekretaris Jenderal PBB—yang menyuarakan pendapat Amerika—mengatakan dalam sebuah pernyataan, "Saya berharap dan benar-benar percaya bahwa kesepakatan ini akan mengarah pada pemahaman dan kerja sama yang lebih besar mengenai banyak tantangan keamanan yang serius di Timur Tengah." Ia menambahkan bahwa "dengan demikian, kesepakatan itu dapat berfungsi sebagai kontribusi vital bagi perdamaian dan stabilitas di seluruh kawasan dan sekitarnya." (Elaph, 14/07/2015).
- Adapun Eropa dengan tiga cabangnya yang tergabung dalam kelompok P5+1, yaitu Prancis, Inggris, dan Jerman, bersama seluruh warga Eropa, telah mendukung kesepakatan tersebut. Kepala Urusan Luar Negeri Eropa, Mogherini, menyatakan: "Kesepakatan itu adalah peristiwa bersejarah dan kesepakatan yang baik. Kesepakatan itu menetapkan sifat damai dari program nuklir Iran dan serangkaian tindakan yang menjamin bahwa Iran tidak akan berupaya melakukan penelitian atau mengembangkan program yang memungkinkannya memperoleh senjata nuklir. Ini bukanlah akhir, melainkan awal dari fase kerja sama bersama antara Iran dan pihak internasional." (Russia Today, 14/07/2015).
Presiden Prancis menyambut baik kesepakatan nuklir yang dicapai antara Iran dan negara-negara besar, dan menyatakan dalam pidato televisi pada kesempatan Hari Nasional: "Kesepakatan yang kita tanda tangani sangat penting dan dunia terus bergerak maju"... Menteri Luar Negeri Inggris Philip Hammond memuji "kesepakatan bersejarah" yang dicapai pada hari Selasa mengenai program nuklir Iran, menganggapnya sebagai "perubahan penting dalam hubungan antara Iran, negara-negara tetangga, dan masyarakat internasional..." (Elaph, 14/07/2015)... Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier mengatakan: "Kesepakatan itu akan berkontribusi pada penyebaran keamanan di Timur Tengah... Ini adalah kesepakatan yang bertanggung jawab dan Israel harus melihatnya dengan cermat serta tidak mengkritik kesepakatan tersebut." (Televisi ARD Jerman, 14/07/2015).
- Sedangkan Rusia dan China tidak mengajukan syarat dan tidak menentang syarat-syarat Barat tersebut, mereka menyetujui semua yang terjadi:
Mengenai Rusia, Presiden Rusia Putin "merasa senang" dengan panggilan telepon Presiden AS kepadanya setelah penandatanganan kesepakatan final untuk memberikan sedikit penghargaan kepada Rusia sebagai balas budi atas posisinya yang mendukung Amerika. Faktanya, Amerika telah mendapatkan persetujuan Rusia atas segala sesuatu sebelumnya terkait Iran dan program nuklirnya. Menteri Luar Negeri AS Kerry, dalam kunjungannya ke Rusia dan pertemuannya dengan Presiden Putin serta mitranya Lavrov pada 12/05/2015 di Sochi, Rusia, menyinggung pembicaraan yang sedang berlangsung mengenai kesepakatan nuklir dengan menyatakan: "Persatuan antara Moskow dan Washington dalam masalah ini adalah kunci untuk menandatangani kesepakatan final." Oleh karena itu, Presiden Rusia Vladimir Putin menyambut baik kesepakatan mengenai program nuklir Iran dan mengatakan bahwa komunitas internasional menerimanya dengan "rasa lega yang besar" setelah negosiasi yang berlangsung selama bertahun-tahun... Di pihaknya, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov berjanji di Wina bahwa Rusia "akan berkontribusi pada langkah-langkah praktis untuk mengimplementasikan kesepakatan tersebut." (Elaph, 14/07/2015).
