Beranda Tentang Artikel Tanya Syekh
Politik

Jawaban Pertanyaan: Dampak Pemilihan Presiden Amerika Serikat

November 20, 2020
4044

Pertanyaan:

Pemilihan Presiden Amerika Serikat kali ini dibarengi dengan ketegangan antara Presiden Trump dan pesaingnya dari Partai Demokrat, Biden. Kemudian Biden menang sebagaimana diumumkan oleh media berita, namun Trump tidak mengakui hasilnya. Apakah ketegangan yang menyertai pemilihan tersebut akan mereda setelah kemenangan Biden? Dan apakah akan terjadi transisi kekuasaan yang lancar di Washington? Ataukah jalannya peristiwa ini memiliki konsekuensi yang lebih jauh dan berbahaya, baik di dalam maupun luar negeri?

Jawaban:

Hampir semua pihak kali ini sepakat bahwa pemilihan presiden di Amerika ini belum pernah terjadi sebelumnya. Pemilihan ini dibarengi dengan ketegangan yang sangat tinggi. Presiden AS Trump menggambarkan kemungkinan kekalahannya dalam pemilihan hanya mungkin terjadi jika ada kecurangan saja, dan ini dikatakannya beberapa bulan sebelum pemilihan. Kegigihannya untuk mempertahankan jabatan kepresidenan tampak jelas, hingga para politisi di Washington mencari cara bagaimana menghadapi Trump jika ia menolak meninggalkan Gedung Putih! Oleh karena itu, penting untuk menjelaskan kondisi-kondisi yang mendahului pemilihan dan yang mengikutinya, yaitu sebagai berikut:

Pertama: Segera setelah menerima kekuasaan pada 20/01/2017, Trump mulai bertindak secara internal dan eksternal dengan cara yang provokatif dan menarik perhatian:

  1. Secara internal, presiden tidak peduli dengan semua penentangnya. Perubahan melalui pemecatan atau pengunduran diri menjadi ciri khas utama dari pilar-pilar administrasinya. Para menteri dan direktur administrasinya berganti lebih dari sekali dalam kurun waktu empat tahun, dan ia masih berurusan dengan mentalitas yang sama. Ia memecat Menteri Pertahanan Mark Esper pada 09/11/2020, yaitu setelah pengumuman kemenangan Biden dalam pemilihan. Terkait masalah perlakuan rasis polisi Amerika terhadap warga Amerika keturunan Afrika dan demonstrasi sengit yang meletus melawannya, Trump menolak semua seruan untuk memberikan tekanan pada polisi atau mengurangi anggarannya. Pernyataannya membawa aroma rasisme secara tersirat, dan terkadang tersurat. Ia juga melakukan pemotongan pajak besar-besaran bagi perusahaan dengan dalih menciptakan lapangan kerja!

  2. Secara eksternal, ia menyulut perang ekonomi dengan Tiongkok dan memulai era baru bagi Amerika dengan kebijakan perlindungan ekonomi (protectionism). Ia menarik diri dari perjanjian internasional seperti Perjanjian Iklim Paris, kesepakatan perdagangan Amerika Utara (NAFTA), dan menarik diri dari banyak organisasi internasional seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ia mengabaikan sekutunya seperti orang-orang Eropa, di mana ia secara terbuka mendukung Inggris untuk membantu keluarnya mereka dari Uni Eropa dengan menjanjikan perjanjian perdagangan besar. Ia menyerang negara-negara NATO dan meminta mereka meningkatkan belanja militer, dan seterusnya. Demikian pula, ia memperlakukan agen dan antek Amerika di kawasan Dunia Islam dengan sangat hina.

