Beranda Tentang Artikel Tanya Syekh
Pemikiran

Pesan Syekh yang Mulia Ata bin Khalil Abu al-Rashtah kepada Para Pengunjung Laman Beliau dalam Rangka Hari Raya Iduladha yang Diberkahi Tahun 1435 H / 2014 M

October 03, 2014
3027
استمع للمقال

الله أكبر الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله، الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Kepada umat Islam yang mulia, kepada para jemaah haji di Baitullah al-Haram, kepada para pengemban dakwah yang terhormat, kepada para pengunjung laman yang saya muliakan...

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh...

Semoga Allah menerima amal ketaatan kita, dan menjadikan Iduladha ini penuh dengan kebaikan dan keberkahan bagi kalian... Semoga Allah menerima ibadah haji para jemaah, dan menjadikannya haji yang mabrur, usaha yang disyukuri, dan dosa yang diampuni oleh Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang...

Saudara-saudaraku sekalian: Seandainya Allah SWT tidak menjadikan hari raya sebagai sumber kegembiraan, pembawa keceriaan dan kebahagiaan ke dalam hati kaum Muslim, sarana penyambung silaturahmi yang baik, serta kesempatan bagi umat untuk saling mengucapkan selamat dan salam... Seandainya bukan karena janji dari Allah SWT tentang kemuliaan dan pengokohan kekuasaan (tamkin) yang akan datang bagi umat ini:

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ

"Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kalian yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, bahwa Dia benar-benar akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan benar-benar Dia akan mengukuhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka." (QS An-Nur [24]: 55)

...Dan seandainya bukan karena adanya kabar gembira dari Rasulullah saw. tentang kembalinya Khilafah Rasyidah sebagaimana sabda beliau saw.:

ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ

"Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti metode kenabian (ala minhajin nubuwwah)." (HR Ahmad)

...Dan seandainya bukan karena adanya jamaah yang ikhlas kepada Allah SWT, jujur kepada Rasulullah saw., yang bekerja siang dan malam seraya berdoa dan memohon kepada Allah agar memberikan kemenangan melalui tangan-tangan mereka dengan tegaknya Khilafah serta mengembalikan kemuliaan Islam dan kaum Muslim...

Seandainya bukan karena itu semua, niscaya senyuman akan enggan muncul di wajah, karena di dalam hati terdapat luka dan di kerongkongan terdapat rasa sesak. Hal ini disebabkan oleh banyaknya tragedi yang mengepung kaum Muslim dari depan, belakang, kanan, dan kiri... Khilafah telah tiada selama hampir satu abad, sehingga kaum Muslim menjadi terpecah belah, tercerai-berai, dipimpin oleh para penguasa ruwaibidhah yang zalim, yang tidak malu kepada Allah, Rasul-Nya, maupun orang-orang mukmin. Belum lagi agresi kaum kafir penjajah (musta'mirin) dan sekutu-sekutunya terhadap negeri dan penduduknya, seolah-olah negeri kaum Muslim adalah medan pertempuran untuk menumpahkan darah kita dan melanggar kehormatan kita...

Jika Anda memulai dari timur, Anda akan melewati pemisahan Timor dari Indonesia. Dalam perjalanan, Anda akan melihat Burma; tahukah Anda apa yang terjadi di Burma? Kondisi kaum Muslim di sana sangat menyayat hati akibat kejahatan kaum Buddhis dan kekejaman mereka yang bahkan dijauhi oleh binatang buas di hutan... Kemudian Anda melewati tragedi di Bangladesh, dan setelahnya sampai di Kashmir dengan kejahatan India di sana... Lalu ke Pakistan dengan tragedinya serta agresi Amerika melalui pesawat-pesawatnya di Waziristan... Kemudian ke Afganistan yang diduduki Amerika dan NATO, di mana hampir tidak ada hari tanpa pembantaian yang brutal... Jika Anda naik ke utara, Anda akan melihat Chechnya, Kaukasus, lalu Krimea yang dicengkeram oleh tangan-tangan Rusia yang berlumuran kejahatan dan darah... Jika Anda berjalan dari sana ke arah timur menuju Turkistan Timur, Anda akan melihat Tiongkok menimpakan berbagai bentuk penindasan... Jika Anda turun ke Laut Mediterania, Anda akan menemukan Siprus yang dikendalikan oleh Siprus Yunani setelah dipisahkan dari induknya, Turki...

Adapun jika Anda berjalan ke selatan dan menyentuh pantai laut, Anda akan menemukan jantung negeri kaum Muslim, Tanah yang Diberkati, Palestina, kiblat pertama umat Islam. Anda akan melihat kaum Yahudi merampasnya dan melakukan berbagai kejahatan serta pembantaian di sana. Anda akan mendengar rintihan masjidnya yang mengaduh karena luka yang sangat dalam, yang seolah-olah membawanya pada nafas terakhir... Kemudian Syam; tahukah Anda apa yang terjadi di Syam? Darah tertumpah di sana bukan hanya karena thaghut Syam saja, melainkan juga karena pertikaian antar sesama Muslim. Api pembunuhan dan pertumpahan darah ini disulut oleh agresi kaum kafir penjajah dan agen-agen pengkhianat mereka, dengan rudal-rudal pesawat dan peluncur roket dari laut dan samudera, bahkan dari pangkalan-pangkalan yang bercokol di tanah Teluk... Kemudian Irak, saudara Syam dalam tragedi dan musibah... Jika Anda berjalan ke selatan menuju Yaman yang dahulu dijuluki negeri yang bahagia (sa'id), Anda akan melihatnya telah menjadi sedih, dilanda tragedi peperangan yang dipicu oleh negara-negara kafir penjajah yang menjadikannya medan persaingan di atas tengkorak dan darah kita...