Adapun delegasi China mengatakan: "Semua orang harus memiliki semangat positif dalam mengimplementasikan kesepakatan nuklir, sembari menunjukkan bahwa implementasi kesepakatan nuklir dengan Iran selama sepuluh tahun pertama sangatlah penting." (Situs Al-Wefaq, 20/07/2015). Demikian pula, "Obama berterima kasih kepada Presiden China atas perannya dalam pembicaraan dengan Iran" (Stasiun TV Al-Arabiya, 21/07/2015).
Adapun Iran, kegembiraannya atas kesepakatan tersebut melampaui deskripsi! Mereka lupa, atau pura-pura lupa, tentang Setan Besar (Amerika) dan Setan Kecil. Televisi Iran menyiarkan pidato Presiden AS Obama yang menyambut kesepakatan tersebut. Ini adalah kedua kalinya dalam 36 tahun televisi Iran menyiarkan langsung pidato Presiden Amerika, padahal hubungan diplomatik antara kedua negara telah terputus sejak 1980! Kemudian Presiden Iran berbicara beberapa menit setelah Obama dan menganggap kesepakatan itu sebagai "titik tolak" untuk membangun kepercayaan antara negaranya dan Barat. Ia mengatakan, "Jika kesepakatan ini diterapkan dengan benar... kita dapat menghilangkan ketidakpercayaan secara bertahap..." (Situs Elaph, 14/07/2015).
Demikianlah seluruh kekuatan internasional yang bernegosiasi (P5+1) melihat kesepakatan tersebut sebagai "karya bersejarah", dan mereka mengikuti Amerika dalam hal itu. Namun, ada dua pihak yang menentangnya, bukan karena kesepakatan itu tidak menguntungkan Amerika, tetapi untuk tujuan lain. Kedua pihak tersebut adalah Partai Republik di Amerika dan entitas Yahudi...
- Adapun Partai Republik, mereka menyadari bahwa kesepakatan itu sangat menguntungkan Amerika. Namun, sebagaimana kebiasaan Partai Republik, mereka berjuang keras untuk mencegah keberhasilan Partai Demokrat agar tidak dikaitkan dengan proyek vital yang menguntungkan Amerika, terutama saat pemilihan umum sudah dekat. Hal ini bukan hal baru; kita ingat krisis sandera Amerika yang berlangsung dari 04/11/1979 hingga 20/01/1981, di mana Partai Republik berupaya keras menggagalkan upaya Carter (Presiden Demokrat saat itu) untuk menyelesaikan krisis sandera agar penyelesaiannya terjadi di era Republik. Dan itulah yang terjadi; pejabat terkemuka Partai Republik menghubungi pejabat terkemuka di pemerintahan Khomeini dan sepakat untuk menunda pembebasan sandera di masa pemerintahan Carter dan menundanya hingga masa jabatan Reagan setelah pemilihan presiden berakhir, dengan imbalan Iran mendapatkan senjata Amerika dan pencairan aset Iran, di samping kesepakatan lainnya... Dan benar saja, begitu Reagan dari Republik mengucapkan sumpah jabatan presiden (20/01/1981), para sandera Amerika dibebaskan dua puluh menit setelah sumpah tersebut dan sebuah pesawat membawa mereka ke Washington dalam beberapa jam. Pendukung Reagan pun mulai membicarakan "keajaiban" ini dan berakhirnya krisis segera setelah Reagan berkuasa...!
Hal yang sama terjadi sekarang; ini adalah persaingan elektoral kepartaian, bukan perselisihan tentang kepentingan Amerika. Kedua partai menyadari bahwa kesepakatan nuklir adalah kemenangan bagi Amerika, tetapi Partai Republik tidak ingin Partai Demokrat menang dengan proyek vital yang dinisbatkan kepada mereka, apalagi pemilihan presiden sudah dekat. Dari sinilah muncul penentangan Republik. Diketahui bahwa Kongres yang dikuasai Republik menentang penandatanganan kesepakatan karena Kongres memiliki perhitungan partai terkait pemilihan presiden yang akan berlangsung pada awal November 2016. Partai Republik berupaya agar Partai Demokrat yang diwakili oleh pemerintahan saat ini di bawah kepemimpinan Obama tidak terlihat meraih sukses besar yang dapat memenangkan pemilihan presiden. Obama menyadari hal ini, oleh karena itu ia mengancam akan menggunakan veto jika Partai Republik melanjutkan penentangan mereka hingga membatalkan kesepakatan di Kongres...
