Beranda Tentang Artikel Tanya Syekh
Politik

Ucapan Selamat Iduladha 1440 H dari Amir Hizbut Tahrir, Al-Alim Al-Jalil Atha' bin Khalil Abu al-Rashtah

August 10, 2019
2583
استمع للمقال

Segala puji bagi Allah, salawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, sahabat, dan orang-orang yang mengikuti beliau, amma ba'du...

Kepada umat Islam yang mulia, kepada para jemaah haji Baitullah Al-Haram, kepada para pengemban dakwah yang terhormat, kepada para pengunjung laman yang dimuliakan...

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh... Semoga Allah menerima amal ketaatan kita, dan menjadikan Iduladha ini penuh dengan kebaikan dan keberkahan bagi kalian... Semoga Allah menerima ibadah haji para jemaah, menjadikannya haji yang mabrur, usaha yang disyukuri, dan dosa yang diampuni... Serta semoga Allah memberikan taufik-Nya bagi mereka yang belum berhaji agar dapat melaksanakannya pada tahun depan dengan sebaik-baiknya...

Saudara-saudara sekalian yang terhormat, kita mengagungkan Allah dan memuji-Nya atas nikmat Islam... Kita memuji-Nya Subhanahu wa Ta'ala dan mengagungkan-Nya atas nikmat mengemban dakwah di barisan Hizbut Tahrir untuk menegakkan Khilafah... Kita memuji-Nya Subhanahu wa Ta'ala dan mengagungkan-Nya karena Hizb ini tetap berdiri tegak meskipun ada makar dari kaum kafir penjajah dan para penguasa agen mereka di negeri-negeri kaum Muslim... Serta meskipun ada tipu daya orang-orang munafik, orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit, dan para penyebar berita bohong... Benar, kita mengagungkan Allah: Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar... Laa ilaha illallah, Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil hamd... Sesungguhnya Khilafah yang sedang diperjuangkan oleh Hizb ini telah meresahkan tidur kaum kafir penjajah, dan menakutkan para penguasa agen mereka di negeri-negeri kaum Muslim... Serta mengguncang kepala orang-orang munafik dan orang-orang pendendam yang di dalam hatinya ada penyakit, yaitu mereka yang berlari mengejar kaum kafir demi melindungi mereka—menurut klaim mereka—dari apa yang menimpa mereka:

فَتَرَى الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ يُسَارِعُونَ فِيهِمْ يَقُولُونَ نَخْشَى أَنْ تُصِيبَنَا دَائِرَةٌ فَعَسَى اللَّهُ أَنْ يَأْتِيَ بِالْفَتْحِ أَوْ أَمْرٍ مِنْ عِنْدِهِ فَيُصْبِحُوا عَلَى مَا أَسَرُّوا فِي أَنْفُسِهِمْ نَادِمِينَ

"Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: 'Kami takut akan mendapat bencana.' Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka." (QS Al-Ma'idah [5]: 52)

Krisis demi krisis telah semakin hebat menimpa Hizb sejak berdirinya, dan beban tersebut dipikul oleh berbagai macam orang yang telah Allah butakan mata hatinya karena kekafiran mereka, atau yang telah Allah matikan hatinya karena kemunafikan mereka. Mereka bekerja sama dalam dosa dan permusuhan dengan anggapan bahwa mereka mampu menghalangi kembalinya Khilafah. Mereka adalah negara-negara yang tersentak oleh kalimat yang benar, serta kelompok-kelompok dan individu-individu yang ketakutan oleh kalimat yang jujur. Masing-masing dari kedua kelompok ini diliputi oleh makar jahat mereka sendiri, dan benarlah Allah Yang Maha Agung:

وَلَا يَحِيقُ الْمَكْرُ السَّيِّئُ إِلَّا بِأَهْلِهِ

"Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri." (QS Fatir [35]: 43)

Adapun negara-negara kafir penjajah yang menyimpan dendam terhadap Islam dan kembalinya negaranya, yang menyimpan dendam terhadap Khilafah seperti dendam Perang Salib... Negara-negara ini beserta para agennya telah mengerahkan segala upaya dalam merancang metode-metode keji dan menciptakan sarana-sarana buruk untuk memburu para pejuang Daulah Khilafah, menangkap mereka, dan menyiksa mereka hingga taraf syahid di penjara-penjara mereka. Mereka membenarkan tindakan tersebut bagi diri mereka sendiri terkadang dengan dusta terrorism, dan di lain waktu dengan dusta "sabuk pengantar terrorism". Kemudian baru-baru ini muncul dalam benak mereka dusta electronic terrorism! Mereka mengklaim bahwa Hizb mengisi laman-laman para pemudanya (shabab) dengan opini dan ide-ide teroris yang menghasut kekerasan. Mereka mulai memburu shabab Hizb di laman-laman mereka serta mengejar mereka dengan penangkapan dan penyiksaan dengan dalih melakukan electronic terrorism! Padahal, setiap orang yang memiliki mata dapat melihat bahwa laman-laman shabab Hizb memancarkan kejujuran kata dan penjelasan kebenaran, sementara laman-laman kaum tersebut dipenuhi dengan kecurangan, tipu daya, kebohongan, dan fitnah. Semoga Allah membinasakan mereka, bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?

