Beranda Tentang Artikel Tanya Syekh
Tanya Jawab

Jawaban Pertanyaan: Ambisi Para Penjajah di Tanzania

April 02, 2022
3534

Pertanyaan:

Tanzania dianggap sebagai salah satu negara paling stabil secara politik di Afrika dan memainkan peran penting dalam organisasi SADC. Hubungannya dengan mantan penjajahnya, Inggris, sangat erat. Namun, terlihat ada pergerakan Amerika Serikat dan Tiongkok di sana. Sejauh mana pengaruh Amerika dan Tiongkok di negara ini? Apakah terdapat konflik internasional di sana? Dan mengapa kelompok SADC didirikan?

Jawaban:

Untuk memperjelas jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas, kami akan meninjau hal-hal berikut:

Pertama: Tanzania adalah negara Islam, di mana persentase Muslim melebihi 60%. Islam masuk ke sana pada akhir abad pertama Hijriah. Namun, Tanzania menjadi sasaran serangan para penjajah musuh Islam, mulai dari penjajahan Portugal hingga penjajahan Jerman dan Inggris, dan kini Amerika berada dalam jalur intervensi... Lokasi strategisnya memberikan arti penting bagi negara-negara penjajah; Tanzania terletak di tepi Samudra Hindia di perbatasan timurnya dan termasuk dalam kawasan Danau-Danau Besar Afrika. Karena itulah, ia menjadi salah satu pintu masuk bagi para penjajah untuk merangsek ke pedalaman Afrika dan menjajahnya. Tanzania memperoleh kemerdekaan formalnya pada akhir tahun 1961, namun pengaruh Inggris tetap mendominasi...

Kedua: Inggris menunjuk Julius Nyerere sebagai presiden Tanganyika, yang tampak seolah-olah memimpin gerakan pembebasan melawan penjajahan! Padahal sebelumnya ia telah ditunjuk sebagai menteri dalam pemerintahan Inggris yang mengelola wilayah tersebut sebelum kemerdekaan. Zanzibar kemudian digabungkan dengan Tanganyika pada tahun 1964 untuk membentuk persatuan Tanzania sesuai rencana Inggris guna menghadapi Amerika yang mulai berupaya menggantikan posisi penjajahan lama di Afrika. Nyerere memerintah Tanzania dengan tangan besi hingga tahun 1985, bekerja untuk memperkuat pengaruh Inggris dan memerangi Islam. Ia berlindung di balik slogan revolusioner dan sosialisme, sementara pada saat yang sama ia menerapkan sistem kapitalisme, sebagaimana kebiasaan banyak antek Barat!

Ketiga: Karena umat Islam adalah mayoritas (lebih dari 60%), agar presiden bukan berasal dari kalangan mereka jika dilakukan pemilihan presiden, mereka membuat konstitusi yang menyatakan dalam Pasal 47 poin ketiga tentang "kewajiban bahwa calon presiden harus berasal dari bagian tertentu dalam persatuan (Tanganyika atau Zanzibar) dan pada saat yang sama wakilnya berasal dari pihak lainnya." Selain itu, ada kesepahaman—bukan perintah konstitusional—bahwa presiden akan bergantian antara Nasrani dan Muslim. Setelah kematian presiden Nasrani Julius Nyerere yang memerintah paling lama (akhir 1961 hingga 1985), kekuasaan dipegang oleh Ali Hassan Mwinyi yang berlatar belakang Muslim (1985-1995), kemudian Benjamin William Mkapa yang Nasrani (1995-2005), lalu Presiden Jakaya Mrisho Kikwete yang berlatar belakang Muslim (2005-2015). Setelah itu, kekuasaan dipegang oleh seorang Nasrani, John Magufuli, yang meninggal tahun lalu. Pasca kematiannya, wakilnya Samia Suluhu Hassan yang berlatar belakang Muslim menjabat sebagai presiden pada 19/3/2021. Ia sebelumnya adalah menteri dalam pemerintahan Zanzibar di dalam persatuan tersebut. Pada tahun 2014, ia ditunjuk sebagai menteri negara urusan persatuan. Pada tahun 2015, Presiden John Magufuli memilihnya sebagai wakil presiden, menyisihkan banyak tokoh dari partai Chama Cha Mapinduzi (CCM), yaitu partai Nyerere yang memerintah negara dan memonopoli kekuasaan serta selalu menang dengan persentase tinggi. Partai Nyerere memperoleh 84,39% suara dalam pemilihan presiden terakhir tahun 2020, sehingga kandidatnya Magufuli dan wakilnya Samia Hassan memenangkan masa jabatan kedua. Ini menunjukkan bahwa penguasa Tanzania masih mengikuti Inggris, karena partai pro-Inggris, partai Nyerere, masih mendominasi negara... Untuk melanjutkan tradisi politik kesepahaman dalam pergantian kekuasaan, Samia Hassan menunjuk asisten mantan presiden urusan ekonomi, Philip Mpango, sebagai wakilnya, yang merupakan seorang Nasrani. Sebagai informasi, Presiden Samia Hassan lahir pada Januari 1960 di Zanzibar yang memiliki otonomi semi-mandiri, di mana jumlah Muslim mencapai sekitar 99%. Ia kemudian melanjutkan studi administrasi publik di Tanzania lalu lulus dari University of Manchester di Inggris. Ia mengambil sumpah jabatan dengan mengenakan kerudung dan Al-Qur'an di tangan kanannya, sehingga ia mendapatkan reputasi baik di mata rakyat Muslimnya, terutama karena ia menempuh jalur yang lebih lunak terhadap oposisi...

