Beranda Tentang Artikel Tanya Syekh
Pemikiran

Ucapan Selamat Amir Hizbut Tahrir, Al-Alim Al-Jalil Ata bin Khalil Abu al-Rashtah, kepada para Pengunjung Halamannya dalam Rangka Menyambut Bulan Ramadan yang Diberkahi Tahun 1445 H / 2024 M

March 18, 2024
2512

Kepada sebaik-baik umat yang dilahirkan untuk manusia... Umat Islam yang telah Allah muliakan dengan ketaatan kepada-Nya...

Kepada para pengemban dakwah yang mulia, yang tidak dilalaikan oleh perdagangan maupun jual beli dari mengingat Allah...

Kepada para pengunjung halaman yang terhormat, yang menyongsong kebaikan yang dibawa di dalamnya...

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,

Segala puji bagi Allah, selawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah, keluarga, sahabat, dan orang-orang yang mengikutinya. Selanjutnya:

Aku memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar menerima puasa dan qiyam dari kaum Muslim, serta mengampuni dosa-dosa kita semua yang telah lalu, sebagaimana sabda Nabi ﷺ dalam hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ، إِيمَاناً وَاحْتِسَاباً، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Siapa saja yang berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."

Dan dalam riwayat lain dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَاناً وَاحْتِسَاباً، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Siapa saja yang melakukan qiyam (salat malam) di bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."

Saudara-saudaraku yang mulia: Allah Subhanahu wa Ta’ala mewajibkan puasa Ramadan pada bulan Sya’ban tahun kedua Hijriah. Ramadan adalah bulan di mana Allah menurunkan al-Quran:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

"Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil)." (QS al-Baqarah [2]: 185).

Ramadan juga merupakan bulan di mana Allah memuliakan umat ini dengan kemenangan dan penaklukan yang nyata (fathan mubina). Perang Badr Al-Kubra terjadi pada tanggal 17 Ramadan, di mana kaum musyrik Makkah mengalami kekalahan besar... Kemudian terjadi pertempuran-pertempuran menentukan lainnya di bulan mulia ini, mulai dari Penaklukan Makkah (Fathu Makkah) pada tanggal 20 Ramadan tahun ke-8 Hijriah, hingga Perang Buwaib (dekat kota Kufah saat ini) yang merupakan "Yarmuk-nya Persia", di mana kaum Muslim yang dipimpin oleh al-Mutsanna menang pada tanggal 14 Ramadan tahun 31 Hijriah. Kemudian penaklukan Amoria di bawah kepemimpinan al-Mu'tashim pada tanggal 17 Ramadan tahun 223 Hijriah, dan Perang Ain Jalut di mana kaum Muslim mengalahkan pasukan Tatar pada tanggal 25 Ramadan tahun 658 Hijriah, serta berbagai kemenangan lainnya di bulan yang mulia ini...

Demikianlah, ibadah puasa senantiasa beriringan dengan al-Quran al-Karim yang tidak datang kepadanya kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya... Puasa beriringan dengan penaklukan dan kemenangan... Puasa beriringan dengan jihad... Puasa beriringan dengan penerapan hukum-hukum Allah... Setiap orang yang memiliki mata hati (bashirah) menyadari bahwa hukum-hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak terpisahkan satu sama lain, baik itu ibadah, jihad, muamalah, akhlak, perilaku, maupun hudud dan jinayah... Semuanya berasal dari sumber yang satu (misykat wahidah). Siapa saja yang mentadaburi ayat-ayat al-Quran dan teks-teks hadis syarif akan mendapati hal ini sangat jelas. Seorang Muslim membaca ayat:

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ

"Dan dirikanlah salat." (QS al-Baqarah [2]: 43).

Sebagaimana ia juga membaca:

وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللهُ

"Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah." (QS al-Maidah [5]: 49).

Ia membaca:

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ

"Diwajibkan atas kamu berpuasa." (QS al-Baqarah [2]: 183).

Sebagaimana ia membaca:

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ

"Diwajibkan atas kamu berperang." (QS al-Baqarah [2]: 216).

Demikian pula ia membaca tentang haji dalam hadis Rasulullah ﷺ:

خُذُوا عَنِّي مَنَاسِكَكُمْ

"Ambillah dariku tata cara manasik (haji) kalian." (HR al-Baihaqi dalam Sunan al-Kubra dari Jabir).

Sebagaimana ia membaca tentang hudud:

خُذُوا عَنِّي، خُذُوا عَنِّي، قَدْ جَعَلَ اللهُ لَهُنَّ سَبِيلاً، الْبِكْرُ بِالْبِكْرِ جَلْدُ مِائَةٍ وَنَفْيُ سَنَةٍ، وَالثَّيِّبُ بِالثَّيِّبِ جَلْدُ مِائَةٍ، وَالرَّجْمُ

"Ambillah dariku, ambillah dariku! Sungguh Allah telah memberikan jalan keluar bagi mereka (perempuan yang berzina). Jejaka dengan perawan (hukumannya) dicambuk seratus kali dan diasingkan setahun, sedangkan orang yang sudah menikah dengan orang yang sudah menikah (hukumannya) dicambuk seratus kali dan dirajam." (HR Muslim dari Ubadah bin ash-Shamit).

