Jawaban Pertanyaan: Mencari Pertolongan (Thalabun Nushrah), Memberikan Pertolongan (I'thâ'un Nushrah), dan Pertolongan Allah (Nashrullah)
Penjelasan ini menguraikan perbedaan antara aktivitas mencari dukungan kekuatan (*thalabun nushrah*) dan hakikat pertolongan Allah (*nashrullah*) dalam perjuangan dakwah. Dijelaskan pula kepastian tegaknya Khilafah Rasyidah kedua yang akan membawa kemenangan hakiki bagi umat Islam dan menyebarkan risalah Islam ke seluruh penjuru dunia.
Jawaban Pertanyaan: Doa untuk Menghancurkan Entitas Yahudi
Doa adalah senjata orang mukmin, namun dalam perjuangan melawan entitas Yahudi, doa harus dibarengi dengan pengambilan sebab-sebab fisik (asbab) yakni mobilisasi militer. Jawaban ini menekankan bahwa Allah SWT mengabulkan doa dalam berbagai bentuk, namun kemenangan nyata memerlukan amal nyata sesuai dengan metode (thariqah) syar'i.
Jawab Soal: Bergabung dan Terlibat dalam Militer Rezim yang Ada di Negeri-Negeri Islam
Penjelasan hukum syarak mengenai diperbolehkannya bergabung dengan militer atau kepolisian di bawah rezim yang ada saat ini di negeri-negeri Muslim. Tulisan ini merinci batasan antara bekerja untuk pelayanan umum dengan bekerja sebagai pelindung khusus bagi penguasa yang tidak menerapkan Islam.
Jawaban Pertanyaan: Realitas Hizbut Tahrir Setelah Berdirinya Khilafah
Penjelasan mengenai peran Hizbut Tahrir ketika Khilafah telah tegak, di mana ide-ide partai akan diterapkan secara praktis oleh Khalifah yang berasal dari kader partai. Dijelaskan pula mekanisme akuntabilitas (muhasabah) terhadap penguasa agar tetap berjalan sesuai hukum syarak tanpa memberikan hak istimewa kepada anggota partai di atas pundak rakyat.
Jawaban Pertanyaan: Para Duta Besar dalam Islam
Penjelasan mengenai status hukum dan imunitas diplomatik bagi duta besar, baik permanen maupun temporer, dalam naungan Daulah Khilafah berdasarkan hukum syarak. Syekh Atha bin Khalil Abu ar-Rashtah menegaskan bahwa imunitas ini berlaku bagi siapa pun yang memenuhi kriteria sebagai utusan (rasul) sesuai dengan ketentuan as-Sunnah.
Jawaban Pertanyaan: Berbagai Jenis Pabrik di Negara Khilafah Harus Dibangun Berdasarkan Politik Perang
Di dalam negara Khilafah, seluruh pembangunan industri baik skala berat maupun ringan wajib berlandaskan pada politik perang guna menjaga kesiapan jihad yang berkelanjutan. Hal ini memungkinkan setiap fasilitas produksi sipil dapat dialihkan fungsinya secara cepat dan teknis menjadi fasilitas produksi militer saat dibutuhkan oleh negara.
Jawaban Pertanyaan: Memerangi Orang yang Menolak Membayar Zakat - Harta yang Disita dengan Kekuatan Penguasa - Mata Uang Kertas Wajib Saat Berdirinya Khilafah
Penjelasan ini mengklarifikasi perbedaan hukum antara memerangi orang murtad dan kaum pembangkang (*bughat*) yang menolak membayar zakat kepada negara pada masa Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq. Selain itu, dibahas pula ketentuan syariat mengenai harta yang dikuasai melalui penyalahgunaan wewenang serta langkah strategis transisi mata uang kertas menuju sistem moneter berbasis emas dan perak.
Jawab Soal: Bersandar kepada Orang Zalim dan Kaidah Memilih Bahaya yang Lebih Ringan (Akhaf ad-Dararain)
Penjelasan mendalam mengenai larangan syariat untuk bersandar kepada penguasa zalim serta batasan penggunaan kaidah fikih memilih bahaya yang lebih ringan (*akhaf ad-dararain*). Penjelasan ini menegaskan bahwa kaidah tersebut hanya boleh digunakan dalam kondisi keterpaksaan yang tidak bisa dihindari, bukan sebagai alat untuk melegitimasi partisipasi dalam sistem pemerintahan sekuler.
Jawaban Pertanyaan: Negara Adalah Institusi Eksekutif bagi Sekumpulan Mafahim, Maqayis, dan Qana’at
Penjelasan mendalam mengenai definisi negara sebagai institusi eksekutif yang menerapkan sekumpulan pemahaman, standar, dan keyakinan dalam masyarakat. Tulisan ini menguraikan perbedaan antara *mafahim*, *maqayis*, dan *qana’at* serta urgensi masing-masing dalam proses perubahan dan pembangunan negara.
Jawab Soal: Hukum Bergabung dengan Angkatan Bersenjata yang Ada di Negeri-Negeri Muslim
Penjelasan mengenai hukum syara' bergabung dengan kepolisian atau militer di negeri-negeri Muslim dalam naungan rezim saat ini. Jawaban ini merinci batasan keharaman bekerja untuk penguasa yang zalim serta kondisi yang membolehkan tentara untuk tetap bertugas, khususnya dalam konteks jihad melawan kafir harbi dan memberikan dukungan (nusrah) untuk penegakan kembali hukum Allah.
Jawaban Pertanyaan: Dialog Sahabat yang Mulia Rib’i bin ‘Amir dengan Rustam Panglima Persia
Kisah dialog antara sahabat Rib’i bin ‘Amir dan panglima Persia, Rustam, mencerminkan kemuliaan Islam dalam membebaskan manusia dari penyembahan sesama hamba menuju penyembahan kepada Sang Pencipta. Penjelasan ini mengonfirmasi keabsahan riwayat tersebut berdasarkan referensi kitab-kitab sejarah otoritatif seperti Tarikh Ath-Thabari dan Al-Bidayah wan Nihayah.
Jawaban Pertanyaan: Beramal untuk Menegakkan Khilafah Adalah Fardu Kifayah hingga Tegak, maka Berdosalah Setiap Orang yang Tidak Beramal untuk Menegakkannya hingga Khilafah Itu Tegak
Penjelasan mendalam mengenai hukum beramal untuk menegakkan Khilafah sebagai fardu kifayah yang kewajibannya tetap melekat pada setiap Muslim hingga Khilafah benar-benar tegak. Selama Khilafah belum berdiri, setiap Muslim yang tidak terlibat dalam upaya penegakannya akan terus menanggung dosa hingga kewajiban tersebut terlaksana secara nyata.