Beranda Tentang Artikel Tanya Syekh
Tanya Jawab

Jawaban Pertanyaan seputar Penundaan Pemilu di Nigeria

February 16, 2015
3228

Pertanyaan:

Komisi Pemilihan Umum Nigeria pada 8/2/2015 mengumumkan penundaan pemilihan presiden dan legislatif yang sedianya dijadwalkan pada 14 Februari, menjadi 28 Maret dengan alasan kekhawatiran keamanan dalam negeri... Apakah benar demikian? Ataukah penundaan ini karena alasan internasional? Jika benar, negara mana saja yang berpengaruh dalam penundaan ini? Dan apa yang diharapkan terkait pemilu ini?

Kemudian, saya memiliki sebuah catatan, yaitu bahwa publikasi-publikasi Hizb hampir tidak ada yang membahas masalah Nigeria, padahal ia adalah negara Islam terbesar di Afrika dari segi jumlah penduduk, menghadap ke samudra, dan merupakan negara minyak. Mengapa hal ini kurang diperhatikan? Mohon maaf jika hak saya seharusnya bertanya, bukan memberi catatan... Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan.

Jawaban:

Pertama: Saya akan mulai dengan catatan Anda dan saya katakan:

Semoga Allah menambah kesantunan Anda. Anda meminta maaf atas sesuatu yang sebenarnya merupakan hak Anda, dan ini menunjukkan adab yang baik...

Adapun mengenai perhatian terhadap Nigeria, hal itu tetap ada dengan izin Allah, jadi tenanglah. Kami menyadari apa yang Anda sebutkan dan juga hal-hal lainnya. Kami berjalan di sana dengan langkah yang baik, dan Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah Penolong dalam memberikan taufik...

Adapun mengenai publikasi, kami mempertimbangkan beberapa pertimbangan dan prioritas... Meskipun demikian, kami telah mengeluarkan publikasi tentang Nigeria lebih dari satu kali, misalnya:

  • Pada 13/3/2009, kami mengeluarkan Jawaban Pertanyaan (Apakah ada informasi sejarah tentang masuknya Islam ke Nigeria dan bagaimana pemerintahannya setelah itu? Lalu bagaimana situasi politik di Nigeria?).

  • Pada 20/1/2012, kami mengeluarkan (Informasi untuk Syabab - Kelompok "Boko Haram" dan kampanye sengit melawan Islam di Nigeria serta hubungan internasional di baliknya).

  • Pada 21/8/2012, kami mengeluarkan Jawaban Pertanyaan (Perhatian para pengamat baru-baru ini tertuju pada beberapa situasi, peristiwa, kondisi, dan konflik di Nigeria dan Kenya... Apakah ini berarti Amerika Serikat atau Inggris atau kekuatan lain telah mengadopsi kebijakan baru untuk mendorong perang saudara yang sedang berlangsung di seluruh Afrika, di Nigeria saat ini, dan di Kenya setelah pemilihan umum tahun 2007, ataukah peristiwa-peristiwa ini bersifat internal?).

Itu adalah jawaban terperinci di mana kami menyebutkan tentang Jonathan dan terpilihnya ia sebagai presiden pada tahun 2011. Dalam jawaban tersebut disebutkan: "...Bahwa Obasanjo adalah agen utama Amerika di negara itu, yang bertugas memastikan kelangsungan hegemoni Amerika di Nigeria dan memarjinalkan pengaruh Inggris. Obasanjo-lah yang memilih Jonathan untuk menduduki jabatan wakil presiden bagi Umaru Yar'Adua dalam pemilihan presiden tahun 2007. Sebagaimana disebutkan dalam profil Goodluck Jonathan menurut BBC News Online: 'Tn. Jonathan menjabat sebagai gubernur dan dua tahun kemudian dipilih oleh Olusegun Obasanjo untuk menjadi wakil presiden Nigeria dalam pemilihan presiden 2007' (Profil Goodluck Jonathan: Nigeria, BBC News Online, 18 April 2011). Belakangan, Obasanjo mengatur naiknya Jonathan ke kursi kepresidenan. Menurut surat kabar Vanguard, Obasanjo memiliki peran mendasar dalam naiknya Jonathan ke kursi kepresidenan. Surat kabar tersebut menyatakan: 'Ketika Yar'Adua jatuh sakit dan tidak ada harapan untuk sembuh setelah sekitar dua tahun dari masa jabatan empat tahunnya, Obasanjo pertama kali mengunjungi presiden yang sakit di rumah sakit Arab Saudi dan kembali untuk memimpin kampanye pelantikan Goodluck Jonathan, sang Wakil Presiden, untuk mengambil sumpah jabatan sebagai Pelaksana Tugas Presiden Yar'Adua karena jabatan itu belum diserahkan kepadanya sebelum presiden bepergian ke luar negeri' (Clifford: Pengunduran Diri Obasanjo: Dan Ada Apa Setelah Partai Demokrat Rakyat, Jonathan? Surat kabar Vanguard online, 4 April 2012).