- Adapun entitas Yahudi, tidak diragukan lagi mereka menyadari bahwa mereka tidak pernah memimpikan kesepakatan seperti ini. Kesepakatan ini menjadikan entitas tersebut memimpin kawasan dengan kepemilikan senjata nuklir sendirian tanpa saingan... Namun, mereka menunjukkan penentangan karena tiga hal: Pertama, entitas tersebut memperkirakan Partai Republik akan menang dalam pemilihan presiden, sehingga mereka mendukung kampanye pendahuluan Republik untuk mendapatkan "keistimewaan" saat Republik menang... Kedua, entitas tersebut mengharapkan Obama memberikan kompensasi atau kepuasan tertentu kepada mereka karena kebutuhan Demokrat akan suara lobi Yahudi, sehingga penentangan menjadi sarana pemerasan (blackmail)... Ketiga, dan yang terpenting, entitas ini menyadari bahwa para penguasa di Iran dan negeri-negeri Muslim lainnya yang mengabaikan hak-hak umat dan senjatanya tidak akan bertahan lama. Hari di mana umat Islam kembali kepada agamanya dan para ilmuwannya membangkitkan kembali industri vitalnya tidak akan lama lagi... Entitas Yahudi menyadari hal ini, oleh karena itu mereka menunjukkan bahwa kesepakatan ini tidak cukup untuk menciptakan tekanan, agar setelah mengejar senjata nuklir di Iran dan negeri Muslim lainnya, sasarannya beralih ke pengejaran terhadap para ilmuwan atom di negeri-negeri Muslim...
Karena alasan-alasan inilah entitas tersebut menunjukkan penentangannya. Padahal, mereka menyadari bahwa baik Republik maupun Demokrat berkomitmen menjaga keamanan entitas tersebut, dan mereka tidak bisa lepas dari perlindungan Amerika untuk menjaga keamanannya. Orang-orang Yahudi tidak akan memiliki kekuatan kecuali dengan tali dari Allah dan tali dari manusia. Mereka telah memutus tali dari Allah sejak zaman dahulu, dan sekarang mereka berpegang pada tali dari manusia. Keamanan mereka bergantung pada faktor eksternal, dan kesepakatan semacam ini adalah pilar dalam menjaga keamanan mereka. Jadi, penentangan mereka terhadap kesepakatan itu tidaklah nyata. Oleh karena itu, Carter (Menteri Pertahanan Obama)—pada saat Netanyahu menentang Obama—datang ke negara Yahudi dengan sambutan besar dan berkata: "Israel adalah pilar kebijakan kami di Timur Tengah, kami tidak akan membiarkan Teheran mendapatkan senjata nuklir, dan kami berkomitmen pada keamanan dan pertahanan sekutu kami di kawasan." (Al-Quds yang Diduduki - Kantor Berita Quds Net, 20/07/2015).
