Beranda Tentang Artikel Tanya Syekh
Analisis

Sambutan Amir Hizbut Tahrir, Al-Alim Al-Jalil Ata bin Khalil Abu al-Rashtah, kepada Para Pengunjung Halamannya dalam Rangka Idulfitri yang Diberkahi Tahun 1445 H / 2024 M

April 13, 2024
3188

Segala puji bagi Allah, serta salawat dan salam bagi Rasulullah, keluarga, sahabat, dan orang-orang yang mengikuti beliau. Amma ba’du:

Kepada umat Islam, sebaik-baik umat yang dilahirkan untuk manusia:

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللهِ

"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah." (QS. Ali Imran [3]: 110).

Kepada para pengemban dakwah yang murni dan bertakwa—kami tidak menyucikan seorang pun di hadapan Allah—mereka yang mengucapkan perkataan yang baik dan beramal saleh, yang mana Allah memuji orang-orang yang memiliki sifat tersebut:

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِين

"Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: 'Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?'" (QS. Fussilat [41]: 33).

Kepada para pengunjung halaman yang mulia, yang mendatanginya dengan penuh kebenaran dan kejujuran, serta mencari kebaikan yang dibawanya, semoga Allah membalas mereka dengan kebaikan.

Saya mengucapkan selamat Idulfitri yang diberkahi kepada Anda semua. Semoga Allah menerima amal ibadah kita semua. Dan Allah-lah pelindung bagi orang-orang saleh.

Saudara-saudara sekalian:

Idulfitri kali ini datang saat negara Yahudi yang terkutuk melakukan berbagai kejahatan terhadap manusia, pepohonan, hingga bebatuan di Gaza dan seluruh Palestina. Mereka melakukan itu dengan dukungan Amerika yang menyuplai mereka dengan bom, rudal, dan pesawat tempur. Meski tidak aneh jika entitas Yahudi dengan dukungan Amerika melakukan hal itu—karena mereka adalah musuh Islam dan kaum Muslim—namun yang aneh adalah tidak adanya satu pun penguasa di negeri-negeri Muslim, terutama mereka yang bertetangga dengan Palestina, yang menggerakkan tentaranya untuk menolong Gaza, penduduknya, Al-Aqsa dan sekitarnya, guna mencabut entitas Yahudi hingga ke akarnya, lalu mengembalikan seluruh Palestina kepada pemiliknya. Bukankah orang yang menjajah tanah kaum Muslim dan mengusir penduduknya berhak untuk diperangi oleh tentara kaum Muslim dan diusir sebagaimana mereka telah mengusir penduduknya?

وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُمْ مِنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ

"Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu." (QS. al-Baqarah [2]: 191).

Bagaimana mungkin para penguasa itu tidak menyadari hal tersebut?! Namun mereka telah dikuasai oleh kesengsaraan mereka sendiri; mereka tunduk di bawah telunjuk kafir kolonialis, khususnya Amerika. Mereka tidak menolak satu pun permintaan Amerika demi menjaga kursi kekuasaan mereka yang rapuh.

قَاتَلَهُمُ اللهُ أَنَّى يُؤْفَكُون

"Semoga Allah membinasakan mereka; bagaimanakah mereka dapat dipalingkan?" (QS. at-Tawbah [9]: 30).

Wahai Saudara-saudara sekalian:

Perang ini telah menyingkap dua perkara penting:

Pertama, kelemahan dan kehinaan orang-orang Yahudi sebagaimana yang Allah sebutkan dalam kitab-Nya:

ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُوا إِلَّا بِحَبْلٍ مِنَ اللهِ وَحَبْلٍ مِنَ النَّاسِ

"Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (perjanjian) dengan Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia." (QS. Ali Imran [3]: 112).

Mereka telah memutus tali dengan Allah setelah para nabi mereka, sehingga tidak ada lagi yang tersisa bagi mereka kecuali tali dengan manusia, yaitu Amerika dan para pengikutnya. Kaum yang kondisinya seperti ini bukanlah kaum yang akan menang dalam peperangan. Sudah lebih dari enam bulan agresi brutal mereka terhadap penduduk Gaza berlalu tanpa mereka mampu mencapai tujuan-tujuannya, padahal mereka melawan kelompok yang jauh lebih kecil dalam jumlah dan peralatan perang.

