** (Seri Jawaban Ulama Atha' bin Khalil Abu al-Rashtah, Amir Hizbut Tahrir, atas Pertanyaan Para Pengunjung Halaman Facebook Beliau)**
Kepada Mohamed Ali Bouazizi
Pertanyaan:
Assalamu’alaikum, Syekh kami yang mulia.
Disebutkan dalam kitab Ajhizah Dawlah al-Khilafah (Struktur Negara Khilafah), tepatnya pada paragraf pembatasan calon, hal. 31:
"...Kemudian Abdurrahman mendiskusikan lima orang yang tersisa dan membatasi mereka menjadi dua orang, yaitu Ali dan Utsman... Setelah itu, beliau menghimpun pendapat masyarakat dan keputusan akhir menetapkan Utsman sebagai Khalifah." Dan pada hal. 33 disebutkan: "...Maka panggilkanlah Ali dan Utsman kepadaku..." kemudian beliau memegang tangan Ali. Mengapa Ali (yang dipanggil pertama), padahal Utsman telah ditetapkan untuk jabatan Khilafah? Saudaramu, Bouazizi.
Jawaban:
Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh.
Apa yang menjadi jelas bagi Abdurrahman bin Auf adalah bahwa masyarakat menginginkan Ali jika ia memutuskan suatu perkara yang diajukan kepadanya dengan hukum yang sama dengan hukum yang diputuskan oleh Abu Bakar dan Umar—jika perkara semacam itu pernah terjadi di masa keduanya. Namun, Ali tidak setuju (lebih memilih berijtihad sendiri), sedangkan Utsman setuju. Pada saat itulah, Utsman ditetapkan sebagai Khalifah...
Jadi, kalimat ("Umar mencalonkan enam orang bagi kaum muslim dan membatasi Khilafah pada mereka agar mereka memilih salah satu di antara mereka sebagai Khalifah. Kemudian Abdurrahman bin Auf mendiskusikan lima orang yang tersisa dan membatasi mereka pada dua orang: Ali dan Utsman, setelah anggota yang lain mewakilkannya. Setelah itu, beliau menghimpun pendapat masyarakat dan keputusan akhir menetapkan Utsman sebagai Khalifah.") tidak berarti bahwa Utsman telah ditetapkan sebagai Khalifah selama masa konsultasi (istisharah). Melainkan, ia ditetapkan sebagai Khalifah ketika Ali menolak (syarat tersebut) dan Utsman menerimanya.
Tampaknya ada kerancuan pada diri Anda karena Anda mengira bahwa huruf 'athaf (kata sambung) di antara kalimat "menghimpun pendapat masyarakat" (istathla'a ra'ya an-naas) dan kalimat "keputusan akhir menetapkan Utsman sebagai Khalifah" (istaqarra ar-ra'yu 'ala 'Utsman khaliifatan), yaitu huruf wawu (dan), menunjukkan urutan waktu yang seketika (fauriyah). Padahal tidak demikian. Huruf 'athaf wawu berfungsi sebagai kata sambung semata (li al-mutlaq al-jam'i). Jika Anda mengatakan "Umar dan Khalid telah datang", bukan berarti mereka datang bersamaan atau segera setelah yang satu tiba. Bisa jadi ada rentang waktu di antara keduanya; yang satu datang sebelum zuhur, dan yang lainnya datang setelahnya.
Demikian pula dengan kalimat tersebut: "menghimpun pendapat masyarakat" mungkin telah selesai dilakukan di malam hari, sedangkan "keputusan akhir menetapkan Utsman sebagai Khalifah" terjadi pada waktu fajar setelah salat, yakni setelah mengajukan pertanyaan kepada Ali dan Utsman.
Untuk memperjelas apa yang terjadi, kami sampaikan sebagai berikut:
"Abdurrahman menghimpun pendapat masyarakat", lalu beliau mendapati bahwa mereka menginginkan Ali jika ia menyetujui syarat mereka, jika tidak maka Utsman jika ia menyetujui syarat tersebut.
Setelah itu, Abdurrahman berkata: "Panggilkanlah Ali dan Utsman kepadaku", lalu beliau menawarkan syarat tersebut kepada Ali namun ia tidak setuju, kemudian menawarkannya kepada Utsman dan ia setuju.
Setelah itu, muncullah hasilnya: "Dan keputusan akhir menetapkan Utsman sebagai Khalifah."
Saya berharap persoalan ini sekarang telah menjadi jelas.
Saudaramu, Atha' bin Khalil Abu al-Rashtah
Link jawaban dari halaman Facebook Amir: Facebook
Link jawaban dari situs web Amir: Amir
Link jawaban dari halaman Google Plus Amir: Google Plus