Beranda Tentang Artikel Tanya Syekh
Tanya Jawab

Jawab Pertanyaan: Trump dan KTT Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO)

July 18, 2018
4746

Jawab Pertanyaan

Trump dan KTT Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO)

Pertanyaan:

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) telah diadakan di Brussels, ibu kota Belgia sekaligus ibu kota Uni Eropa, pada tanggal 11 dan 12 Juli 2018. KTT tersebut dihadiri oleh Presiden AS bersama para pemimpin dari 29 negara anggota aliansi. Perdebatan sengit terjadi antara mereka dengan Trump, yang hampir seluruhnya berpusat pada masalah peningkatan belanja militer menjadi 2% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Mengapa Amerika melakukan hal ini? Dan bagaimana nasib aliansi ini?

Jawaban:

Agar jawabannya jelas, kita akan meninjau hal-hal berikut:

  1. Presiden AS, Trump, menempuh perilaku yang jauh dari diplomasi dan cara-cara yang berbelit-belit. Ia menyatakan dan mengungkapkan secara terbuka semua yang ia inginkan, serta memberikan tekanan secara terang-terangan. Apa yang ia katakan dan minta di balik layar serta dalam pertemuan pribadi dengan rekan-rekannya dari negara lain, ia sampaikan dan minta secara terbuka dengan keangkuhan dan kesombongan yang lebih besar daripada George Bush Jr. Ia juga berbeda dengan pendahulunya, Obama. Obama melakukan hal itu di balik layar, menekan rekan-rekan dan negara-negara lain, serta melakukan manuver politik secara sembunyi-sembunyi seolah-olah dia adalah seorang politisi Inggris! Mantan Presiden AS Obama-lah yang menetapkan kenaikan rasio 2% dari PDB bagi negara-negara anggota pada tahun 2014, dan mulai memberikan tekanan dengan berbagai cara agar mereka mematuhi kesepakatan tersebut. Berita-berita sering melaporkan komunikasinya dengan negara-negara anggota mengenai kenaikan ini tanpa menimbulkan kegaduhan dan pertengkaran publik, agar aliansi tersebut tampak kohesif dan bersatu, serta pemimpinnya, Amerika, tampak puas dengan jalannya aliansi dan para anggotanya, padahal kenyataannya Amerika sedang berselisih tajam dengan mereka. Anggota aliansi telah berjanji di hadapan Obama pada tahun itu untuk membelanjakan persentase PDB mereka untuk urusan pertahanan pada tahun 2024. Namun, sekitar 15 negara anggota, termasuk Jerman, Kanada, Italia, Belgia, dan Spanyol, pengeluarannya masih di bawah ambang batas 1,4% dan tidak akan mampu memenuhi janji mereka, yang memicu kemarahan Trump. Dalam kerangka inisiatif Amerika mengenai masalah ini, negara-negara NATO akan berkomitmen untuk mampu mengerahkan 30 batalyon mekanis, 30 skuadron udara, dan 30 kapal tempur dalam waktu 30 hari pada tahun 2030, agar dapat menghadapi kemungkinan operasi militer Rusia. Di mana Amerika menjadikan Rusia sebagai musuh imajiner yang potensial untuk memaksakan hegemoninya atas Eropa dan mencegahnya menjadi independen dalam keputusan militer dan politiknya, sehingga memaksanya untuk tetap berada di bawah kepemimpinan dan payung militer Amerika.

