Beranda Tentang Artikel Tanya Syekh
Tanya Jawab

Jawaban Pertanyaan: Kepada Siapa Khitab dalam Ayat "Wahai Orang-orang yang Beriman, Jika Kamu Menolong (Agama) Allah, Niscaya Dia Akan Menolongmu"?

February 26, 2022
2278

Seri Jawaban Syekh Alim yang Mulia Ata bin Khalil Abu al-Rashtah, Amir Hizbut Tahrir, atas Pertanyaan Para Pengunjung Laman Facebook Beliau "Fikhi"

Jawaban Pertanyaan

Kepada Mohamed Ali Bouazizi

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum.

Semoga Allah memberikan taufik kepada semua pihak demi kebaikan bagi Islam dan kaum Muslim.

Pertanyaan: Allah SWT berfirman:

إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

"Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." (QS. Muhammad [47]: 7)

Apakah khitab (seruan) ini ditujukan kepada umat saja, maksudnya ketika Islam telah diterapkan di tengah umat barulah Allah akan menolongnya? Dengan kata lain, apakah ketika pertolongan (nushrah) diberikan kepada kutlah (kelompok) yang bekerja untuk melanjutkan kembali kehidupan Islam (isti’nâful hayâtil Islâmiyyah) dan Khalifah mulai menerapkan Islam, maka saat itulah pertolongan Allah dimulai?

Ataukah khitab dalam ayat tersebut juga berlaku bagi kutlah yang bekerja untuk melanjutkan kembali kehidupan Islam, di mana pertolongan Allah baginya adalah berupa respons dari ahlun nushrah, sebagaimana disebutkan dalam sirah bahwa ketika Allah hendak menolong hamba-Nya (Muhammad ﷺ), Dia menggerakkan sekelompok orang dari kaum Aus dan Khazraj kepada beliau?

Jawaban:

Wa’alaikumussalam wa rahmatullahi wa barakatuh.

Sesungguhnya ayat yang mulia tersebut adalah:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ * وَالَّذِينَ كَفَرُوا فَتَعْسًا لَّهُمْ وَأَضَلَّ أَعْمَالَهُمْ * ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ

"Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. Dan orang-orang yang kafir, maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menghapus amal-amal mereka. Yang demikian itu karena mereka benci terhadap apa (Al-Qur’an) yang diturunkan Allah, lalu Allah menghapus amal-amal mereka." (QS. Muhammad [47]: 7-9)

Sesungguhnya khitab tersebut bersifat umum (orang-orang yang beriman), maka ia ditujukan bagi kaum mukmin dan bukan hanya bagi para pejuang di medan perang saja. Artinya, seruan ini mencakup situasi perang maupun di luar perang, serta berlaku bagi tentara di medan pertempuran maupun bagi partai pengemban dakwah (hâmilud dakwah). Khitab ini tidak secara eksplisit hanya menyebutkan peperangan, berbeda dengan ayat-ayat seperti:

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلَّـهِ ۖ فَإِنِ انتَهَوْا فَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِينَ

"Dan perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah, dan agama itu hanya untuk Allah semata. Jika mereka berhenti, maka tidak ada (lagi) permusuhan, kecuali terhadap orang-orang yang zalim." (QS. al-Baqarah [2]: 193)

قَاتِلُوهُمْ يُعَذِّبْهُمُ اللَّـهُ بِأَيْدِيكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنْصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُّؤْمِنِينَ

"Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tanganmu dan Dia akan menghinakan mereka serta menolongmu (dengan kemenangan) atas mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman." (QS. at-Tawbah [9]: 14)

Maka khitab dalam ayat mulia yang ditanyakan tersebut bukanlah nash yang terbatas pada peperangan saja sehingga tidak mencakup yang lain, melainkan ia serupa dengan firman Allah SWT:

إِنَّا لَنَنصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الْأَشْهَادُ

"Sesungguhnya Kami akan menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat)." (QS. Ghafir [40]: 51)

Allah tidak hanya menolong rasul-rasul-Nya, tetapi juga "orang-orang yang beriman". Pertolongan tersebut pun bukan hanya "pada hari berdirinya saksi-saksi" yakni di akhirat kelak dengan keridaan Allah dan surga Firdaus, melainkan juga "dalam kehidupan dunia" dengan kemuliaan dan kekuasaan (tamkîn)...

