(Seri Jawaban Ulama Atha’ bin Khalil Abu ar-Rashtah, Amir Hizbut Tahrir, atas Pertanyaan di Halaman Facebook Beliau)
Kepada Abu Ghazi az-Zain
Pertanyaan:
Assalamu’alaikum, bagaimana kabar Anda wahai Amir kami? Kami memohon kepada Allah agar Anda senantiasa dalam limpahan nikmat kesehatan dan kesejahteraan. Kami juga memohon kepada Allah Azza wa Jalla agar senantiasa membimbing Anda pada apa yang Dia cintai dan ridai, serta memantapkan langkah-langkah Anda. Pertanyaan saya adalah:
Dewasa ini banyak orang yang bertanya, ketika Allah menganugerahkan kepada kita berdirinya Daulah Islam, Khilafah berdasarkan metode kenabian (Khilafah ala minhaj al-nubuwwah), bagaimana kita akan bisa memerintah dengan Islam? Padahal kita tahu bahwa Islam harus diterapkan secara sempurna (kaffah) sejak hari pertama. Lantas, apa saja keputusan, prosedur, dan langkah-langkah praktis yang harus diambil segera setelah deklarasi Khilafah Islam? Serta apa peran kami sebagai para pemuda (syabab) dalam kelompok (kutlah) ini di negeri-negeri yang mengelilingi Daulah Khilafah segera setelah deklarasinya kelak, dengan izin Allah Ta'ala?
Semoga Allah membalas kebaikan atas perhatian Anda.
Abu Ghazi dari Tripoli, Syam.
Jawaban:
Wa’alaikumussalam wa rahmatullahi wa barakatuh.
Segala perkara ada waktunya, maka janganlah terburu-buru. Sesungguhnya para syabab secara umum telah dipersiapkan untuk perkara ini. Hal itu dikarenakan ide-ide (fikrah) dan pemahaman-pemahaman (mafahim) Hizb, serta apa yang tertuang dalam kitab-kitabnya baik berupa sistem (anzhimah), konstitusi (dustur), hingga thariqah (metode) yang mereka jalani; semua itu membuat para syabab memiliki kualifikasi untuk mengemban perkara ini dengan izin Allah. Ini adalah gambaran secara umum.
Adapun secara khusus, hal tersebut akan ada pada waktunya insya Allah. Semoga Allah memberkahi Anda atas semangat dan perhatian Anda.
Saudara kalian, Atha’ bin Khalil Abu ar-Rashtah
Link Jawaban dari halaman Facebook Amir