Demikianlah Amerika berhasil mendapatkan masa jabatan yang luas bagi Jonathan dalam terpilihnya kembali ia sebagai presiden pada tahun 2011, di mana Jonathan menggunakan alat media sosial untuk menjangkau publik Nigeria dan mengamankan 77,7% suara. Hasil ini jauh lebih tinggi dibandingkan perolehan suara pada masa jabatan Umaru Yar'Adua..." (Selesai).

Jadi, kami telah mengeluarkan publikasi tentang Nigeria... Meskipun publikasi tersebut lebih sedikit daripada yang dikeluarkan untuk beberapa wilayah lain, tetapi seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya, kami "mempertimbangkan beberapa pertimbangan dan prioritas...".

Bagaimanapun, semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan atas antusiasme dan perhatian Anda. Semoga Allah memberi Anda taufik dan pertolongan.

Kedua: Jawaban pertanyaan Anda tentang penundaan pemilu:

Agar jawaban menjadi jelas, saya akan sampaikan kepada Anda hal-hal berikut:

1- Amerika baru-baru ini mengumumkan rencana untuk memperkuat pengaruhnya di Nigeria; di antaranya apa yang dimuat oleh surat kabar New York Times pada 7/6/2014 tentang "keputusan Amerika Serikat untuk meluncurkan saluran televisi yang didanai langsung yang beroperasi 24 jam di Nigeria utara dengan tujuan menghadapi pemberontakan Boko Haram dan kelompok-kelompok Islam militan lainnya". Surat kabar ini mengutip seorang pejabat Amerika yang menyatakan bahwa "proyek ini adalah hasil diskusi dengan Nigeria sejak akhir tahun 2012 mengenai cara kerja sama melawan Boko Haram, dan bahwa konten saluran tersebut akan diproduksi oleh orang-orang Nigeria di Nigeria". Surat kabar itu juga mengatakan bahwa "biro kontra-terorisme di Departemen Luar Negeri AS akan mendanai saluran tersebut yang diperkirakan biayanya mencapai sekitar enam juta dolar".

2- Inggris adalah penjajah Nigeria hingga tahun 1960 dan memiliki pengaruh mutlak di sana, serta masih memiliki pengaruh hingga sekarang, meskipun saat ini lebih lemah dari sebelumnya. Amerika datang untuk menyaingi pengaruhnya, sehingga keduanya memiliki pengaruh di sana dan saling bersaing. Inggris bergerak dan menggerakkan Prancis yang mengkhawatirkan pengaruhnya di wilayah tetangga Nigeria; maka pasukan Chad yang dikerahkan di perbatasan Kamerun-Nigeria dikirim sebelum tengah hari Selasa (3/2/2015) ke kota Gamboru, Nigeria, setelah pertempuran sengit dengan kelompok Islam Boko Haram. (AFP, 3/2/2015). Disebutkan bahwa kota ini telah dikuasai oleh kelompok tersebut sebulan sebelumnya. Pasukan Chad telah memasuki Kamerun pada pertengahan bulan lalu, yaitu bulan Januari. Kantor berita Reuters (3/2/2015) menyebutkan "bahwa penerbangan Prancis melakukan misi pengintaian untuk membantu negara-negara yang terletak di perbatasan dengan Nigeria dalam menghadapi militan kelompok Boko Haram... Inggris tidak menyukai konfrontasi terbuka dengan Amerika sesuai dengan kebijakan Inggris yang diterapkan baru-baru ini, dan menunjukkan bahwa ia berdiri bersamanya agar Amerika melibatkannya dalam masalah-masalah internasional dan untuk menahan keburukan Amerika darinya. Inggris takut menghadapi Amerika secara terbuka agar tidak kehilangan kepentingannya dan pengaruh yang tersisa di bekas jajahannya. Pada saat yang sama, Inggris menggerakkan Prancis, yang sering ia gerakkan dan gunakan sejak lama untuk mencapai tujuannya, apalagi Prancis menyukai konfrontasi terbuka karena ia suka menunjukkan kehebatannya dan selalu berusaha untuk menegaskannya. Oleh karena itu, Inggris dapat memanfaatkannya untuk mencapai tujuannya, terutama karena Prancis tidak mahir dalam manuver politik... Terlepas dari itu semua, pertarungan secara nyata adalah antara Amerika dan Inggris.

