Beranda Tentang Artikel Tanya Syekh
Analisis

Jawab Soal: Jerman dan Strategi Keamanan Nasional

June 24, 2023
1943

Pertanyaan:

Pemerintah Jerman pada 14/6/2023 menyetujui strategi keamanan nasional untuk pertama kalinya sejak berakhirnya Perang Dunia II, setelah negosiasi yang berlangsung lebih dari satu tahun di antara berbagai badan pemerintah Jerman. Apakah strategi ini melambangkan berakhirnya pembatasan yang diberlakukan terhadap Jerman sejak kekalahannya dalam Perang Dunia II tahun 1945? Dan apa yang diharapkan dari Jerman setelah mengadopsi strategi ini dalam politik Eropa dan internasional?

Jawaban:

Jerman, sebagai negara yang kalah dalam Perang Dunia II, telah dibagi menjadi empat sektor yang dikendalikan oleh masing-masing negara besar pemenang perang (Amerika, Uni Soviet, Inggris, dan Prancis). Kemudian, tiga negara Barat mendirikan Jerman Barat dan Rusia mendirikan Jerman Timur. Secara praktis, Jerman Barat berjalan bersama Amerika sebagai negara pengekor, demikian pula Jerman Timur dengan Uni Soviet (Rusia). Jerman Timur mewakili pangkalan militer garis depan bagi Uni Soviet di sisi Barat, begitu juga Jerman Barat bagi Amerika selaku pemimpin kamp Barat di sisi Timur. Ini adalah kondisi setelah Perang Dunia II. Namun, realitas ini berubah secara bertahap setelah itu:

  1. Kecuali untuk beberapa masalah formalitas, tidak satu pun dari kedua negara Jerman tersebut yang memiliki kebijakan independen dari pemimpin kampnya. Hal ini terus berlanjut hingga Uni Soviet melemah dan menyetujui penyatuan Jerman pada tahun 1990, yang berarti Moskow melepaskan Jerman Timur demi kepentingan Barat. Dengan penandatanganan Perjanjian Maastricht untuk persatuan Eropa pada tahun 1992 meskipun ditentang Amerika, dan dengan mundurnya Rusia ke dalam masalah internalnya setelah runtuhnya Uni Soviet tahun 1991, Jerman mulai menonjol sebagai kekuatan ekonomi terpenting di Eropa. Rakyat Jerman melihat bahwa kondisi internasional telah berubah dan ada kesempatan untuk memantapkan aspek ekonomi sebagai pilar utama kemandirian Jerman. Oleh karena itu, Jerman muncul sebagai kekuatan ekonomi yang menyaingi kekuatan Eropa lainnya tanpa menimbulkan provokasi terhadap kekuatan Eropa lainnya seperti Inggris dan Prancis, atau internasional seperti Rusia dan Amerika, terutama karena kebijakan pertahanan Jerman berkomitmen pada tingkat militerisasi yang minimal.

  2. Dengan kesuksesan industri dan ekonominya serta perluasan hubungan dagangnya dengan Rusia, Jerman berhasil memimpin negara-negara Eropa secara ekonomi. Kepemimpinan Jerman ini dipaksakan oleh fakta di lapangan, seperti pada krisis Yunani tahun 2010. Secara keseluruhan, urusan ekonomi besar tidak dapat diputuskan di Eropa atau dalam hubungan luar negeri dengannya tanpa Jerman. Meskipun hal ini tidak berdampak positif khususnya bagi Prancis, namun lemahnya militer Jerman terus memberi kesan kepada Prancis bahwa persaingan antara kedua negara masih dalam kerangka persaingan yang sehat. Pada masa-masa itu, Jerman mengekspor visinya tentang tantangan keamanan melalui White Paper (Buku Putih) yang dikeluarkan oleh kementerian pertahanannya, yang pertama kali pada tahun 1969 dan terakhir tahun 2016. Buku itu berbicara tentang keamanan, terorisme, dan keinginan untuk berpartisipasi namun melalui PBB. Ketika Rusia pada tahun 2014 mencaplok Semenanjung Krimea dari Ukraina, Jerman menentang keras hal itu dan berpartisipasi dalam sanksi Barat terhadap Rusia. Namun, kepentingan dagangnya yang semakin besar dengan Rusia menghalanginya untuk memimpin tindakan apa pun terhadap Rusia. Meskipun ada pembicaraan bahwa Rusia sedang menghancurkan persamaan keamanan Eropa melalui aneksasi Krimea, keterlibatan Jerman dalam perjanjian Minsk memberikan harapan bagi Jerman untuk menghentikan ancaman Rusia di perbatasan Krimea dan Donbas, di mana Rusia menyulut perang pada tahun itu dan mendukung separatis Rusia melawan pemerintah Ukraina.

