Beranda Tentang Artikel Tanya Syekh
Politik

Pidato Amir Hizbut Tahrir, Al-Alim Al-Jalil Ata bin Khalil Abu al-Rashtah, untuk Pembukaan Konferensi - Revolusi Umat: Makar Penggagalan dan Keniscayaan Proyek Islam

May 01, 2012
2178
استمع للمقال

Saudara-saudara yang mulia,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah, shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah, keluarga, sahabat, dan para pengikutnya. Amma ba’du.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الْأَبْصَارُ* مُهْطِعِينَ مُقْنِعِي رُءُوسِهِمْ لَا يَرْتَدُّ إِلَيْهِمْ طَرْفُهُمْ وَأَفْئِدَتُهُمْ هَوَاءٌ

"Dan janganlah sekali-kali kamu mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak, mereka datang bergegas-gegas memenuhi panggilan dengan mengangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong." (QS Ibrahim [14]: 42-43)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda dari Abu Musa radhiyallahu 'anhu:

إِنَّ اللَّهَ لَيُمْلِي لِلظَّالِمِ حَتَّى إِذَا أَخَذَهُ لَمْ يُفْلِتْهُ

"Sesungguhnya Allah benar-benar memberikan tangguh kepada orang yang zalim, hingga apabila Allah menyiksanya, Dia tidak akan melepaskannya."

Kemudian beliau membaca ayat:

وَكَذَلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ القُرَى وَهِيَ ظَالِمَةٌ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ

"Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu sangat pedih lagi keras." (QS Hud [11]: 102). (HR Bukhari dan Muslim, teks menurut Bukhari).

Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memberikan perumpamaan kepada kita tentang para tiran terdahulu melalui sosok Firaun. Dia telah melampaui batas, berbuat aniaya, bertindak sewenang-wenang, sombong, dan berkata: "Akulah tuhanmu yang paling tinggi."

فَأَخَذَهُ اللَّهُ نَكاَلَ الْآخِرَةِ وَالْأُولَى

"Maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia." (QS An-Naziat [79]: 25)

Firaun membungkam mulut rakyatnya, mencegah kalimat haq disuarakan, dan tidak ridha terhadap pendapat mana pun kecuali yang telah diizinkannya dan sesuai dengan pandangannya:

قَالَ فِرْعَوْنُ مَا أُرِيكُمْ إِلَّا مَا أَرَى

"Firaun berkata: 'Aku tidak mengemukakan kepadamu, melainkan apa yang aku pandang baik...'" (QS Ghafir [40]: 29).

Tidak hanya itu, setiap ada indikasi protes terhadapnya, sekecil apa pun, dia akan menuduhnya dilakukan tanpa izinnya, serta merupakan konspirasi asing untuk merusak negeri:

قَالَ فِرْعَوْنُ آمَنْتُمْ بِهِ قَبْلَ أَنْ آذَنَ لَكُمْ إِنَّ هَذَا لَمَكْرٌ مَكَرْتُمُوهُ فِي الْمَدِينَةِ لِتُخْرِجُوا مِنْهَا أَهْلَهَا فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ

"Firaun berkata: 'Apakah kamu beriman kepadanya sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya (perbuatan) ini adalah suatu makar yang telah kamu rencanakan di dalam kota ini, untuk mengeluarkan penduduknya dari padanya; maka kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu ini).'" (QS Al-A'raf [7]: 123)

Namun pada akhirnya, Firaun binasa tak bersisa. Dia meninggalkan segala kemewahan dan kenikmatan yang dimilikinya. Tidak ada satu pun penduduk langit maupun bumi yang menangisinya. Dia mati dalam keadaan terhina dan terusir:

كَمْ تَرَكُوا مِنْ جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ * وَزُرُوعٍ وَمَقَامٍ كَرِيمٍ * وَنَعْمَةٍ كَانُوا فِيهَا فَاكِهِينَ * كَذَلِكَ وَأَوْرَثْنَاهَا قَوْمًا آخَرِينَ * فَمَا بَكَتْ عَلَيْهِمُ السَّمَاءُ وَالْأَرْضُ وَمَا كَانُوا مُنْظَرِينَ

"Betapa banyak kebun-kebun dan mata air-mata air yang mereka tinggalkan, dan tanam-tanaman serta tempat-tempat yang indah-indah, dan kesenangan-kesenangan yang menyertai mereka di dalamnya. Demikianlah, dan Kami wariskan semua itu kepada kaum yang lain. Maka langit dan bumi tidak menangisi mereka dan mereka pun tidak diberi tangguh." (QS Ad-Dukhan [44]: 25-29)

Wahai saudara-saudaraku yang mulia:

Para tiran hari ini telah meniru kejahatan pertama dan kedua dari Firaun, namun mereka tidak mengambil pelajaran dari akhir hayatnya.

