Beranda Tentang Artikel Tanya Syekh
Tanya Jawab

Jawaban Pertanyaan: Pengumuman ISIS Mengenai Penegakan Khilafah

July 02, 2014
7425

** (Seri Jawaban Al-Alim Al-Jalil Atha bin Khalil Abu al-Rashtah, Amir Hizbut Tahrir, atas Pertanyaan Para Pengunjung Halaman Facebook Beliau "Siyasi") **

Kepada seluruh saudara yang telah mengirimkan pertanyaan mengenai pengumuman ISIS tentang penegakan Khilafah... Mohon maaf karena tidak menuliskan nama-nama kalian, sebab daftarnya sangat panjang...

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Kami telah mengirimkan jawaban sebelumnya pada saat itu, dan kini saya sampaikan kembali kepada Anda:

(Saudara-saudara yang mulia,

1- Sesungguhnya kelompok mana pun yang ingin mengumumkan Khilafah di suatu tempat, maka wajib baginya untuk mengikuti metode (thariqah) Rasulullah saw. dalam hal tersebut. Di antaranya adalah kelompok ini harus memiliki kekuasaan (sultan) yang nyata di tempat tersebut yang mampu menjaga keamanannya baik di dalam maupun di luar, dan tempat tersebut harus memiliki unsur-unsur negara di wilayah tempat Khilafah diumumkan... Inilah yang dilakukan oleh Rasulullah saw. ketika mendirikan Negara Islam di Madinah Al-Munawwarah: Kekuasaan di sana berada di tangan Rasulullah saw., keamanan dalam dan luar negeri berada di bawah jaminan kekuasaan Islam, serta wilayah tersebut memiliki unsur-unsur negara di daerah sekitarnya.

2- Sedangkan organisasi (ISIS) yang mengumumkan Khilafah tersebut tidak memiliki kekuasaan (sultan) atas Suriah maupun Irak. Ia tidak mewujudkan keamanan dan ketenangan, baik di dalam maupun di luar. Bahkan, orang yang mereka baiat sebagai khalifah tidak mampu muncul secara terbuka di sana, melainkan tetap bersembunyi sebagaimana kondisinya sebelum pengumuman negara! Hal ini bertentangan dengan keadaan Rasulullah saw. Memang benar beliau saw. boleh bersembunyi di Gua Tsur sebelum berdirinya negara, namun setelah negara berdiri, beliau saw. mengurusi urusan rakyat, memimpin pasukan, memutuskan perkara di antara orang-orang yang berselisih, mengirim utusan, dan menerima mereka secara terbuka tanpa sembunyi-sembunyi. Kondisi sebelum adanya negara berbeda dengan setelahnya... Dengan demikian, pengumuman Khilafah oleh organisasi tersebut adalah laghwun (sia-sia/omong kosong) yang tidak memiliki substansi. Ia seperti pihak-pihak sebelumnya yang mengumumkan Khilafah tanpa fakta di lapangan dan tanpa unsur-unsur negara, melainkan sekadar untuk memuaskan sesuatu dalam diri mereka sendiri; seperti orang yang mengumumkan dirinya sebagai khalifah, atau yang mengaku sebagai Al-Mahdi... dan seterusnya, tanpa unsur negara, tanpa kekuasaan (sultan), serta tanpa jaminan keamanan...!

3- Sesungguhnya Khilafah adalah sebuah negara yang memiliki kedudukan agung. Syariat telah menjelaskan metode pendiriannya serta cara menggali (istinbath) hukum-hukumnya dalam pemerintahan, politik, ekonomi, hubungan internasional... Khilafah bukanlah pengumuman sebuah nama tanpa isi yang dilontarkan di situs-situs internet atau media massa cetak, audio, maupun visual. Melainkan, ia adalah peristiwa besar yang akan mengguncang dunia, akarnya kokoh di bumi, kekuasaannya menjaga keamanan dalam dan luar negeri di wilayah tersebut, menerapkan Islam di dalam negeri, dan mengembemnya ke seluruh dunia dengan dakwah dan jihad...