Ia membaca dalam hal muamalah:

البَيِّعَانِ بِالخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا - أو قال حتى يتفرقا -

"Dua orang yang berjual beli memiliki hak khiyar (memilih) selama keduanya belum berpisah—atau beliau bersabda: hingga keduanya berpisah—." (HR al-Bukhari dari Hakim bin Hizam).

Sebagaimana ia membaca tentang baiat kepada Khalifah:

وَمَنْ مَاتَ وَلَيْسَ فِي عُنُقِهِ بَيْعَةٌ، مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً

"Siapa saja yang mati sedangkan di lehernya tidak ada baiat, maka ia mati dalam keadaan mati jahiliah." (HR Muslim dari Abdullah bin Umar).

Oleh karena itu, Islam adalah satu kesatuan yang tidak terbagi-bagi (kullun la yatajazza'), dan dakwah kepadanya adalah satu untuk menerapkannya dalam negara, kehidupan, dan masyarakat. Maka siapa saja yang memisahkan antara ayat-ayat Allah, dan menyerukan pemisahan agama dari kehidupan (sekularisme), atau pemisahan agama dari politik, sungguh ia telah melakukan dosa yang besar dan kejahatan agung yang akan menyeret pelakunya pada kehinaan di dunia dan azab yang pedih di akhirat.

Wahai kaum Muslim: Aku mengingatkan kalian akan semua itu di hari-hari di mana agresi brutal Yahudi terhadap penduduk Gaza semakin intensif. Mereka dikejutkan oleh kepahlawanan penduduk Gaza. Berbulan-bulan telah berlalu tanpa entitas Yahudi yang cacat itu mampu meraih kesuksesan apa pun yang mereka klaim atas penduduk Gaza. Mereka kehilangan akal sehat, dan alih-alih bertempur berhadapan langsung dengan kelompok beriman yang bersenjatakan peralatan sederhana tersebut—sementara mereka sendiri dipersenjatai lengkap oleh Amerika dan Barat—mereka justru beralih membunuhi para wanita dan anak-anak demi mencari "kesuksesan" yang bisa mereka banggakan!! Sesungguhnya entitas Yahudi sedang mengukir kegagalannya dengan tangan mereka sendiri. Mereka bukanlah ahli perang kecuali dengan "tali" dari manusia, sebagaimana firman Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahamulia:

ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُوا إِلَّا بِحَبْلٍ مِنَ اللهِ وَحَبْلٍ مِنَ النَّاسِ

"Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia." (QS Ali Imran [3]: 112).

Mereka telah memutus tali Allah sejak zaman nabi-nabi mereka, dan yang tersisa bagi mereka hanyalah tali manusia dari Amerika, Eropa, serta para antek mereka dari kalangan penguasa pengkhianat di negeri-negeri Muslim yang tidak bergerak sedikit pun saat melihat agresi brutal Yahudi terhadap anak-anak dan wanita. Bahkan, yang "terbaik" di antara mereka hanyalah berdiri menghitung jumlah syuhada dan korban luka.

قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ

"Semoga Allah membinasakan mereka; bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari kebenaran)?" (QS at-Taubah [9]: 30).

Meski demikian, wahai kaum Muslim, sesungguhnya memerangi Yahudi, membunuh mereka, dan melenyapkan entitas mereka pastilah akan datang di bawah kepemimpinan seorang Khalifah Rasyidah yang mujahid setelah masa kekuasaan diktator (mulkun jabriyan) dan para penguasa antek ini. Kabar gembira dari Rasulullah ﷺ tidak akan terlambat waktunya dengan izin Allah, sebagai pembenaran atas hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad dari Rasulullah ﷺ:

ثُمَّ تَكُونُ مُلْكاً جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ

"...kemudian akan ada kekuasaan yang memaksa (mulkun jabriyan), dan ia akan tetap ada selama Allah menghendakinya, kemudian Allah mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya, kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti metode kenabian (Khilafah 'ala minhaj nubuwwah). Kemudian beliau diam."

Demikian juga sebagai pembenaran hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh Muslim:

لَتُقَاتِلُنَّ الْيَهُودَ فَلَتَقْتُلُنَّهُمْ...

"Sungguh kalian akan memerangi Yahudi dan kalian akan membunuh mereka..."

Sebagai penutup, sebagaimana kita harus bersungguh-sungguh dalam berpuasa agar Allah rida kepada kita dan mengampuni dosa-dosa kita yang telah lalu, kita juga harus bersungguh-sungguh dalam beramal untuk melanjutkan kehidupan Islam dengan tegaknya Khilafah Rasyidah. Dengan demikian, kita menjadi orang-orang yang menang di dunia dengan menerapkan hukum-hukum Allah, bernaung di bawah panji Rasulullah ﷺ, panji al-Uqab, panji La ilaha illallah Muhammad Rasulullah. Dan kita juga akan menjadi orang-orang yang menang di akhirat dengan izin-Nya, bernaung di bawah naungan-Nya pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya. Maka kita akan menang di kedua negeri (darain), dan itulah kemenangan yang agung.

Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

1 Ramadan 1445 H Bertepatan dengan 11/03/2024 M

Saudara Kalian, Ata bin Khalil Abu al-Rashtah

Bagikan Artikel

Bagikan artikel ini dengan jaringan Anda