Seri Jawaban Ulama yang Mulia Atha’ bin Khalil Abu ar-Rashtah, Amir Hizbut Tahrir, atas Pertanyaan di Akun Facebook Beliau "Fikih"
Kepada Abu Sabih Faisal
Pertanyaan:
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Apakah benar bahwa hijrah Rasulullah saw. terjadi pada bulan Rabiul Awal? Jika benar demikian, mengapa kaum Muslim merayakan awal tahun Hijriah dan hari hijrah Rasul pada bulan Muharam?
Jawaban:
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
Ya, peristiwa Hijrah itu terjadi pada tanggal dua belas Rabiul Awal... Namun, setelah berlalu sekitar tujuh belas tahun sejak hijrahnya Rasulullah saw., yaitu pada tahun ketiga atau keempat pada masa kekhalifahan Umar ra., Abu Musa al-Asy'ari yang menjabat sebagai Amir Basrah saat itu mengirim surat kepada beliau. Isinya meminta dicarinya metode baru untuk penghitungan kalender, karena Abu Musa menerima sebuah surat yang bertanggal bulan "Syakban" tanpa penyebutan tahunnya. Maka al-Asy'ari menyurati Khalifah Umar dengan mengatakan: "Wahai Amirul Mukminin, surat-surat sampai kepada kami dalam keadaan telah diberi penanggalan bulan Syakban, namun kami tidak tahu Syakban yang mana ini, apakah Syakban tahun lalu? Ataukah Syakban tahun ini?".
Berdasarkan hal tersebut, Khalifah Umar mengumpulkan para Sahabat ridwanullah 'alaihim, lalu mereka bermusyawarah dalam urusan ini. Pendapat-pendapat pun beragam; ada di antara mereka yang mengusulkan agar tanggal kelahiran Rasulullah saw. dijadikan sebagai awal penanggalan, dan yang lain berkata: kita ambil tanggal wafat beliau. Namun, pendapat yang paling kuat adalah mengambil waktu hijrah beliau saw..
Setelah Khalifah Umar bermusyawarah dengan dua orang Sahabat, yaitu Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib mengenai pendapat ini dan mereka menyetujuinya, maka disepakatilah untuk menetapkan tahun di mana Nabi saw. berhijrah sebagai awal penanggalan. Bulan Muharam dipilih sebagai awal tahun, dan bulan Dzulhijjah sebagai akhirnya. Dari sinilah tahun Hijriah dimulai, yakni dari peristiwa hijrahnya Rasul yang bertepatan dengan tahun 622 Masehi, untuk menjadi tahun pertama dalam sejarah Hijriah.
Kami telah mengadopsi hal ini dalam hal penentuan waktu harian, di mana kami menjadikannya sesuai dengan waktu Madinah sebagaimana yang ada dalam pembukaan siaran radio. Hal itu agar sejarah Hijriah yang diadopsi oleh para Sahabat pada masa Umar—yaitu sejarah hijrah ke Madinah—selaras dengan waktu yang kami adopsi, yaitu menggunakan waktu Madinah al-Munawwarah.
Semoga jawaban ini jelas. Wallahu a'lam wa ahkam.
Saudaramu, Atha’ bin Khalil Abu ar-Rashtah
01 Muharram al-Haram 1444 H 30/07/2022 M
Tautan jawaban dari halaman Facebook Amir (semoga Allah menjaga beliau): Facebook
Tautan jawaban dari situs web Amir (semoga Allah menjaga beliau): Web