Mereka membungkam mulut dan tidak mengizinkan satu kata pun kecuali puja-puji dan kemunafikan, pengagungan, serta tepuk tangan atas segala ucapan mereka, baik yang buruk maupun yang seolah-olah baik. Bahkan, mereka telah kehilangan segala bentuk kebaikan, dan keburukan telah mengepung mereka dari segala sisi.

Mereka menyifati setiap protes, sekecil apa pun, sebagai tindakan tanpa izin dan merupakan konspirasi berdasarkan agenda asing. Padahal, semua orang tahu bahwa merekalah produk dari agenda asing untuk memerangi Allah, Rasul-Nya, dan kaum mukminin, demi mewujudkan kepentingan Yahudi dan kaum kafir penjajah.

Mereka mengambil dua kejahatan ini dari Firaun, meniti jalannya, dan merasa bangga dengannya. Namun mereka tidak mengambil pelajaran dari akhir yang menimpa Firaun, sehingga dia merasakan akibat buruk perbuatannya dan menjadi terlupakan, kecuali laknat api yang menyambar di dunia dan akhirat.

Mereka tidak mengambil pelajaran dari nasib setiap tiran yang zalim, sebaliknya mereka terus tenggelam dalam kesesatannya:

Lihatlah tiran itu (Ben Ali) yang lari terlunta-lunta, ketakutan dan terhina. Pesawatnya berputar-putar di udara mencari tempat yang mau menerimanya, namun ditolak di sana-sini, hingga akhirnya ditemukan tiran lain yang memberinya biaya hidup dan tempat tinggal!

Tiran yang lain (Mubarak) berpindah-pindah di antara pengadilan dengan ditandu di atas ranjang besi, tanpa daya dan kekuatan. Dia menjawab dengan hina dan tunduk: "Na'am Afandam!" (Siap Pak!). Padahal dialah yang dahulu hanya dengan menunjuk jarinya saat berada di puncak kekuasaan, segala keinginannya akan terpenuhi!

Tiran ketiga (Gaddafi) tidak pernah mengira ada orang yang lebih tinggi darinya. Dia membunuhi orang hanya berdasarkan kecurigaan tanpa tuduhan. Tidak cukup hanya membunuh orang-orang baik yang tak berdosa, dia bahkan mengikat mereka—sebelum napas terakhir mereka hilang—pada mobil Jeep dan menyeret mereka di tanah yang kasar hingga mereka mati dengan tubuh tercabik-cabik! Tiran itu akhirnya berakhir di lubang persembunyian seperti lubang biawak. Sebelum binasa, dia tidak menemukan apa pun selain pipa selokan sebagai tempat berlindung, padahal dialah yang sebelumnya menjuluki rakyatnya sebagai tikus, sehingga dia sendiri jatuh ke dalam apa yang dia sifati kepada orang lain!

Tiran keempat (Ali Abdullah Saleh) dahulu adalah pemberi perintah dan larangan, namun kini dia menjadi yang diperintah dan dilarang. Dia menetap di negerinya satu hari, lalu di Najd selama dua hari. Akhirnya dia berkeliling negeri mencari penghiburan bagi dirinya sendiri atau meratapi nasibnya, singgah di Oman lalu berbelok ke arah majikannya di Inggris, kemudian menuju stasiun perawatan fisik dan psikologis di Washington! Itu semua dilakukan sebelum ia kembali ke kekuasaannya yang telah hilang untuk mempraktikkan kerusakan dan perusakan sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta!