  2. Trump menyadari sulitnya masalah ini dengan sekutunya dan sulitnya meyakinkan mereka. Oleh karena itu, ia menulis di Twitter pada 10 Juli 2018 saat menuju KTT NATO di Brussels: "Pertemuannya (yang dijadwalkan pada 16 Juli 2018) di Helsinki dengan Presiden Rusia Putin mungkin lebih mudah daripada KTT NATO." Perkataannya ini mengandung kebenaran yang besar, karena Rusia tampak seperti pihak yang tunduk dan siap memberikan layanan kepada Amerika demi mencapai beberapa kepentingannya sendiri, serta agar tampak sebagai negara besar yang berpengaruh secara global di samping negara nomor satu dunia. Hal ini juga dilakukan untuk menghindarkan diri dari keburukan Amerika, terutama di wilayah pengaruh dan sekitarnya di mana Amerika bekerja untuk menguasainya. Adapun Eropa, ia muncul sebagai tandingan, lawan, dan pesaing. Eropa mendirikan Uni Eropa untuk berdiri menghadapi Amerika dan menyainginya. Oleh karena itu, Amerika mengambil sikap memusuhi Uni Eropa ini dan berupaya untuk membongkarnya secara terbuka. Amerika mendukung keluarnya Inggris (Brexit) dari Uni Eropa. Trump menyerang kebijakan pemerintahan Theresa May yang bermaksud membentuk pasar bebas dengan Uni Eropa setelah keluar dari blok tersebut dengan mengatakan: "Rencana May kemungkinan besar akan mematikan kesepakatan dengan Amerika, karena jika mereka membuat kesepakatan seperti itu, maka kita akan berurusan dengan Uni Eropa alih-alih berurusan dengan Inggris." Ia juga berkata: "Saya telah memberitahu Theresa May bahwa saya akan menangani Brexit dengan cara yang berbeda, dan saya memberitahunya cara melakukannya, tetapi dia tidak setuju, dia tidak mendengarkan saya, dan ingin menempuh jalan yang berbeda." Ia memuji Boris Johnson, Menteri Luar Negeri Inggris yang mengundurkan diri karena menentang rencana May, dengan mengatakan bahwa dia "akan menjadi kepala pemerintahan yang hebat" (BBC mengutip The Sun, 13 Juli 2018). Trump bahkan menyerukan negara-negara lain untuk keluar dari Uni Eropa secara terbuka. Ia bahkan menawarkan kepada Presiden Prancis yang mengunjunginya pada bulan April lalu untuk keluar dari Uni Eropa. Surat kabar Washington Post melaporkan pada 29 Juni 2018 bahwa "Trump menawarkan kepada mitranya dari Prancis, Macron, untuk keluar dari Uni Eropa dengan imbalan kesepakatan perdagangan bilateral dengan Amerika, dalam pertemuan mereka di Gedung Putih April lalu." Surat kabar itu mengutip dua pejabat Eropa yang mengatakan bahwa "Trump berkata kepada Macron: Mengapa Anda tidak keluar dari Uni Eropa?".

  3. Oleh karena itu, Trump mengkritik Uni Eropa, khususnya Jerman. Krisis Jerman dengan Amerika adalah yang paling sengit dan keras! Kami telah menyebutkan dalam Jawab Pertanyaan tertanggal 7 Juni 2017 tentang alasan meningkatnya krisis dengan Jerman secara khusus, di mana kami katakan: "Jerman adalah pusat keuangan terbesar di Eropa, dan ekonomi keempat di dunia setelah Amerika, Cina, dan Jepang. Oleh karena itu, mata Trump terus tertuju padanya dalam upaya untuk meraup banyak uang darinya demi kepentingan Amerika Serikat. Apalagi Amerika menggunakan ancaman Rusia sebagai alasan bagi pihak Jerman untuk mendorong Jerman memberikan kontribusi, partisipasi, dan pemberian lebih banyak di dalam NATO. Berlin menghabiskan 1,2% dari pendapatan nasionalnya untuk urusan militer (42 miliar dolar). Demikian juga, neraca perdagangan antara Amerika dan Jerman sangat condong ke arah Jerman, sekitar enam puluh miliar euro. Volume perdagangan AS-Jerman mencapai 165 miliar euro selama 2016, di mana 107 miliar euro di antaranya adalah volume impor Amerika dari Jerman..." Kami juga menyebutkan bahwa "...panggung Eropa akan menyaksikan kemunculan kepemimpinan Jerman yang lebih menonjol di tingkat politik dan ekonomi. Apa yang menunjukkan dan menegaskan hal ini adalah tampilnya para pejabat Jerman untuk menanggapi kebijakan Amerika, dan pengumuman keinginan Jerman untuk membawa perselisihan dengan Amerika Serikat ke ranah publik... Hal ini jika semakin meluas, akan sangat mengguncang Eropa, dan pada akhirnya dapat mendorong persenjataan Jerman yang cepat dan berat."

