Beranda Tentang Artikel Tanya Syekh
Tanya Jawab

Jawaban Pertanyaan: Mengenai Penolakan Hizbut Tahrir dan Amirnya terhadap Kritik dan Koreksi

May 25, 2013
4142

Silsilah Jawaban Al-Alim Ata Bin Khalil Abu al-Rashtah, Amir Hizbut Tahrir atas Pertanyaan Para Pengunjung Laman Facebook Beliau

Jawaban Pertanyaan:

Kepada Muafa Abu Haura

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Apakah benar apa yang masyhur di Indonesia bahwa Hizbut Tahrir dan amirnya menolak kritik, koreksi, dan diskusi ilmiah hingga dikatakan: "Jika Anda ingin mengubah Hizbut Tahrir, maka Anda harus menjadi amirnya terlebih dahulu!"?

Apakah mungkin kita mengadakan diskusi ilmiah dan dialog yang tenang di laman ini? Kami ingin berdiskusi tentang berbagai topik yang berkaitan dengan hukum syarak, pemikiran Islam (fikrah Islamiyyah), masalah administratif, dan lain sebagainya.

Jawaban:

Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh,

Sesungguhnya kami menyambut baik setiap diskusi yang bertujuan (membangun), dengan syarat diskusi tersebut didasarkan pada apa yang tercantum dalam kitab-kitab kami, baik berupa pemikiran (afkar) maupun hukum... dan bukan apa yang dikatakan tentang kami dalam buku-buku lain yang berupa fitnah... Artinya, kami menerima jika Anda mengatakan: "Disebutkan dalam kitab kalian demikian...", setelah itu silakan sampaikan apa pun yang Anda inginkan berupa pertanyaan atau kritik terhadapnya, dan kami akan menjawab Anda dengan izin Allah.

Namun, kami tidak menerima pemborosan waktu untuk menukil apa yang difitnahkan kepada kami oleh sebagian orang yang membenci Islam, lalu Anda menanyakannya kepada kami dengan berkata: "Disebutkan dalam buku si Fulan bahwa kalian begini dan begitu...". Inilah yang tidak kami sukai untuk membuang-buang waktu di dalamnya, bahkan kami menyerahkan urusan para pemfitnah itu kepada Al-Aziz Al-Qahhar (Allah Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengalahkan).

Demikian pula, kami tidak mendiskusikan masalah-masalah administratif kepartaian (idariyyah takattuliyyah), karena tempatnya bukan di laman ini.

Wahai saudaraku, sesungguhnya kami tidak menuliskan satu kata pun dalam kitab-kitab kami kecuali setelah studi yang mendalam dengan dalil-dalil dan cara pendalilan (wajh al-istidlal)... Oleh karena itu, kami siap untuk mendiskusikannya dan menjawab setiap pertanyaan mengenainya.

Saudara Kalian, Ata Bin Khalil Abu al-Rashtah

Tautan jawaban dari laman Facebook Amir: Facebook

Tautan jawaban dari situs web Amir: Amir

Tautan jawaban dari laman Google Plus Amir: Google Plus

Bagikan Artikel

Bagikan artikel ini dengan jaringan Anda