Beranda Tentang Artikel Tanya Syekh
Politik

Jawab Soal: Pertempuran Bersenjata di Sudan dan Dampaknya terhadap Konflik Politik

April 25, 2023
3144

Pertanyaan:

Sky News Arabia memublikasikan di situsnya bahwa Amerika telah mengevakuasi diplomatnya pada Minggu pagi, 23/04/2023 (Presiden AS Joe Biden mengumumkan pada Minggu pagi evakuasi diplomat negaranya dari Sudan, yang telah menyaksikan bentrokan sengit selama berhari-hari... Biden mengatakan dalam sebuah pernyataan: "Hari ini (Minggu) atas perintah saya, militer AS melakukan operasi untuk mengeluarkan personel pemerintah AS dari Khartoum")... Arabi21 juga memublikasikan di situsnya pada 23/04/2023 (Tentara Sudan tidak memberikan komentar atas operasi evakuasi diplomat Amerika tersebut, namun menyatakan dalam pernyataan sebelumnya bahwa Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan China akan mengevakuasi para diplomat dan warga negara lainnya dari Khartoum, serta menambahkan bahwa mereka "diperkirakan akan segera memulainya"). Apakah evakuasi ini menunjukkan bahwa pertempuran akan terus berlanjut? Apa penjelasan di baliknya, terutama karena Al-Burhan dan Hemedti adalah antek Amerika? Ataukah salah satu dari mereka mulai condong ke Inggris dan Eropa sehingga terjadi pertempuran ini? Lalu, apa solusi yang diharapkan di akhir pertempuran ini? Terima kasih.

Jawaban:

Agar jawaban menjadi jelas, mari kita tinjau peristiwa-peristiwa tersebut sejak Dokumen Konstitusi dan kudeta militer terhadapnya:

Pertama: Tahap Dokumen Konstitusi:

  1. Antek-antek Amerika (Dewan Militer) dikendalikan oleh apa yang disebut "Dokumen Konstitusi" bersama antek-antek Inggris dan Eropa (Komponen Sipil). Dokumen tersebut ditandatangani oleh kedua pihak pada 17/08/2019, kemudian waktunya diubah setelah Perjanjian Juba yang ditandatangani pada 03/10/2020 M, sehingga durasinya menjadi 51 bulan, di mana pihak sipil seharusnya mulai memimpin pada November 2021... Karena dokumen ini mencabut banyak pusat kekuasaan dari Komponen Militer ke Komponen Sipil, dan hal ini tidak memuaskan Al-Burhan serta Hemedti, maka sekitar dua bulan sebelum waktu serah terima kekuasaan kepada Komponen Sipil sebagaimana tercantum dalam dokumen tersebut, diumumkanlah penemuan upaya kudeta. Dari siapa? Dari salah satu orang mereka yang belum genap lima hari kembali dari pengobatan: (Menteri Pertahanan Sudan, Mayor Jenderal Yassin Ibrahim, mengumumkan penggagalan upaya kudeta yang dipimpin oleh Mayor Jenderal Abdel Baqi Bakrawi, bersama 22 perwira lainnya dengan berbagai pangkat serta bintara dan prajurit... BBC 21/09/2021).

  2. Dengan mencermati upaya kudeta ini, kita menemukan bahwa itu adalah rekayasa, karena (pemimpin upaya kudeta tersebut adalah rekan militer Al-Burhan dalam operasi Bahr al-Jabal dan rekan Shamsuddin Kabbashi di Darfur Barat... Arabi21, 22/09/2021). Mereka ini adalah para pemimpin militer di tentara Sudan dan Dewan Kedaulatan, yang berarti orang ini sangat dekat dan dipercaya oleh para antek senior Amerika di kepemimpinan tentara. Oleh karena itu, upaya kudetanya bukanlah sungguhan, melainkan perkara yang telah diatur antara dia dan kepemimpinan untuk tujuan menata ulang kekuasaan sebelum tiba waktu serah terima kepemimpinan Dewan Kedaulatan kepada warga sipil... Segera setelah itu (Tentara Sudan menangkap Perdana Menteri Abdalla Hamdok dan sebagian besar anggota pemerintahannya serta banyak pejabat dan pekerja di sektor media pada Senin pagi di tengah pembicaraan tentang kudeta militer yang sedang berlangsung... Al-Jazeera 25/10/2021). Kantor Hamdok yang ditahan mengumumkan (apa yang terjadi merupakan pengoyakan terhadap Dokumen Konstitusi dan kudeta penuh terhadap capaian revolusi... Al-Jazeera 25/10/2021).

