"Radio Kantor Media Hizbut Tahrir berduka atas wafatnya salah satu tokoh dan ulamanya, sastrawan besar dan ulama yang mulia, Fathi Muhammad Salim 'Abu Ghazi', yang telah berpulang ke haribaan Allah SWT di Yordania setelah menjalani operasi bedah. Beliau wafat pada usia lebih dari delapan puluh tahun yang dihabiskan untuk berdakwah di jalan Allah dan Rasul-Nya di atas bashirah (ilmu dan keyakinan). Beliau sosok yang teguh di atas kebenaran, tidak tunduk di hadapan badai, tidak pernah melemah tekadnya, tidak pernah goyah pendiriannya, dan tidak pernah surut semangatnya, meskipun berbagai kesulitan dan ujian menimpanya.
Beliau adalah laksana gunung yang menjulang tinggi, selalu berdiri tegak demi kebenaran, serta:
وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ
"Dan mereka tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela." (QS Al-Ma'idah [5]: 54)
Beliau adalah seorang hamba Allah yang taat dan senantiasa beribadah:
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
"Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal)." (QS Al-Hijr [15]: 99)
Kami tidak menyucikan seorang pun di hadapan Allah.
Semoga Allah merahmati almarhum yang merupakan kehilangan besar bagi kami dan bagi kaum Muslim. Semoga Allah SWT menghimpunnya bersama para Nabi, para shiddiqin, para syuhada, dan orang-orang saleh.
وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِم مِّنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولَٰئِكَ رَفِيقًا
"Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya." (QS An-Nisa [4]: 69)
Sungguh kami merasa sedih atas perpisahan denganmu, wahai Abu Ghazi.
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
"Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali." (QS Al-Baqarah [2]: 156)"
Berikut adalah pesan dari sahabat dan saudaranya:
Bismillahirrahmanirrahim
Ya Rabbi, Rahmat-Mu
Wahai Rabb, kami masih terus menyaksikan berpulangnya generasi awal (al-ra'il al-awwal) ke sisi-Mu, satu demi satu. Meskipun ini adalah nikmat dan karunia dari-Mu, karena mereka akan bertemu dengan orang-orang tercinta, Muhammad dan para sahabatnya, namun kami sebenarnya ingin agar mereka sempat menyaksikan panen dari benih-benih kebaikan yang mereka tanam, dan menikmati buah dari pohon yang baik yang mereka tanam. Walaupun demikian, kami tidak mengucapkan kecuali bahwa kebaikan itu ada pada apa yang Engkau pilih, wahai Yang Maha Suci, la hawla wala quwwata illa billah.
Wahai Rabb, kami masih terus meniti jalan yang sulit dan penuh duri, dikelilingi oleh orang-orang zalim. Meskipun demikian, kami terus bersungguh-sungguh dan berijtihad dengan izin-Mu, wahai Rabb, untuk meratakan jalan ini. Kami tidak mempedulikan darah yang mengalir dari tangan kami akibat mencabut duri-duri itu. Kami juga berdiri kokoh menentang para penguasa zalim untuk menyingkirkan kezaliman mereka, demi membangkitkan dan membahagiakan umat, tanpa merasa takut akan serangan orang-orang zalim, gangguan mereka, atau bahkan kesyahidan di dalam penjara-penjara mereka... Wahai Rabb, kami ibarat lilin yang terbakar untuk menerangi kegelapan dengan cahaya Islam, dan sungguh sebaik-baik pahala adalah bagi orang-orang yang beramal.
Wahai Rabb, kami masih terus melihat orang-orang tercinta berpulang ke sisi-Mu tanpa kami sempat mengucapkan perpisahan terakhir. Ayahku meninggal dunia—semoga Allah merahmatinya—saat aku berada di salah satu penjara orang-orang zalim. Kemudian ibuku menyusulnya—semoga Allah merahmatinya—saat aku berada di penjara lainnya. Setelah itu, kakak laki-lakiku meninggal dunia—semoga Allah merahmatinya—saat aku jauh darinya dalam keterasingan. Dan kini, saudaraku, pamanku, dan orang yang kusayangi berpulang ke sisi-Mu, sementara aku pun jauh darinya dalam keterasingan.
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
"Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali." (QS Al-Baqarah [2]: 156)
Sebagai penutup, Engkau telah memerintahkan kami untuk berdoa dan menjanjikan pengabulan, dan Engkau Maha Suci tidak pernah menyalahi janji. Ya Allah, janganlah biarkan musuh-musuh merasa gembira atas kemalangan kami, dan janganlah biarkan mereka mengejek kami dengan berkata: "Para pengemban dakwah Khilafah melakukan pekerjaan yang sia-sia, umur mereka telah panjang namun Khilafah mereka belum juga tegak!" Ya Allah, segerakanlah bagi kami pertolongan-Mu yang agung, dan bukakanlah bagi kami kemenangan yang nyata (fathan mubina), sehingga kami dapat memproklamirkan Khilafah di hadapan orang-orang zalim, seraya membawa Al-Liwa di satu tangan dan Ar-Rayah di tangan lainnya, sambil berseru di hadapan mereka:
قُلْ مُوتُوا بِغَيْظِكُمْ
"Katakanlah (kepada mereka): 'Matilah kamu karena kemarahanmu itu'." (QS Ali 'Imran [3]: 119)
Jika kalian pernah mengejek kami tanpa hak, maka kami mengejek kalian dengan hak, dan kalian termasuk golongan orang-orang yang paling hina. Allahumma ya Rabbi, amin.
Dan sebagai penutup dari segala penutup, kami memohon kepada-Mu ya Rabb, agar jangan ada lagi generasi awal yang wafat setelah hari ini kecuali di bawah naungan Khilafah yang tegak dengan izin-Mu dalam waktu yang sangat dekat.
Semoga Allah merahmati almarhum yang tercinta, salah satu ulama terpandang, kehilangan bagi kami dan bagi kaum Muslim, Abu Ghazi. Semoga Allah SWT menghimpunnya bersama para Nabi, para shiddiqin, para syuhada, dan orang-orang saleh, dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.
Hamba-Mu, ya Rabb, Yang mengharap ampunan dan pertolongan-Mu.
21 Syawal 1429 H 20/10/2008 M