  3. Namun, dengan invasi Rusia ke Ukraina tahun 2022 dan keyakinan Amerika bahwa Rusia sedang menghancurkan fondasi keamanan internasional yang dibangun Amerika, kondisi Eropa dan internasional telah bersatu untuk memberi Jerman kesempatan emas guna membangun pilar militer lainnya untuk ditambahkan ke pilar ekonomi yang sudah kuat. Hal ini karena Amerika ingin kekuatan Eropa menggantikannya dalam menghadapi Rusia agar Amerika tetap siap sedia menghentikan kebangkitan Tiongkok. Dari sini, Jerman melihat bahwa panggung internasional telah terbuka bagi kemunculan Jerman sebagai negara besar secara militer. Bersamaan dengan pemutusan hubungan dagangnya dengan Rusia, Jerman mengumumkan pembentukan dana keuangan besar senilai 100 miliar euro untuk mendukung dan mengembangkan tentaranya agar mampu menjaga keamanannya. Jerman mengumumkan bahwa perang di Ukraina merupakan titik balik (Zeitenwende), bahkan mengirim pesawat tempurnya jauh menjelajahi Samudra Pasifik sebagai sinyal kuat bahwa kekuatan militer Jerman mulai lepas dari belenggu pasca-Perang Dunia II. Dengan demikian, perasaan kejayaan mulai menyentuh rakyat Jerman, dan Jerman berbicara tentang komitmen khususnya terhadap Ukraina, bahkan terhadap Eropa Timur. Banyak pembicaraan di Jerman tentang perlunya kesiapan untuk menghadapi ambisi imperialis Rusia yang tidak akan berhenti di perbatasan Ukraina.

  4. Pemerintah Kanselir Scholz selama pengajuan Strategi Keamanan Nasional pada 14/6/2023 berusaha keras untuk menunjukkan konsensus rakyat Jerman atas strategi ini. Perwakilan partai-partai Jerman dalam koalisi pemerintahan hadir bersama Kanselir saat pengajuannya, yaitu para menteri yang berasal dari Partai Hijau dan Partai Demokrat Bebas (FDP), di samping partai Kanselir Scholz sendiri (SPD). Hal ini menunjukkan urgensi perubahan di dalam Jerman dan dampaknya dalam memindahkan Jerman dari posisi militer dan keamanan yang telah berlangsung selama beberapa dekade setelah Perang Dunia II ke posisi baru, meskipun partai-partai oposisi melontarkan banyak tuduhan kepada pemerintah mengenai adanya ketidakjelasan dalam strategi ini.

  5. Mungkin pernyataan Kanselir Jerman Scholz bisa menjelaskan lompatan kualitatif dan baru bagi kebijakan Jerman ini: (Kanselir Jerman menegaskan bahwa strategi keamanan nasional yang disetujui pemerintah Jerman hari ini dianggap sebagai kontribusi penting untuk menjamin keamanan orang-orang di Jerman di bawah lingkungan yang berubah. Politisi SPD itu mengatakan bahwa kabinet Jerman dengan menyetujui strategi ini telah mengambil keputusan yang luar biasa dan penting. Scholz menjelaskan bahwa lingkungan kebijakan keamanan Jerman telah berubah drastis akibat serangan Rusia ke Ukraina dan kemunculan pemerintah Tiongkok yang semakin agresif. Scholz menyebutkan bahwa tugas sentral negara adalah bekerja untuk menjamin keamanan bagi warga negara tanpa kompromi, menunjukkan bahwa tugas ini akan dilakukan melalui strategi keamanan yang mengikuti prinsip panduan khusus tentang "Keamanan Terintegrasi" (Integrated Security). Ia melanjutkan bahwa apa yang dulu terbatas dalam perencanaan pemerintah Jerman pada kebijakan pertahanan saja, sekarang akan mengikuti pendekatan yang menyeluruh dan komprehensif. Deutsche Welle Jerman, 14/6/2023).

