Beranda Tentang Artikel Tanya Syekh
Tanya Jawab

Jawaban Pertanyaan: Seputar Hizbut Tahrir dan Revolusi Suriah

July 10, 2013
4580

(Seri Jawaban Al-Alim Ata bin Khalil Abu al-Rashtah, Amir Hizbut Tahrir, atas Pertanyaan Para Pengunjung Halaman Facebook Beliau)

Kepada Mamoun Shehadeh

Pertanyaan:

Al-Allamah Ata bin Khalil Abu al-Rashtah

Salam takzim,

Dari Mamoun Shehadeh / Penulis Jurnalistik dan Pengamat Politik

Saya ingin bertanya kepada Anda, apa motif yang mendorong Hizbut Tahrir untuk terlibat dalam revolusi Suriah, dan mengapa tidak di tempat lain?

Jawaban:

Wa’alaikumussalam wa rahmatullahi wa barakatuh.

Sesungguhnya pekerjaan kami, wahai saudaraku, adalah sama dan tidak berubah di setiap tempat di mana kami memiliki kemampuan untuk beraktivitas. Aktivitas kami adalah mengemban dakwah untuk melanjutkan kehidupan Islam dengan menegakkan Khilafah Rasyidah sesuai dengan metode (thariqah) yang telah digariskan oleh Rasulullah saw. kepada kita sejak masa pengutusan di Makkah Al-Mukarramah hingga beliau mendirikan negara di Madinah Al-Munawwarah. Kami menjalin kontak dengan masyarakat untuk menyeru mereka kepada kebenaran, menjelaskan bahwa Khilafah adalah kewajiban agung yang harus mereka perjuangkan, dan kami berinteraksi dengan umat dalam hal tersebut, bekerja bersama mereka dan di tengah-tengah mereka demi mewujudkan urusan ini. Demikian pula, kami menjalin kontak dengan para pemilik kekuatan (ahlul quwwah) untuk meminta pertolongan (nushrah) mereka guna menegakkan Khilafah, serta menasihati mereka agar tidak menyia-nyiakan upaya mereka secara percuma hanya dengan sekadar mengganti personel tanpa mengubah seluruh sistem sekuler yang ada.

Sebaliknya, mereka seharusnya mengerahkan upaya, kekuatan, dan pengorbanan mereka untuk mengubah sistem buatan manusia tersebut hingga ke akar-akarnya, baik para penguasa maupun undang-undangnya, serta menegakkan Khilafah...

Kami menjelaskan masalah ini kepada mereka secara sempurna sebagaimana yang diperintahkan dalam Islam. Siapa pun yang menyambut seruan kami, maka kami akan mengarahkannya ke arah yang benar. Sedangkan bagi yang tidak menyambut, kami tidak bisa memaksanya, melainkan kami mendoakannya agar mendapatkan hidayah...

Inilah yang kami lakukan sebelum, selama, dan setelah revolusi. Hanya saja, kondisi revolusi telah membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk mendengarkan kalimat kebenaran tanpa rasa takut terhadap aparat keamanan sebagaimana masa lalu, di mana dahulu mereka menjauh dari kami karena takut kepada aparat keamanan. Oleh karena itu, saat ini terlihat dukungan masyarakat di sekitar kami dan antusiasme mereka terhadap kami, serta adanya interaksi yang hidup dan kuat antara kami dan mereka. Dengan demikian, terlihat perluasan medan dakwah yang kami emban lebih dari sebelumnya karena tembok ketakutan telah runtuh dari hadapan masyarakat...

Dari sinilah muncul pengamatan Anda mengenai kekuatan gerakan kami dan peningkatannya di tengah umat dibandingkan sebelumnya. Hal itu bukan karena kami tidak bekerja sebelumnya, melainkan karena sebelum revolusi, masyarakat takut untuk mendekat kepada kami karena khawatir terhadap aparat keamanan yang mengejar kami dan mengejar siapa pun yang menjalin kontak dengan kami. Hal ini dulunya menghambat aktivitas kami dan menjadi penghalang bagi masyarakat jika mereka ingin mendekati kami...

Perlu diketahui bahwa aktivitas kami tidak hanya terlihat kuat di wilayah-wilayah revolusi saja, melainkan juga di wilayah lainnya, bahkan terkadang lebih masif daripada di wilayah revolusi. Mungkin Anda melihat dan mendengar bahwa aktivitas kami di Pakistan, misalnya, terlihat sangat kuat sebagaimana yang Anda lihat di Suriah atau sejenisnya, padahal di Pakistan saat ini tidak sedang terjadi revolusi...

Kesimpulannya, aktivitas kami sudah ada sebelum revolusi, namun cakupannya meluas secara mencolok selama revolusi, khususnya di Suriah, karena tembok ketakutan telah runtuh di hadapan pemberontakan rakyat melawan kezaliman dan tirani...

Inilah hal yang baru dalam masalah ini, namun kami tetap bekerja sebelum, selama, dan sesudah revolusi.

Adapun jika yang Anda maksud dengan kata "terlibat dalam revolusi" adalah bahwa kami telah memiliki sayap militer, maka itu salah dan tidak mungkin terjadi. Kami tidak memiliki sayap militer, baik di masa lalu maupun di masa mendatang. Kami adalah partai politik yang akidahnya adalah Islam, yang tidak melakukan aktivitas fisik (a’mal madiyah) pada tahapan dakwah, melainkan menuntut pertolongan (nushrah) dari para pemilik kekuatan agar mereka memberikan kekuasaan untuk menegakkan negara, sebagaimana yang terjadi pada Rasulullah saw. dalam Baiat Aqabah Kedua. Semoga hal itu terjadi dalam waktu dekat.

إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

"Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (QS At-Talaq [65]: 3)

Saudara Anda, Ata bin Khalil Abu al-Rashtah

Link Jawaban dari Halaman Facebook Amir: Facebook

Link Jawaban dari Situs Web Amir

Link Jawaban dari Halaman Google Plus amir

Bagikan Artikel

Bagikan artikel ini dengan jaringan Anda