Beranda Tentang Artikel Tanya Syekh
Tanya Jawab

Jawaban Pertanyaan: Mengenai Keyakinan Sebagian Orang Bahwa Nuqtah Al-Irtikaz Hanya Akan Berada di Suriah

May 20, 2013
4554

(Serial Jawaban Al-Alim al-Jalil Atha bin Khalil Abu al-Rashtah, Amir Hizbut Tahrir, atas Pertanyaan para Pengikut di Halaman Facebook Beliau)

Kepada Fahmi Barkous

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum... Pertanyaan: Saudaraku yang mulia, muncul pertanyaan di kalangan banyak Muslim, khususnya para pemuda kami, pemuda Hizbut Tahrir. Namun, pertanyaan ini telah berubah menjadi suatu pemahaman lalu menjadi keyakinan bahwa nuqtah al-irtikaz (titik tolak) tidak akan berada kecuali di Suriah. Pandangan ini mulai didasarkan pada dalil-dalil syarak dari hadis-hadis Al-Musthafa hingga terkadang perkataan para sahabat.

Jawaban:

Kepada Fahmi Barkous.

Wa’alaikumussalam wa rahmatullahi wa barakatuh.

Kami telah mengirimkan jawaban sebelumnya kepada para syabab mengenai topik ini tertanggal 7 Dzulqa’dah 1433 H — 23 September 2012 M yang menyatakan:

"...Kami merasa tenang dengan kembalinya Khilafah Rasyidah di Syam atau di luar Syam. Kami terus beramal di sini dan di sana, tanpa merasa putus asa dan tidak pula berputus asa dari rahmat Allah. Setiap hari yang berlalu justru mendekatkan kita pada waktu penegakannya yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Maka para syabab harus menyadari hal ini dengan baik; jika Allah menetapkan Khilafah tegak di sini lalu menetap di Syam sejak awal, maka itu adalah kebaikan. Dan jika ketetapan Allah SWT adalah Khilafah tegak di sana (tempat lain) kemudian sampai ke Syam dan menetap di sana, maka itu pun kebaikan. Dalam kedua kondisi tersebut, Syam tetaplah uqr dar al-Islam (pusat negeri Islam). Terlepas dari itu semua, kami akan terus beramal dengan segala kemampuan yang kami miliki hingga datang janji Allah sementara kami tetap istikamah, menatap dengan pandangan, hati, dan tekad kami pada pertolongan Allah yang Mahaperkasa: kemenangan di dunia dan kemenangan di akhirat, dan itulah kemenangan yang agung."

Sesungguhnya Allah SWT Mahatahu di tempat mana Khilafah kaum Muslim akan tegak. Rasulullah saw. telah berdakwah di Makkah selama bertahun-tahun, meminta nusrah (dukungan politik/militer) dari kabilah-kabilah berkali-kali, dan Rasulullah saw. tidak mengetahui bahwa negara tersebut tidak akan tegak di Makkah, tidak pula di kabilah mana pun yang beliau datangi untuk meminta nusrah... Melainkan, akan datang kepada beliau sekelompok orang dari Madinah yang mencari beliau. Kemudian setelah satu tahun, datang dua belas orang yang membaiat beliau pada Baiat Aqabah Pertama, dan setelah itu datang tujuh puluh tiga laki-laki dan dua wanita yang membaiat beliau untuk memberikan pertolongan dalam Baiat Aqabah Kedua... Hingga tegaklah negara di Madinah al-Munawwarah...

Sesungguhnya kita wajib melakukan muhasabah terhadap diri kita sendiri terkait amal-amal yang kita kerjakan: Apakah sudah sesuai dengan hukum syarak tanpa menyimpang, dengan serius dan sungguh-sungguh, serta benar dan ikhlas, ataukah ada kelalaian... Inilah yang harus kita pertanggungjawabkan pada diri kita sendiri sebelum kita dihisab pada hari kiamat. Adapun mengenai hasil, jika terwujud dengan cepat, maka itu adalah karunia dari Allah. Namun jika tertunda hingga waktu yang diketahui oleh Allah, maka alhamdulillah pula. Dalam kedua kondisi tersebut, kita tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah, dan tidak benar jika kita berputus asa. Sebaliknya, kita adalah anak cucu dari orang-orang yang difirmankan oleh Allah:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung." (QS. Ali 'Imran [3]: 200)

Begitu juga Allah yang Mahakuat lagi Mahaperkasa berfirman tentang mereka:

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

"Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan mengerjakan amal saleh, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik." (QS. An-Nur [24]: 55)

Dan termasuk orang-orang yang difirmankan oleh Ar-Rahman Ar-Rahim tentang mereka:

وَاذْكُرُوا إِذْ أَنْتُمْ قَلِيلٌ مُسْتَضْعَفُونَ فِي الْأَرْضِ تَخَافُونَ أَنْ يَتَخَطَّفَكُمُ النَّاسُ فَآوَاكُمْ وَأَيَّدَكُمْ بِنَصْرِهِ وَرَزَقَكُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

"Dan ingatlah ketika kamu (para Muhajirin) masih berjumlah sedikit, lagi tertindas di bumi (Makkah), kamu takut orang-orang (Makkah) akan menculik kamu, maka Dia memberi kamu tempat menetap (Madinah) dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan-Nya, dan diberi-Nya kamu rezeki yang baik-baik agar kamu bersyukur." (QS. Al-Anfal [8]: 26)

Jadi, Allah tidak hanya memberikan kita "tempat menetap", tetapi juga "menguatkan kita dengan pertolongan-Nya", serta "memberi kita rezeki dari yang baik-baik". Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam...

Sesungguhnya kita tidak akan menyia-nyiakan upaya dalam beramal di sini dan di sana, di Syam maupun di luar Syam, dan hati kita merasa tenang dengan mengingat Allah serta dengan pertolongan-Nya di dunia dan akhirat.

إِنَّا لَنَنْصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الْأَشْهَادُ

"Sesungguhnya Kami akan menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat)." (QS. Ghafir [40]: 51)

Maka bersungguh-sungguhlah, berijtihadlah, dan bergeraklah dengan gerakan orang yang tenang karena mengingat Allah, serta percaya pada pertolongan Allah yang Mahakuat lagi Mahaperkasa.

قُلْ عَسَى أَنْ يَكُونَ قَرِيبًا

"Katakanlah: 'Semoga waktu itu dekat'." (QS. Al-Isra' [17]: 51)

Saudaramu, Atha bin Khalil Abu al-Rashtah

Link jawaban dari halaman Amir di Facebook

Link jawaban dari situs web Amir

Link jawaban dari halaman Amir di Google Plus

Bagikan Artikel

Bagikan artikel ini dengan jaringan Anda