4- Pengumuman yang telah dilakukan tersebut adalah laghwun yang tidak mengubah fakta apa pun pada realitas organisasi ISIS. Organisasi tersebut tetaplah sebuah gerakan bersenjata sebelum maupun sesudah pengumuman. Statusnya sama dengan gerakan bersenjata lainnya yang saling berperang satu sama lain dan berperang melawan rezim tanpa ada satu pun faksi yang mampu membentangkan kekuasaan (sultan) atas Suriah atau Irak atau keduanya. Seandainya ada salah satu faksi tersebut, termasuk ISIS, yang membentangkan kekuasaannya atas suatu wilayah yang signifikan yang memiliki unsur-unsur negara, lalu mengumumkan penegakan Khilafah dan penerapan Islam, niscaya hal itu layak untuk dikaji guna melihat apakah Khilafah yang didirikan itu sesuai dengan hukum-hukum syariat sehingga wajib diikuti. Sebab, menegakkan Khilafah adalah kewajiban bagi seluruh kaum Muslim, bukan hanya kewajiban bagi Hizbut Tahrir saja. Siapa pun yang menegakkannya dengan benar, maka ia diikuti... Namun, karena kenyataannya tidak demikian, melainkan semuanya adalah faksi-faksi bersenjata (militia), termasuk organisasi tersebut, yang tidak memiliki unsur negara, tidak ada kekuasaan di atas bumi, serta tidak ada keamanan, maka pengumuman organisasi tersebut tentang penegakan Khilafah adalah laghwun yang tidak layak untuk dikaji realitasnya karena sudah tampak jelas di mata...

5- Namun, yang perlu diperhatikan dan dikaji adalah kekhawatiran akan dampak negatif dari pengumuman ini terhadap ide Khilafah di benak orang-orang yang berpikiran sederhana. Akibatnya, ide Khilafah bisa jatuh dari kedudukannya yang agung dan urgensinya yang besar bagi kaum Muslim, menjadi ide yang rapuh, sekadar pelampiasan perasaan gelisah bagi sebagian orang. Di mana seseorang berdiri di sebuah lapangan, alun-alun, atau desa, lalu mengumumkan dirinya sebagai khalifah, kemudian menyendiri dan menyangka telah berbuat baik! Sehingga Khilafah kehilangan urgensi dan keagungannya di hati orang-orang yang sederhana itu dan menjadi tak lebih dari sekadar nama indah yang digunakan oleh siapa saja yang mau tanpa ada isi... Inilah yang layak diperhatikan, terutama di saat sekarang ini di mana penegakan Khilafah sudah semakin dekat dibandingkan sebelumnya. Kaum Muslim telah menanti tegaknya Khilafah dengan penuh kesabaran. Mereka melihat Hizbut Tahrir melangkah cepat dalam urusan ini dengan berpegang teguh pada metode Rasulullah saw. dalam tata cara mendirikannya di Madinah Al-Munawwarah... Kemudian apa yang mereka lihat berupa interaksi yang hidup, ekspresif, dan berpengaruh antara Hizb dengan umat yang mendekapnya. Dari interaksi ini, kaum Muslim menyadari makna persaudaraan Islam dan merasa optimis dengan keberhasilan Hizb dalam menegakkan Khilafah serta kepengurusan urusan umat yang baik, sehingga benar-benar menjadi Khilafah yang mengikuti Minhaj an-Nubuwwah... Di tengah kondisi seperti inilah datang pengumuman (ISIS) tersebut, yang memberikan gambaran buram bahkan terdistorsi tentang realitas Khilafah di benak orang-orang yang berpikiran sederhana tersebut...

6- Semua ini memunculkan tanda tanya, bahkan banyak tanda tanya... mengenai waktu pengumuman ini yang dilakukan tanpa adanya kekuasaan (sultan) yang nyata dan stabil bagi para pengumumnya yang mampu menjaga keamanan dalam dan luar negeri negara ini, melainkan hanya di Facebook atau media massa... Waktu ini mencurigakan, apalagi gerakan-gerakan bersenjata yang tidak berdiri di atas landasan kelompok pemikiran (takatul fikri) sangat mudah untuk disusupi, dan memudahkan masuknya orang-orang jahat dari Timur maupun Barat ke dalam barisannya. Diketahui bahwa Barat dan Timur senantiasa melakukan tipu daya terhadap Islam dan Khilafah. Kepentingan mereka adalah merusak citranya, dan jika mereka tidak mampu menghapus namanya, mereka berkepentingan agar Khilafah itu hanyalah sekadar nama yang dipakai siapa saja tanpa isi yang berarti. Sehingga peristiwa agung yang akan menggetarkan orang-orang kafir itu berubah menjadi sekadar nama yang dijadikan bahan olok-olokan oleh musuh-musuh siang dan malam...!

