(Seri Jawaban Al-Alim al-Jalil Ata bin Khalil Abu al-Rashtah, Amir Hizbut Tahrir atas Pertanyaan Para Pengunjung Halaman Facebook Beliau "Fiqhi")
Jawaban Pertanyaan
Kepada Abu Hanifah at-Tahriri
Pertanyaan:
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Amir yang mulia -semoga Allah menjaga Anda-,
Ketika kami sedang dalam halaqah, kami melewati teks berikut dari kitab Asy-Syakhshiyyah al-Islamiyyah Juz 3: (Adapun mengenai Ijma' Itrah, mereka berkata: Sesungguhnya ijma' Ahlul Bait adalah dalil syara', dan yang mereka maksud dengan Ahlul Bait adalah Ali, Fatimah, dan وابناهما), hal itu terdapat di bawah pembahasan "Al-Ijma' hal. 307 - baris keempat dari atas". Kata وابناهما di sini salah, dan yang benar adalah وابنيهما karena ia di-athaf-kan kepada objek (maf'ul bih) yang manshub yaitu عليًا. Jazakumullah khairan.
Demikian pula terdapat di halaman yang sama: (Dan mereka berdalil bahwa yang dimaksud dengan Ahlul Bait dalam ayat tersebut adalah Ali, Fatimah, dan وابنيهما). Saya berpendapat bahwa kata هم di sini adalah khabar anna, sehingga yang benar adalah علي وفاطمة وابناهما karena ia di-athaf-kan kepada sesuatu yang marfu'. Inilah yang tampak bagi saya, wallahu ta'ala a'lam.
Jawaban:
Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh,
Tampaknya naskah kitab Asy-Syakhshiyyah al-Islamiyyah Juz 3 yang ada di tangan Anda adalah naskah yang belum diperbarui. Hal itu dikarenakan kami telah melakukan perubahan pada bagian yang Anda tunjukkan tersebut pada tanggal 04/06/2017 M di dalam kumpulan perubahan lainnya, dan kami telah mengirimkan perubahan tersebut ke wilayah-wilayah serta meminta untuk mengubah naskah-naskah yang ada di berbagai situs web Hizb...
Berikut adalah apa yang kami sebutkan mengenai bagian yang dimaksud dalam surat kami tertanggal 04/06/2017 M:
(4- Kitab Asy-Syakhshiyyah al-Islamiyyah Juz 3 halaman 302-303, dan bagian yang terkait adalah halaman 302 baris keempat dari bawah dan baris terakhir dari bawah:
Bagian yang berwarna merah dalam teks berikut diubah agar sesuai dengan bagian yang telah diperbaiki yang berwarna hijau pada teks selanjutnya):
(Adapun mengenai Ijma' Itrah, mereka berkata: Sesungguhnya ijma' Ahlul Bait adalah dalil syara', dan yang mereka maksud dengan Ahlul Bait adalah Ali, Fatimah, dan وابناهما, dan mereka berdalil untuk hal itu dengan firman Allah Ta'ala:
إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا
"Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya." (QS Al-Ahzab [33]: 33)
Maka Allah mengabarkan tentang hilangnya dosa dari Ahlul Bait dengan kata «إنما», yang berfungsi untuk pembatasan (al-hashr) pada mereka. Dan mereka berdalil bahwa yang dimaksud dengan Ahlul Bait dalam ayat tersebut adalah Ali, Fatimah, dan وابنيهما, bahwa ketika ayat ini turun, Nabi ﷺ menyelimutkan kainnya kepada mereka, melilitkannya kepada mereka, dan bersabda:
اللَّهُمَّ هَؤُلاًءِ أَهْلُ بَيْتِي
"Ya Allah, mereka ini adalah ahli baitku." (HR At-Tirmidzi)) Selesai.
Perubahan
(Adapun mengenai Ijma' Itrah, mereka berkata: Sesungguhnya ijma' Ahlul Bait adalah dalil syara', dan yang mereka maksud dengan Ahlul Bait adalah Ali, Fatimah, dan وابنيهما, dan mereka berdalil untuk hal itu dengan firman Allah Ta'ala:
إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا
"Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya." (QS Al-Ahzab [33]: 33)
Maka Allah mengabarkan tentang hilangnya dosa dari Ahlul Bait dengan kata «إنما», yang berfungsi untuk pembatasan (al-hashr) pada mereka. Dan mereka berdalil bahwa yang dimaksud dengan Ahlul Bait dalam ayat tersebut adalah Ali, Fatimah, dan وابناهما, bahwa ketika ayat ini turun, Nabi ﷺ menyelimutkan kainnya kepada mereka, melilitkannya kepada mereka, dan bersabda:
اللَّهُمَّ هَؤُلاًءِ أَهْلُ بَيْتِي
"Ya Allah, mereka ini adalah ahli baitku." (HR At-Tirmidzi)) Selesai.
- Alasan-alasan yang mewajibkan perubahan:
Dua bagian yang disebutkan yaitu وابناهما dan وابنيهما adalah salah, karena yang pertama seharusnya manshub yaitu وابنيهما, dan yang kedua seharusnya marfu' yaitu وابناهما... maka perubahan tersebut diperlukan.) Selesai.
Bagian ini telah diubah dalam kitab Asy-Syakhshiyyah al-Islamiyyah Juz 3 di situs-situs web, dan teksnya telah menjadi seperti yang ada di situs utama Hizb halaman 304-305 dari kitab Asy-Syakhshiyyah al-Islamiyyah Juz 3 sebagai berikut:
(Adapun mengenai Ijma' Itrah, mereka berkata: Sesungguhnya ijma' Ahlul Bait adalah dalil syara', dan yang mereka maksud dengan Ahlul Bait adalah Ali, Fatimah, dan وابنيهما, dan mereka berdalil untuk hal itu dengan firman Allah Ta'ala:
إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا
"Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya." (QS Al-Ahzab [33]: 33)
Maka Allah mengabarkan tentang hilangnya dosa dari Ahlul Bait dengan kata «إنما», yang berfungsi untuk pembatasan pada mereka. Dan mereka berdalil bahwa yang dimaksud dengan Ahlul Bait dalam ayat tersebut adalah Ali, Fatimah, dan وابناهما, bahwa ketika ayat ini turun, Nabi ﷺ menyelimutkan kainnya kepada mereka, melilitkannya kepada mereka, dan bersabda:
اللَّهُمَّ هَؤُلاًءِ أَهْلُ بَيْتِي
"Ya Allah, mereka ini adalah ahli baitku." (HR At-Tirmidzi)...) Selesai.
Sebagai penutup, saya sampaikan salam untuk Anda dan saya mendoakan kebaikan bagi Anda, serta berterima kasih atas ketelitian dan perhatian Anda...
Saudara Anda, Ata bin Khalil Abu al-Rashtah
Link Jawaban dari Halaman Facebook Amir (semoga Allah menjaga beliau): Facebook
Link Jawaban dari Halaman Google Plus Amir (semoga Allah menjaga beliau): Google Plus
Link Jawaban dari Halaman Twitter Amir (semoga Allah menjaga beliau): Twitter
Link Jawaban dari Situs Web Amir (semoga Allah menjaga beliau): Web