Beranda Tentang Artikel Tanya Syekh
Pemikiran

Elegi untuk Saudara dan Paman Tercinta Fathi Muhammad Salim "Abu Ghazi"

October 20, 2008
1575

Ya Rabb, rahmat-Mu

Kami masih menyaksikan, ya Rabb, berpulangnya al-ra'il al-awwal (generasi awal) ke haribaan-Mu, satu demi satu. Meskipun ini adalah nikmat dan karunia dari-Mu—karena mereka akan berjumpa dengan para kekasih, Muhammad dan para sahabatnya—namun kami sebenarnya ingin mereka menyaksikan panen dari butir-butir kebaikan yang telah mereka tanam, serta menikmati buah dari benih-benih unggul yang mereka semai. Walaupun demikian, kami tidak berkata kecuali bahwa kebaikan itu ada pada apa yang Engkau pilih, Maha Suci Engkau, dan tidak ada daya serta kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.

Kami masih terus berjalan, ya Rabb, di jalan yang sulit dan penuh duri, serta dikelilingi oleh orang-orang zhalim. Walaupun begitu, dengan izin-Mu kami tetap bersungguh-sungguh dan bekerja keras untuk merintis jalan, tanpa mempedulikan darah yang mengalir dari tangan-tangan kami akibat mencabut duri-duri tersebut. Begitu pula, kami berdiri tegak menghadapi orang-orang zhalim untuk melenyapkan kezhaliman mereka, demi membangkitkan (inhadh) umat dan membahagiakannya, tanpa rasa takut terhadap kekejaman para penguasa, gangguan mereka, atau bahkan kesyahidan di dalam penjara-penjara mereka. Kami, ya Rabb, bagaikan lilin yang terbakar untuk menerangi kegelapan dengan cahaya Islam, dan sungguh sebaik-baik pahala adalah bagi orang-orang yang beramal.

Kami masih melihat, ya Rabb, orang-orang tercinta berpulang ke Rafiqul A’la (Rekan Yang Tertinggi) tanpa kami sempat mengucapkan perpisahan terakhir. Ayahku meninggal dunia—semoga Allah merahmatinya—saat aku berada di salah satu penjara kaum zhalim. Kemudian ibuku menyusulnya—semoga Allah merahmatinya—saat aku berada di penjara kaum zhalim yang lainnya. Setelah itu, kakak tertuaku meninggal dunia—semoga Allah merahmatinya—saat aku berada jauh darinya dalam keterasingan. Dan kini, saudara, paman, dan orang tercintaku ini berpulang ke haribaan-Mu, sementara aku pun masih jauh darinya dalam keterasingan. Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali.

Sebagai penutup, Engkau telah memerintahkan kami untuk berdoa dan berjanji akan mengabulkannya, dan Engkau Maha Suci tidak pernah mengingkari janji. Maka, ya Allah, janganlah Engkau biarkan musuh-musuh merasa gembira atas penderitaan kami, dan janganlah biarkan mereka mengejek kami dengan berkata: "Sesungguhnya para pengemban dakwah Khilafah melakukan pekerjaan yang sia-sia, umur mereka telah habis namun Khilafah mereka belum juga tegak!" Ya Allah, segerakanlah bagi kami kemenangan-Mu yang agung, dan bukakanlah bagi kami kemenangan yang nyata (fathul mubin). Maka kami akan memproklamirkan Khilafah di hadapan orang-orang zhalim, sembari membawa Al-Liwa di satu tangan dan Ar-Rayah di tangan lainnya, seraya berseru di hadapan mereka:

قُلْ مُوتُوا بِغَيْظِكُمْ

"Katakanlah: 'Matilah kamu karena kemarahanmu itu'." (QS Ali Imran [3]: 119)

Jika kalian mengejek kami tanpa dasar kebenaran, maka sesungguhnya kami mengejek kalian dengan kebenaran, sementara kalian termasuk golongan orang-orang yang paling hina. Ya Allah, ya Rabb, kabulkanlah.

Sebagai penutup dari segala penutup, kami memohon kepada-Mu ya Rabb, agar setelah hari ini tidak ada lagi seorang pun dari al-ra'il al-awwal yang wafat, kecuali di bawah naungan Khilafah yang tegak dengan izin-Mu dalam waktu yang amat dekat.

Semoga Allah merahmati mendiang tercinta kami, salah seorang ulama terkemuka, sosok yang kehilangan bagi kami dan bagi kaum Muslim, Abu Ghazi. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menghimpunkannya bersama para Nabi, Shiddiqin, Syuhada, dan orang-orang shalih. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.

Hamba-Mu, ya Rabb, Yang mengharap ampunan dan pertolongan-Mu

21 Syawal 1429 H 20 Oktober 2008 M

Bagikan Artikel

Bagikan artikel ini dengan jaringan Anda