Beranda Tentang Artikel Tanya Syekh
Tanya Jawab

Jawaban Pertanyaan: Mengenai Meninggikan Suara terhadap Kedua Orang Tua

July 01, 2013
3928

(Seri Jawaban Al-Alim Atha' bin Khalil Abu ar-Rashtah, Amir Hizbut Tahrir, atas Pertanyaan Para Pengunjung Halaman Facebook Beliau)

Jawaban Pertanyaan: Kepada Lamis Sh

Pertanyaan:

Apa hukumnya marah-marah (ta’shib) kepada kedua orang tua dan meninggikan suara di depan mereka? Perlu diketahui bahwa mereka sering kali menyebabkan masalah yang kemudian diperbaiki oleh si anak... Dan bukannya orang tua yang mengasuh anaknya sejak kecil, malah si anaklah yang harus memperbaiki sikap dan perilaku mereka? Apakah marah-marah dan meninggikan suara kepada mereka terkadang dianggap sebagai uququl walidain (durhaka kepada orang tua) dan menjadi penyebab ketidakharmonisan dalam hidup?

Jawaban:

Wa’alaikumussalam wa rahmatullahi wa barakatuh.

Sesungguhnya Allah SWT telah melarang mengucapkan kata "ah" (uff) kepada kedua orang tua, maka bagaimana halnya dengan "marah-marah" kepada kedua orang tua dan meninggikan suara di hadapan mereka? Allah SWT berfirman:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan 'ah' dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia." (QS. Al-Isra [17]: 23)

Allah SWT menyandingkan perintah berbuat baik kepada kedua orang tua dengan perintah menyembah-Nya untuk menunjukkan betapa agungnya kewajiban ini. Terdapat banyak nash mengenai ketaatan kepada orang tua, dan bahwa ketaatan kepada keduanya akan memudahkan jalan menuju surga dengan izin Allah SWT. Baginda Rasulullah SAW bersabda dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, beliau bersabda:

رَغِمَ أَنْفُ، ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُ، ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُ

"Celakalah, sekali lagi celakalah, dan sekali lagi celakalah."

Ada yang bertanya, "Siapa ya Rasulullah?" Beliau menjawab:

مَنْ أَدْرَكَ أَبَوَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ، أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا فَلَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ

"Orang yang mendapati kedua orang tuanya saat mereka berusia lanjut, salah satu atau keduanya, namun (bakti kepada keduanya) tidak membuatnya masuk surga."

Maka beruntunglah bagi siapa saja yang mendapati kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya di usia lanjut, lalu ia menaati mereka dan mengucapkan perkataan yang mulia kepada mereka, sehingga keduanya menjadi sebab ia masuk ke dalam surga. Oleh karena itu, hendaklah setiap orang bersungguh-sungguh dalam berbuat baik kepada kedua orang tuanya dan merendahkan diri di hadapan mereka dengan penuh kasih sayang...

Bagaimanapun juga, jika seseorang tergelincir sehingga ia "marah-marah" kepada kedua orang tuanya sebagaimana disebutkan dalam pertanyaan, maka hendaklah ia memohon ampun kepada Allah, serta memohon maaf dan keridaan dari kedua orang tuanya. Hati orang tua itu penuh kasih dan sayang, mereka akan memaafkan kekhilafan anak-anak mereka jika sang anak datang memohon maaf kepada mereka...

Saudaramu, Atha' bin Khalil Abu ar-Rashtah

Link Jawaban dari halaman Facebook Amir: https://web.facebook.com/AmeerhtAtabinKhalil/photos/a.122855544578192.1073741828.122848424578904/144289159101497/?type=3&theater

Link Jawaban dari situs web Amir: http://archive.hizb-ut-tahrir.info/arabic/index.php/HTAmeer/QAsingle/3373/

Link Jawaban dari halaman Google Plus Amir: https://plus.google.com/u/0/b/100431756357007517653/100431756357007517653/posts/HNzcPMcfxjt?sfc=false

Bagikan Artikel

Bagikan artikel ini dengan jaringan Anda