Tiran kelima (Bashar al-Assad) telah kehilangan penglihatan dan mata hati. Dia melihat apa yang menimpa para tiran di sekelilingnya, namun ia tetap tidak puas menjilat darah orang-orang tak berdosa yang bangkit melawan kezalimannya. Dia membunuh, membunuh, dan terus membunuh... barangkali dia bisa memadamkan api yang dinyalakan oleh mereka yang bangkit. Dia lupa atau pura-pura lupa bahwa api kebenaran yang dinyalakan dengan izin Allah tidak akan padam hingga dia merasakan akibat buruk perbuatannya, dan jatuh ke tempat yang sangat dalam, terhina dan terusir seperti para pendahulunya. Sistemnya yang zalim akan runtuh, dan Syam akan kembali ke jalurnya yang benar sebagaimana yang disifatkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam:

أَلَا إِنَّ عُقْرَ دَارِ الْمُؤْمِنِينَ الشَّامُ

"Ketahuilah, sesungguhnya pusat negeri orang-orang mukmin adalah Syam." (HR Ahmad).

عُقْرُ دَارِ الْإِسْلَامِ بِالشَّامِ

"Pusat negeri Islam ada di Syam." (HR Thabrani dalam Al-Kabir).

Wahai saudara-saudaraku yang mulia:

Kalian melihat dengan mata kepala sendiri dan mendengar dengan telinga sendiri bagaimana para tiran yang tidak pernah dibayangkan oleh siapa pun akan jatuh, ternyata mereka jatuh. Kalian melihat dan mendengar bagaimana tembok ketakutan yang besar dan tebal, yang tidak disangka akan runtuh, ternyata runtuh. Ini adalah penjelasan bagi siapa saja yang memiliki hati atau menggunakan pendengarannya, bahwa kekuasaan itu dipergilirkan, dan lenyapnya kegelapan serta kezaliman bukanlah hal yang mustahil, meskipun harus dibayar dengan pembunuhan, api, dan besi!

Runtuhnya tembok ketakutan terhadap penguasa tiran ini membuka ruang kebaikan yang lebih luas. Sudah selayaknya kita mengerahkan segala kemampuan untuk menyebarkan kebaikan di sana. Umat harus melakukan tindakan-tindakan yang nyata, kuat, dan bijaksana... Umat juga harus mengobati penyesatan dan infiltrasi yang menimpanya hingga buah yang diharapkan menjadi bercampur baur! Meskipun pergerakan dan "revolusi" yang kita lihat dimulai secara spontan dengan insiden pembakaran diri Bouazizi lalu menyebar seperti api dalam sekam... namun kekuatan internasional yang terkejut dengan waktunya, dan tidak mampu mempertahankan agen-agen mereka di depan gelombang "revolusi" tersebut, mulai bekerja tanpa lelah agar perubahan tersebut hanya terbatas pada penggantian tiran saja, tanpa meruntuhkan fondasi sistem itu sendiri. Ketika mereka melihat bahwa rakyat bergerak dari masjid-masjid dan shalat di lapangan dalam jumlah ribuan, mereka khawatir struktur sistem akan runtuh dan digantikan oleh hukum Islam. Oleh karena itu, mereka melakukan dua hal dengan sungguh-sungguh:

Pertama: Mereka berupaya meredam perasaan Islami ini dengan penyesatan melalui orang-orang yang mereka sebut sebagai "Muslim moderat". Mereka ini tidak berbeda dengan kaum sekuler murni kecuali hanya pada label Islam yang mereka sematkan. Jika bukan karena label itu, mereka akan tenggelam di tengah kerumunan kaum sekuler tanpa ada pembeda... Sebab, mereka menyerukan negara sipil (daulah madaniyah) dan demokrasi sekuler sebagaimana yang diserukan oleh kaum sekuler!

Kedua: Mereka berupaya menghalangi dengan keras dan dengan berbagai jenis gangguan serta bahaya—terkadang secara langsung, terkadang melalui agen-agen mereka—terhadap orang-orang yang bekerja dengan tulus untuk menerapkan Islam secara murni dengan menegakkan Khilafah, sebagaimana yang diperintahkan Allah dan dijalankan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam serta para Khulafaur Rasyidin setelahnya.