Adapun orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit, kaum munafik, dan para penyebar berita bohong... Penyimpangan dan fitnah mereka sudah dimulai sejak lama, bukan hanya hari ini. Namun, kritik dan fitnah mereka pada awalnya terfokus melawan kepemimpinan dan para penanggung jawab, dengan tipu daya berupa penampakan kepercayaan terhadap ide (fikrah) dan metode (thariqah) Hizb... Begitulah cara mereka menampakkan sesuatu namun menyembunyikan tujuan utama mereka, yaitu mengguncang eksistensi Hizb dan bukan sekadar mengguncang kepemimpinannya saja... Namun dalam beberapa tahun terakhir, mereka mulai menyerang struktur Hizb baik secara fikrah maupun thariqah. Mereka mulai memfokuskan serangan terhadap tabanni (adopsi hukum), nusrah (dukungan kekuatan), kepemimpinan umat, muhasabah (koreksi), iuran bulanan, dan sebagainya. Demikianlah mereka membongkar kedok mereka sendiri sebelum dibongkar oleh orang lain! Tujuan yang selama ini mereka sembunyikan, yaitu mengguncang eksistensi Hizb dalam fikrah dan thariqah-nya, telah tampak jelas bagi siapa saja yang memiliki mata... Namun Hizb tetap berdiri teguh, kokoh, dan baik:

كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا

"...seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya." (QS Ibrahim [14]: 24-25)

Maka segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Saudara-saudara sekalian yang terhormat, sesungguhnya negara-negara kafir penjajah dan para agennya tidak akan tinggal diam, melainkan mereka akan terus menciptakan metode-metode keji satu demi satu. Hal ini dikarenakan upaya menghalangi keberhasilan Hizb dalam menegakkan Khilafah adalah persoalan hidup dan mati (qadhiyah mashiriyah) bagi mereka, sama halnya dengan menegakkan Khilafah adalah persoalan hidup dan mati bagi Hizb dan seluruh orang yang beriman. Musuh-musuh Islam tidak akan melepaskan makar mereka terhadap Hizb dan Khilafah, dan mereka tidak akan berhenti dari tipu daya mereka. Meskipun kemampuan duniawi mereka berada di atas kemampuan kita, namun ada empat fakta yang dapat menenangkan hati kita dan memperkuat tekad kita, sehingga dengan izin Allah, ujian tidak akan mengguncang kita dan fitnah tidak akan melemahkan kita. Sebaliknya, hal itu justru menambah kekuatan di atas kekuatan bagi kita, dan makar kaum tersebut akan berbalik mengenai leher mereka sendiri serta membunuh mereka:

وَقَدْ مَكَرُوا مَكْرَهُمْ وَعِنْدَ اللَّهِ مَكْرُهُمْ وَإِنْ كَانَ مَكْرُهُمْ لِتَزُولَ مِنْهُ الْجِبَالُ

"Dan sesungguhnya mereka telah membuat makar yang besar padahal di sisi Allah-lah (balasan) makar mereka itu. Dan sesungguhnya makar mereka itu (amat besar) sehingga gunung-gunung dapat lenyap karenanya." (QS Ibrahim [14]: 46)

Setelah itu, Hizb akan terus berdiri menyuarakan kebenaran tanpa merasa takut karena Allah terhadap celaan orang yang mencela, hingga Khilafah tegak dengan izin Allah meskipun hidung kaum tersebut tersungkur (terhina)...