Kedua, pengkhianatan para penguasa di negeri-negeri Muslim. Mereka tidak menggerakkan tentara untuk menolong Gaza dan penduduknya, seolah-olah perkara itu bukan urusan mereka! Atau mereka bersikap netral, bahkan lebih dekat kepada musuh. Mereka hanya menonton apa yang terjadi, dan yang "terbaik" di antara mereka hanyalah yang sibuk menghitung jumlah korban syahid dan korban luka.

صُمٌّ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لَا يَرْجِعُونَ

"Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar)." (QS. al-Baqarah [2]: 18).

Sangatlah pantas jika kedua perkara ini mendorong orang-orang ikhlas dari kalangan pemilik kekuatan (ahlul quwwah) di militer kaum Muslim untuk mengumumkan mobilisasi umum demi menunaikan kewajiban dari Allah untuk memerangi Yahudi yang menjajah Palestina.

وَلَا تَهِنُوا فِي ابْتِغَاءِ الْقَوْمِ إِنْ تَكُونُوا تَأْلَمُونَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمُونَ وَتَرْجُونَ مِنَ اللهِ مَا لَا يَرْجُونَ

"Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari pada Allah apa yang tidak mereka harapkan." (QS. an-Nisa [4]: 104).

Dengan demikian, kalian akan melenyapkan entitas mereka, karena bagi Allah mereka terlalu remeh untuk bisa menang dalam peperangan. Setelah itu, akan terwujudlah janji Allah:

فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ الْآخِرَةِ لِيَسُوءُوا وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُوا مَا عَلَوْا تَتْبِيرًا

"Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam masjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai." (QS. al-Isra [17]: 7).

Maka kemarilah wahai tentara kaum Muslim, tolonglah saudara-saudara kalian di Gaza. Jika rezim-rezim diktator (hukman jabriyyan) yang ada di negeri-negeri Muslim menghalangi kalian, maka singkirkanlah mereka dengan segala cara. Tegakkanlah hukum Allah sebagai penggantinya, yakni Khilafah ala Minhaj an-Nubuwwah, sebagai perwujudan kabar gembira (bisyarah) Rasulullah ﷺ:

«ثُمَّ تَكُونُ مُلْكاً جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ، ثُمَّ سَكَتَ»

"Kemudian akan ada kekuasaan diktator, yang ada atas kehendak Allah. Kemudian Allah akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti metode kenabian. Kemudian beliau diam." (HR. Ahmad).

Pada saat itulah, Khalifah, para pembantunya, dan tentara Islam—dari pangkat tertinggi hingga terendah—akan berpindah dari satu kemenangan ke kemenangan lainnya. Mereka bertakbir dan umat bertakbir bersama mereka. Mereka kuat karena Tuhannya dan mulia karena agamanya, sehingga tidak akan ada musuh yang berani mendirikan entitas di tanah Islam.

وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ * بِنَصْرِ اللهِ يَنْصُرُ مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ

"Dan pada hari (kemenangan) itu bergembiralah orang-orang yang beriman, karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang." (QS. ar-Rum [30]: 4-5).

Sebagai penutup, wahai saudara-saudara sekalian, saya mengucapkan selamat Idulfitri kepada Anda. Saya memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala semoga kita telah menunaikan puasa bulan yang mulia ini dan melakukan qiyam di dalamnya dengan cara yang diridai Allah Subhanahu wa Ta'ala dan Rasul-Nya ﷺ. Saya juga memohon kepada-Nya semoga Idulfitri ini menjadi pembuka kebaikan, keberkahan, dan kemuliaan bagi Islam dan kaum Muslim.

وَاللهُ غَالِبٌ عَلَى أَمْرِهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُون

"Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya." (QS. Yusuf [12]: 21).

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

1 Syawal 1445 H
Bertepatan dengan 10/04/2024 M

Saudara Kalian,
Ata bin Khalil Abu al-Rashtah

Bagikan Artikel

Bagikan artikel ini dengan jaringan Anda