- Melalui pernyataan dan posisi ini, tampak hal-hal berikut:
a- Keinginan kuat pemerintahan Amerika untuk menandatangani kesepakatan ini! Mereka menanganinya seolah-olah itu adalah masalah nasib bagi mereka, bukan bagi Iran, Eropa, atau negara lainnya... Presiden Amerika mengelola negosiasi dari jauh, dengan kontak langsung dan perhatian besar untuk mencapai kesepakatan ini, serta menyibukkan Menteri Luar Negerinya selama tiga minggu berturut-turut di luar kontak-kontak sebelumnya. Ini menunjukkan betapa pentingnya kesepakatan ini bagi Amerika, kepentingannya, dan kepentingan pemerintahan Obama. Kesepakatan ini telah membelenggu Iran selama puluhan tahun dan menjauhkannya dari pembuatan senjata nuklir apa pun. Jika kita menghubungkan hal ini dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya dari Presiden Amerika dan pejabat Amerika lainnya tentang pentingnya peran strategis Iran di kawasan dan kesiapan untuk bekerja sama dengannya—bahkan benar-benar bekerja sama dengannya seperti yang terlihat—serta pernyataan pejabat Iran yang mengumumkan kerja sama mereka dengan Amerika di Irak dan Afghanistan serta kesiapan mereka bekerja sama dalam memerangi terorisme dan ekstremisme, dan apa yang disaksikan secara nyata berupa persetujuan implisit Amerika terhadap apa yang dilakukan Iran dan partainya di Suriah, serta apa yang terjadi di Yaman di mana Amerika memberi Iran peran penting untuk menyuplai senjata dan peralatan kepada milisi Houthi agar memainkan peran di sana sehingga Amerika dapat memperluas pengaruh di Yaman... Semua ini menunjukkan bahwa Amerika bertujuan di balik kesepakatan ini untuk mempermudah urusan Iran dengan mengangkat sanksi dan membangun hubungan terbuka dengannya agar Iran terus memainkan peran yang mempermudah pekerjaan Amerika, meringankan bebannya, dan menutupi permainan-permainannya terhadap negara-negara dan bangsa-bangsa di kawasan. Jadi, Iran benar-benar melaksanakan kebijakan Amerika seperti yang terjadi di Irak, Suriah, dan Yaman, namun alih-alih pelaksanaannya dari balik tirai yang menutupi pandangan seperti sebelumnya, sekarang dilakukan dari balik tirai transparan atau tanpa tirai sama sekali!
b- Di sisi lain, terlihat bahwa tiga negara Eropa berada di pinggiran negosiasi! Apa yang terjadi hampir merupakan pengaturan yang disiapkan Amerika dengan Iran mengenai pencabutan sanksi, kesepakatan nuklir, dan pengaktifan Iran dalam melayani proyek-proyek Amerika di kawasan. Tidak diragukan lagi bahwa Eropa menyadari hal itu; sebagian besar pertemuan rahasia, bahkan pertemuan terbuka yang menentukan, berlangsung antara perwakilan Amerika dan Iran... Dengan demikian, jelas bagi Eropa bahwa kesepakatan yang disiapkan Amerika akan diadopsi, karena itu keberatan Eropa—terutama Prancis—berkurang dan penandatanganan pun dilakukan... Eropa melihat peluang untuk mendapatkan sesuatu dari kesepakatan Amerika ini, terutama dari pencabutan sanksi. Negara-negara tersebut segera menyerbu pasar Iran; Inggris mengumumkan akan membuka kedutaan besarnya di sana... Prancis mengumumkan bahwa menteri luar negerinya akan bertolak ke Teheran... Perusahaan-perusahaan Jerman bersiap untuk segera bergerak menuju Iran. Bahkan sejak beberapa waktu lalu, mereka telah merancang program masa depan di Iran dan proyek-proyek yang akan dilaksanakan di sana. Hal ini muncul melalui media massa Jerman, seolah-olah orang-orang Jerman sudah lama yakin bahwa kesepakatan akan ditandatangani, merasa bahwa Iran akan mengalah, dan menyadari bahwa Iran berada di bawah telunjuk Amerika... Demikianlah, tidak ada pilihan bagi orang Eropa, setelah menyadari bahwa mereka tidak dapat mencegah kesepakatan nuklir Amerika-Iran atau memengaruhi pengaruh Amerika, mereka tidak punya pilihan selain bergerak menuju Iran untuk mendapatkan keuntungan dengan meraih investasi dan proyek di sana karena mereka sedang mengalami kesulitan keuangan. Melalui itu, mereka dapat bekerja di dalam Iran dalam jangka panjang untuk mengembalikan pengaruh Eropa atau sebagian darinya di sana bersandingan dengan pengaruh Amerika...
