Beranda Tentang Artikel Tanya Syekh
Tanya Jawab

Hadis "Tidaklah Datang Suatu Zaman Kecuali Zaman Setelahnya Lebih Buruk" Mengandung Syubhat Pertentangan dengan Hadis Kembalinya Khilafah

November 19, 2021
2836

Seri Jawaban Al-Alim Al-Jalil Ata bin Khalil Abu al-Rashtah, Amir Hizbut Tahrir, atas Pertanyaan para Pengikut di Laman Facebook-nya "Fikhi"

Kepada Ar-Riyahi Abu Fatimah

Pertanyaan:

Saudaraku karena Allah, Amir Hizbut Tahrir, Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Bagaimana derajat kesahihan hadis ini, dan jika sahih, kami mohon penjelasan dari Anda. Semoga Allah membalas Anda dengan segala kebaikan.

Hadis Az-Zubair bin ‘Adi rahimahullah, ia berkata: "Kami mendatangi Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, lalu kami mengadu kepadanya tentang perlakuan yang kami terima dari Al-Hajjaj. Maka Anas berkata: 'Bersabarlah kalian, karena tidaklah datang kepada kalian suatu zaman kecuali zaman yang setelahnya lebih buruk darinya, sampai kalian berjumpa dengan Rabb kalian. Aku mendengarnya dari Nabi kalian ﷺ'." (HR Bukhari).

Jawaban:

Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh.

Sebagai permulaan, saya ingatkan dua perkara dalam ushul untuk memperjelas jawaban:

  1. Jika terdapat syubhat ta'arudh (kesan pertentangan) di antara dalil-dalil, maka dilakukan upaya al-jam'u (mengompromikan dalil), karena mengamalkan kedua dalil lebih utama daripada mengabaikan salah satunya.
  2. Jika upaya al-jam'u tidak memungkinkan, maka dilakukan tarjih (memilih dalil yang lebih kuat) di antara dalil-dalil tersebut sesuai dengan kaidah-kaidah tarjih.

Sekarang kita jawab pertanyaannya:

Bukhari mengeluarkan riwayat dari Az-Zubair bin ‘Adi, ia berkata: Kami mendatangi Anas bin Malik, lalu kami mengadu kepadanya tentang perlakuan yang kami terima dari Al-Hajjaj, maka ia berkata:

لَا يَأْتِي عَلَيْكُمْ زَمَانٌ إِلَّا الَّذِي بَعْدَهُ شَرٌّ مِنْهُ، حَتَّى تَلْقَوْا رَبَّكُمْ

"Tidaklah datang kepada kalian suatu zaman kecuali zaman yang setelahnya lebih buruk darinya, sampai kalian berjumpa dengan Rabb kalian." (HR Bukhari)

Hadis ini memberikan faedah bahwa setiap zaman lebih buruk daripada zaman sebelumnya. Hadis ini mengandung syubhat ta'arudh dengan hadis-hadis lainnya:

a- Terdapat syubhat ta'arudh dengan hadis kembalinya Khilafah, yang mana zaman tersebut lebih baik daripada masa mulkan jabriyah (kekuasaan yang memaksa) yang mendahuluinya:

Ahmad mengeluarkan dalam Musnad-nya dari Hudzaifah bin al-Yaman, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:

ثُمَّ تَكُونُ مُلْكاً جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ

"... kemudian akan ada kekuasaan yang memaksa (mulkan jabriyah), dan ia akan tetap ada selama Allah menghendakinya. Kemudian Allah mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti metode kenabian (khilafah 'ala minhaj an-nubuwwah). Kemudian beliau diam." (HR Ahmad)

b- Pertentangan dengan hadis kemunculan Al-Mahdi (dari keturunan Rasulullah ﷺ) yang akan memenuhi bumi dengan keadilan setelah adanya kezaliman yang mendahuluinya:

Thabrani mengeluarkan dalam Al-Mu’jam al-Kabir dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:

لا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَمْلِكَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي، يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي، يَمْلأُ الأَرْضَ عَدْلاً وَقِسْطاً كَمَا مُلِئَتْ ظُلْماً وَجَوْراً

"Kiamat tidak akan terjadi sampai seorang laki-laki dari ahli baitku berkuasa, namanya sama dengan namaku, ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana bumi telah dipenuhi dengan kezaliman dan kelaliman." (HR Thabrani)

c- Demikian pula syubhat ta'arudh dengan hadis turunnya Nabi Isa 'alaihissalam setelah adanya keburukan Dajjal yang mendahuluinya:

Thabrani mengeluarkan dalam Al-Kabir dari Samurah bin Jundub radhiyallahu 'anhu, Nabi ﷺ bersabda:

إِنَّ الْمَسِيحَ الدَّجَّالَ يَلْبَثُ فِي الأَرْضِ مَا شَاءَ اللَّهُ، ثُمَّ يَجِيءُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ صَلَّى اللُّه عَلَيْهِ مِنَ الْمَشْرِقِ، مُصَدِّقاً بِمُحَمَّدٍ ﷺ وَعَلَى مِلَّتِهِ، ثُمَّ يَقْتُلُ الْمَسِيحَ الدَّجَّالَ