Keempat: Inggris memandang Tanzania dengan tingkat kepentingan tinggi dari sisi politik maupun ekonomi:

Dari sisi politik, lokasinya sebagai salah satu pintu masuk ke pedalaman Afrika menjadikannya penting bagi mereka. Inggris telah bekerja untuk menghalangi penyebaran Islam, memeranginya, dan memerangi penganutnya yang menolak dan menentang penjajah. Selain itu, hilangnya Tanzania bagi Inggris akan menyebabkan hilangnya beberapa negara tetangga yang masih berada dalam pengaruh Inggris seperti Kenya, Malawi, Zambia, dan negara-negara lain di kawasan tersebut.

Dari sisi ekonomi, Inggris adalah investor asing langsung terbesar di Tanzania dalam sektor-sektor seperti pertambangan, manufaktur, dan produksi pertanian. Inggris juga merupakan pembeli terbesar teh Tanzania, dan ekspornya mendominasi pasar Tanzania, terutama mobil dan perangkat elektronik.

Kelima: Demikian pula Amerika Serikat, ia memandang Tanzania dengan sangat penting dan mencoba masuk ke sana dengan segala cara untuk menggantikan penjajahan lama. Tanzania adalah salah satu dari sedikit negara Afrika yang dikunjungi oleh presiden-presiden Amerika untuk menunjukkan ketertarikan dan upaya menariknya ke arah Amerika... Bush Jr. mengunjunginya pada 17/2/2008. Begitu pula Obama pada 1/7/2013, di mana ia meletakkan batu pertama untuk monumen peringatan di depan kedutaan negaranya guna menghormati sebelas warga Amerika yang tewas dalam pengeboman kedutaan AS tahun 1998 di Dar es Salaam...

Keenam: Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa konflik politik berlangsung antara Inggris sebagai penjajah lama yang terus bertahan, dengan Amerika yang mencoba masuk ke Tanzania untuk menggantikan pengaruh Inggris. Kedua negara tersebut menggunakan sarana penjajahan mereka yang jahat untuk mencapai tujuan mereka:

1- Adapun Amerika, mereka menyatakan penolakannya terhadap hasil pemilu tahun 2020. Morgan Ortagus, juru bicara Departemen Luar Negeri AS, menulis pada 30/10/2020 setelah pengumuman kemenangan Presiden Magufuli di akun Twitternya bahwa ia "khawatir tentang laporan kredibel mengenai pelanggaran pemilu dan penggunaan kekuatan terhadap warga sipil yang tidak bersenjata" dan mengatakan "kami akan menuntut pertanggungjawaban individu-individu yang bertanggung jawab" atas hal tersebut... Selain itu, Amerika mengadopsi tuntutan oposisi, khususnya partai Chadima. Hal ini bertujuan untuk memicu kekacauan politik sehingga Amerika dapat mematahkan dominasi partai berkuasa yang merupakan partai Inggris... Perlu diketahui bahwa oposisi masih lemah; kandidat dari partai oposisi terbesar, Chama cha Demokrasia na Maendeleo (Chadima), tidak memperoleh persentase besar dalam pemilihan presiden 2020. Kandidatnya, Tundu Lissu, hanya memperoleh 13,03% suara. Kandidat partai Chadima menolak hasil tersebut dan mengatakan "pemilu ini menyaksikan kecurangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah kita..." Begitu pula Amerika memanfaatkan seruan pemisahan diri, khususnya seruan pemisahan wilayah Zanzibar dari Tanganyika... Selain itu, Amerika menggunakan Dana Moneter Internasional (IMF) sebagai sarana untuk mempengaruhi kekuasaan di Tanzania!

2- Adapun Inggris, mereka bekerja sesuai dengan metode kelicikan politiknya untuk menutup pintu-pintu yang coba dimanfaatkan Amerika di Tanzania. Di satu sisi, Inggris tampak seolah setuju dengan Amerika, namun di sisi lain ia menjalankan kebijakan lain yang berbeda:

a- Terkait pemilu, Inggris mengeluarkan pernyataan yang bermakna ganda. Menteri Inggris untuk Urusan Afrika, James Duddridge, di akun Twitternya pada 30/10/2020 menyatakan ("Inggris khawatir tentang informasi mengenai pelanggaran" dan menyerukan "penyelidikan yang transparan" serta mendesak pihak-pihak politik untuk "mencari solusi damai"). Pernyataan ini menyenangkan Amerika tetapi Inggris tidak menolak hasil pemilu dan tidak mengatakan seperti kata Amerika bahwa "ada laporan kredibel tentang pelanggaran pemilu" atau menyerukan "pertanggungjawaban bagi mereka yang bersalah"!

b- Terkait oposisi, para pemimpin kelompok Islam yang menyerukan kemerdekaan wilayah Zanzibar yang semi-otonom di Tanzania dibebaskan dari tuduhan terorisme: (Dua pemimpin terkemuka dari kelompok masyarakat sipil, yaitu Uamsho atau Association for Mobilisation and Propagation, dibebaskan setelah delapan tahun ditahan. Farid Hadi dan Msellem Ali Msellem dibebaskan pada Selasa malam. Direktur Penuntutan Umum, Sylvester Mwakitalu, mengonfirmasi kepada wartawan bahwa semua tuduhan terhadap mereka telah digugurkan... 16/06/2021 https://apnews.com/). Juga, dalam beberapa minggu terakhir, beberapa surat kabar berbahasa Swahili yang dilarang diizinkan terbit kembali, kemudian Presiden Samia Suluhu Hassan memberikan pengampunan kepada banyak tahanan politik termasuk anggota Chadima.

c- Terkait masalah IMF, meskipun sebelumnya IMF pernah "diusir" dari Tanzania pada masa Presiden Ali Hassan Mwinyi karena ingin memaksakan syarat-syarat seperti devaluasi mata uang, kenaikan harga, dan pembekuan upah yang meningkatkan penderitaan rakyat sebagaimana yang dilakukan IMF di setiap negara yang meminta pinjaman darinya, namun IMF memanfaatkan dampak pandemi Corona untuk memberikan pinjaman kepada Tanzania senilai 567 juta dolar dengan dalih bahwa "wabah Corona menyebabkan runtuhnya sektor pariwisata dan memperparah kebutuhan akan pendanaan yang besar"... (Bloomberg 8/9/2021). Pemerintah Tanzania setuju mengambil pinjaman tersebut, padahal Tanzania tidak mengakui adanya wabah Corona dan tidak memberlakukan langkah-langkah pencegahannya, namun pemerintah setuju untuk memperbaiki hubungan dengan IMF dan tidak berkonfrontasi dengan Amerika, sejalan dengan pendekatan Inggris yang diikutinya!