Adapun jika Anda berjalan ke arah barat, Anda akan menemukan Libya di mana kaum Muslim saling berperang... Anda akan menemukan Mesir dengan tentaranya yang dahulu menyucikan bumi dari Tentara Salib dan Tatar, namun kini Anda dapati para penguasa telah menyibukkan tentara tersebut dengan urusan internal, sehingga tidak melakukan tindakan apa pun terhadap kaum Yahudi yang merampas Palestina, padahal mereka hanya sejauh lemparan batu darinya... Kemudian jika Anda berbelok menuju Afrika Tengah, Anda akan melihat kaum Muslim di sana mengalami penderitaan, tumpahnya darah yang suci, dan pelanggaran kehormatan yang tidak terlukiskan oleh kata-kata... Kemudian tetangganya, Sudan, yang bagian selatannya telah dipisahkan dari utara, meninggalkan luka yang terus mengucur... Lalu Somalia yang merintih karena rasa sakit yang luar biasa dan pertikaian yang mengerikan selama bertahun-tahun...

Semua itu terjadi di negeri-negeri kaum Muslim akibat agresi kaum kafir penjajah dan para penguasa zalim yang menjadi agen mereka... Adapun tragedi kaum Muslim di negeri-negeri kafir, maka jangan ditanya lagi. Bangsa-bangsa tersebut ingin kaum Muslim keluar dari identitas mereka; bahkan pakaian wanita mereka pun dikepung, suara azan pun diusahakan sekuat tenaga untuk dibungkam, dan mereka menyebarkan kebencian terhadap kaum Muslim di lingkungan masyarakat dan fasilitas kehidupan mereka, bahkan di jalan-jalan...

Ini adalah rangkaian tragedi sejak hilangnya Khilafah, yang satu mengikuti yang lain, musibah yang bertumpuk-tumpuk yang membuat orang yang bijak sekalipun menjadi kebingungan...

Saudara-saudaraku sekalian: Saya ulangi kembali apa yang saya mulai dengan kata "seandainya" tadi... dan saya tegaskan: Bahwa dalam merenungi ayat-ayat Allah:

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا * إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

"Maka sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan." (QS Al-Insyirah [94]: 5-6)

حَتَّى إِذَا اسْتَيْأَسَ الرُّسُلُ وَظَنُّوا أَنَّهُمْ قَدْ كُذِبُوا جَاءَهُمْ نَصْرُنَا فَنُجِّيَ مَنْ نَشَاءُ وَلَا يُرَدُّ بَأْسُنَا عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِينَ

"Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada para rasul itu pertolongan Kami, lalu diselamatkan orang-orang yang Kami kehendaki. Dan siksaan Kami tidak dapat ditolak dari orang-orang yang berdosa." (QS Yusuf [12]: 110)

...Dan dalam merenungi kedatangan penduduk Madinah, para penolong (Anshar) Allah dan Rasul-Nya, kedatangan mereka kepada Rasulullah saw. di masa-masa sulit yang dimulai dari tahun tersebut, Tahun Kesedihan (’Aam al-Huzn), di mana Khadijah Ummul Mukminin ra. wafat, kemudian wafatnya Abu Thalib yang selalu membantu Rasulullah saw., dan setelahnya penolakan yang sangat kasar dari penduduk Thaif yang membuat Rasulullah saw. terluka... Di tahun-tahun yang menyakitkan bagi Rasulullah saw. inilah datang kaum Anshar, terjadi Baiat pertama dan kedua, kemudian hijrahnya Rasulullah saw. dan berdirinya Daulah...

Sesungguhnya dalam perenungan ini terdapat harapan setelah rasa sakit, kabar gembira yang membahagiakan setelah kenyataan yang menyedihkan, kemudahan setelah kesulitan, dan kebahagiaan yang telah dekat setelah penderitaan yang sangat panjang, serta turunnya rahmat dan keberkahan dari Allah setelah ucapan inna lillahi wa inna ilaihi raji'un... Kemudian datanglah kebaikan dan kemenangan... Kebaikan dan kemenangan... Kebaikan dan kemenangan.

وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ * بِنَصْرِ اللَّهِ يَنْصُرُ مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ

"Dan pada hari (kemenangan) itu bergembiralah orang-orang yang beriman, karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Maha Perkasa lagi Maha Penyayang." (QS Ar-Rum [30]: 4-5)

Sebagai penutup, saya sampaikan salam kepada kalian, saya mendoakan kebaikan bagi kalian, semoga Allah menerima amal ketaatan, serta melimpahkan nikmat dan keberkahan-Nya kepada kalian semua...

Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Malam Iduladha yang Diberkahi 1435 H

Saudara Kalian, Ata bin Khalil Abu al-Rashtah

Bagikan Artikel

Bagikan artikel ini dengan jaringan Anda