Beranda Tentang Artikel Tanya Syekh
Politik

Pidato Amir Hizbut Tahrir (Rekaman Suara) pada Pembukaan Konferensi Khilafah yang Diselenggarakan di Indonesia, Sudan, Yaman, dan Pakistan

October 15, 2004
1611

Segala puji bagi Allah, serta salawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, sahabat, dan siapa saja yang loyal kepada beliau. Adapun setelah itu,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sungguh, saya ingin sekali berpartisipasi bersama kalian dalam pembukaan konferensi ini dengan hadir langsung di tengah-tengah kalian. Namun, kezaliman para zalim dan tipu daya para pendaya membuat saya hanya bisa berpartisipasi melalui suara saya, bukan kehadiran fisik saya. Saya juga lebih ingin seandainya konferensi kalian ini diselenggarakan sementara panji Khilafah berkibar di aula-aulanya dan di tempat-tempat yang tinggi, serta Khalifah sendiri yang membuka konferensi kalian, atau orang yang beliau tunjuk, begitu juga para pembantunya (Mu’awin), Qadhi Mazhalim, serta Amirul Jihad di Negara Khilafah. Namun, apa yang kita inginkan tersebut belum terwujud hingga saat ini.

Meskipun demikian, janji Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman dan beramal saleh untuk memberikan kekuasaan di muka bumi (istikhlaf):

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمَلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ

"Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kalian yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi." (QS An-Nur [24]: 55)

Dan kabar gembira dari Rasul-Nya (saw) tentang kembalinya Khilafah Rasyidah yang mengikuti metode kenabian:

ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ

"Kemudian akan ada kembali Khilafah yang mengikuti metode kenabian." (HR Ahmad)

Serta kondisi kita saat ini—atas taufik dari Allah—yang memiliki keikhlasan kepada-Nya Subhanahu wa Ta'ala, kejujuran mengikuti Rasul-Nya (saw), dan kerinduan umat terhadap Islam serta keinginan mereka untuk berhukum kepadanya; semua itu membuat kita merasa tenang bahwa tidak ada lagi waktu yang memisahkan kita dari tegaknya Khilafah kecuali tinggal sedikit lagi, atau bahkan lebih dekat dari itu.

Wahai saudara-saudara yang mulia,

Sesungguhnya semua indikasi menunjukkan bahwa Khilafah telah tiba masanya. Maka bersungguh-sungguhlah kalian agar tegaknya Khilafah benar-benar terwujud secara nyata. Khilafah telah menjadi tuntutan utama bagi kaum Muslim secara umum; mereka menemukan di dalamnya keridaan Tuhan mereka, kembalinya kemuliaan mereka, pembebasan negeri-negeri mereka, serta lepasnya mereka dari pengaruh kafir penjajah (kuffar musta’mirin) dan keselamatan dari kezaliman penguasa mereka. Umat telah menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana para penguasa itu menyerahkan negeri-negeri Muslim kepada kaum kafir dengan hina dan tunduk, tanpa rasa malu kepada Allah maupun kepada hamba-hamba Allah.

Lihatlah Palestina yang dijajah oleh Yahudi, mereka melakukan kerusakan dan kehancuran di sana, serta melakukan pembantaian pagi dan malam. Kemudian Afghanistan dan Irak, dengan agresi brutal Amerika, Inggris, dan pengikutnya yang terus berlangsung secara terang-terangan. Begitu juga Kashmir, tempat kaum Hindu bertindak semena-mena dengan membunuh dan menghancurkan. Di sana ada Chechnya yang dicengkeram oleh Rusia dengan berbagai tindak kriminal. Apa yang terjadi berupa pemisahan wilayah selatan di Sudan, serta musibah dan tragedi yang terjadi di berbagai belahan bumi Islam lainnya, sungguh membuat bulu kuduk merinding.

