Beranda Tentang Artikel Tanya Syekh
Analisis

Hiduplah Lebih Lama, Maka Engkau Akan Melihat Keajaiban

August 01, 2017
4451

Sekitar dua tahun yang lalu, seseorang mengatakan kepada saya bahwa ada seorang pria yang berhubungan dengan setan dari golongan jin yang memberitahunya bahwa Amir Hizbut Tahrir, Ata bin Khalil Abu al-Rashtah, akan segera diberhentikan... Setelah berlalu sekitar dua tahun sejak perkataan itu dan Sang Amir belum juga diberhentikan, rupanya pemilik jin tersebut memutuskan untuk menggandeng setan-setan dari golongan manusia juga, sehingga setan dari kedua kelompok ini bekerja sama untuk mewujudkan tugas tersebut... Maka mulailah para pengikut dan pengekor dari kalangan nakithin (para pengkhianat sumpah), orang-orang yang meninggalkan dakwah, dan mereka yang di dalam hatinya terdapat penyakit, mulai menulis di internet dengan menggunakan nama-nama samaran di sana-sini. Kadang mereka menulis dengan nama Al-Amin, di lain waktu Al-Manshur, kemudian Al-Muntashir, lalu mereka mengakhiri perkataannya dengan nama syeikh gadungan mereka, "Al-Jawwal"... dan lain sebagainya, agar mereka tampak seolah-olah memiliki jumlah pengikut yang patut diperhitungkan... Padahal mereka itu seperti apa yang dikatakan dalam syair:

لو كنت من أحد يهجى هجوتكم يا ابن الرقاع ولكن لست من أحد

"Jika saja engkau termasuk seseorang yang layak dicela, niscaya aku sudah mencelamu, wahai anak dari budak yang hina, akan tetapi engkau bukanlah siapa-siapa."

Dalam tiga surat pertama, mereka menyapa Ata bin Khalil Abu al-Rashtah sebagai Amir Hizbut Tahrir... Namun tampaknya si pemilik jin tersebut sudah tidak sabar lagi dan ingin segera memberhentikan Sang Amir seketika itu juga... Oleh karena itu, terbitlah surat keempat dengan judul "Kepada Ata bin Khalil Abu al-Rashtah, Mantan Amir Hizbut Tahrir"... Kemudian ia menambahkan bahwa setan-setan jin telah membawanya ke rumah tempat saya bersembunyi. Di sana, sebagaimana klaimnya, ia menemukan saya sebagai "seonggok daging dan tulang yang tergeletak di lantai, tidak mampu berucap sepatah kata pun selain gemetar hebat yang menunjukkan ketakutan dan kengerian yang luar biasa, dan saya tidak berbicara karena sudah tidak mampu lagi berbicara...". Begitulah klaimnya!!

Tentu saja tidak aneh jika hal-hal semacam ini diucapkan oleh orang-orang yang tidak bernilai, namun saya menyoroti dua persoalan:

Pertama: Bagaimana mungkin si pemilik jin ini tidak jatuh saat ia dibawa di atas punggung setannya dalam jarak yang sangat jauh hingga sampai ke rumah saya yang sangat jauh... di Lebanon, sebagaimana yang mereka katakan...?!!

Kedua: Dia mengatakan bahwa dia mendatangi saya di rumah tempat saya bersembunyi... yang dipahami bahwa rumah tersebut berada di dalam sebuah bungker (ruang bawah tanah) yang cocok untuk persembunyian. Lalu bagaimana dia bisa menuruni tangga bungker tersebut sementara dia berada di atas punggung setannya tanpa kepalanya terbentur dinding tangga bungker tersebut?!!

Demikianlah, sebagaimana pepatah mengatakan "Hiduplah di bulan Rajab, maka engkau akan melihat keajaiban", dan hanya kepada Allah-lah kita memohon pertolongan...

Sebagai penutup, sesungguhnya pemilik jin ini akan menyadari bahwa setan-setannya tidak pernah memberinya manfaat dan tidak akan pernah memberinya manfaat. Mereka tidak akan mewujudkan apa yang dia cita-citakan, bahkan setan-setan itu hanya akan menambah penyesalan baginya. Hal itu karena setan terbesar mereka pun tidak memberi manfaat bagi orang-orang yang tertipu olehnya, dan tidak mewujudkan apa yang mereka harapkan, melainkan justru menambah penyesalan mereka:

وَقَالَ الشَّيْطَانُ لَمَّا قُضِيَ الْأَمْرُ إِنَّ اللَّهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدتُّكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ وَمَا كَانَ لِيَ عَلَيْكُم مِّن سُلْطَانٍ إِلَّا أَن دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِي فَلَا تَلُومُونِي وَلُومُوا أَنفُسَكُم مَّا أَنَا بِمُصْرِخِكُمْ وَمَا أَنتُم بِمُصْرِخِيَّ إِنِّي كَفَرْتُ بِمَا أَشْرَكْتُمُونِ مِن قَبْلُ إِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

"Dan berkatalah setan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: 'Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu'. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih." (QS Ibrahim [14]: 22).

Dan Amir Hizb akan tetap menjadi, dengan izin Allah, bagaikan pohon berduri di tenggorokan pemilik jin dan setan-setannya baik dari golongan manusia maupun jin. Allah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa senantiasa melindungi orang-orang yang saleh...

  • Dan sebagai penutup akhir bagi para syabab Hizb yang bertakwa dan bersih—kami tidak mensucikan seorang pun di hadapan Allah—serta kepada para pengunjung halaman yang terhormat:

Janganlah kalian menyibukkan diri dengan surat-surat busuk dan hina tersebut. Injaklah dengan kaki-kaki kalian, dan buanglah ia seperti membuang biji kurma. Jangan lagi menukil tulisan-tulisan semacam itu kepada saya setelah hari ini, karena tulisan-tulisan itu terlalu lemah untuk bisa membahayakan dakwah, para pemimpinnya, ataupun para pengembannya. Yakinlah dan ketahuilah:

إِنَّ اللَّهَ يُدَافِعُ عَنِ الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ خَوَّانٍ كَفُورٍ

"Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap orang yang suka berkhianat lagi tidak berterima kasih." (QS Al-Hajj [22]: 38).

9 Dzulqa'dah 1438 H 01/08/2017 M

Saudara kalian, Ata bin Khalil Abu al-Rashtah Amir Hizbut Tahrir

Bagikan Artikel

Bagikan artikel ini dengan jaringan Anda