  4. Trump melihat tantangan Jerman terhadapnya dan sikap Jerman yang tidak terlalu mempedulikannya, terutama setelah ia mengungkapkan permusuhannya terhadap Uni Eropa yang dianggap Jerman sebagai pasar ekonomi yang kuat baginya, dan dianggap sebagai kendaraan bagi Jerman untuk naik ke kancah internasional guna mempengaruhi politik dunia. Akibatnya, Trump meningkatkan kritiknya terhadap Jerman secara khusus dan menuntutnya untuk membayar ratusan miliar dolar atas perlindungan Amerika terhadapnya sejak Perang Dunia II. Sebelum KTT dimulai, ia melancarkan serangan terhadap Jerman saat bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO, dengan mengatakan bahwa "Jerman memperkaya Rusia, Jerman adalah sandera Rusia, Jerman sepenuhnya berada di bawah kendali Rusia. Jerman membayar miliaran dolar ke Rusia untuk mengamankan pasokan energinya dan kita harus membela mereka menghadapi Rusia. Bagaimana hal ini bisa dijelaskan? Ini tidak adil." Trump juga berkata saat KTT: "Jerman sepenuhnya berada di bawah kendali Rusia karena mereka akan mendapatkan 60% hingga 70% energinya dari Rusia melalui pipa pipa baru, dan menurut saya itu tidak pantas, itu sangat buruk bagi aliansi Atlantik." (BBC, 12 Juli 2018). Kanselir Jerman Merkel menanggapi dengan mengatakan: "Jerman memiliki kebijakannya sendiri, Jerman mengambil keputusannya secara independen. Saya secara pribadi pernah hidup di bagian Jerman yang diduduki oleh Uni Soviet. Saya sangat senang bahwa hari ini kita bersatu di bawah bendera kebebasan, dan karena itu kita dapat mengatakan bahwa kita dapat menetapkan kebijakan independen kita dan mengambil keputusan independen." Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas berkata, "Kami bukan tawanan Rusia maupun Amerika" (BBC, 12 Juli 2018). Trump dan Merkel saling mengabaikan satu sama lain saat mereka berjalan di koridor markas baru NATO menuju podium untuk sesi foto tradisional. Trump telah berkali-kali mengecam proyek pipa gas Nord Stream yang akan menghubungkan Rusia dengan Jerman dan menuntut Jerman untuk membatalkannya. Proyek ini ditentang oleh beberapa orang Eropa sehingga menyebabkan perpecahan dalam kebijakan Uni Eropa, karena Polandia menganggap bahwa Eropa tidak membutuhkannya. Menteri Luar Negeri Polandia Jacek Czaputowicz berkata setibanya di markas NATO: "Nord Stream adalah contoh negara-negara Eropa yang memberikan uang kepada Rusia dan memberinya sarana yang dapat digunakan untuk mengancam keamanan Polandia." (AFP, 11 Juli 2018). Ia berbicara dengan lisan Trump, karena Polandia setia kepada Amerika dan bekerja untuk kepentingan Amerika di dalam Uni Eropa. Begitulah Amerika bekerja dari dalam Uni Eropa untuk menggerogotinya dari dalam sejak lama, namun yang baru di era Trump adalah ia menambahkan tindakan langsung dan terbuka untuk menghancurkan Uni Eropa, menjadikan paksaan terhadap Eropa untuk menerapkan rasio 2% sebagai masalah krusial baginya untuk menunjukkan keberhasilannya dalam hal yang tidak berhasil dilakukan oleh pendahulunya, Obama, dalam menekan orang-orang Eropa untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan menjadi 2%... dan kemudian memperbaiki posisinya di dalam negeri guna meningkatkan peluang Partai Republik dalam pemilihan sela serta peluangnya sendiri untuk masa jabatan presiden kedua...