Bisa saja dikatakan bahwa kata pertolongan (nashr) dan peneguhan kedudukan (tatsbîtul aqdâm) bermakna kemenangan dalam perang, dan hal itu benar. Namun, hal itu juga tidak meniadakan kemenangan pengemban dakwah dalam meraih tujuannya, yakni kemenangan di dunia dan akhirat sebagaimana telah kami jelaskan di atas karena umumnya khitab tersebut. Semua itu adalah pertolongan, yakni sebuah kemenangan. Begitu pula peneguhan kedudukan dapat berarti keteguhan dalam menyuarakan kebenaran sebagaimana firman Allah SWT:

يُثَبِّتُ اللَّـهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ

"Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh (dalam kehidupan) di dunia dan di akhirat." (QS. Ibrahim [14]: 27)

  • Disebutkan dalam Tafsir Ibnu Katsir mengenai ayat yang mulia:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ (7) وَالَّذِينَ كَفَرُوا فَتَعْساً لَهُمْ وَأَضَلَّ أَعْمَالَهُمْ (8) ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ

"Allah SWT berfirman: 'Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu', sebagaimana firman-Nya: 'Allah pasti akan menolong orang yang menolong (agama)-Nya' (QS. al-Hajj: 40). Hal ini karena balasan itu sejenis dengan amal perbuatan; oleh karena itu Allah berfirman: 'dan meneguhkan kedudukanmu', sebagaimana disebutkan dalam hadis:

مَنْ بَلَّغَ ذَا سُلْطَانٍ حَاجَةَ مَنْ لَا يَسْتَطِيعُ إِبْلَاغَهَا، ثَبَّتَ اللَّهُ قَدَمَهُ عَلَى الصِّرَاطِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

'Barang siapa menyampaikan kepada penguasa suatu hajat dari orang yang tidak mampu menyampaikannya, maka Allah akan meneguhkan kakinya di atas Shirat pada hari kiamat.'...

'Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong Allah' yakni menolong agama Allah dan Rasul-Nya, 'niscaya Dia akan menolongmu' atas musuh-musuhmu dan memberikan kemenangan bagimu, 'dan meneguhkan kedudukanmu' di tempat-tempat peperangan atau di atas jalan Islam yang lurus (mahajjatil Islâm)." Maka peneguhan itu terjadi dalam perang dan juga terjadi dalam dakwah menuju Islam.

  • Disebutkan pula dalam Tafsir al-Qurtubi mengenai tafsir ayat yang mulia "Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong Allah niscaya Dia akan menolongmu", yakni jika kamu menolong agama Allah niscaya Dia akan menolongmu mengalahkan orang-orang kafir. Senada dengan ayat "Allah pasti akan menolong orang yang menolong (agama)-Nya".

Qutrub berkata: "Jika kamu menolong Nabi Allah, niscaya Allah akan menolongmu," dan maknanya adalah satu. "Dan meneguhkan kedudukanmu" yakni saat peperangan. Ada pula yang berpendapat: di atas Islam. Ada pula yang berpendapat: di atas Shirat. Ada yang berpendapat: yang dimaksud adalah peneguhan hati dengan rasa aman...

Peneguhan kedudukan (tatsbîtul aqdâm) adalah permisalan bagi keyakinan dan ketiadaan kelemahan, diibaratkan dengan kondisi seseorang yang kakinya kokoh di bumi sehingga tidak tergelincir. Sebab, tergelincir adalah kelemahan yang menjatuhkan pelakunya. Oleh karena itu, kekalahan, kegagalan, dan kesalahan diibaratkan dengan tergelincirnya kaki, Allah SWT berfirman:

فَتَزِلَّ قَدَمٌ بَعْدَ ثُبُوتِهَا

"Sehingga kakimu tergelincir setelah tegaknya (kukuhnya)." (QS. an-Nahl [16]: 94).

Kesimpulannya adalah bahwa ayat yang mulia tersebut, meskipun bermakna pertolongan dalam perang dan peneguhan kedudukan dalam perang, namun ia tidak meniadakan pertolongan bagi agama Allah dalam mengemban dakwah-Nya dan keteguhan di atas kebenaran sehingga kaki tidak tergelincir. Dengan demikian, pengemban dakwah tidak takut karena Allah terhadap celaan orang yang mencela.

Saya berharap penjelasan ini mencukupi. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Saudaramu, Ata bin Khalil Abu al-Rashtah

25 Rajab al-Khair 1443 H 26 Februari 2022 M

Tautan jawaban dari laman Facebook Amir (semoga Allah menjaganya): Facebook

Bagikan Artikel

Bagikan artikel ini dengan jaringan Anda