c- Adapun Rusia dan China, mereka tidak ambisius untuk memiliki pengaruh sendiri di Iran... Bagi mereka, cukup jika Amerika mempermudah hubungan dagang mereka dengan Iran melalui pencabutan sanksi. Jika ditambah dengan panggilan telepon ucapan terima kasih dari Obama—seperti yang disebutkan sebelumnya—atas ketidaksetujuan mereka terhadap kesepakatan, maka itu sudah dianggap sebagai hal yang baik!
d- Adapun Iran, yang terpenting bagi mereka adalah pencabutan sanksi dan tampil dengan citra pemenang, meskipun senjata kemuliaan Islam dan kaum Muslim dikuliti dari mereka, dan meskipun sebagai imbalannya adalah pelaksanaan proyek-proyek Amerika di kawasan yang semakin cepat dan meningkat dari sebelumnya! Mereka menunjukkan kegembiraan atas kesepakatan tersebut dan mendukungnya secara resmi maupun populer karena itu membatalkan sanksi, sementara mereka bungkam tentang imbalannya... Presiden Iran Hassan Rouhani menyampaikan pidato melalui televisi Iran segera setelah penandatanganan, tetapi ia menunggu Presiden Amerika menyelesaikan pidatonya! Rouhani memuji kesepakatan tersebut dan menyatakan bahwa hal itu mencapai apa yang dicita-citakan Iran, dengan mengatakan: "Semua sanksi yang dijatuhkan pada Iran akan hilang pada hari kesepakatan tersebut mulai berlaku..."
Imbalan dari pencabutan sanksi adalah konsesi yang tidak akan diterima oleh sistem yang merdeka, apalagi sistem yang mengusung slogan Islam. Siapa pun yang berakal dan memperhatikan konsesi-konsesi tersebut serta merenungkannya akan merasa sangat terkejut karena mengerikannya hal itu. Halaman "Russia Today" setelah pengumuman kesepakatan pada 14/07/2015 memublikasikan poin-poin terpentingnya, antara lain:
Memberlakukan pembatasan jangka panjang pada program nuklir Iran dengan tetap mengizinkan pengayaan uranium sebesar 3,67%... Mengurangi jumlah alat sentrifugasi sebesar dua pertiga menjadi 5.060 alat... Membuang 98% uranium yang diperkaya... Tidak mengekspor bahan bakar atom selama tahun-tahun mendatang, tidak membangun reaktor air berat, dan tidak memindahkan peralatan dari satu fasilitas nuklir ke fasilitas lainnya selama 15 tahun... Mengizinkan inspektur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) memasuki semua situs yang dicurigai termasuk situs militer namun setelah berkonsultasi dengan Teheran... Mempertahankan larangan impor senjata selama 5 tahun tambahan dan 8 tahun untuk rudal balistik... Melepaskan dana dan aset Iran yang dibekukan yang diperkirakan mencapai miliaran dolar... Mencabut sanksi yang dijatuhkan oleh Eropa dan Amerika Serikat terhadap Iran...
Halaman tersebut menambahkan bahwa Iran menandatangani "peta jalan" (road map) dengan IAEA, yang di antaranya berisi:
Mempertahankan pembatasan yang dijatuhkan pada Iran di bidang nuklir selama 8 tahun... Iran menahan diri dari melakukan penelitian ilmiah mengenai pemrosesan bahan bakar nuklir selama 15 tahun... Cadangan uranium dengan pengayaan rendah di Iran selama 15 tahun tidak boleh melebihi 300 kilogram... Iran berkomitmen hingga 15 Oktober untuk menjelaskan isu-isu yang berpotensi memiliki dimensi militer dalam dialog dengan IAEA.
Kantor Berita Fars Iran pada 14/07/2015 mengatakan "bahwa draf kesepakatan menetapkan inspeksi terhadap semua situs Iran termasuk situs militer dan satu kunjungan ke situs militer Parchin."
Ditambah lagi dengan apa yang ada dalam pidato Obama setelah kesepakatan: "...dan menerima kembalinya sanksi dengan cepat jika terjadi pelanggaran kesepakatan..."