"Sesungguhnya Al-Masih Ad-Dajjal akan tinggal di bumi selama waktu yang dikehendaki Allah, kemudian Isa bin Maryam 'alaihissalam akan datang dari arah timur, membenarkan Muhammad ﷺ dan berada di atas milahnya (agamanya), kemudian ia akan membunuh Al-Masih Ad-Dajjal." (HR Thabrani)

Maka hadis "setiap zaman lebih buruk dari sebelumnya" mengandung syubhat ta'arudh dengan hadis-hadis ini yang menunjukkan bahwa zamannya nanti lebih baik dari sebelumnya, bukan lebih buruk... Sebagaimana yang saya sebutkan di awal, jika memungkinkan untuk melakukan al-jam'u (sinkronisasi/kompromi), maka itulah yang lebih utama, jika tidak maka dilakukan tarjih...

Dengan mentadabburi hadis-hadis ini, tampak jelas bahwa al-jam'u dapat dilakukan dengan memahami hadis Bukhari (setiap zaman lebih buruk dari sebelumnya) tidak secara mutlak (umum), melainkan dikhususkan pada kondisi selain kasus-kasus di atas, yaitu sebelum kembalinya Khilafah Rasyidah yang kedua sesuai metode kenabian... Dan seolah-olah hal ini sesuai dengan hadis Rasulullah ﷺ yang dikeluarkan oleh Bukhari:

عَنْ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ يَجِيءُ مِنْ بَعْدِهِمْ قَوْمٌ تَسْبِقُ شَهَادَتُهُمْ أَيْمَانَهُمْ وَأَيْمَانُهُمْ شَهَادَتَهُمْ

"Dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian orang-orang setelah mereka, kemudian orang-orang setelah mereka. Lalu akan datang setelah mereka suatu kaum yang kesaksian mereka mendahului sumpah mereka, dan sumpah mereka mendahului kesaksian mereka." (HR Bukhari)

Muslim juga mengeluarkannya dengan lafaz:

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ - فَلَا أَدْرِي فِي الثَّالِثَةِ أَوْ فِي الرَّابِعَةِ قَالَ - ثُمَّ يَتَخَلَّفُ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ تَسْبِقُ شَهَادةُ أَحَدِهِمْ يَمِينَهُ وَيَمِينُهُ شَهَادَتَهُ

"Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian orang-orang setelah mereka, kemudian orang-orang setelah mereka—aku tidak tahu apakah beliau menyebutkan yang ketiga atau keempat—kemudian akan datang setelah mereka generasi pengganti yang kesaksian salah seorang dari mereka mendahului sumpahnya, dan sumpahnya mendahului kesaksiannya." (HR Muslim)

Dan Ibnu Abi Syaibah mengeluarkan dalam Mushannaf-nya dari Abu Burdah dari ayahnya, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:

وَأَصْحَابِي أَمَنَةٌ لِأُمَّتِي فَإِذَا ذَهَبَ أَصْحَابِي أَتَى أُمَّتِي مَا يُوعَدُونَ

"Dan para sahabatku adalah pengaman bagi umatku. Jika para sahabatku telah pergi, maka akan datang kepada umatku apa yang dijanjikan (keburukan) kepada mereka." (HR Ibnu Abi Syaibah)

Demikianlah, setiap kali zaman semakin jauh dari masa Rasulullah dan para sahabatnya, maka kebaikan akan berkurang dan keburukan semakin banyak, hingga Khilafah Rasyidah kembali lagi, sehingga kebaikan akan kembali pada masa itu menggantikan keburukan yang ada sebelumnya pada masa mulkan jabriyah.

Tentu saja, yang dimaksud dengan "setiap zaman" adalah kondisi dominan pada zaman tersebut, bukan kemunculan individu-individu yang berbeda dari kondisi dominan. Contohnya, Khalifah Umar bin Abdul Aziz dengan keadilannya sangat berbeda dengan khalifah Bani Umayyah lainnya. Kemudian beberapa khalifah pada masa Abbasiyah dan Utsmaniyah, hingga Khilafah berakhir pada 1342 H - 1924 M dan diikuti oleh keburukan besar berupa mulkan jabriyah. Setelah itu, Khilafah akan kembali lagi sesuai metode kenabian dan kebaikan akan menyinari bersamanya.

وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ * بِنَصْرِ اللَّهِ يَنْصُرُ مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ

"Dan pada hari itu bergembiralah orang-orang yang beriman, karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (QS Ar-Rum [30]: 4-5)

Inilah yang saya kuatkan (rajihkan) dalam masalah ini. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Saudara Kalian, Ata bin Khalil Abu al-Rashtah

13 Rabiul Akhir 1443 H 18 November 2021 M

Tautan Jawaban dari Laman Facebook Amir

Tautan Jawaban dari Situs Web Amir

Bagikan Artikel

Bagikan artikel ini dengan jaringan Anda