  6. Dokumen strategi keamanan nasional Jerman mewakili prinsip-prinsip yang memandu pemerintah Jerman untuk menjaga keamanan rakyatnya. Salah satu prinsip terpenting yang diadopsi sejak Perang Dunia II yang dihapus dalam dokumen ini adalah bahwa tentara Jerman hanya menjalankan tugas defensif untuk menangkal ancaman keamanan, beralih ke pelaksanaan tindakan yang komprehensif, yang berarti mencakup serangan (ofensif). Ini adalah perkembangan besar dan berbahaya di Eropa. Dokumen tersebut menetapkan pengembangan tentara Jerman secara menyeluruh dan cepat. Selain penegasan komitmen terhadap keputusan NATO tahun 2014 untuk membelanjakan setidaknya 2% dari PDB untuk kepentingan tentara dan keamanan, Jerman juga mempersiapkan kementerian lainnya untuk memotong anggaran mereka demi kepentingan militer. Ini juga merupakan perubahan besar dalam membatasi pandangan tentang kesejahteraan (welfare state) Jerman. Menteri Keuangan Christian Lindner mengatakan, ("Bahwa Jerman selama beberapa dekade telah 'hidup dari keuntungan perdamaian'. Ini berarti telah berlaku keyakinan bahwa tidak perlu terlalu memperhatikan masalah pertahanan. Menteri Keuangan menambahkan di Berlin saat presentasi strategi, 'Ini berarti bahwa porsi dalam anggaran akan berubah secara berkelanjutan'." Deutsche Welle Jerman, 16/6/2023).

  7. Dokumen tersebut juga mewakili pandangan pemerintah Jerman dalam analisis risiko. Di puncak risiko eksternal adalah tentara Rusia, atau apa yang mereka sebut sebagai serangan Rusia ke Ukraina. Setelah itu, dalam derajat yang lebih rendah, berdiri melawan kebangkitan Tiongkok dan sistemnya yang mereka sebut di Barat sebagai sistem otoriter, sebagaimana tertuang dalam pernyataan Scholz ("kemunculan pemerintah Tiongkok yang semakin agresif"). Dokumen tersebut tidak mengabaikan risiko internal seperti keamanan siber dan bahaya ancaman terhadap infrastruktur Jerman serta perubahan iklim, meskipun masalah-masalah ini memiliki hubungan langsung dengan ancaman dari luar, di mana Rusia dituduh melakukan serangan siber di negara-negara Barat, serta koordinasi internasional untuk membatasi risiko perubahan iklim. Artinya, strategi keamanan nasional Jerman ini mewakili transisi Jerman dari satu kondisi ke kondisi lain dalam kebijakan luar negerinya, meskipun beberapa keraguan masih menguasai pemikiran politik di Jerman.