Kedua: Bagaimana Amerika terpecah: Ketika administrasi Trump mulai melakukan manuver-manuver tajam, gejala-gejala dari banyak penyakit muncul di Amerika dan mengapung ke permukaan selama empat tahun masa administrasinya secara jelas:

  1. Presiden Trump sejak kampanye pemilihannya tahun 2016 telah menunjukkan kecenderungan rasis yang dengan cepat mendapat sambutan di kalangan luas. Muncul kelompok-kelompok supremasi kulit putih (white supremacy); kelompok-kelompok ini sudah ada sebelum Trump, namun mereka hidup kembali dan berkembang selama masa pemerintahannya. Polisi "putih" membunuh pria kulit hitam, sehingga Amerika terpecah antara putih dan hitam. Muncul gerakan "Black Lives Matter" sebagai kelompok politik yang berdemonstrasi, memobilisasi massa, dan menyerukan tuntutan serta kesetaraan. Di sisi lain, muncul milisi bersenjata dari kulit putih secara lebih terorganisir dan mulai bersiap untuk melakukan destabilisasi.

  2. Administrasi Trump menunjukkan penghinaan terhadap sekutu-sekutu Eropa, bahkan Menteri Pertahanannya, Mattis, mengumumkan pengunduran dirinya dan menulis dalam suratnya, "Sekutu harus diperlakukan dengan hormat." (Youm7, 21/12/2018).

  3. Presiden AS Trump sejak menjabat tahun 2017 menyerukan kebijakan ekonomi proteksionis, yaitu melindungi ekonomi Amerika dari produk Tiongkok dan Eropa yang membanjiri negaranya, serta menghentikan penutupan pabrik-pabrik karena ketidakmampuan mereka bersaing di bawah perdagangan internasional bebas. Trump hanya melihat dengan satu mata tanpa melihat dengan mata lainnya bahwa ia dengan itu menciptakan musuh-musuh yang ganas di dalam negeri. Perusahaan-perusahaan teknologi termasuk musuhnya yang paling ganas; mereka melawannya dengan kuat, mengeluarkan ribuan karyawannya untuk berdemonstrasi melawannya dalam banyak isu, dan menggunakan senjata kebocoran yang memalukan terhadapnya. Hal itu karena sifat pekerjaan perusahaan-perusahaan ini bersifat global (global), sehingga mereka tidak menginginkan hambatan, dan tidak ingin negara lain memberlakukan hambatan terhadap mereka sebagai balasan atas kebijakan Trump. Ketika Tiongkok mulai mengancam akan memberlakukan hambatan pada perusahaan-perusahaan yang sangat menginginkan pasar Tiongkok yang besar, dan Prancis mulai menuntut mereka membayar pajak atas pendapatan mereka di Prancis, perusahaan-perusahaan tersebut bertekad untuk menyingkirkan Presiden Trump. Mereka menjadi batu penjuru dalam kampanye anti-Trump dan menjadi jantung dari kampanye pemilihan Joe Biden.

