Serial Jawaban Al-Alim Al-Jalil Atha bin Khalil Abu al-Rashtah, Amir Hizbut Tahrir Atas Pertanyaan Para Pengunjung Halaman Facebook Beliau "Fikhi"
Jawaban Pertanyaan
Puasa Sepuluh Hari Pertama di Bulan Zulhijah
Kepada Rasyid ar-Radhi
Pertanyaan:
Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu,
Al-Alim Al-Jalil Atha bin Khalil, semoga Allah menjaga dan melindungi Anda,
Saya memiliki pertanyaan terkait puasa sepuluh hari pertama di bulan Zulhijah; apakah puasa tersebut mustahab (disukai) dan dianggap sebagai amal saleh, ataukah itu merupakan bid'ah dan tidak berasal dari Rasulullah saw? Sebab saya membaca beberapa hadis yang berkaitan dengan masalah ini yang tampak seolah-olah kontradiktif. Apakah mungkin untuk mengompromikan hadis-hadis tersebut? Mohon pencerahannya, barakallahu fikum.
Jawaban:
Wa’alaikumussalam wa rahmatullahi wa barakatuhu,
Telah diriwayatkan hadis-hadis mengenai puasa sembilan hari di bulan Zulhijah, khususnya hari kesembilan yaitu hari Arafah... Begitu juga telah diriwayatkan hadis-hadis mengenai keutamaan amal saleh pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijah. Selain itu, terdapat pula riwayat dari Ummul Mukminin Aisyah ra. bahwa beliau tidak melihat Rasulullah saw. berpuasa pada sepuluh hari tersebut... Kami akan menyebutkan hadis-hadis ini, kemudian setelah itu kami akan menjelaskan cara mengompromikannya (al-jam’u) insya Allah:
Pertama: Paparan beberapa hadis mengenai topik puasa sembilan hari Zulhijah:
1- Puasa sembilan hari Zulhijah termasuk di dalamnya hari Arafah
- Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Abu Qatadah, ia berkata: Rasulullah saw. bersabda:
ثَلَاثٌ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ فَهَذَا صِيَامُ الدَّهْرِ كُلِّهِ، صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ، وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ
"Tiga hari dari setiap bulan dan Ramadhan ke Ramadhan berikutnya, maka ini adalah puasa sepanjang tahun. Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar ia menghapuskan dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya. Dan puasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar ia menghapuskan dosa setahun sebelumnya." (HR Muslim)
- Muslim juga meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Abu Qatadah al-Anshari ra., ia berkata: Rasulullah saw. ditanya tentang puasa hari Arafah, maka beliau bersabda:
يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ
"Menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang tersisa (yang akan datang)." (HR Muslim)
- Ahmad meriwayatkan dalam Musnad-nya dari Hunaidah bin Khalid, dari istrinya, dari sebagian istri Nabi saw., ia berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَصُومُ تِسْعَ ذِي الْحِجَّةِ
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam terbiasa berpuasa pada sembilan hari bulan Zulhijah." (Diriwayatkan juga oleh Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman dan Abu Dawud dalam Sunan-nya)
2- Amal saleh di sepuluh hari Zulhijah
- Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Said bin Jubair, dari Ibnu Abbas, dari Nabi saw. bahwa beliau bersabda:
مَا العَمَلُ فِي أَيَّامٍ أَفْضَلَ مِنْهَا فِي هَذِهِ، قَالُوا: وَلاَ الجِهَادُ؟ قَالَ: وَلاَ الجِهَادُ، إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ يُخَاطِرُ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ، فَلَمْ يَرْجِعْ بِشَيْءٍ
"Tidak ada amal pada hari-hari yang lebih utama daripada amal pada hari-hari ini (sepuluh hari pertama Zulhijah). Para sahabat bertanya: Tidak juga jihad? Beliau bersabda: Tidak juga jihad, kecuali seseorang yang keluar dengan mempertaruhkan jiwa dan hartanya, lalu ia tidak kembali membawa apa pun." (HR Bukhari)
- Al-Baihaqi meriwayatkan dalam as-Sunan al-Kubra dari Said bin Jubair, dari Ibnu Abbas bahwa Nabi saw. bersabda:
مَا الْعَمَلُ فِي أَيَّامٍ أَفْضَلَ مِنْهُ فِي عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ. قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ؟ قَالَ: وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فِي سَبِيلِ اللهِ ثُمَّ لَا يَرْجِعُ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ
"Tidak ada amal pada hari-hari yang lebih utama daripada amal pada sepuluh hari Zulhijah. Para sahabat bertanya: Wahai Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah? Beliau bersabda: Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya di jalan Allah, kemudian ia tidak kembali membawa sesuatu pun dari hal itu." (Diriwayatkan juga oleh Ibnu Hibban dalam Shahih-nya)
3- Hadis Ummul Mukminin Aisyah ra.
Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah, Abu Kuraib, dan Ishaq – Ishaq berkata: telah mengabarkan kepada kami, dan dua orang lainnya berkata: telah menceritakan kepada kami Abu Muawiyah, dari Al-A'masy, dari Ibrahim, dari Al-Aswad, dari Aisyah ra., ia berkata:
مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم صَائِماً فِي الْعَشْرِ قَطُّ
"Aku tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berpuasa pada sepuluh hari (Zulhijah) sama sekali." (HR Muslim)
Kedua: Mengompromikan dalil-dalil tersebut (al-Jam’u baina al-Adillah):
Hadis-hadis yang pertama menunjukkan bahwa Rasulullah saw. berpuasa pada sembilan hari pertama bulan Zulhijah, khususnya hari Arafah...
Hadis-hadis yang kedua menunjukkan keutamaan amal saleh pada sepuluh hari pertama Zulhijah...
Sedangkan hadis Aisyah ra. menyatakan bahwa beliau tidak melihat Rasulullah saw. berpuasa pada sepuluh hari pertama Zulhijah tersebut...
Sebagaimana yang disebutkan dalam kitab asy-Syakhshiyyah Juz 3, bab at-Ta’adul wa at-Tarajih – poin ketujuh:
"(Ketujuh: Dalil yang menetapkan (al-mutsbit) diutamakan di atas dalil yang meniadakan (an-nafi). Jika ditemukan dua dalil, yang satu bersifat menetapkan dan yang lainnya bersifat meniadakan, maka yang menetapkan lebih diutamakan daripada yang meniadakan karena ia mengandung tambahan pengetahuan. Hal ini seperti kabar dari Bilal bahwa Nabi saw. memasuki Ka'bah dan melakukan salat, sedangkan kabar dari Usamah menyebutkan bahwa beliau masuk namun tidak melakukan salat, maka kabar dari Bilal-lah yang diutamakan.)"
Maka, dalil yang menetapkan (al-mutsbit) diutamakan di atas yang meniadakan (an-nafi). Artinya, hadis-hadis yang memberikan faedah tentang puasa Rasulullah saw. pada hari Arafah dan sisa hari dari sembilan hari pertama Zulhijah adalah yang lebih diutamakan (al-marjuh) daripada hadis Ummul Mukminin Aisyah ra. Dengan demikian, puasa sembilan hari bulan Zulhijah, terutama hari kesembilan (hari Arafah), bukanlah bid'ah, melainkan terdapat pahala yang sangat besar di dalamnya. Wallahu a’lam wa ahkam.
Semoga jawaban ini mencukupi.
Saudara Kalian, Atha bin Khalil Abu al-Rashtah
25 Zulkaidah 1440 H Bertepatan dengan 28 Juli 2019 M
Link jawaban dari halaman Facebook Amir (semoga Allah menjaganya): Facebook