Beranda Tentang Artikel Tanya Syekh
Tanya Jawab

Jawaban Pertanyaan: Menaikkan Plafon Utang Amerika Serikat

October 12, 2013
2172

Pertanyaan:

Sedang berlangsung konflik sengit di Amerika Serikat antara pemerintahan Obama dan Partai Demokrat di satu sisi, dengan rivalnya Partai Republik di sisi lain. Konflik ini berkisar pada masalah anggaran dan kenaikan plafon utang (batas utang) yang didesak oleh pemerintahan Obama. Krisis ini mencapai puncaknya dengan tidak disetujuinya anggaran, yang berdampak pada penghentian pekerjaan ratusan ribu pegawai pemerintah federal dalam apa yang disebut sebagai cuti paksa tanpa gaji...

Pertanyaannya: Bagaimana hal ini bisa terjadi di Amerika, pemimpin negara-negara kapitalis demokrasi? Demokrasi macam apa yang mereka klaim adil terhadap rakyat, sementara mereka menghentikan gaji para pegawai bukan karena kesalahan yang mereka perbuat atau kelalaian dalam pekerjaan? Lalu, mengapa pemerintah bersikeras menaikkan plafon utang, alih-alih mendesak pengurangan utang?

Mohon penjelasan mengenai hal ini dengan cara yang mudah dipahami. Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan.

Jawaban:

Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan Anda akan menjadi jelas dan mudah dipahami dengan merenungkan poin-poin berikut:

Pertama: Anggaran Amerika:

Persetujuan anggaran Amerika memerlukan kesepakatan dari dua kamar "Kongres", yaitu "Senat" yang mayoritas dikuasai oleh Demokrat, dan "Dewan Perwakilan Rakyat" (House of Representatives) yang mayoritas anggotanya berasal dari Partai Republik. Perundingan intensif telah berlangsung, dengan pertukaran draf dan usulan antara kedua kamar tersebut hingga Senin malam, 30/09/2013. Namun, Kongres AS gagal menyetujui anggaran sementara sebelum jam-jam pertama tanggal 01/10/2013, yang merupakan awal tahun fiskal baru.

Kedua: Masalah Plafon Utang:

Utang publik Amerika adalah total utang publik yang ditetapkan atas pemerintah federal; yaitu jumlah surat utang (obligasi) yang dimiliki oleh pihak-pihak di luar Amerika Serikat, di samping surat utang yang diterbitkan oleh Departemen Keuangan AS yang dimiliki oleh pihak-pihak di dalam Amerika Serikat.

Kongres Amerika menetapkan plafon utang yang tidak boleh dilampaui oleh pemerintah federal, yang saat ini sebesar 16,7 triliun dolar. Diperkirakan pemerintah akan melampaui atau hampir melampaui batas tersebut pada 17/10/2013. Oleh karena itu, pemerintah federal sedang menahan napas menunggu keputusan Kongres pada tanggal tersebut.

Ketiga: Krisis yang Terjadi dan Penyebabnya:

1- Obama mengajukan proyek perawatan kesehatan yang dinamai sesuai namanya, "Obama Care". Proyek ini bertujuan menyediakan jaminan sosial dan kesehatan bagi 46 juta warga Amerika yang berpenghasilan rendah, di mana mereka yang tidak memiliki layanan asuransi dapat memperoleh asuransi kesehatan. Agar proyek ini dapat dilaksanakan, maka harus disetujui alokasi dana yang diperlukan dalam anggaran 2013-2014 yang dimulai pada 01/10/2013. Namun, Partai Republik menyadari bahwa proyek tersebut dimaksudkan untuk meraup "popularitas elektoral" dan opini publik bagi Partai Demokrat, terutama karena pemilihan sela Kongres akan diadakan pada November 2014. Diperkirakan rencana kesehatan Obama akan menjadi bahan perdebatan. Oleh karena itu, Partai Republik menolak mengalokasikan anggaran untuk proyek Obama dan meminta penundaannya, kecuali jika undang-undang tersebut dirundingkan kembali dan diubah agar diterbitkan atas nama kedua partai. Artinya, setelah memasukkan visi Partai Republik ke dalam proyek tersebut, sehingga tidak hanya berdasarkan visi Obama saja. Hal ini dilakukan agar Obama tidak mendapatkan modal elektoral untuk Partai Demokrat di masa mendatang. Karena Partai Republik memiliki mayoritas di Dewan Perwakilan Rakyat, mereka mampu menghambat pengesahan undang-undang tersebut.