  3. Dengan demikian, jelaslah bahwa kesepakatan yang dibuat pada tahun 2019 antara warga sipil dalam Kekuatan Kebebasan dan Perubahan (Forces of Freedom and Change) dengan Dewan Militer adalah jebakan yang dipasang oleh Dewan Militer dan Amerika di belakangnya terhadap kekuatan-kekuatan ini, dengan menjadikan kepemimpinan pertama Dewan Kedaulatan berada di tangan militer dan yang kedua di tangan sipil. Kekuatan Kebebasan dan Perubahan diberikan ilusi bahwa mereka akan diserahkan kepemimpinan dewan, yakni pemerintahan Sudan setelah 21 bulan pertama. Jika hal itu mungkin terjadi, maka antek-antek Inggris dan Eropa akan mampu melakukan perubahan luas yang menyentuh kepemimpinan tentara dan pendanaannya dengan cara yang mengancam pengaruh Amerika di Sudan, dan ini tidak akan diizinkan oleh Amerika...

Setelah itu, tersebar di tengah masyarakat bahwa masalah kudeta tersebut adalah perkara yang dirancang pada malam hari oleh Al-Burhan dan Hemedti untuk menghancurkan Dokumen Konstitusi... Akibatnya, orang-orang turun ke jalan, sebagian dengan ikhlas dan sebagian lagi atas dorongan Komponen Sipil, dan hal ini berlangsung selama berhari-hari bahkan berbulan-bulan...

Kedua: Tahap Kesepakatan Kerangka Kerja (Framework Agreement):

Setelah terbongkarnya masalah kudeta sebelumnya dan meluasnya aksi-aksi di jalanan... dimulailah tahap lain untuk mengelabui Komponen Sipil, di mana pembicaraan dimulai antara Komponen Militer dan Sipil hingga ditandatanganinya Kesepakatan Kerangka Kerja (Framework Agreement) pada 05/12/2022. Disebutkan dalam Jawab Soal pada 11/12/2022 (...perjanjian tersebut dalam bagian keduanya menyatakan "penyerahan otoritas transisi kepada otoritas sipil penuh... negara memiliki presiden dengan tugas seremonial... kemudian tingkat eksekutif yang dipimpin oleh perdana menteri sipil..." Perjanjian ini juga menyatakan bahwa "tentara menjauh dari politik dan dari menjalankan kegiatan ekonomi, perdagangan, dan investasi, serta bahwa Pasukan Dukungan Cepat (Rapid Support Forces/RSF) dan pasukan gerakan bersenjata diintegrasikan ke dalam tentara sesuai dengan pengaturan yang disepakati kemudian dalam komisi integrasi dan demobilisasi dalam rencana reformasi keamanan dan militer... dst"). Perjanjian tersebut mengharuskan penandatanganan final pada 06/04/2023 dan pembentukan pemerintahan sipil pada 11/04/2023. Di sini, segala sesuatunya berlanjut sebagai berikut:

  1. Pada hari yang sama, 06/04/2023, yang seharusnya menjadi waktu penandatanganan konstitusi transisi dan 5 hari sebelum pembentukan pemerintahan transisi pada 11/04/2023, Asisten Sekretaris Negara AS untuk Urusan Afrika, Molly Phee, melakukan panggilan telepon dengan Hemedti dan juru bicara proses politik, Khalid Omar Youssef. (Molly menelepon Wakil Ketua Dewan Kedaulatan sekaligus Komandan RSF "Hemedti" dan juru bicara proses politik Khalid Omar, beberapa hari setelah panggilannya kepada Ketua Dewan Kedaulatan dan Komandan Militer Al-Burhan... Sudan Tribune 06/04/2023.)

  2. Arabi Post memublikasikan di situsnya pada 19/04/2023 mengutip surat kabar Amerika New York Times, Rabu 19 April 2023, mengenai informasi terbaru tentang jam-jam pertama bentrokan 15/04/2023 (malam Sabtu, 14 April, menyaksikan sesi negosiasi antara kedua pihak "Al-Burhan dan Hemedti" dengan kehadiran utusan asing, di mana janji-janji diberikan dan konsesi dibuat, sebelum mereka makan malam bersama di rumah salah satu pemimpin militer senior... Arabi Post 19/04/2023).