3- Adapun di dalam negeri Nigeria, pemerintah Nigeria melakukan tekanan terhadap umat Islam yang merupakan mayoritas penduduk negeri tersebut. Pada Februari 2014, pemerintah mengumumkan larangan jilbab di sekolah-sekolah negeri. Negara yang dipimpin oleh kaum Nasrani ini didukung oleh Barat, terutama Amerika, dan secara terang-terangan berpihak kepada kaum Nasrani. Kurikulum pendidikan Barat dipaksakan kepada umat Islam. Kekejaman negara terhadap umat Islam semakin meningkat... Beberapa tentara di angkatan darat Nigeria menolak untuk melakukan tindakan kejam yang dilakukan rezim terhadap penduduk Muslim; akibatnya mereka diadili dengan hukuman mati. Sky News (18/12/2014) melaporkan berita yang menyatakan bahwa "pengadilan militer di Nigeria pada 18/12/2014 menjatuhkan hukuman mati kepada 54 anggota pasukan khusus yang menolak berpartisipasi dalam pertempuran melawan kelompok Boko Haram. Dan pada bulan September lalu, diputuskan hukuman mati bagi 12 tentara Nigeria dengan tuduhan pemberontakan setelah mereka menembaki perwira komandan di Maiduguri, timur laut negara itu... Semua itu menunjukkan besarnya kemarahan terhadap pemerintahan Jonathan dan kebencian sebagian besar warga sipil maupun militer terhadap pemerintahannya, yang sangat memengaruhi perolehan suaranya jika pemilu diadakan tepat waktu.

4- Ini dari satu sisi. Di sisi lain, pesaing utama Jonathan dalam pemilu saat ini adalah mantan presiden Muhammadu Buhari. Ia berasal dari suku Hausa yang merupakan suku terbesar (mencakup seperempat penduduk) dan mayoritas mutlaknya adalah Muslim, serta memiliki popularitas di Nigeria Utara. Ia pernah menyaingi Jonathan dalam pemilu 2011. Diumumkan bahwa Muhammadu Buhari menang dengan persentase 32%, namun ia meragukan kejujuran pemilu dan mengatakan bahwa telah terjadi manipulasi melalui "pemrograman komputer di Komisi Pemilihan Umum Nigeria sehingga merugikannya". Dengan pernyataan ini, ia menuduh Amerika secara tidak langsung, karena Amerikalah yang memberikan keahlian teknis kepada komisi ini, serta mendanai dan mengawasinya. Johnny Carson, Asisten Sekretaris Negara AS saat itu, memuji komisi ini. Pejabat Nigeria telah mengadakan pembicaraan tingkat tinggi pada 9/12/2010 di Washington dengan pejabat Amerika mengenai pemilu yang berlangsung pada April 2011 tersebut dan hal-hal yang berkaitan dengan teknis, pendanaan, serta pengawasan.

Muhammadu Buhari adalah salah satu agen Inggris dan merupakan mantan penguasa militer. Ia melakukan kudeta pada tahun 1983 terhadap Shehu Shagari yang memegang pemerintahan sipil pada tahun 1979... Muhammadu Buhari menyaingi pensiunan Jenderal Olusegun Obasanjo dalam pemilu 1999 dan pemilu 2003. Dalam pemilu 2007, Obasanjo mengajukan kandidat dari partainya, yaitu Umaru Yar'Adua yang berasal dari suku Muslim untuk menyaingi Muhammadu Buhari agar Buhari kalah dalam pemilu tersebut, yang kemudian Buhari menuduh rezim pimpinan Obasanjo melakukan kecurangan. Sebagaimana yang kami sebutkan di atas, Muhammadu Buhari memiliki popularitas sampai tingkat tertentu, terutama di Nigeria utara, yang membuat dirinya dan partainya, All Progressives Congress (APC), memiliki peluang nyata untuk menyingkirkan Jonathan dan partainya, People's Democratic Party (PDP), dari kekuasaan.