Meskipun demikian, para penguasa di negeri-negeri Muslim tidak bergeming sedikit pun. Mereka tidak menghalau musuh, tidak pula menjaga negeri maupun rakyatnya. Jika mereka mengadakan konferensi, mereka justru berkonspirasi di dalamnya. Mereka bubar sebagaimana mereka berkumpul, tanpa ada tindakan nyata yang berpengaruh kuat, bahkan tanpa ucapan tegas yang benar. Konferensi terakhir mereka pun belum lama berlalu. Mereka melihat pembantaian yang terjadi di negeri-negeri Muslim seperti orang yang pingsan karena menghadapi kematian. Mereka menghitung jumlah korban tewas dan luka-luka seolah-olah mereka pihak yang netral. Bahkan lebih dari itu, mereka meratakan jalan bagi penjajah; penjajah berangkat dari tanah mereka untuk mengukuhkan penjajahannya dan menstabilkan pilar-pilarnya. Kalian tidak akan mendapati cara yang paling "baik" dari mereka kecuali sekadar pernyataan menyesal yang samar terhadap pembantaian tersebut dengan penuh rasa malu. Semua itu dilakukan demi kursi kekuasaan yang rapuh atau singgasana yang tiang-tiangnya keropos atau bengkok.

Sungguh, jurang pemisah antara kaum Muslim dan penguasa mereka telah sejauh jarak antara timur dan barat. Seandainya umat dibiarkan bebas memilih, niscaya mereka akan membuang para penguasa ini seperti membuang biji kurma, dan mereka pasti akan memilih seorang Khalifah yang mempersatukan mereka di atas syariat Allah, mereka membaiatnya berdasarkan Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya, yang melindungi mereka dengan nasihatnya, dan berjihad bersama mereka di jalan Allah. Sehingga tidak akan ada satu pun kafir penjajah yang berani berpikir untuk menyerang mereka, apalagi menjajah negeri mereka. Bahkan, penjajah itu tidak akan sanggup menghalangi deru pasukan Muslim untuk memasukkan cahaya Islam ke tanah kelahirannya melalui jihad dan fath (pembebasan) yang nyata.

Wahai saudara-saudara yang mulia,

Kalian mengadakan konferensi ini saat kalian sedang menyambut bulan Ramadan atau tengah berada dalam suasananya. Maka bersungguh-sungguhlah untuk mengisinya dengan kerja keras yang terus-menerus dan jujur demi tegaknya Khilafah, sehingga Allah memuliakan umat ini dengan kemuliaan-Nya. Isilah juga dengan doa yang tulus kepada Allah agar Dia memuliakan umat ini dengan pertolongan-Nya, sehingga umat ini kembali menjadi umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia.

Saya mengingatkan kalian, wahai saudara-saudara, bahwa sunnatullah Subhanahu wa Ta'ala menetapkan bahwa Dia tidak akan menurunkan malaikat untuk menegakkan Khilafah dan mewujudkan kemenangan bagi kita. Namun, sunnatullah menetapkan agar kita mengikhlaskan perbuatan dan perkataan kita karena Allah Subhanahu wa Ta'ala, serta jujur dalam keduanya mengikuti Rasul-Nya (saw). Dengan demikian, barulah janji Allah tentang kekuasaan di bumi (istikhlaf) dan kabar gembira Rasulullah tentang tegaknya Khilafah Rasyidah akan terwujud.

إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

"Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." (QS Muhammad [47]: 7)

Maka bersegeralah kepada kebaikan, wahai saudara-saudara yang mulia, di bulan yang agung ini. Semoga kemuliaan kaum Muslim kembali, harga diri mereka terbarui, dan panji Khilafah kembali menaungi mereka; panji Laa ilaaha illallaah Muhammad Rasulullah.

وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ

"Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang mukmin." (QS Al-Baqarah [2]: 223)

Wahai saudara-saudara yang mulia,

Saya berjabat tangan dengan kalian dari jauh, dan dengan menyebut nama Allah, saya membuka konferensi kalian yang monumental ini, di saat kalian menyambut dan menjalani bulan Ramadan yang agung, bulan diturunkannya Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk serta pembeda (al-furqan). Saya membuka konferensi kalian, dan saya bertakbir bersama kalian: Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sya'ban / Ramadan 1424 H

Saudara Kalian Atha' bin Khalil Abu ar-Rasytah

Bagikan Artikel

Bagikan artikel ini dengan jaringan Anda