  3. Setelah itu, pecahlah bentrokan sengit yang tiba-tiba pada hari Sabtu, 15 April 2023 antara tentara dan RSF, yang merupakan pukulan baru bagi harapan transisi kekuasaan kepada warga sipil, yakni kekuatan sipil yang loyal kepada Inggris... Dengan demikian, konflik politik yang berlangsung di Sudan antara Komponen Militer yang loyal kepada Amerika dan Komponen Sipil yang loyal kepada Inggris, berubah menjadi ranah militer antara Al-Burhan dan Hemedti! Kami telah katakan dalam Jawab Soal pada 19 Maret 2023 [("Oleh karena itu, Komponen Militer (Al-Burhan dan Hemedti) mengendalikan penundaan implementasi dengan dalih ketidaksepakatan mereka mengenai integrasi, sampai kondisi dan suasana menjadi tepat untuk mengubah perjanjian dan membersihkannya dari pengaruh nyata Komponen Sipil di dalamnya. Inilah makna kata 'segera' yang terdapat dalam ucapan Al-Burhan ('bahwa negara sedang berjalan di jalan pembentukan pemerintahan sipil, dan memperkirakan pembentukan pemerintahan sipil segera... Al-Ittihad 19/03/2023 M'). Maka Kesepakatan Kerangka Kerja dilaksanakan sesuai dengan persyaratan Komponen Militer, sehingga kata 'segera' itu bisa berarti waktu pelaksanaan yang dekat atau lama! Jika hal itu tidak memungkinkan bagi mereka, maka tidak tertutup kemungkinan adanya upaya untuk membatalkan Kesepakatan Kerangka Kerja dengan merekayasa kesulitan integrasi RSF ke dalam tentara karena ketidaksepakatan Al-Burhan dan Hemedti, yakni mengulangi skenario pembatalan Dokumen Konstitusi dengan gaya penyutradaraan yang baru...")] Selesai kutipan dari Jawab Soal.

  4. Kekuatan politik oposisi mulai memohon kepada tentara dan RSF untuk menghentikan pertempuran antara kedua belah pihak. Padahal, kekuatan-kekuatan ini sebelumnya menentang tentara dan menentang RSF, namun sekarang mereka justru menyeru keduanya untuk menghentikan pertempuran dan melupakan tuntutan politik mereka untuk menjauhkan kedua belah pihak dari kehidupan politik dan membentuk pemerintahan sipil sebagaimana yang selalu mereka suarakan. Maka ("pernyataan dari Kekuatan Kebebasan dan Perubahan Dewan Pusat menyerukan kepada kepemimpinan angkatan bersenjata dan Pasukan Dukungan Cepat untuk mengedepankan kebijaksanaan dan segera menghentikan konfrontasi militer serta kembali ke meja perundingan, dan bahwa pilihan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang menggantung adalah dengan menanganinya secara damai melalui solusi damai"... Al-Jazeera 16/04/2023). Demikianlah, oposisi telah diganti dengan oposisi lain; kekuatan oposisi politik tidak lagi menjadi kekuatan oposisi, melainkan menjadi kekuatan rekonsiliasi antara kepemimpinan tentara dan kepemimpinan oposisi buatan, yaitu RSF!

  5. Pernyataan Departemen Luar Negeri AS mengatakan "bahwa Blinken menekankan kebutuhan mendesak untuk mencapai gencatan senjata guna memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan kepada mereka yang terkenak dampak pertempuran... Sky News 18/04/2023). Dia menginginkan gencatan senjata, bukan mengakhiri pertempuran, dan kedua pihak segera menanggapi seruan Amerika tersebut. Tentara mengumumkan melalui anggota Dewan Kedaulatan Transisi, Shamsuddin Kabbashi, bahwa ("Dewan Kedaulatan menyetujui gencatan senjata selama 24 jam mulai Selasa malam"... Al-Arabiya 18/04/2023) dan RSF menyetujui gencatan senjata yang diminta oleh Amerika melalui Menteri Luar Negerinya, Antony Blinken, kepada kedua belah pihak. Pernyataan RSF menyebutkan: ("Berdasarkan komunikasi dengan Tuan Antony Blinken, Menteri Luar Negeri AS, dan upaya negara-negara saudara serta sahabat yang menyeru kami untuk gencatan senjata guna membuka jalur aman bagi warga sipil dan mengevakuasi korban luka, kami menyatakan di pihak kami persetujuan atas gencatan senjata yang diusulkan selama 24 jam"... Al-Rakoba Sudan 18/04/2023). Hal ini membuktikan bahwa Al-Burhan dan Hemedti mengikuti Amerika dan dengan cepat melaksanakan perintah Amerika. Jika Amerika meminta mereka untuk menghentikan pertempuran secara total dan serius, mereka akan menghentikannya. Namun, Amerika hanya meminta gencatan senjata selama 24 jam. Artinya, Amerika mengizinkan mereka untuk terus bertempur...