Karena masalah bagi kedua partai tersebut bukanlah pelayanan kepada rakyat, melainkan perselisihan politik demi meraup suara dalam pemilu mendatang, maka masing-masing partai bersikeras pada pendiriannya, meskipun hal itu merugikan rakyat sebagaimana yang tampak kemudian. Obama ingin anggaran disahkan, sementara Republik ingin menundanya untuk negosiasi agar proyek tersebut tidak murni berwarna Obama, melainkan memiliki corak Partai Republik di dalamnya... Demikianlah krisis meningkat dengan kegagalan Kongres menyetujui anggaran sementara sebelum jam-jam pertama bulan Oktober, yang merupakan batas waktu pengesahannya. Tarik-ulur antara kedua partai masih berlanjut hingga saat ini.

2- Hal ini mengakibatkan diaktifkannya "mekanisme penutupan negara federal" (government shutdown) karena penolakan Partai Republik untuk memberikan suara pada undang-undang anggaran tahun 2014 pada 30/09/2013. Akibatnya, lebih dari 800 ribu pegawai pemerintah menjalani cuti wajib tidak berbayar, disertai perkiraan bahwa semua institusi Amerika akan mengurangi pegawai mereka dan merumahkan sejumlah besar dari mereka... Sebagaimana yang pernah terjadi sebelumnya ketika kegiatan pemerintah terhenti selama 21 hari dari Desember 1996 hingga Januari 1997, pada masa Presiden Bill Clinton, di mana negara menanggung kerugian sekitar dua miliar dolar saat itu.

3- Ini adalah bagian dari krisis, bahkan merupakan pintu masuk menuju krisis berikutnya, yaitu tuntutan pemerintah untuk menaikkan plafon utang pada jadwal yang ditentukan untuk dibahas di Kongres sekitar satu minggu lagi pada 17/10/2013. Hal ini dikarenakan utang pemerintah telah melampaui batas plafon yang diizinkan yaitu 16,7 triliun dolar, sebuah batas yang ditetapkan oleh Kongres yang mewajibkan pemerintah untuk tidak berutang lebih dari itu. Namun, keuangan pemerintah akan berada di ambang kebangkrutan pada 17/10/2013, di mana kasnya menurut perkiraan hanya akan tersisa 30 miliar dolar, sehingga negara tidak akan mampu memenuhi kewajiban finansialnya.

4- Kedua partai mulai saling melempar tuduhan, terutama ketika keresahan muncul di tengah masyarakat akibat masalah kedua partai tersebut. Masing-masing partai mencoba melimpahkan tanggung jawab kepada pihak lain. Obama menganggap Partai Republik sebagai penyebabnya dan menyifatkan mereka sedang menyandera negara demi kepentingan partai. Dalam konferensi pers di Gedung Putih pada Selasa, 08/10/2013, ia menyatakan, "Anggota Kongres, dan Partai Republik di Dewan Perwakilan Rakyat khususnya, tidak boleh menuntut tebusan sebagai imbalan atas pelaksanaan tugas mereka. Dua dari tugas mereka adalah mengesahkan anggaran dan menjamin Amerika Serikat membayar tagihan-tagihannya."

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Republik mengatakan bahwa ia "tidak akan membiarkan Kongres menaikkan plafon utang kecuali jika Obama memberikan konsesi terkait program layanan kesehatan yang dikenal sebagai Obama Care, dan setuju untuk melakukan negosiasi. Kami tidak bisa menaikkan plafon utang tanpa menangani apa yang mendorong kita untuk meminjam lebih banyak uang."