  4. Dunia sedang membicarakan kesehatan masyarakat, pencegahan, dan perlindungan orang dari virus korona, sementara Presiden AS dalam pandangan kapitalisnya fokus membicarakan obat, vaksin, persaingan komersial, keuntungan besar bagi produsen obat, dan hak paten. Ia tampak seolah kehilangan pandangan ra'awiyah (pengurusan rakyat). Kemudian Presiden AS menentang penutupan wilayah (lockdown) negara untuk menghadapi virus korona dengan dalih ekonomi. Perang pernyataan yang sengit meletus antara para pemimpin Demokrat di negara bagian dan Presiden Trump mengenai penutupan negara bagian untuk menghadapi virus korona. Trump berada di pihak perusahaan minyak, manufaktur, dan ritel yang ingin menjalankan ekonomi, sementara yang lain, termasuk pimpinan Partai Demokrat, atas dasar oposisi melawannya, berdiri di pihak penutupan ekonomi dengan dalih keadaan panik dan horor yang meluas akibat virus korona. Namun di balik penutupan ekonomi dan di balik mereka yang menyerukannya serta di balik lawan-lawan Trump, berdiri pihak-pihak yang tidak muncul di hadapan publik. Pihak-pihak tersebut adalah perusahaan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence); mereka terus membesar secara terus-menerus, bahkan belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah ekonomi. Ketika virus korona datang dan orang-orang di seluruh dunia duduk di depan layar kecil di rumah mereka dan menghemat pengeluaran lainnya, hal itu berubah menjadi peningkatan modal perusahaan teknologi yang luar biasa. Perusahaan perdagangan elektronik, yang paling terkenal adalah Amazon, laba dan nilai pasarnya melonjak ke tingkat yang tidak terbayangkan. Bahkan salah satu dari mereka (pendiri Amazon) meraup keuntungan enam miliar dolar dalam 24 jam akibat kenaikan nilai pasar perusahaannya. (Raksasa teknologi AS mengumumkan rekor laba besar yang totalnya mencapai 38 miliar dolar pada kuartal ketiga tahun ini. BBC, 30/10/2020). Keuntungan fantastis yang diraih oleh perusahaan Amazon, Apple, Alphabet (pemilik Google), Facebook, perusahaan Elon Musk, dan raksasa teknologi Amerika lainnya ini memicu kemarahan perusahaan-perusahaan yang merugi di bawah bayang-bayang virus korona khususnya, seperti perusahaan minyak dan energi, serta perusahaan pariwisata di mana Presiden AS sendiri berinvestasi mulai dari menaranya di New York hingga resortnya di Florida sampai investasi olahraganya di Inggris yang juga terdampak oleh virus korona.

Ketiga: Pemilihan Amerika dan Kecurangan:

  1. Pemilihan presiden 2020 di Amerika tidak seperti sebelumnya karena pengumuman pemenang tertunda hampir satu minggu. Hal ini disebabkan oleh terus berlanjutnya penghitungan suara melalui surat (mail-in ballots) yang sebagian besar digunakan oleh pemilih Demokrat. Presiden Trump, beberapa bulan sebelum waktu pemilihan, telah menolak pemungutan suara melalui surat dan mengatakan bahwa itu adalah pintu besar bagi kecurangan, dan ia meminta para pendukungnya untuk melakukan pemungutan suara langsung. Partai Demokrat menuntut perluasan pemungutan suara jarak jauh (melalui surat) dan penghapusan semua hambatan hukum bagi jenis pemungutan suara ini. Ini lebih merupakan kecerdikan daripada kecurangan.

  2. Mengenai hal itu sebagai kecerdikan, pendukung Partai Demokrat tidak berpartisipasi penuh dalam pemungutan suara biasa, sehingga partai kehilangan beberapa suara. Ketika virus korona datang, partai bisa saja kehilangan banyak suara jika bukan karena pemungutan suara jarak jauh. Masalah ini tidak dialami oleh Trump, karena pendukungnya memberikan suara untuknya secara solid dan mendekati prinsipil, serta tidak absen. Oleh karena itu, pengesahan perluasan pemungutan suara jarak jauh dengan dalih korona merupakan berkah besar bagi Partai Demokrat. Benar saja, hasil yang diumumkan pada hari pertama cenderung berpihak secara menentukan pada Trump. Namun ketika negara bagian yang belum menentukan pilihan (swing states) mulai menghitung suara jarak jauh, kurva pemilihan mulai miring secara besar-besaran demi kepentingan Demokrat Biden. Hasil seperti ini sudah diperkirakan. Di Philadelphia, ibu kota negara bagian Pennsylvania, pendukung Biden merayakan di luar pusat penghitungan utama meskipun Trump masih unggul atas Biden dengan seratus ribu suara. Hal itu karena ekspektasi mereka bahwa sisa suara jarak jauh cukup untuk membalikkan keadaan demi kepentingan Biden. Hal itulah yang benar-benar terjadi hingga media mengumumkan kemenangan Biden di negara bagian yang mengambang ini, yang memungkinkannya mengumumkan kemenangan dalam pemilihan, karena suara Pennsylvania cukup untuk membawanya ke angka yang dibutuhkan (270 suara) dalam Electoral College.