d- Kemudian yang terpenting adalah pembentukan Southern African Development Community (SADC) yang didirikan pada 17/8/1992 menggantikan Southern African Development Coordination Conference yang didirikan di Botswana pada 1/4/1980 oleh sembilan negara anggota (Angola, Botswana, Lesotho, Malawi, Mozambik, Eswatini, Tanzania, Zambia, dan Zimbabwe). Sekarang jumlahnya menjadi 15 setelah bergabungnya (Afrika Selatan, Namibia, Mauritius, Kongo Demokratik, Madagaskar, dan Seychelles). Inggris mendirikannya untuk menjaga pengaruhnya di kawasan tersebut dan mencegah intervensi pengaruh Amerika di negara-negara anggota tersebut. Oleh karena itu, ketika perusahaan minyak Amerika (Anadarko) pada tahun 2010 menemukan cadangan gas alam yang sangat besar di cekungan Rovuma di lepas pantai Provinsi Cabo Delgado di utara Mozambik, tempat umat Islam tinggal... cadangan ini dikonfirmasi kembali pada tahun 2017 menurut sebuah artikel yang diterbitkan oleh Financial Times tahun 2017: "Gas ditemukan di dua blok yang berdekatan, dan masing-masing memiliki cadangan terbukti sekitar 75 triliun kaki kubik, yang cukup—seperti yang dikatakan para ahli—untuk memasok Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia selama lebih dari 20 tahun." Dengan demikian, ketika gas ditemukan dan dikonfirmasi pada tahun 2017, Inggris memperhatikan arah intervensi Amerika di Mozambik, terutama karena hal itu dibarengi dengan gerakan "pemberontakan" yang meningkat di negara ini yang dipimpin oleh kelompok lokal bernama Ansar al-Sunna wal-Jama'ah. Kemudian Rwanda yang berafiliasi dengan Amerika menawarkan bantuan kepada Mozambik untuk melawan "pemberontakan" ini dan membujuknya, sehingga Mozambik setuju... Pada 9 Juli 2021, Rwanda mengerahkan kekuatan 1000 tentara atas permintaan Mozambik untuk membantu menekan pemberontakan Islam yang telah berlangsung lama di Provinsi Cabo Delgado utara... Meskipun Rwanda adalah pengikut Amerika, Mozambik lebih memilih meminta bantuan kepada Rwanda!

Ketujuh: Ketika Inggris menyadari hal tersebut, ia menggerakkan kelompok SADC untuk menangani situasi di Mozambik yang merupakan anggotanya:

1- (Para pemimpin SADC selama KTT memuji negara-negara anggota atas komitmen mereka untuk mengerahkan pasukan cadangan SADC dan memberikan dukungan finansial di Provinsi Cabo Delgado, Mozambik utara untuk pengerahannya di negara tersebut. 21/08/2021 https://africa.sis.gov.eg/).

2- Ketika Rwanda yang pro-Amerika mengerahkan seribu tentara di Mozambik utara padahal ia bukan anggota SADC, sejumlah anggota SADC menyatakan keberatannya: ("Pengerahan pasukan Rwanda memicu kemarahan beberapa anggota SADC, karena keterlibatan Rwanda tidak berada di bawah kendali SADC..." Mereka memprotes bahwa pembenaran Rwanda, yang bukan anggota SADC, untuk membantu Mozambik adalah "resep bagi bencana"... 22/07/2021 https://www.defense-network.com). Begitulah, Inggris yang menyadari upaya Amerika untuk melakukan intervensi melalui bantuan Rwanda kepada Mozambik, segera mengirimkan bantuan militer ke Mozambik melalui organisasinya, SADC, agar Rwanda tidak sendirian berada di sana.

3- Menurut laporan situs Bloomberg, (Menteri Luar Negeri Afrika Selatan mengatakan dalam pertemuan kelompok negara-negara industri G7: "Saya memiliki kesempatan untuk bertemu dengan Prancis, Uni Eropa, dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat dan saya menjelaskan kepada mereka bahwa pandangan kami adalah SADC harus memimpin masalah ini" (13/8/2021 https://www.bloomberg.com/news/newsletters/).