5- Jelas dari tarik-ulur kedua partai bahwa keduanya sebenarnya ingin menaikkan plafon utang, hanya saja Partai Republik mengaitkan persetujuannya dengan perubahan undang-undang layanan kesehatan agar ada corak Partai Republik di dalamnya... Namun yang patut diperhatikan adalah bahwa dalam kondisi normal, negara dikelola sedemikian rupa untuk mengatur kondisi ekonomi dan keuangannya guna mengurangi utang, bukan menambahnya. Akan tetapi, Amerika adalah satu-satunya negara yang tidak peduli meskipun tenggelam dalam utang hingga ke lehernya. Ia menerbitkan obligasi sesukanya, menjamin pembayarannya dalam kondisi yang sesuai, dan bahkan jika tidak mampu karena kondisi keuangannya, ia dapat—jika melihat ada kepentingan yang kuat—mencetak lebih banyak dolar tanpa batasan cadangan mata uang keras di kasnya seperti negara lain. Terutama karena mata uangnya mengendalikan sebagian besar cadangan negara lain. Amerika dapat mencetak lebih banyak dolar dengan persetujuan IMF secara rahasia atau bahkan terang-terangan tanpa persetujuannya, karena ia memiliki pengaruh nyata dalam IMF. Ia dapat menampilkan alasan-alasan palsu dan menyembunyikan fakta sebenarnya, dan IMF akan mendukungnya dalam hal itu! Meskipun pencetakan uang kertas ini berakibat pada penurunan nilai dolar atau inflasi harga, selama ia melihat adanya kepentingan dalam hal tersebut. Sebagai contoh, beredar kabar bahwa Amerika mencetak antara 2 triliun hingga 4 triliun dolar selama spekulasi minyak yang menyebabkan kenaikan harga hingga mendekati 150 dolar per barel pada tahun 2008. Amerika tidak jauh dari spekulasi tersebut; ia mencetak uang kertas itu agar dapat membeli minyak dalam jumlah besar secara langsung maupun tidak langsung untuk ditambahkan ke cadangannya. Ia melihat hal itu sebagai kepentingan yang lebih besar daripada kenaikan harga dan penurunan nilai dolar...

Oleh karena itu, plafon utang pemerintah federal Amerika terus meningkat secara konsisten. Misalnya, utang pemerintah (pemerintah pusat dan daerah) naik dari 4,3 triliun dolar pada tahun 1990 menjadi 8,4 triliun dolar pada tahun 2003, dan menjadi 8,9 triliun dolar pada tahun 2007. Pada awal pemerintahan Obama tahun 2009, utang berada pada angka 10,3 triliun dolar, dan pada tahun 2011 melampaui angka 14 triliun dolar AS, dan sekarang telah melampaui 16,7 triliun dolar. Jika negara lain tenggelam dalam utang yang jauh lebih kecil dari ini, niscaya negara itu akan runtuh dan ekonominya hancur lebur! Namun, Amerika tidak memedulikan utang karena itu dianggap sebagai masalah internal bagi mereka. Kongres menaikkan plafon utang kapan pun diinginkan, ekonominya tetap berjalan, dan ia membayar utang dengan kekuatan ekonominya jika memungkinkan, atau jika tidak, ia menerbitkan uang kertas tanpa batasan seperti negara-negara lain. Keruntuhan ekonomi Amerika hanya akan terjadi jika muncul sebuah negara yang tidak lagi menghargai dolar Amerika, melainkan memperlakukannya melalui pertukaran barang dengan barang (barter) atau kembali ke standar emas dan perak dalam pertukaran mata uang.