Keempat: Ke mana arah segala sesuatunya hari ini:

  1. Kandidat pemenang memberikan pernyataan hampir setiap hari yang mengonfirmasi kemenangannya dalam pemilihan, seperti pengumuman tentang pengarahan kesehatan terkait korona, dan seperti pemberlakuan zona larangan terbang di atas rumahnya dalam kapasitasnya sebagai kandidat pemenang. Ia menerima pesan ucapan selamat lokal dan internasional serta menghubungi para pemimpin dunia sebagai presiden terpilih dan presiden masa depan Amerika Serikat. Adapun Trump, ia tidak mengakui kemenangan Biden dan menganggap bahwa kampanye pemilihan masih berlangsung melalui gugatan hukum yang akan membalikkan keadaan. Ia mengatakan bahwa Biden telah terburu-buru mengumumkan kemenangan tanpa bukti bahwa ia menang dengan suara yang sah... Andrew Bates, juru bicara kampanye Biden, mengisyaratkan bahwa Trump akan dikeluarkan secara paksa dari Gedung Putih, dan menjulukinya sebagai penyusup!

  2. Situasi di Amerika hari ini sangat berbahaya. Menteri Pertahanan Jerman menggambarkannya sebagai "sangat eksplosif". Beberapa pihak memperkirakan penyerbuan milisi bersenjata dari pendukung Trump ke pusat-pusat penghitungan suara dan penyebaran kekacauan. Hal ini tidak terjadi secara besar-besaran meskipun muncul di beberapa negara bagian. Tampaknya hal itu ditunda selama presiden masih berharap mendapatkan masa jabatan kedua melalui gugatan hukum dan permainan politik.

Di sisi lain, Al Jazeera Net pada 10/11/2020 mengutip surat kabar Washington Post bahwa Gedung Putih "memerintahkan badan-badan federal untuk menghindari kerja sama dengan tim transisi Presiden terpilih Joe Biden." Administrasi Trump menolak mencairkan dana yang ditetapkan oleh hukum Amerika bagi kandidat pemenang untuk menyewa kantor dan pengeluaran lainnya. Trump mengatakan pada 10/11/2020 dalam sebuah cuitan di Twitter, "Hasil pemilihan akan mulai terlihat minggu depan dan kita akan menang di sana." Menteri Luar Negerinya, Pompeo, berbicara tentang masa jabatan kedua bagi Trump, yang dibalas oleh seorang senator Republik bahwa ini adalah pernyataan yang sangat berbahaya dari seorang pejabat pemerintah. Demikianlah Amerika Serikat mulai mengalami krisis nyata yang mengancam stabilitas dan integritas wilayahnya. Mungkin ini akan berkembang menjadi ancaman serius. Negara bagian pantai barat, khususnya California, yang merupakan negara bagian Demokrat sejak lama dan di sana terdapat pusat-pusat perusahaan teknologi, tidak mungkin menyerah pada masa jabatan kedua bagi Trump. Adapun negara bagian Republik, khususnya Texas di selatan, yang merupakan kekuatan penyeimbang bagi negara bagian California dan di sana terdapat perusahaan minyak dan energi besar Amerika, tidak mau menerima kemenangan presiden terpilih Biden, yang mengancam bahwa segera setelah menjabat ia akan menandatangani perintah eksekutif untuk kembalinya Amerika Serikat ke Perjanjian Iklim Paris... Sedangkan Trump mengancam bahwa jika ia mendapatkan masa jabatan kedua, ia tidak akan pernah menoleransi perusahaan-perusahaan teknologi yang telah menjatuhkan nilainya dan memblokir cuitannya!