5- Berdasarkan hal ini, Amerika melihat bahwa pemilu tersebut tidak menguntungkannya, maka Kerry mulai mengatur penundaan:

  • Ia bertemu dengan Menteri Luar Negeri Inggris Philip Hammond pada 23/1/2015 sebagaimana dilaporkan oleh Agence France-Presse (AFP). Pertemuan itu terjadi sekitar dua minggu sebelum penundaan, dan tidak diragukan lagi bahwa pemilu adalah topik paling menonjol di atas meja perundingan di antara mereka, karena Amerika menyadari bahwa Inggris memiliki orang-orangnya di Nigeria...

  • Kemudian Kerry bertemu dengan para pemimpin partai oposisi APC dan kandidatnya Muhammadu Buhari. Kerry mengatakan setelah pertemuan tersebut: "Bahwa Presiden Barack Obama memintanya untuk menyampaikan kepada tokoh-tokoh politik Nigeria bahwa Amerika siap untuk berpartisipasi dan mendukung Nigeria, tetapi proses demokrasi harus kredibel." (AFP, 25/1/2015).

  • Lalu ia bertemu dengan Presiden Nigeria Jonathan yang menyatakan "komitmennya untuk mengadakan pemilu yang bebas, adil, dan kredibel" (AFP, 25/1/2015).

Kunjungan-kunjungan ini berkaitan dengan pemilihan presiden. AFP saat melaporkan berita kunjungan Kerry ke Nigeria pada 25/1/2015 menyatakan: "Kerry juga akan membahas pemilihan presiden dan legislatif yang akan berlangsung pada 14 Februari."

6- Tampaknya Kerry selama pertemuan-pertemuan yang diumumkan maupun yang tidak diumumkan ini berusaha mencari solusi dengan kesepakatan semua pihak untuk menunda pemilu beberapa waktu, tetapi ia tidak mencapai solusi tersebut. Oleh karena itu, ia memerintahkan Jonathan—tanpa menunggu persetujuan dari pihak-pihak lain—untuk menunda pemilu sekitar satu setengah bulan. Demikianlah Komisi Pemilihan Umum Nigeria pada 8/2/2015 mengumumkan penundaan pemilihan presiden dan parlemen yang dijadwalkan pada 14 Februari menjadi 28 Maret dengan alasan kekhawatiran keamanan. Seperti biasa Amerika ingin menunjukkan dirinya jauh dari masalah tersebut dan bahwa itu adalah keputusan pemerintah Jonathan, maka John Kerry mengatakan dalam sebuah pernyataan: "Bahwa Washington sangat kecewa karena keputusan Nigeria menunda pemilihan." (Reuters, 8/2/2015). Kerry mengatakan hal itu padahal masalahnya sudah terbuka bagi siapa saja yang memiliki mata. Pertemuan-pertemuan yang disebutkan tadi terfokus pada masalah pemilu sebagaimana dilaporkan oleh AFP, dan penundaan tersebut pastilah telah diambil saat itu berdasarkan keputusan dari Amerika, apalagi tidak terbayangkan Jonathan akan menentang Amerika padahal ia adalah pengikutnya dan bergantung pada dukungannya. Reuters pada 8/2/2015 melaporkan bahwa Komisi Pemilihan Umum Nigeria "tunduk pada tekanan dari partai penguasa PDP dalam langkah yang kemungkinan besar akan memicu oposisi".