  6. Surat kabar Asharq Al-Awsat milik Saudi pada 19/04/2023 mengutip seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS yang meminta namanya tidak disebutkan, yang mengatakan: ("Bahwa Departemen Luar Negeri AS telah membentuk kelompok kerja yang menangani konflik militer di Sudan untuk mengawasi perencanaan, manajemen, dan logistik departemen terkait peristiwa di Sudan". Dia menambahkan bahwa "fokus kami sekarang adalah mencapai gencatan senjata segera"). Dia juga berkata: ("Kami terus menekan RSF dan Angkatan Bersenjata Sudan untuk menyetujui gencatan senjata selama 24 jam dan menyerukan keduanya untuk menjamin komitmen dari semua pasukan"... Asharq Al-Awsat 19/04/2023). Hal ini menegaskan bahwa orang-orang Amerikalah yang mengelola konflik antara kedua pihak, dan mereka tidak ingin menghentikannya secara total saat ini sampai mereka menghabiskan tujuan-tujuan mereka darinya.

  7. Biden mengatakan dalam sebuah pernyataan: ("Hari ini, Minggu, atas perintah saya, militer AS melakukan operasi untuk mengeluarkan personel pemerintah AS dari Khartoum"... Biden juga berterima kasih kepada Djibouti, Ethiopia, dan Arab Saudi, memuji "bantuan krusial mereka bagi keberhasilan operasi kami"... Sebelumnya, Pasukan Dukungan Cepat, salah satu pihak yang berkonflik di Sudan, mengumumkan pada Minggu pagi evakuasi para diplomat Amerika dan keluarga mereka dari Kedutaan Besar AS di Khartoum, berkoordinasi dengan Amerika Serikat. Kemudian, jaringan berita CNN mengungkapkan bahwa "semua diplomat Amerika dan anggota keluarga mereka sedang dalam perjalanan dengan aman ke luar Sudan, menggunakan pesawat militer AS".. Ia menambahkan bahwa "Kedutaan Besar AS di Khartoum telah ditutup dengan perginya para diplomat"... Sky News Arabia 23/04/2023). Arabi21 pada 23/04/2023 juga menayangkan di situsnya pernyataan Presiden AS Joe Biden mengenai evakuasi tersebut dan menambahkan: (Tentara Sudan tidak memberikan komentar atas operasi evakuasi diplomat Amerika tersebut, namun menyatakan dalam pernyataan sebelumnya bahwa Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan China akan mengevakuasi para diplomat dan warga negara lainnya dari Khartoum, serta menambahkan bahwa mereka "diperkirakan akan segera memulainya"...) Semua itu dilakukan untuk memberi gambaran tentang eskalasi pertempuran...

  8. Gencatan senjata 72 jam diumumkan oleh Amerika mulai Selasa malam 25/04/2023: (Blinken mengatakan dalam sebuah pernyataan "Menyusul negosiasi intensif selama 48 jam terakhir, Angkatan Bersenjata Sudan dan Pasukan Dukungan Cepat setuju untuk melaksanakan gencatan senjata di seluruh negeri mulai tengah malam 24 April, dan berlangsung selama 72 jam." Dia menambahkan "Selama periode ini, Amerika Serikat mendesak Angkatan Bersenjata Sudan dan Pasukan Dukungan Cepat untuk mematuhi gencatan senjata secara segera dan penuh"... Al-Jazeera Mubasher 25/04/2023).

Dengan merenungkan peristiwa-peristiwa pada tahap Kesepakatan Kerangka Kerja ini, tampak jelas bahwa Amerika mengendalikan gencatan senjata, mengelola peristiwa, dan meledakkan konflik militer di antara kedua anteknya... Maka bentrokan yang terjadi hari ini antara tentara Sudan dan RSF memindahkan konflik politik di Sudan secara tajam ke arena baru, arena yang dirancang oleh Amerika untuk menjauhkan antek-antek Inggris dan Eropa dari pusat kekuasaan yang efektif. Dengan demikian, Amerika mengendalikan pihak-pihaknya, dan ia tidak peduli dengan jumlah korban tewas dan luka-luka, serta tidak peduli dengan hancurnya Sudan dan peralatan militernya. Ini adalah hal terakhir yang dipikirkan Amerika, karena yang penting baginya adalah memonopoli Sudan sehingga Inggris dan Eropa tidak menyainginya...