Kelima: Kesimpulannya adalah bahwa apa yang terjadi di Amerika Serikat layak untuk diperhatikan dan dicermati jalannya peristiwa dan kejadiannya:

  1. Demokrasi yang selama ini dibanggakan Amerika hari ini sedang dihancurkan secara terang-terangan dengan dalih yudisial dan hukum untuk memperhalus kekejian yang dilakukan oleh Presiden Trump demi mempertahankan kekuasaan. Amerika terbuka terhadap segala kemungkinan dan tindakan balas dendam. Presiden berikutnya mungkin adalah kandidat pemenang, Biden, atau mungkin kandidat yang kalah, presiden saat ini, Trump, sehingga ia mempertahankan masa jabatan kedua. Siapa pun presiden berikutnya, ia akan membalas dendam pada pihak kedua dengan pembalasan yang lebih dekat kepada "mematahkan tulang" daripada sekadar "menekuk lengan". Dengan demikian, Amerika sedang menuju kekacauan dan tenggelam dalam kekhawatiran dan masalah internal. Tidak dikecualikan skenario menempatkan Amerika di jalan perpecahan di mana Texas menjadi pusat bagi Trump, Partai Republik, dan perusahaan pendukungnya, sementara California menjadi pusat lainnya bagi Biden, Partai Demokrat, dan perusahaan pendukungnya. Hal ini tidak terbatas pada dua bulan sisa masa jabatan Trump ini saja, tetapi terus berlanjut setelah itu...

  2. Keburukan sistem kapitalis demokrasi sudah mendarah daging di dalamnya. Orang yang mencermati dengan mata hati dan telinga yang sadar akan menyadari hal itu dengan jelas. Nilai yang paling menonjol dalam sistem kapitalis demokrasi adalah pragmatisme (utilitarianisme) atau asas manfaat materi. Hal ini diputuskan, secara langsung atau tidak langsung, oleh presiden sesuai dengan wewenangnya dan pengaruh partainya di majelis perwakilan. Oleh karena itu, keputusan yang menentukan derajat manfaat dan jenisnya berbeda dari satu presiden ke presiden lainnya. Keputusan itu pada presiden ini dianggap mewujudkan manfaat sesuai keinginannya sehingga ia mengeluarkan keputusan positif, sementara pada presiden lainnya, sebelum atau sesudahnya, tidak sesuai dengan keinginannya bahkan merugikan sehingga dilarang atau dibatalkan, pada saat masing-masing dari mereka menegaskan bahwa ia menjalankan sistem kapitalis demokrasi dan berkomitmen pada konstitusi buatan manusia. Masing-masing berjalan mengikuti hawa nafsunya!

Sebagai contoh, segera setelah menerima kekuasaan pada 20/01/2017, presiden baru saat itu, Trump, mulai merobohkan apa yang dibangun oleh administrasi Obama secara tajam. Ia membatalkan asuransi kesehatan "Obamacare", melakukan penarikan diri dari Perjanjian Iklim Paris demi kepentingan perusahaan minyak dan energi Amerika, menolak tuntutan untuk melegalkan kepemilikan senjata di Amerika, mencoba memberlakukan banyak batasan pada perusahaan teknologi Amerika seperti pengawasan elektronik, dan mencoba memaksa mereka meninggalkan Tiongkok, dan seterusnya. Semua ini bertolak belakang dengan presiden sebelumnya, Obama, dan bertolak belakang dengan pesaing pemilihannya, Biden, yang menyatakan hal sebaliknya. Biden mendukung asuransi kesehatan, mencoba melegalkan kepemilikan senjata, dan Biden mengumumkan kebijakan prinsipil partainya dan negaranya jika ia menjabat untuk kembali ke kebijakan perubahan iklim, yang berarti menentang kepentingan perusahaan minyak, bahkan memberlakukan lebih banyak pajak atas mereka, pajak yang sebelumnya telah diringankan oleh Trump. Hal ini menempatkan dia dan perusahaan teknologi di belakangnya dalam konflik tajam dengan perusahaan minyak dan energi serta perusahaan senjata di mana Biden berencana mengumpulkan sebagian besar anggaran negara dari mereka, dan seterusnya. Perlu diketahui bahwa perusahaan-perusahaan minyak besar Amerika terpusat di Texas, sementara perusahaan-perusahaan teknologi besar terpusat di Silicon Valley, California, dan hal ini tercermin pada pandangan masing-masing Partai Republik dan Demokrat terhadap Texas dan California!