  8. Dengan memperkuat tentaranya dan mengalokasikan anggaran besar untuk pengembangannya serta membuka jalan bagi aksi militer di luar negeri termasuk yang bersifat ofensif, Jerman berarti telah menyingkirkan hambatan militer yang dipaksakan kepadanya dalam apa yang dikenal sebagai pembatasan pasca-Perang Dunia II. Artinya, hambatan tersebut telah menjadi masa lalu. Hal ini menimbulkan perselisihan besar dan mendasar antara Jerman dan Prancis, perselisihan yang terlihat jelas hari ini, meskipun Jerman yang menandatangani Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir masih berkomitmen pada status non-nuklirnya yang ditegaskan pada tahun 1990 dalam "Perjanjian Penyelesaian Akhir Berkenaan dengan Jerman" yang ditandatangani dengan empat negara besar saat penyatuannya pada tahun yang sama. Untuk memahami kedalaman perubahan ini di Jerman, penguatan tentara Jerman memerlukan peningkatan jumlah personelnya. Hal ini bertentangan dengan komitmen Jerman dalam "Perjanjian Penyelesaian Akhir" tahun 1990 yang menetapkan batas maksimal tentara Jerman sebanyak 370 ribu tentara. Namun, dorongan Amerika bersama Inggris kepada Jerman untuk memainkan peran baru dalam menghadapi Rusia akan memudahkan Jerman untuk mengabaikan perjanjian ini, dan itu akan mewakili keluarnya Jerman dari pembatasan Rusia terhadap kekuatan militernya. Adapun Prancis, posisinya tampak lemah di hadapan kecenderungan Amerika dan Inggris untuk memperkuat Jerman. Bahkan perselisihan Jerman-Prancis yang meningkat dapat merusak Uni Eropa secara keseluruhan, hal yang disambut baik oleh Amerika dan Inggris.

  9. Guna meredakan kekhawatiran Prancis khususnya atas kebangkitan militer Jerman, strategi Jerman berbicara tentang Jerman sebagai bagian dari Uni Eropa: (Pemerintah menetapkan dalam strategi tersebut serangkaian tujuan, seperti perlunya memperkuat pertahanan teknologi di tingkat Eropa, dan memperkuat perlawanan terhadap spionase, sabotase, dan serangan siber. Selain perlunya mengoordinasikan kontrol ekspor senjata di tingkat Uni Eropa. Deutsche Welle, 16/6/2023). Namun dari sudut pandang lain, hal ini menciptakan kekhawatiran jenis lain di Paris yang melihat bahwa strategi-strategi untuk Eropa sekarang mulai dikeluarkan dari Berlin. Jerman juga memimpin proyek Eropa untuk pertahanan udara: (Strategi baru ini mengacu pada Jerman sebagai yang terbesar di Eropa dalam hal populasi dan kekuatan ekonomi, sehingga diperlukan bagi Jerman untuk memperkuat sistem pertahanan Eropa dan aliansi NATO. Ini mengisyaratkan keinginan Jerman untuk memainkan peran kepemimpinan di sini, terutama karena Jerman berupaya membangun perisai rudal Eropa "Sky Shield" dan Menteri Pertahanan Boris Pistorius mengumumkan bahwa 18 negara telah menyatakan persetujuan prinsip untuk berpartisipasi dalam inisiatif ini. Asharq, 17/6/2023).

  10. Terkait pandangan terhadap Tiongkok dan Rusia sebagai rezim otoriter, Menteri Luar Negeri Jerman Baerbock mengatakan dalam penjelasannya tentang strategi keamanan nasional: (Strategi ini didasarkan pada "tiga dimensi sentral" kebijakan keamanan, yaitu: pertahanan, ketahanan, dan keberlanjutan. Bidang pertahanan mencakup penguatan tentara, pertahanan sipil, dan perlindungan warga negara. Dalam bidang ketahanan, yaitu kemampuan untuk melawan, hal itu berkaitan dengan mempertahankan "sistem dasar demokrasi liberal kita melawan pengaruh luar yang tidak sah", selain itu harus dibatasi "konsekuensi sepihak dalam bidang bahan mentah dan pasokan energi" serta diversifikasi sumber pasokan. Deutsche Welle, 16/6/2023). Dalam hal ini terdapat pengekoran Jerman yang besar di belakang kebijakan Amerika untuk membatasi rantai pasokan Tiongkok setelah Amerika memaksa Jerman dan seluruh Eropa untuk memutus sebagian besar rantai pasokan energi dari Rusia. Hal ini dinyatakan secara eksplisit dalam pernyataan-pernyataan Jerman. Menurut Kanselir Scholz sesuai sumber yang sama sebelumnya, "Bagi kami, hubungan dengan Uni Eropa dan aliansi transatlantik tetap menjadi hal yang sentral".