Ketiga: Adapun apakah Inggris dan Eropa berdiri di belakang upaya kudeta Hemedti terhadap Al-Burhan, maka ini sangat kecil kemungkinannya. Hal-hal berikut menunjukkan hal itu:

  1. Antek-antek Amerika di kawasan tersebut terus berkomunikasi dengan kedua pihak yang berkonflik. Jika Amerika mengetahui bahwa Hemedti telah berpihak pada Inggris dan Eropa, tentu ia akan mendorong antek-anteknya untuk mendukung tentara Sudan sebagai institusi militer nasional yang sah, dan akan menyerukan RSF untuk menyelesaikan masalah legitimasinya dengan tentara, yakni mencabut legitimasinya. Arab Saudi telah berkomunikasi dengan kedua belah pihak, dan hari ini saluran Al-Jazeera mengutip Menteri Luar Negeri Mesir bahwa ia berkomunikasi dengan kedua belah pihak di Sudan (Al-Burhan dan Hemedti).

  2. Menteri Luar Negeri AS berkomunikasi dengan kedua belah pihak dan menyeru mereka untuk melakukan gencatan senjata, (Komandan RSF Sudan Mohamed Hamdan Dagalo mengatakan dalam serangkaian cuitan "Kami menunggu diskusi lebih lanjut dengan Menteri Luar Negeri AS tentang cara menangani pelanggaran-pelanggaran ini". Al-Jazeera Net, 18/04/2023). Dan (gencatan senjata dicapai setelah komunikasi Menteri Luar Negeri AS dengan komandan militer Abdel Fattah Al-Burhan, dan komandan RSF Mohamed Hamdan Dagalo (Hemedti), serta permintaan gencatan senjata kemanusiaan kepada mereka. Al-Jazeera Net, 18/04/2023).

  3. Seandainya RSF melakukan kudeta untuk kepentingan orang-orang Eropa, niscaya Kekuatan Kebebasan dan Perubahan akan berada di pihaknya, terutama karena mereka menyerukan pagi dan sore hari agar militer pergi dan menyerukan pemerintahan sipil, yang berarti mereka menentang tentara dan komandannya, Al-Burhan, secara terbuka bahkan sebelum pecahnya bentrokan saat ini. Namun, kekuatan-kekuatan ini justru menyerukan gencatan senjata segera, artinya mereka tidak menunjukkan keberpihakan meskipun ada sesumbar dari Hemedti bahwa demokrasi adalah apa yang mendorongnya memerangi Al-Burhan, (Kekuatan Kebebasan dan Perubahan di Sudan menyerukan kepada kepemimpinan tentara dan RSF untuk segera menghentikan konfrontasi militer dan kembali ke meja perundingan... surat kabar Asharq, 16/04/2023).

Dari sini jelaslah bahwa kekuatan yang berafiliasi dengan Eropa di Sudan terkejut dengan bentrokan ini dan tidak menyatakan dukungan kepada satu pihak terhadap pihak lainnya. Dengan demikian, gugurlah kecurigaan tentang keberpihakan Hemedti kepada Inggris, melainkan ia tetap seperti Al-Burhan, yaitu sebagai antek Amerika...

Keempat: Adapun kesimpulannya adalah:

  1. Bahwa bentrokan yang terjadi hari ini antara tentara Sudan dan RSF adalah bentrokan yang dikelola oleh Amerika, baik dalam pertempuran maupun gencatan senjata, untuk memindahkan konflik politik di Sudan secara tajam ke arena baru. Arena ini dirancang oleh Amerika untuk menjauhkan antek-antek Inggris dan Eropa dari pusat konflik, sehingga Amerika dapat mengendalikan pihak-pihaknya, dan ia tidak peduli dengan jumlah korban tewas dan luka-luka serta kehancuran Sudan dan alutsistanya...