6- Demikianlah, pemimpin kamp kapitalis demokrasi ini membuktikan kegagalan sistem kapitalis demokrasi, dan bahwa sistem itu tidak lebih dari kendali kelas penguasa kapitalis atas leher rakyat, khususnya kelas menengah dan masyarakat umum. Obama menjadikan proyek "Obama Care" sebagai tujuannya dengan dalih membantu jutaan orang dalam asuransi kesehatan, namun di sisi lain ia menghentikan pekerjaan ratusan ribu buruh dalam cuti tanpa upah...! Ini berarti bahwa Partai Demokrat tidak terdorong oleh undang-undang ini untuk melayani rakyat, melainkan untuk tujuan elektoral mendatang. Jika tidak, bagaimana mungkin pelayanan kepada rakyat berujung pada perampasan pekerjaan mereka tanpa ada kelalaian dari pihak mereka? Bagi Partai Republik pun, masalahnya bukan pada ada atau tidak adanya asuransi kesehatan, melainkan agar proyek tersebut tidak dinisbatkan kepada pesaingnya, melainkan mereka harus ikut serta di dalamnya... Kedua partai tersebut tidak peduli dengan pemeliharaan kesehatan rakyat, terbukti mereka setuju untuk mengesahkan proyek tersebut setelah dinegosiasikan agar dinisbatkan kepada kedua partai. Jadi, ukurannya bukan pada isinya, melainkan sejauh mana manfaat elektoralnya, meskipun berakibat pada penderitaan dan kesulitan bagi rakyat! Demikian pula, dalam proyek tersebut terdapat pasal yang mewajibkan perusahaan-perusahaan besar untuk memberikan asuransi kesehatan bagi karyawannya. Namun, pemilik proyek itu sendiri, yaitu Obama, mengumumkan pada Juli lalu keinginannya untuk menunda pasal ini selama satu tahun, demi menyenangkan perusahaan-perusahaan tersebut dan penyokong mereka dari Partai Republik, dengan anggapan bahwa Partai Republik akan menyetujui proyeknya... Dari sini jelas terlihat bahwa kedua partai tidak memiliki perhatian dalam mengurusi urusan rakyat dengan pengurusan yang benar, melainkan lebih mementingkan perolehan "popularitas elektoral". Jelas pula dari semua itu bahwa kapitalisme mereka adalah eksploitasi kapitalis terhadap rakyat jelata untuk menambah modalnya, dan demokrasi mereka bukan untuk melayani rakyat, melainkan agar rakyat melayani para "pembesar" demokrasi, bahkan tanpa upah sekalipun!

7- Sebagai penutup, kita memuji Allah karena kita dijadikan sebagai Muslim, dan Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menunjuki kita pada sebuah sistem dari Zat Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui... Sang Khalifah akan merasa lapar jika rakyatnya lapar, dan ia akan merasa kenyang jika mereka kenyang, serta tidak akan merasa aman kecuali jika mereka aman... Sebuah sistem yang menjamin pemenuhan kebutuhan dasar berupa tempat tinggal, pakaian, dan makanan bagi seluruh individu rakyat. Bagi yang mampu bekerja, disediakan pekerjaan baginya, dan bagi yang tidak mampu serta tidak memiliki kerabat yang menanggungnya, maka Khalifah adalah walinya yang menjamin nafkahnya dengan cara yang makruf... Sebuah sistem di mana kepemilikan umum didistribusikan kepada masyarakat untuk menjaga keamanan dan kehidupan mereka, di mana pemberian untuk mereka dibagikan sejak mereka lahir... Sebuah sistem yang mewujudkan kehidupan ekonomi yang aman dan adil yang memperbaiki urusan makhluk, karena Sang Pencipta Jalla wa 'Ala lebih mengetahui apa yang baik bagi manusia:

أَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ

"Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan atau rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui?" (QS. Al-Mulk [67]: 14)

Kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala pertolongan dan taufik untuk mengembalikan Khilafah Rasyidah, sehingga kebaikan akan merata tidak hanya di Darul Islam, tetapi juga bagi setiap orang yang memiliki akal yang mencintai keamanan dan perdamaian... Dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Bagikan Artikel

Bagikan artikel ini dengan jaringan Anda