Sesungguhnya siapa pun yang merenungkan konsesi-konsesi ini akan sangat terkejut karena mengerikannya hal itu, seperti yang kami katakan sebelumnya... Hal yang sangat aneh adalah rezim tersebut mempromosikan konsesi ini sebagai kemenangan! Ada orang yang melakukan kesalahan tetapi mereka mengakui kesalahannya dan memperbaikinya atau berusaha memperbaikinya, dan mereka adalah orang-orang yang bisa dipahami kesalahannya dan kembalinya mereka dari kesalahan tersebut. Namun, jika ada orang yang melakukan tragedi mengerikan terhadap nasib suatu umat dengan sengaja, lalu menganggapnya sebagai kemenangan dan keberhasilan, maka itu adalah kegelapan yang mematikan. Kegelapan itu mungkin sedikit berkurang oleh cahaya yang mulai muncul dari sebagian orang yang sadar di Iran yang tidak tertipu oleh promosi kemenangan palsu tersebut, melainkan melihatnya sebagai kekalahan yang nyata. Situs Raja di Iran mengkritik perayaan kesepakatan tersebut dan mengatakan: "Ini bukan kemenangan melainkan kekalahan telak karena menutup sebagian besar teknologi nuklir Iran" (Situs Elaph, 14 Juli)... Bahkan Khamenei menyadari bahwa senjata promosi kemenangan adalah senjata yang kalah, terutama setelah televisi Iran menyiarkan pidato Obama sebelum pidato presidennya sendiri! Maka "Pemimpin Revolusi" itu kembali mencoba memperbaiki kerugian dengan menyebut Amerika sebagai pihak yang sombong... bahwa kebijakannya berbeda dari kebijakan Amerika... dan bahwa ia tidak bernegosiasi dengannya... Tapi kapan?! Setelah ia kenyang bernegosiasi... dan setelah proyek nuklir Amerika berhasil mematikan potensi Iran... Bahkan pencabutan sanksi dan pelepasan dana yang coba dijadikan pembenaran oleh rezim atas konsesi ini tidaklah menjadi hujah. Pengulangan hal itu dalam pidato Rouhani: "Bahwa sanksi-sanksi tersebut menyebabkan banyak masalah di masyarakat Iran (23/06/2015)" dan ia mengulanginya lagi dalam pidatonya setelah penandatanganan kesepakatan yang disiarkan televisi Iran dengan mengatakan: "Bahwa sanksi meninggalkan bekas pada rakyat Iran (14/07/2015)"... Semua itu adalah bagian dari tipu daya karena dampak sanksi tidak dihapus dengan konsesi yang menghina, melainkan dengan menerapkan hukum-hukum Islam dengan jujur dan ikhlas, terutama sistem ekonomi dalam hukum kepemilikan umum dan kepemilikan negara, serta dilaksanakan oleh orang-orang yang jujur pada janji mereka kepada Allah, sehingga mereka mampu memanfaatkan kekayaan alam yang melimpah di Iran, baik di dalam perut bumi maupun di atasnya. Sistem ini telah tertulis dalam Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya ﷺ yang dipahami oleh setiap orang yang memiliki hati atau yang menggunakan pendengarannya dengan saksama... Semua itu akan menghidupkan manusia dan membangkitkan mereka dari kesempitan hidup, dan dampak sanksi justru akan berbalik kepada pembuatnya, bukan kepada pihak yang dikenai sanksi. Adapun pelepasan dana, jika dihitung biaya persenjataan yang dilepaskan Iran sebagai imbalannya, maka perbedaannya tidaklah besar! Lantas bagaimana jika ditambah dengan nilai maknawi yang hilang dari umat dengan dicabutnya bagian penting dari persenjataannya?!
Begitulah cara menangani sanksi, bukan dengan konsesi yang menghina...
إِنَّ فِي هَذَا لَبَلَاغًا لِقَوْمٍ عَابِدِينَ
"Sesungguhnya (apa yang disebutkan) dalam (Al-Qur'an) ini benar-benar menjadi peringatan bagi kaum yang menyembah (Allah)." (QS. Al-Anbiya [21]: 106)