Demikianlah kepentingan kaum kapitalis pemilik perusahaan teknologi yang menginginkan keterbukaan dan "globalisasi" berbenturan dengan perusahaan minyak, industri, dan pertanian yang menginginkan perlindungan dari kompetisi Tiongkok untuk menghentikan kerugian mereka... Para presiden dan pembantu mereka mendukung perusahaan-perusahaan ini atau itu sesuai dengan standar kemanfaatan yang mereka lihat mewujudkan kepentingan mereka meskipun lawan mereka melihatnya merugikan! Masing-masing dari pemilik manfaat dan kerugian tersebut mengatakan bahwa ia menerapkan sistem kapitalisme. Cukuplah keburukan sistem ini bahwa dua hal yang kontradiktif (manfaat dan kerugian) dianggap sama di dalamnya sesuai keinginan para pelaksananya!

  1. Adapun mengapa keburukan-keburukan ini tidak muncul secara mencolok di Amerika Serikat kecuali dalam situasi dua lawan ini, Trump dan Biden, maka itu karena tiga alasan:

Pertama: Bahwa masing-masing dari lawan yang menang dan yang kalah memiliki basis massa yang luas yang mendukungnya karena mendapatkan manfaat darinya. Manfaat adalah nilai tertinggi dalam kapitalisme... Pada saat yang sama, jika lawan menjadi presiden, maka kehancuran total akan menggantikan manfaat, dan di sinilah letak masalahnya.

Kedua: Bahwa sistem yang dominan di dunia adalah sistem kapitalisme dan itu lebih buruk daripada sistem Amerika. Oleh karena itu, setiap perbandingan yang dilakukan warga Amerika dengan sistem lain, ia menemukan keburukan sistemnya lebih sedikit daripada keburukan sistem lainnya, sehingga ia menerima apa yang ada padanya dan menganggapnya sebagai kerugian yang lebih ringan!

Ketiga: Belum ada sistem yang benar yang berdiri menghadapi Amerika dan sistem kapitalisme sehingga menjadi jelas bagi mereka mana yang benar di hadapan sistem mereka yang batil. Seandainya sistem Islam diterapkan di muka bumi yang memenuhinya dengan kebaikan, keberkahan, keadilan, dan ketenangan, niscaya kepercayaan orang-orang terhadap sistem kapitalisme akan goyah dan mereka akan mendambakan kebaikan dalam Daulah Khilafah, Daulah Islam, Daulah Laa ilaha illallah Muhammad Rasulullah ﷺ.

Akhirnya kami katakan, jika kebatilan memiliki putaran kekuasaan, maka kebenaran memiliki banyak putaran kekuasaan, terlebih lagi karena umat memiliki sebuah partai, Hizbut Tahrir, yang menyambung malamnya dengan siangnya hingga fajar Khilafah terbit kembali, maka tumbanglah singgasana para thaghut di Timur dan Barat. Benarlah firman Allah yang Maha Agung:

وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاءَ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ * وَلِيُمَحِّصَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَيَمْحَقَ الْكَافِرِينَ

"Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim, dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang yang kafir." (QS. Ali 'Imran [3]: 140-141)

5 Rabi'ul Akhir 1442 H 20/11/2020 M

Bagikan Artikel

Bagikan artikel ini dengan jaringan Anda