Beranda Tentang Artikel Tanya Syekh
Tanya Jawab

JAWABAN PERTANYAAN: Jawaban Memuaskan bagi Mereka yang Mengatakan Bahwa Kita Tidak Terikat dengan Metode Rasulullah saw. dalam Mencapai Kekuasaan dan Membangun Negara

January 30, 2017
6878

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Seri Jawaban Al-Alim al-Jalil Ata bin Khalil Abu al-Rashtah, Amir Hizbut Tahrir

Atas Pertanyaan Para Pengunjung Halaman Facebook Beliau "Fiqhi"

Kepada Ahmad Abu Eid

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum... Syekh kami... Mungkinkah memberi saya jawaban yang memuaskan bagi mereka yang mengatakan bahwa kita tidak terikat dengan metode Rasulullah saw. dalam mencapai kekuasaan dan membangun negara...?

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh,

Secara ringkas, jawaban yang memuaskan adalah sebagai berikut:

1- Tanyakan kepada orang yang mengatakan bahwa kita tidak terikat dengan metode Rasulullah saw. dalam mencapai kekuasaan:

Katakan kepadanya, jika Anda ingin berwudu, dalil apa yang Anda cari untuk mengetahui tata cara wudu? Bukankah Anda akan mencari dalil-dalil wudu? Ataukah Anda mencari dalil-dalil haji misalnya? Dia pasti akan menjawab bahwa dia akan mencari dalil-dalil wudu...

Kemudian tanyakan kepadanya, jika Anda ingin mengetahui hukum-hukum puasa, bukankah Anda akan mencari dalil-dalil puasa? Ataukah Anda mencari dalil-dalil jihad untuk mengetahui cara berpuasa? Dia akan menjawab bahwa dia mencari dalil-dalil puasa untuk mengetahui hukum-hukum puasa.

Kemudian tanyakan kepadanya, jika Anda ingin mengetahui hukum-hukum salat, bukankah Anda akan mencari dalil-dalil salat? Ataukah Anda mencari dalil-dalil zakat? Dia akan menjawab bahwa dia mencari dalil-dalil salat.

Demikianlah tentang masalah apa pun yang ingin dia ketahui hukum-hukumnya, maka dia akan mencari dalil-dalilnya di dalam syarak.

Sekarang, tanyakan kepadanya tentang cara mendirikan negara, bukankah seharusnya dia mencari dalil-dalil syariat yang berasal dari Rasulullah saw. mengenai cara mendirikan negara? Dan bukan mencari dalil-dalil jihad misalnya, atau salat, atau zakat... melainkan dia mencari dalil-dalil mendirikan negara. Dan Rasulullah saw. mendirikan negara satu kali dengan metode thalabun nushrah (mencari pertolongan) pada tahap interaksi (marhalatut tafa'ul). Oleh karena itu, metode mendirikan negara adalah thalabun nushrah.

Pertanyaannya sekarang adalah, apakah thalabun nushrah itu fardu, mandub, atau mubah...? Jika thalabun nushrah itu fardu, maka kita terikat dengan metode ini dalam mendirikan negara. Dengan mempelajari topik ini, kita menemukan hal-hal berikut:

Sesungguhnya thalabun nushrah adalah fardu. Dalilnya adalah Rasulullah saw. tidak pernah mengubah metode ini meskipun beliau menghadapi berbagai kesulitan dalam melakukannya. Beliau telah memintanya kepada Bani Thaqif, namun mereka menolaknya dengan buruk hingga melukai kaki beliau saw. ... Akan tetapi Rasulullah saw. tidak mengubahnya ke metode lain, bahkan beliau saw. terus melakukan thalabun nushrah kepada kabilah-kabilah. Beliau memintanya kepada Bani Syaiban, Bani Amir... dan seterusnya. Beliau memintanya lebih dari sepuluh kali, namun mereka tidak menyambutnya. Meskipun demikian, Rasulullah saw. tetap tidak mengubahnya ke metode lain walaupun menghadapi kesulitan di dalamnya. Dalam ilmu usul, sesungguhnya pengulangan tuntutan (permintaan) yang disertai dengan adanya kesulitan (masyaqqah) merupakan qarinah (indikasi) bahwa tuntutan tersebut adalah fardu.

Artinya, thalabun nushrah adalah fardu... dan itulah satu-satunya metode yang diikuti oleh Rasulullah saw. dalam mendirikan negara. Beliau terus menjalaninya hingga Allah memuliakan beliau dengan kaum Ansar yang membaiat beliau pada Baiat Aqabah Kedua, kemudian beliau berhijrah ke Madinah dan mendirikan negara.

Ini adalah penjelasan ringkas bagi siapa pun yang memiliki hati atau menggunakan pendengarannya, sebagaimana firman Allah SWT:

لِمَنْ كَانَ لَهُ قَلْبٌ أَوْ أَلْقَى السَّمْعَ وَهُوَ شَهِيدٌ

"bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya." (QS Qaf [50]: 37)

Adapun bagi para penentang, argumen mereka hancur karena mereka mengakui perlunya mencari dalil wudu untuk berwudu, mencari dalil puasa untuk berpuasa, mencari dalil salat untuk salat... dan tidak mencari dalil untuk perbuatan selain yang ingin dilakukan. Maka wajib baginya, jika dia berakal, untuk mengakui perlunya mencari dalil-dalil berdirinya negara jika dia ingin mendirikan negara. Tidak ada dalil-dalil yang dijelaskan oleh Rasulullah saw. melalui perbuatan dan perkataannya kecuali thalabun nushrah yang dilakukan oleh Rasulullah saw. di akhir tahap interaksi... dan metode ini adalah fardu. Secara ringkas, inilah jawaban yang memuaskan dan mencukupi mengenai kewajiban metode yang kita tempuh dalam mendirikan negara.

Sebagai penutup, saya sampaikan salam untuk Anda, dan saya memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala semoga Dia membuka pintu-pintu kebaikan melalui tangan Anda.

Saudara Anda, Ata bin Khalil Abu al-Rashtah

02 Jumadil Awal 1438 H 30/01/2017 M

Tautan Jawaban dari halaman Amir di Facebook: https://web.facebook.com/AmeerhtAtabinKhalil/photos/a.122855544578192.1073741828.122848424578904/581255302071545/?type=3&theater

Tautan Jawaban dari halaman Amir di Google Plus: https://plus.google.com/u/0/100431756357007517653/posts/ESv5JwMt9w9

Tautan Jawaban dari halaman Amir di Twitter: https://twitter.com/ataabualrashtah/status/826113836163932161

Tautan Jawaban dari situs Amir: http://archive.hizb-ut-tahrir.info/arabic/index.php/HTAmeer/QAsingle/3775/

Bagikan Artikel

Bagikan artikel ini dengan jaringan Anda