Adapun keempat fakta tersebut adalah:

Pertama: Bahwa kesulitan itu menandakan datangnya kemudahan (pertolongan). Hal ini terdapat dalam ayat-ayat Allah yang sangat jelas di lebih dari satu tempat:

حَتَّى إِذَا اسْتَيْأَسَ الرُّسُلُ وَظَنُّوا أَنَّهُمْ قَدْ كُذِبُوا جَاءَهُمْ نَصْرُنَا فَنُجِّيَ مَنْ نَشَاءُ وَلَا يُرَدُّ بَأْسُنَا عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِينَ

"Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan mereka) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada para rasul itu pertolongan Kami, lalu diselamatkan orang-orang yang Kami kehendaki. Dan tidak dapat ditolak siksa Kami dari pada orang-orang yang berdosa." (QS Yusuf [12]: 110)

Hal ini juga ditegaskan oleh sirah Rasulullah ﷺ, di mana kemenangan mendekat seiring dengan memuncaknya krisis... Disebutkan dalam Sirah Ibnu Hisyam: (Ibnu Ishaq berkata: Kemudian Khadijah binti Khuwailid dan Abu Thalib wafat pada tahun yang sama, maka musibah-musibah datang bertubi-tubi menimpa Rasulullah ﷺ... Hal itu terjadi tiga tahun sebelum hijrah... Ibnu Ishaq berkata: Ketika Allah Azza wa Jalla hendak memenangkan agama-Nya, memuliakan Nabi-Nya ﷺ, dan menepati janji-Nya... Beliau bertemu dengan sekelompok orang dari Khazraj... lalu beliau mengajak mereka kepada Allah Azza wa Jalla... Maka mereka menyambut dan menerima ajakan beliau...). Dan pada musim berikutnya terjadilah Baiat Aqabah pertama, kemudian yang kedua, lalu hijrah dan berdirinya negara... Demikianlah, kesulitan yang menimpa orang-orang beriman yang berjuang merupakan pertanda akan datangnya kemudahan dan kemenangan dengan izin Allah Yang Maha Kuat, Maha Perkasa, lagi Maha Bijaksana...

Fakta Kedua: Bahwa Allah telah berjanji akan memberikan kekuasaan (istikhlaf):

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلِفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ

"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa..." (QS An-Nur [24]: 55)

Dan Rasulullah ﷺ telah memberi kabar gembira tentangnya setelah masa kekuasaan yang memaksa (mulkan jabriyan) yang sedang kita alami sekarang: Ahmad dan Abu Dawud meriwayatkan dari Hudzaifah, beliau ﷺ bersabda:

...ثُمَّ تَكُونُ جَبْرِيَّةً، فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ، ثُمَّ سَكَتَ

"...kemudian akan ada kekuasaan yang memaksa (diktator), ia akan tetap ada selama Allah menghendakinya, kemudian Dia akan mengangkatnya jika Dia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti metode kenabian (manhaj nubuwwah).' Kemudian beliau diam."

Fakta Ketiga: Bahwa janji Allah untuk memberikan kekuasaan dan kabar gembira Rasul-Nya akan kembalinya Khilafah telah tertulis dalam takdir Allah, dalam ilmu-Nya Subhanahu wa Ta'ala di Lauh Mahfuz. Ia tertulis pada waktu tertentu di sisi Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana yang tidak akan meleset. Setiap hari yang berlalu justru mendekatkan kita pada waktu tersebut, bukan menjauhkannya. Karena itulah jiwa kita tetap terpaut padanya dan merasa optimis dengannya.

Fakta Keempat: Bahwa Allah tidak akan menurunkan malaikat dari langit untuk menegakkan Khilafah bagi kita. Melainkan, sunnatullah pada makhluk-Nya adalah Allah akan memuliakan penduduk bumi yang layak mendapatkan kemuliaan untuk menegakkannya melalui tangannya dengan kesungguhan, ijtihad, serta kebagusan dan ketekunan amalnya untuk itu... Dan sesungguhnya Hizbut Tahrir yang sedang berjuang untuk itu, dengan izin Allah, adalah pihak yang paling berhak dan layak untuknya. Kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar memuliakan kita dengan kemenangan dan pembukaan (al-fath), sehingga kita menjadi bagian dari tentara Khilafah dan saksi-saksinya. Kemudian takbir kita di hari raya kita akan bercampur dengan takbir para tentara pemenang dalam pertempuran kemenangan yang nyata.

وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ * بِنَصْرِ اللَّهِ

"Dan di hari (kemenangan) itu bergembiralah orang-orang yang beriman, karena pertolongan Allah." (QS Ar-Rum [30]: 4-5)

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar... Laa ilaha illallah... Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil hamd.

Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Saudaramu,

Malam 10 Zulhijah 1440 H / 11 Agustus 2019 M

Atha' bin Khalil Abu al-Rashtah Amir Hizbut Tahrir

Bagikan Artikel

Bagikan artikel ini dengan jaringan Anda