7- Terlepas dari semua yang dilakukan oleh orang-orang jahat tersebut, kami tegaskan kepada musuh-musuh Islam dari Timur maupun Barat, beserta para agen, pengikut, dan orang-orang bodoh mereka, bahwa Khilafah yang pernah memimpin dunia selama berabad-abad adalah sesuatu yang sudah diketahui dan bukan sesuatu yang asing. Ia kebal terhadap upaya distorsi betapa pun besar tipu daya dan makar yang dilakukan.

وَيَمْكُرُونَ وَيَمْكُرُ اللَّهُ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ

"Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya." (QS Al-Anfal [8]: 30)

Sesungguhnya Allah Yang Mahakuat lagi Mahaperkasa telah menyiapkan untuk Khilafah ini sebuah partai yang terdiri dari laki-laki yang perniagaan dan jual beli tidak melalaikan mereka dari mengingat Allah. Mereka menjaga Khilafah dengan hati, pendengaran, dan penglihatan mereka. Mereka telah menyiapkan segala persiapannya, menggali hukum-hukumnya, konstitusinya, serta struktur pemerintahan dan administrasinya. Mereka berjalan dalam upaya menegakkannya dengan mencontoh sirah Rasulullah saw. tanpa menyimpang sedikit pun... Mereka, dengan izin Allah, adalah pagar yang mencegah distorsi apa pun yang mencoba menempel padanya. Mereka adalah batu karang tempat hancurnya konspirasi kaum kafir, agen, dan para pengikutnya, dengan pertolongan Allah. Mereka adalah para politisi yang sadar, yang dengan kekuatan Allah akan mengembalikan tipu daya musuh-musuh Islam dan kaum Muslim ke leher mereka sendiri.

وَلَا يَحِيقُ الْمَكْرُ السَّيِّئُ إِلَّا بِأَهْلِهِ

"Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri." (QS Fathir [35]: 43)

Wahai saudara-saudara yang mulia,

Sesungguhnya urusan Khilafah Islamiyah itu sangat besar dan kedudukannya sangat agung. Tegaknya Khilafah tidak akan menjadi berita yang menjadi bahan olok-olokan media massa yang menyesatkan, melainkan dengan izin Allah akan menjadi guncangan dahsyat yang menjungkirbalikkan timbangan internasional serta mengubah wajah dan arah sejarah... Khilafah akan kembali tegak sebagai Khilafah Rasyidah yang mengikuti Minhaj an-Nubuwwah sebagaimana kabar gembira dari Rasulullah saw. Orang-orang yang menegakkannya adalah orang-orang seperti mereka yang mendirikan Khilafah Rasyidah yang pertama; orang-orang yang bertakwa lagi bersih, mereka mencintai umat dan umat mencintai mereka, mereka mendoakan umat dan umat mendoakan mereka, umat bahagia bertemu mereka dan mereka pun bahagia bertemu umat, bukan orang-orang yang keberadaannya dibenci oleh umat... Begitulah para pengemban Khilafah yang akan datang sesuai Minhaj an-Nubuwwah. Allah SWT memberikannya kepada mereka yang layak menerimanya. Kami memohon kepada Allah agar kami termasuk di antara ahli dan pengembannya, dan kami memohon kepada-Nya agar melimpahkan karunia-Nya kepada kita dengan tegaknya Khilafah tersebut.

فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ

"Maka bergembiralah dengan baiat yang telah kamu lakukan itu." (QS At-Taubah [9]: 111)

Janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Allah tidak akan menyia-nyiakan lelah yang kalian berikan, tidak akan menolak doa yang kalian panjatkan, dan tidak akan mengecewakan harapan yang kalian gantungkan. Maka bantulah kami dengan curahan pengorbanan dan pemberian yang lebih banyak lagi, dan perlihatkanlah kebaikan dari diri kalian kepada Allah, niscaya Dia akan menambah kebaikan bagi kalian. Janganlah sampai pembicaraan yang sia-sia (laghwun) memalingkan kalian dari amal kalian yang serius dan sungguh-sungguh.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

3 Ramadan 1435 H 1 Juli 2014 M

Saudara kalian) Selesai jawaban yang telah saya kirimkan sebelumnya.

Saya berharap ini sudah mencukupi, semoga Allah memberikan taufik dan pertolongan-Nya kepada kalian, serta membimbing kita semua ke jalan yang paling lurus.

Saudara kalian, Atha bin Khalil Abu al-Rashtah

Link jawaban dari halaman Facebook Amir

Link jawaban dari situs web Amir

Link jawaban dari halaman Google Plus Amir

Bagikan Artikel

Bagikan artikel ini dengan jaringan Anda