Segala puji bagi Allah yang berfirman:
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ
"Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kalian yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, bahwa Dia benar-benar akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa." (QS. An-Nur [24]: 55)
Salawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah yang bersabda:
وَمَنْ مَاتَ وَلَيْسَ فِي عُنُقِهِ بَيْعَةٌ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً
"...dan siapa saja yang mati sedangkan di lehernya tidak ada baiat, maka ia mati seperti mati jahiliyah." (HR. Muslim)
Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah yang berfirman:
وَنُرِيدُ أَنْ نَمُنَّ عَلَى الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا فِي الأَرْضِ وَنَجْعَلَهُمْ أَئِمَّةً وَنَجْعَلَهُمُ الْوَارِثِينَ
"Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi itu, dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi)." (QS. Al-Qashash [28]: 5)
Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya yang bersabda:
ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ
"...kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti metode kenabian." (HR. Ahmad)
Segala puji bagi Allah, salawat serta salam kepada Rasulullah, keluarga, sahabat, dan para pengikutnya. Wa ba'du.
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Wahai kaum Muslim yang berkumpul di negeri Barat:
Sesungguhnya negeri-negeri Islam saat ini kosong dari seorang Khalifah yang menyatukan barisan kaum Muslim, menerapkan hukum-hukum Allah di tengah mereka, memimpin mereka berjihad di jalan Allah, dan menaungi mereka dengan panji Rasulullah, panji (Lailaha illallah Muhammadur Rasulullah).
Sesungguhnya negeri-negeri Islam telah terpecah-belah menjadi lebih dari lima puluh lima negara, alih-alih menjadi satu negara yang dipimpin oleh satu orang Khalifah. Akibatnya, umat ini menjadi lemah setelah sebelumnya kuat, dan menjadi hina setelah sebelumnya mulia.
Sesungguhnya negeri-negeri Islam kini dikendalikan oleh kaum kafir penjajah dengan tentara mereka seperti di Afganistan dan Irak, atau dengan menyebarkan pangkalan-pangkalan militer mereka seperti di Semenanjung Arab, Teluk, Pakistan, dan Uzbekistan, atau melalui bentuk-bentuk pengaruh lainnya, baik politik, ekonomi, maupun budaya, sebagaimana yang terjadi di negeri-negeri Muslim lainnya. Semua ini terjadi dengan keridaan dan penerimaan dari para penguasa Muslim yang menjadi antek bagi kaum kafir penjajah, bahkan terkadang tanpa perlu keridaan atau penerimaan dari para penguasa tersebut.
Sesungguhnya negeri-negeri Islam telah menjadi jarahan bagi setiap orang yang tamak. Kekayaannya disimpan di bank-bank Barat untuk membangun ekonomi mereka dan menambah kekayaan orang-orang kaya mereka, sementara masyarakat Muslim pada umumnya terpuruk dalam kemiskinan di atas kemiskinan. Padahal, mereka memiliki kekayaan yang melimpah dan sumber daya yang banyak, namun yang menikmatinya justru kaum kafir penjajah dan segelintir antek di negeri-negeri Muslim. Kaum Muslim selaku pemilik kekayaan justru dilarang menikmatinya padahal kekayaan itu ada di hadapan mereka. Kondisi mereka laksana syair:
Laksana unta di padang pasir yang mati kehausan Padahal air dipikul di atas punggungnya
Wahai kaum Muslim yang berkumpul di negeri Barat:
Sesungguhnya negeri-negeri Islam dahulunya adalah mercusuar dunia dan obor hidayah bagi umat manusia. Kaum Muslim sebagai penduduknya telah memenuhi pendengaran dan penglihatan dunia selama tiga belas abad atau lebih. Mereka adalah sebaik-baik umat yang dilahirkan untuk manusia. Jika mereka berucap, ucapan mereka menggema di seluruh penjuru dunia, dan jika mereka bertindak, tindakan mereka menciutkan nyali di hati orang-orang kafir. Mereka kuat karena Rabb mereka, mulia karena din mereka. Khalifah mereka pernah menyapa awan seraya berkata, "Pergilah dan turunkan hujanmu di mana pun yang dikehendaki Rabb-mu, karena sesungguhnya engkau pasti akan menurunkan hujan di sepetak tanah Islam yang bernaung di bawah kekuasaan Islam." Cukuplah satu teriakan minta tolong dari seorang wanita Muslimah yang dizalimi musuh, mampu menggerakkan Khalifah untuk memimpin pasukan guna menghancurkan benteng-benteng musuh dan membalaskan dendam wanita tersebut terhadap orang yang menzaliminya, sehingga kemuliaan dan kehormatannya kembali.
Dahulu, negeri-negeri Islam, umat Islam, dan Daulah Islam adalah tempat perlindungan bagi orang yang dizalimi dan benteng bagi orang yang lemah. Bukan hanya bagi individu rakyatnya saja, melainkan juga bagi negara-negara di luar penganut Islam yang merasa lemah dan terancam agresi. Mereka tidak menemukan tempat lain selain Sultan kaum Muslim untuk dimintai bantuan dan pertolongan. Permintaan bantuan Prancis kepada Sultan kaum Muslim pada abad ke-16 untuk menyelamatkan rajanya dari tawanan musuh adalah peristiwa yang masyhur, di mana Sultan kaum Muslim saat itu, Sulaiman al-Qanuni, mengabulkan permintaan mereka dan menyelamatkan raja mereka.