  5. Namun, Prancis lebih responsif. Presidennya, Macron, berkata bahwa "Prancis akan memenuhi target yang disepakati di NATO untuk meningkatkan belanja pertahanan menjadi 2% pada tahun 2024, dan bahwa kohesi dalam aliansi tidak akan mungkin terjadi kecuali beban dibagikan secara adil." Ia juga berkata: "Trump menegaskan kembali komitmen Amerika terhadap aliansi tersebut meskipun ia sempat menyatakan keraguannya sebelumnya, dan ia tidak secara langsung mengancam akan menarik diri selama KTT pada hari Kamis (12 Juli 2018)." (Reuters, 12 Juli 2018). Perlu diketahui bahwa Prancis saat ini menghabiskan sekitar 1,8% dari PDB-nya untuk pertahanan. Namun, Prancis berusaha melunakkan Amerika agar memberinya peran internasional di sampingnya untuk memanjakan perasaan cinta akan keagungan yang mendominasi orang-orang Prancis, namun tanpa melepaskan Uni Eropa di samping ketakutannya terhadap kebangkitan Jerman. Kadang-kadang Prancis bersikap keras demi kepentingan Uni Eropa sebagaimana terjadi dalam pertemuan KTT G7 di Kanada baru-baru ini dan perang dagang yang diumumkan oleh Trump, serta dalam masalah mempertahankan kesepakatan nuklir dengan Iran meskipun Amerika keluar darinya, dan terkadang Prancis melunak terhadap Amerika sebagaimana terjadi pada KTT Brussels baru-baru ini.

  6. Trump telah menunjukkan bahwa Amerika siap untuk meninggalkan NATO, dan meskipun ia tidak melakukannya sekarang, ancaman ini tetap ada. Ia telah mengumumkan perang dagang terhadap sekutu dan musuhnya, dan ini adalah arah baru dalam kebijakan Amerika di bawah kepemimpinan presidennya yang sembrono, sebagaimana ia siap untuk melepaskan aliansi lainnya. Kami telah mengatakan dalam Jawab Pertanyaan tertanggal 16 Juni 2018: "Semua ini menunjukkan bahwa berkas perang dagang sangat penting bagi Amerika, karena ia masih menderita akibat krisis keuangan yang meletus pada tahun 2008 dan utangnya mencapai lebih dari 20 triliun dolar. Presiden Trump, yang memiliki mentalitas pedagang, bekerja untuk menyelamatkan ekonomi Amerika dengan mengangkat slogan America First, yang mengancam pembongkaran institusi-institusi global yang selama ini digunakan Amerika untuk memaksakan pengaruhnya secara global, dan akibatnya pembongkaran tatanan dunia serta munculnya posisi internasional baru di mana Amerika tidak lagi berkorban demi tetap menjadi pemimpin dunia dengan bantuan negara-negara lain dan toleransi dengan membiarkan neraca perdagangan condong ke arah mereka, melainkan mulai berpikir hanya tentang kepemimpinan dengan keuntungan komersial tanpa bantuan kepada sekutu untuk menjaga mereka tetap di bawah payungnya dan menjalankan mereka di belakangnya."

  7. Demikianlah perang berkecamuk di antara para sekutu, dan ini menandakan hancurnya aliansi mereka, serta pecahnya perang ekonomi dan politik di antara mereka. Jika bukan karena ketakutan mereka terhadap penggunaan senjata nuklir, niscaya telah pecah perang dunia ketiga di antara mereka sebagaimana dua perang dunia sebelumnya. Para sekutu itu adalah sumber keburukan bagi dunia, karena mereka mengadopsi prinsip (mabda) kapitalisme yang jahat, yang menjadikan kemanfaatan (nafi'iyah) sebagai ukuran perbuatan dan nilai materi sebagai satu-satunya nilai yang mendominasi masyarakat. Maka dunia telah menjadi sangat butuh akan munculnya negara kebaikan, Daulah Khilafah Rasyidah berdasarkan manhaj nubuwwah, yang akan menyebarkan nilai-nilai spiritual, moral, dan kemanusiaan, serta tidak terbatas pada pencapaian nilai materi saja. Sesungguhnya Allah memiliki hamba-hamba yang ikhlas karena Allah dan jujur kepada Rasulullah—dan kami tidak mensucikan seorang pun di hadapan Allah—mereka menyambung malam dengan siang untuk mewujudkan kebaikan yang agung ini. Lisan mereka basah dengan dzikir kepada Allah, anggota tubuh mereka sibuk dengan dakwah kepada Allah, dan hati mereka tenang dengan pertolongan Allah.

إِنَّا لَنَنْصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الْأَشْهَادُ

"Sesungguhnya Kami akan menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat)." (QS Ghafir [40]: 51)

4 Dzulqa’dah 1439 H 17 Juli 2018 M

Bagikan Artikel

Bagikan artikel ini dengan jaringan Anda