  11. Dengan demikian, dimensi strategi keamanan nasional Jerman ini dapat diringkas sebagai berikut:

    a. Strategi ini mengakhiri hambatan militer Jerman yang dipaksakan sejak akhir Perang Dunia II. Jerman melangkah dengan pasti menuju penguatan tentaranya dan menjadikannya sebagai penjamin keamanannya, namun Jerman memecahkan belenggu tersebut sesuai dengan kondisi internasional yang memungkinkan. Jerman tetap menjadi negara yang menandatangani non-proliferasi senjata nuklir.

    b. Sejalan dengan kondisi internasional Barat, Jerman menentukan musuh-musuhnya berdasarkan hal itu, yaitu tentara Rusia di tingkat pertama, dan di tingkat kedua adalah Tiongkok, di mana strategi Jerman berbicara tentang Tiongkok sebagai mitra dagang sekaligus negara dengan pandangan agresif yang meningkat terhadap lingkungannya, namun Jerman tidak membatalkan kerja sama dengannya dalam memecahkan masalah internasional. Posisinya dalam hal itu sepenuhnya identik dengan posisi yang diumumkan oleh kelompok G7.

    c. Jerman menentukan tantangan keamanan dan militer di sekitarnya sebagai negara anggota Uni Eropa dan anggota NATO. Strategi Jerman menegaskan komitmen Jerman untuk bekerja melalui badan-badan Eropa dan internasional ini.

    d. Meskipun strategi ini menegaskan bahwa Jerman adalah bagian dari Eropa dan bagian dari negara-negara NATO serta berbicara tentang keamanannya sebagai bagian dari keamanan kolektif sistem Eropa dan sistem Atlantik, serta menegaskan pembelaannya terhadap tatanan internasional yang dikendalikan oleh Amerika, namun semua itu tidak mengurangi bahaya dari strategi Jerman ini. Hal ini juga tidak mengurangi fakta bahwa strategi Jerman ini merupakan salah satu kerugian internasional besar bagi Moskow, seperti bergabungnya Swedia dan Finlandia ke dalam NATO.

    e. Jika Jerman selama tiga dekade terakhir telah memanfaatkan posisinya di dalam Uni Eropa untuk menonjolkan kepemimpinannya dalam masalah ekonomi, maka itu adalah langkah pertamanya menuju keagungan. Dan sekarang Jerman memanfaatkan perang di Ukraina dan kondisi internasional di sekitarnya untuk membangun tentara yang kuat dan basis industri militer sebagai langkah keduanya menuju keagungan. Setelah itu, Jerman dapat melepaskan diri dari belenggu yang tersisa dan membangun strategi Jerman yang terpisah dari negara-negara Eropa dan terpisah dari Amerika. Meskipun hal ini tidak diharapkan dalam jangka pendek, namun peristiwa-peristiwa yang ada menunjukkan arah Jerman di jalan ini.

  12. Sebagai penutup, negara-negara besar di dunia saat ini bersaing di antara mereka dalam menumpahkan darah secara zalim dan agresif, menyebarkan kerusakan di muka bumi, serta menghancurkan tanaman dan keturunan. Urusan manusia tidak akan menjadi baik kecuali bumi diterangi kembali dengan cahaya Khilafah untuk mengembalikan keamanan dan kedamaian, tidak hanya bagi kaum Muslim, tetapi bagi siapa saja yang bernaung di bawah naungannya. Pada saat itulah, kebenaran akan berkumandang di seluruh penjuru dunia:

وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقاً

"Dan katakanlah: 'Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.' Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap." (QS Al-Isra' [17]: 81)

وَيَقُولُونَ مَتَى هُوَ قُلْ عَسَى أَنْ يَكُونَ قَرِيباً

"...dan mereka berkata: 'Bilakah itu (akan terjadi)?' Katakanlah: 'Mudah-mudahan waktu itu dekat'." (QS Al-Isra' [17]: 51)

5 Dzulhijjah 1444 H 23/06/2023 M

Bagikan Artikel

Bagikan artikel ini dengan jaringan Anda