Wahai kaum Muslim yang berkumpul di negeri Barat:
Kini telah tiba masanya kembalinya Khilafah yang mengikuti metode kenabian sekali lagi. Sesungguhnya kalian memiliki saudara-saudara di negeri-negeri Islam yang menyambung malam dengan siang mereka, bekerja dengan kekuatan dan tekad baja untuk melanjutkan kembali kehidupan Islam dengan menegakkan Daulah Khilafah Rasyidah yang telah dijanjikan oleh Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, dan yang telah dikabarkan gembira oleh Rasul-Nya ﷺ.
Sesungguhnya kalian memiliki saudara-saudara di negeri-negeri Islam, yaitu para syabab Hizbut Tahrir. Mereka bergegas dan mempercepat langkah untuk mencapai tujuan mereka. Tidak membahayakan mereka orang-orang yang menyelisihi mereka, tidak pula kaum kafir penjajah dan antek-anteknya yang mengejar mereka dengan penjara dan penyiksaan yang berujung pada syahadah, sebagaimana yang terjadi di penjara-penjara para thaghut, khususnya thaghut Uzbekistan. Syuhada terakhir di tangan-tangan kriminalnya adalah (Arif Ashanov). Meski demikian, kekuatan syabab Hizb tidak pernah kendur dan tekad mereka tidak pernah melemah. Sebaliknya, mereka semakin kuat setiap kali krisis semakin hebat, dan mereka senantiasa menanti fajar menyingsing setiap kali kegelapan malam semakin pekat. Dalam semua itu, mereka merasa tenang dengan pertolongan Allah dan kemenangan yang nyata.
Kaum kafir dan antek-antek mereka telah mengerahkan segala upaya untuk menyebarkan sekularisme di negeri-negeri Muslim dan memisahkan Islam dari kehidupan. Mereka membolehkan ibadah atau sebagian darinya, namun melarang urusan muamalah, sanksi hukum (uqubat), pemerintahan, politik, dan jihad. Mereka mengatakan bahwa ini adalah hukum-hukum yang diambil dari agama (atau hampir seperti itu), sementara itu adalah hukum-hukum yang tidak ada hubungannya dengan agama. Mereka memisahkan antara keduanya. Maka, saudara-saudara kalian di negeri-negeri Islam telah membulatkan tekad agar ikatan hukum-hukum Islam itu kembali menyatu. Sehingga, takbir seorang yang salat akan beriringan dengan takbir seorang mujahid dalam jihadnya (Takbir!). Kebahagiaan orang yang berpuasa saat berbuka akan bertemu dengan kebahagiaan seorang prajurit saat kemenangannya. Dan gema takbir kaum Muslim di atap-atap rumah mereka untuk merayakan kembalinya Khilafah dan kemuliaan mereka akan membahana, sebagaimana gema takbir kaum Muslim di tempat-tempat salat mereka saat menyambut hari raya (Takbir!).
Wahai kaum Muslim yang berkumpul di negeri Barat:
Hari ini aku menyampaikan salam kepada kalian dari kejauhan pada hari pembukaan konferensi kalian yang agung ini. Besok, dengan izin Allah, konferensi kalian akan dibuka oleh utusan Khalifah, duta besar Daulah Islamiyah di negeri Barat. Hari ini aku mengingatkan kalian akan janji Allah dan kabar gembira dari Rasul-Nya tentang kembalinya Khilafah Rasyidah. Besok, utusan Khalifah akan mengingatkan kalian akan karunia dan anugerah Allah atas terwujudnya pertolongan-Nya dan kemuliaan tentara-Nya. Hari ini aku mengingatkan kalian bahwa kalian adalah bagian dari Umat Islam, maka janganlah kalian terpisah darinya. Urusannya adalah urusan kalian, dan dakwahnya adalah dakwah kalian. Maka embanlah dakwah itu di mana pun kalian berada, karena kalian adalah bagian umat yang terdepan di negeri Barat. Besok, utusan Khalifah akan mengingatkan kalian bahwa kalian adalah mata-mata umat terhadap musuh-musuhnya, barisan terdepan umat dalam mengemban panjinya, dan para pelopor kemenangan dalam waktu dekat.
Wahai kaum Muslim yang berkumpul di negeri Barat:
Genggamlah tangan kalian erat-erat secara bersama-sama, dan tegakkanlah kepala kalian tinggi-tinggi. Kalian adalah bagian dari umat yang agung, sebaik-baik umat yang dilahirkan untuk manusia. Bertakbirlah bersama, dan tinggikanlah suara kalian bersama. Allah beserta kalian dan Dia tidak akan mengurangi pahala amal-amal kalian. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
26 Jumadil Akhir 1424 H 24/08/2003 M
Saudara Kalian Atha’ bin Khalil Abu ar-Rasytah Amir Hizbut Tahrir