4- Baru-baru ini, kelompok tersebut mengadakan konferensi pada 18/1/2022 di Malawi untuk mendukung pembangunan kembali ekonomi dan sosial Provinsi Cabo Delgado yang kaya akan gas alam di Mozambik, yang berpenduduk sekitar 30 juta jiwa dengan populasi Muslim sekitar 20%. Di mana cadangan gas di wilayah ini diperkirakan mencapai 75 triliun meter kubik. Konferensi tersebut menyetujui dukungan bagi Mozambik dan langkah-langkah konsolidasi perdamaian, keamanan, serta pemulihan sosial ekonomi di provinsi yang menjadi tempat aktifnya gerakan-gerakan bersenjata. Mereka berjanji untuk terus memerangi terorisme dan ekstremis di Mozambik. Presiden Malawi, Lazarus Chakwera, yang mengepalai SADC mengatakan ("Komitmen kelompok ini untuk memastikan wilayah Cabo Delgado di Mozambik tetap utuh, stabil, dan aman, dan bahwa KTT tersebut memberikan kesempatan untuk meninjau misi SADC di Mozambik dalam memerangi terorisme..." SPA 18/1/2022).

Kedelapan: Adapun upaya Tiongkok, hingga saat ini masih didominasi oleh pengaruh ekonomi daripada pencapaian pengaruh politik. Pendekatan ekonomi dengan Tiongkok bertujuan untuk mengganggu Amerika. Dengan merenungkan hal ini, tampak jelas bahwa Tanzania bekerja untuk memperkuat hubungan ekonominya dengan Tiongkok guna meringankan beban kondisi ekonomi dan membebaskan diri dari dominasi IMF, yaitu dari dominasi Amerika, dan semua itu di bawah arahan Inggris. Oleh karena itu, Tanzania menandatangani perjanjian kerja sama ekonomi dan teknis dengan Tiongkok untuk mendanai proyek-proyek Tiongkok di Tanzania. Terdapat pembicaraan untuk mendanai proyek-proyek senilai puluhan miliar dolar, baik untuk membangun pelabuhan baru senilai 10 miliar dolar, atau membangun stasiun gas alam cair senilai 30 miliar dolar, serta proyek tambang besi dan batu bara senilai 3 miliar dolar. Dalam panggilan telepon antara Xi Jinping dan Samia Hassan pada 22/6/2021, Xi berkata: "Tiongkok siap untuk mengimplementasikan hasil KTT Beijing Forum Kerja Sama Tiongkok-Afrika sejalan dengan strategi pembangunan di Tanzania dan memperluas kerja sama dalam bidang-bidang seperti pertanian, transportasi, komunikasi, pariwisata, dan energi." Sementara itu, Samia Hassan berkata "Tanzania siap bekerja sama dengan Tiongkok untuk mendorong pembangunan bersama Belt and Road secara efektif dan akan mengimplementasikan dengan serius hasil KTT Beijing Forum Kerja Sama Tiongkok-Afrika serta akan memperkuat pembangunan baru hubungan Tiongkok-Afrika" (Halaman CGTN Tiongkok 22/6/2021).

Kesembilan: Dari hal-hal tersebut dipahami bahwa Inggris masih mengendalikan kelompok SADC, karena keputusan-keputusan yang dikeluarkan adalah demi kepentingan penguatan pengaruh Inggris melalui dukungan terhadap rezim-rezim yang berafiliasi dengannya. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa Inggris adalah pihak yang mendominasi Tanzania dan juga SADC, sementara upaya Amerika untuk masuk ke Mozambik masih terombang-ambing antara keberhasilan dan kegagalan serta belum stabil hingga saat ini.

Karena faktor-faktor inilah, Tanzania dan Mozambik menjadi kandidat terjadinya konflik internasional, yaitu antara Inggris pemilik pengaruh di SADC beserta anggotanya, dengan Amerika yang berambisi membentangkan pengaruhnya menggantikan Inggris, khususnya di Mozambik. Tidak ada yang dapat menyelamatkan negeri-negeri Afrika ini dari krisis-krisisnya dan dari cengkeraman penjajahan kecuali jika Islam yang memerintahnya, di mana Islam adalah rahmat bagi semesta alam.

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

"Dan tidaklah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam." (QS Al-Anbiya [21]: 107)

1 Ramadhan 1443 H 02 April 2022 M

Bagikan Artikel

Bagikan artikel ini dengan jaringan Anda