Beranda Tentang Artikel Tanya Syekh
Tanya Jawab

Jawaban Pertanyaan: Pasar Minyak Dunia

August 05, 2019
3814

Silsilah Jawaban Ulama yang Agung Ata bin Khalil Abu al-Rashtah, Amir Hizbut Tahrir atas Pertanyaan-Pertanyaan di Laman Facebook Beliau "Politik"

Kepada Abdul Aziz al-Munis

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Amir kami yang tercinta.

Semoga Allah memenangkan Anda dengan kemenangan yang mulia dan kuat, serta menegakkan Khilafah Rasyidah melalui tangan Anda.

Pertanyaan saya berkaitan dengan sebab pertama (pasar minyak dunia) yang memicu ketegangan antara Amerika dan Iran dalam jawaban pertanyaan: "Hakikat Ketegangan antara Amerika dan Iran di Kawasan".

Bagaimana mungkin kenaikan harga minyak sesuai dengan biaya produksi shale oil (minyak serpih)?

Bukankah kenaikan tersebut berdampak negatif bagi Amerika, padahal kita berulang kali melihat Trump memerintahkan para agennya untuk menurunkan produksi?

Jawaban:

Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh,

Mengenai pertanyaan Anda: ("Bagaimana mungkin kenaikan harga minyak sesuai dengan biaya produksi shale oil? Bukankah kenaikan tersebut berdampak negatif bagi Amerika, padahal kita berulang kali melihat Trump memerintahkan para agennya untuk menurunkan produksi?")

Kami telah menjelaskan jawabannya dalam rilis kami mengenai topik ini tertanggal 12/07/2019, yang mungkin sekarang sudah ada di tangan Anda. Di dalamnya terdapat jawaban yang jelas atas pertanyaan Anda, khususnya apa yang disebutkan di dalamnya:

"(2- Agar koordinasi tersebut menjadi kenyataan di lapangan, hubungan Saudi-Rusia telah banyak membaik setelah tahun 2014. Raja Salman melakukan kunjungan ke Moskow pada 04/10/2017, yang merupakan kunjungan pertama seorang raja Saudi ke Rusia. Beberapa pertemuan juga dilakukan antara Presiden Rusia dan Putra Mahkota Saudi. Rusia 'digoda' dengan kemungkinan pengalihan kontrak-kontrak senjata besar Saudi ke pabrik-pabrik militer Rusia. Dengan demikian, Rusia dan Arab Saudi meresmikan era baru hubungan perminyakan di antara mereka. Semua ini terjadi pada masa agen Amerika, Salman dan putranya. Upaya Saudi-Rusia membuahkan hasil pada 30/11/2016 dengan penandatanganan kesepakatan pertama untuk memangkas produksi minyak antara organisasi OPEC dan 11 negara lainnya, yang dipimpin oleh Rusia. Berdasarkan kesepakatan tersebut, OPEC memangkas produksi sebesar 1,2 juta barel per hari, sementara 11 negara lainnya memangkas produksi mereka sebesar 560 ribu barel per hari, di mana bagian Rusia sendiri dari pemangkasan ini adalah 300 ribu barel per hari. Sebelum kesepakatan ini, Arab Saudi pada 04/11/2016 sempat mengancam akan membanjiri pasar dengan minyak. Hal inilah yang mendorong Rusia untuk berkoordinasi dengan Saudi karena takut akan pembanjiran pasar dan penurunan harga, sehingga mencegah kesulitan keuangan di Rusia yang anggarannya bergantung sekitar 50% pada pendapatan energi (minyak dan gas).

3- Kesepakatan ini memberikan dampak positif terhadap harga minyak, sehingga harga per barel minyak naik segera setelah penandatanganan kesepakatan tersebut. Namun, kesepakatan itu berlaku selama enam bulan, yang kemudian diikuti oleh diskusi panjang lebar untuk memperpanjangnya. Rusia secara umum—terutama karena harga minyak sedang bagus—ingin meningkatkan produksinya untuk mendukung anggarannya, sementara Arab Saudi terus berupaya melanjutkan pemangkasan produksi sebagai kebijakan tetapnya, meskipun sesekali mengancam akan membiarkan pasar berjalan sendiri (tanpa kendali), yakni mengancam akan meningkatkan produksi secara besar-besaran. Ancaman ini selalu dilakukan di hadapan upaya Rusia untuk mengakhiri operasi pemangkasan produksi. Dalam sebuah permainan yang terbuka bagi siapa pun yang memiliki penglihatan, Presiden Amerika meminta Arab Saudi untuk meningkatkan produksi minyak guna menekan harga, dengan tujuan mendorong Rusia agar kembali terlibat dalam operasi pemangkasan produksi bersama Arab Saudi. Sehingga Rusia tampak seolah-olah menentang kebijakan Presiden Amerika dan khawatir Saudi akan menuruti permintaannya, lalu Rusia pun terdorong bersama Arab Saudi secara terpaksa untuk berkoordinasi dalam memangkas produksi. Sebagai contoh: 'Trump mengatakan pada hari Sabtu dalam sebuah cuitan di Twitter bahwa ia telah berbicara dengan Raja Salman bin Abdul Aziz dan memintanya untuk meningkatkan produksi minyak Kerajaan hingga 2 juta barel per hari guna menghentikan kenaikan harga, dan bahwa Raja Salman setuju dengan permintaannya.' Al-Araby Al-Jadeed, 01/07/2018)." Selesai.

Anda dapat merenungkan jawaban tersebut secara utuh untuk manfaat lebih lanjut, karena itu sudah mencukupi... Wallahu a’lam wa ahkam.

Salam hangat saya.

Saudara Anda, Ata bin Khalil Abu al-Rashtah

3 Dzulhijjah 1440 H 04/08/2019 M

Link jawaban dari halaman Amir (semoga Allah menjaga beliau) di: Facebook

Bagikan Artikel

Bagikan artikel ini dengan jaringan Anda