  2. Amerika ingin pengaruhnya berlanjut di Sudan tanpa disaingi oleh Eropa, dan ia memiliki preseden dalam hal ini, di mana pengaruhnya berlanjut selama sekitar 30 tahun di era Bashir... Ketika Amerika ingin menyingkirkannya, ia mendatangkan orang-orang yang diciptakan oleh Bashir sendiri seperti Hemedti dan orang-orang yang bekerja dengannya seperti Al-Burhan... Ketika orang-orang Inggris dalam Kekuatan Kebebasan dan Perubahan bergerak melawan orang-orang Amerika, Amerika merangkul mereka dengan tipu daya karena kebodohan mereka melalui Dokumen Konstitusi kemudian Kesepakatan Kerangka Kerja.

  3. Adapun apakah Inggris berhasil masuk ke salah satu dari kedua orang itu (Hemedti) sehingga terjadi bentrokan militer? Tidak ada indikasi akan hal itu, bahkan sebaliknya, kedua orang itu tunduk pada perintah Amerika sebagaimana yang kami kuatkan dan jelaskan sebelumnya.

  4. Mengenai apa yang diharapkan dari kelanjutan bentrokan ini dan hasilnya, sebagaimana yang telah kami sebutkan, tujuannya adalah untuk menyingkirkan antek-antek Inggris (Komponen Sipil dari Kebebasan dan Perubahan serta lainnya). Meskipun hal ini telah atau hampir terjadi, namun preseden kudeta terhadap Dokumen Konstitusi dan terbongkarnya hal itu di mata rakyat membuat Amerika dan para pembantunya kali ini memperpanjang durasi konflik sampai batas tertentu, namun dalam bentuk serangan dan mundur (kar wa farr) dan bukan penyelesaian cepat, guna mencapai salah satu hal berikut:

    a. Jika Amerika melihat bahwa yang terbaik baginya adalah mengadakan kesepakatan baru antara kedua anteknya, Al-Burhan dan Hemedti, maka ia akan mengadakannya. Dengan demikian, ia mendorong Kesepakatan Kerangka Kerja dengan kekuatan-kekuatan yang berafiliasi dengan Eropa ke belakang, sehingga kekuatan-kekuatan itu menjadi marjinal di hadapan antek-antek Amerika yang sedang merancang realitas baru di Sudan...

    b. Jika tidak memungkinkan untuk mendorong mundur kekuatan yang loyal kepada Eropa, maka Amerika tidak peduli dengan pembagian Sudan setelah sebelumnya memisahkan Selatan darinya. Ia akan memisahkan wilayah Barat dan Darfur serta mengangkat Hemedti sebagai pemimpinnya, karena kendalinya di wilayah-wilayah tersebut cukup kuat... terutama karena ia menguasai tambang emas di sana.

    c. Jika kekuatan-kekuatan yang berafiliasi dengan Eropa itu berbaris di belakang salah satu antek Amerika (Hemedti misalnya) sebagai bentuk manuver... maka Amerika mungkin akan meminta antek tersebut untuk menyingkir dan menyerahkan kendali kepada antek lainnya guna memimpin eskalasi militer di Sudan demi menggagalkan barisan tersebut...

Kelima: Demikianlah, jelas bahwa para antek seperti halnya tuan-tuan mereka tidak memedulikan urusan rakyat dan keamanan mereka. Mereka hanya peduli untuk duduk di kursi kekuasaan sementara para tuan mengendalikan mereka. Mereka bertindak dan meneror keamanan rakyat di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, di saat orang-orang sedang menantikan Idul Fitri untuk saling bertukar ucapan selamat dan berkunjung... Para pembunuh kriminal itu melakukan penumpahan darah dan kehancuran, serta mengurung orang-orang di rumah-rumah mereka dan menghentikan pekerjaan mereka. Semua itu demi memuaskan musuh-musuh Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang mukmin... Maka tidak ada pilihan bagi rakyat kecuali menolak kedua pihak, baik antek-antek Amerika maupun antek-antek Inggris, serta bekerja untuk menjatuhkan mereka dan menolong orang-orang yang ikhlas dan sadar dari putra-putra Sudan, yaitu pemuda-pemuda Hizbut Tahrir yang mengemban proyek Daulah Khilafah Rasyidah yang mengikuti manhaj kenabian. Mereka menyeru kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, sehingga mereka dapat menyelamatkan negeri ini dari seluruh antek, membangkitkannya, serta menjaganya dari fragmentasi dan pembagian, sehingga Allah akan merahmati dan memuliakan mereka.

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللهُ إِنَّ اللهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

"Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka adalah menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana." (QS. at-Tawbah [9]: 71)

5 Syawal 1444 H 25/04/2023 M

Bagikan Artikel

Bagikan artikel ini dengan jaringan Anda