7- Adapun alasan pemerintah bahwa penundaan itu karena masalah keamanan, maka itu juga alasan yang terbantahkan. Kontradiksi dan keragu-raguan muncul dalam sikap rezim Jonathan saat memilih alasan penundaan. Attahiru Jega, ketua Komisi Independen Pemilihan Nasional (INEC), menyatakan: "Kami tidak bisa mengabaikan begitu saja saran dari para pemimpin keamanan di negara ini. Risiko mengerahkan pemuda dan pemudi serta mengajak orang untuk menjalankan hak-hak demokrasi mereka dalam situasi di mana keamanan mereka tidak dapat dijamin adalah tanggung jawab besar. Hasilnya, komisi memutuskan untuk menetapkan tanggal baru bagi pemilu, pemilihan umum, pemilihan presiden, dan majelis nasional. Itu diadakan pada 28 Maret 2015 dan pemilihan gubernur serta dewan negara bagian akan diadakan pada 11 April." Jega juga mengatakan: "Bahwa penasihat keamanan nasional mengirim surat ke komisi pemilihan minggu lalu yang menjelaskan bahwa keamanan tidak dapat dijamin selama tanggal asli yang diusulkan untuk pemilihan..." Ia berkata: "Tidak ada yang memaksa kami untuk mengambil keputusan ini." Hal ini seperti ungkapan "hampir-hampir orang yang mencurigakan itu berkata: tangkaplah aku"; ia membantah adanya paksaan justru di saat pembuktian adanya paksaan! Tidak hanya itu, sebelumnya Sambo Dasuki, penasihat keamanan nasional, bulan lalu menyerukan "untuk menunda pemilihan karena kekhawatiran tidak terdistribusinya kartu identitas yang diperlukan untuk pemungutan suara tepat waktu". (Reuters, 8/2/2015)... Jadi, sebulan yang lalu penasihat keamanan nasional menyerukan penundaan pemilihan dengan alasan belum terdistribusinya kartu identitas, sementara komisi pemilihan mengumumkan bahwa penundaan terjadi karena kekhawatiran keamanan?! Kontradiksi ini sangat jelas di antara kedua pernyataan tersebut!

Demikianlah, penundaan tersebut bukan karena alasan yang diumumkan oleh pemerintah Jonathan, melainkan karena keputusan Amerika, sebab posisi agen utamanya saat ini, Jonathan, sedang kritis dan ada kekhawatiran ia tidak akan berhasil. Sebagaimana kami sebutkan di atas, banyak analis dan pengamat menunjukkan bahwa pesaingnya Muhammadu Buhari dan partainya APC memiliki peluang nyata untuk menyingkirkan Jonathan dan partainya PDP dari kekuasaan.

8- Adapun apa yang diharapkan, maka bisa jadi merupakan salah satu dari kemungkinan berikut:

a- Jonathan selama masa penundaan dengan bantuan Amerika berusaha mencapai beberapa kemenangan, menciptakan beberapa gambaran stabilitas keamanan, sehingga aksi kekerasan mereda. Kesuksesannya akan besar jika ia mampu melalui pengaturan internasional yang didukung Amerika dalam menemukan beberapa solusi terkait siswi-siswi yang diculik...

b- Atau Amerika berhasil menemukan solusi jalan tengah dengan Inggris, sehingga Jonathan bekerja sama dengan Muhammadu Buhari, misalnya salah satu menjadi presiden dan yang lain menjadi wakil presiden, yaitu kembali ke formula yang pernah dibatalkan oleh Jonathan, yaitu salah satunya Nasrani dan yang lainnya Muslim. Tentu saja penggerak untuk hal itu adalah posisi kekuatan bagi kedua belah pihak yang bertikai di Nigeria, yaitu Amerika dan Inggris.

c- Penundaan pemilu terulang kembali, atau diadakan pada tanggal baru dengan memaksakan kandidat Amerika melalui manipulasi pemrograman komputer sebagaimana terjadi pada pemilu sebelumnya. Dalam kedua kasus tersebut, aksi kekerasan mungkin meningkat yang apinya akan membakar rakyat, terutama umat Islam...

d- Atau Allah memuliakan umat ini dengan tegaknya Khilafah Rasyidah di sebuah negeri Islam yang berpengaruh. Saat itu, rasa takut akan masuk ke dalam hati kaum kafir penjajah, dan mereka tidak akan berani bersekongkol melawan Islam dan penganutnya. Bahkan, umat Islam di Nigeria dan di luar Nigeria akan menjadi mulia.

وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ

"Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa." (QS. Al-Hajj [22]: 40)

Bagikan Artikel

Bagikan artikel ini dengan jaringan Anda