Inilah yang mereka upayakan. Adapun bagi kita, kewajiban kita adalah mengerahkan segala kemampuan untuk menyadarkan umat, khususnya mereka yang memimpin pergerakan rakyat ini. Kita harus memberi mereka wawasan tentang bahaya racun yang disebarkan oleh negara-negara kafir penjajah dan agen-agennya di tengah-tengah mereka, serta bahaya penyesatan yang dibawa oleh mereka yang disebut "Muslim moderat" tentang negara sipil dan demokrasi sekuler... agar penyesatan itu tidak menguasai mereka sehingga pengorbanan mereka menjadi sia-sia dan darah mereka tertumpah tanpa arti!

Kemudian, umat harus mengerahkan kemampuan untuk meminta pertolongan kepada para pemilik kekuatan (ahlul quwwah), yaitu para tentara yang tulus dari putra-putra mereka. Hal ini dilakukan sejalan dengan mengarahkan pergerakan tersebut ke arah perubahan yang benar. Perubahan yang menghancurkan struktur sistem buatan manusia yang tunduk pada Barat, baik ide maupun hukumnya. Perubahan yang membawa umat untuk menerapkan Islam dalam satu negara Islam, yaitu Daulah Khilafah Rasyidah yang diridhai oleh Allah, Rasul-Nya, dan kaum mukminin.

Bekerja di tengah umat dan tentaranya adalah jaminan bagi terjadinya perubahan yang benar. Adapun meminta pertolongan kepada organisasi internasional, negara-negara penjajah, rencana Liga Arab, atau rencana Kofi Annan dan antek-antek negara penjajah lainnya, khususnya Amerika, atau pengiriman pengamat selama 90 hari sebagaimana tertuang dalam Resolusi Dewan Keamanan 2043 tanggal 21/04/2012—yang perlengkapan dan jumlahnya lebih lemah dari pengamat sepak bola dalam pertandingan penting—semua itu tidak ada gunanya. Demikian pula penyesatan yang dilakukan oleh Menteri Pertahanan Amerika di depan Kongres pada 20/04/2012 yang menyatakan bahwa "Presiden Suriah masih menikmati popularitas dan loyalitas besar di barisan tentara Suriah"... semua itu adalah bentuk pemberian waktu dan dorongan bagi rezim untuk menambah pembunuhan dan penindasan, sampai Amerika menemukan agen baru sebagai pengganti agennya saat ini, Bashar, setelah dia dikucilkan oleh rakyat Suriah dan Amerika khawatir dia tidak sanggup lagi menjalankan kepentingannya...

Semua rencana ini tidak akan memberikan solusi apa pun, melainkan racun mematikan yang tidak akan menghasilkan perubahan yang benar. Ini adalah perubahan yang tampak luarnya seolah-olah rahmat namun batinnya adalah azab. Rencana itu mengasumsikan dialog dengan rezim jagal yang tidak pernah puas menjilat darah yang suci. Bagaimana mungkin ada dialog dengan rezim jagal?! Sesungguhnya Amerika dan Barat tidak menginginkan kebaikan bagi umat ini. Merekalah yang berkonspirasi melawan negara kaum Muslim, Daulah Khilafah, dan setelah itu mereka mencabik-cabik negeri-negeri Muslim, memutus ikatannya, dan membuat perjalanan antar negeri Muslim sendiri menjadi sangat sulit. Mereka pulalah yang mendirikan rezim-rezim tiran ini. Oleh karena itu, umat harus bersandar pada kekuatannya sendiri, serta waspada terhadap negara-negara ini, agen-agennya, dan makar mereka. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

هُمُ الْعَدُوُّ فَاحْذَرْهُمْ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ

"Mereka itulah musuh (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari kebenaran)?" (QS Al-Munafiqun [63]: 4)

Sebagai penutup, saya membuka konferensi penting kalian ini: "Revolusi Umat: Makar Penggagalan dan Keniscayaan Proyek Islam, dengan Izin Allah". Saya memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk kesuksesan dan taufik bagi kalian, dan semoga konferensi ini membuahkan hasil yang baik dan diberkahi yang menyenangkan hati orang-orang yang melihatnya. Akhir seruan kami adalah Alhamdulillahirabbil 'alamin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bagikan Artikel

Bagikan artikel ini dengan jaringan Anda