Kepada para pengemban dakwah yang bertakwa dan bersih, orang-orang pilihan yang berbuat kebajikan, dan kami tidak memuji seorang pun di hadapan Allah...
Kepada para pengunjung halaman ini yang menyongsong kebenaran yang diserukan, dan kebaikan yang dibawanya dengan izin Allah...
Kepada seluruh kaum Muslim yang mencintai Allah Subhanahu wa Ta'ala dan Rasul-Nya ﷺ.
Kepada kalian semua, saya menyapa kalian dengan salam dalam Islam: Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Sebagaimana kalian ketahui, kami biasanya menyampaikan ucapan selamat pada pagi hari Id. Namun, karena Imam tadi membaca ayat yang mulia dalam shalat Subuh:
وَالْفَجْرِ * وَلَيَالٍ عَشْرٍ
"Demi fajar, dan malam yang sepuluh." (QS al-Fajr [89]: 1-2)
Maka saya memandang perlu untuk berbincang dengan kalian pada hari pertama dari sepuluh hari yang diberkati ini, yang mana Allah telah bersumpah dengannya, dan Rasulullah ﷺ telah menjadikan amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah daripada di hari-hari lainnya. Ahmad mengeluarkan dalam Musnad-nya dari Sa'id bin Jubair dari Ibnu Abbas, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ قَالَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا رَجُلًا خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْء
"Tidak ada hari-hari di mana amal saleh di dalamnya lebih dicintai oleh Allah Azza wa Jalla daripada hari-hari ini, yakni sepuluh hari pertama (Zulhijah). Mereka bertanya, 'Wahai Rasulullah, tidak juga jihad di jalan Allah?' Beliau menjawab, 'Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya, kemudian ia tidak kembali lagi dengan membawa sesuatu pun dari situ'."
Sungguh, ini adalah hari-hari yang agung yang dimulai sejak awal bulan Zulhijah yang mulia dan berakhir pada hari Nahr (penyembelihan), yakni hari Iduladha. Saya memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala semoga hari-hari tersebut membawa kebaikan dan berkah bagi Islam dan seluruh kaum Muslim, serta semoga Allah menerima ketaatan kita semua. Semoga sepuluh malam ini menjadi pembuka kebaikan bagi siapa saja yang menyaksikannya dengan semestinya dan menunaikan haknya. Ini adalah hari-hari kejujuran, keikhlasan, dan pendekatan diri kepada Allah dengan amal saleh serta doa yang dikabulkan, insya Allah.
Saudara-saudara yang mulia:
Sebagian pemuda mengatakan bahwa tekanan terhadap kita telah menghebat, baik secara internasional, regional, maupun lokal... Benar, hal itu memang terjadi, namun hal itu bukanlah alasan untuk berputus asa atau bersedih. Sebaliknya, itu adalah pertanda datangnya kelapangan (faraj). Sebab, memuncaknya krisis adalah pertanda akan terurainya krisis tersebut, dan gelapnya malam adalah pertanda fajar yang menyingsing... Siapa saja yang mentadaburi sirah Nabi ﷺ akan mendapatinya menyuarakan hal itu. Kaum kafir Quraisy telah memerangi dakwah Rasulullah ﷺ dan menghadang beliau dengan berbagai cara. Tekanan yang mereka berikan semakin meningkat dan menghebat; mereka memboikot Rasulullah ﷺ dan para sahabat di syi’ib (lembah) serta menyiksa mereka, hingga kaki Rasulullah ﷺ berdarah... Mereka memfitnah beliau ﷺ sebagai tukang sihir, gila, dan pendusta.
كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ إِن يَقُولُونَ إِلاَّ كَذِبًا
"Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta." (QS al-Kahfi [18]: 5)
Kemudian krisis semakin menghebat hingga mereka bersepakat untuk membunuh Rasulullah ﷺ. Lalu mereka mengejar beliau ﷺ sampai ke Gua Tsur, saat beliau bersembunyi di dalamnya bersama sahabatnya, Ash-Shiddiq Abu Bakar radhiyallahu 'anhu. Mereka berdiri tepat di depan pintu gua, dan tidak ada jarak antara mereka dengan Rasulullah ﷺ kecuali hanya sehasta atau bahkan kurang dari itu... Peristiwa itu terjadi pada sore hari itu, namun satu atau dua hari kemudian, Rasulullah ﷺ sudah mendirikan negara di Madinah al-Munawwarah dan meninggikan bangunannya sehingga menyinari dunia dan menyuarakan kebenaran.
إِنَّ فِي ذَلِكَ لَذِكْرَى لأُوْلِي الأَلْبَابِ
"Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai akal." (QS az-Zumar [39]: 21)
Demikian pulalah dakwah yang kita emban sebagai bentuk ittiba' kepada Rasulullah ﷺ. Hizbut Tahrir yang memimpin dakwah ini, beserta para syabab dan pimpinannya, telah mengalami berbagai tekanan, siksaan yang berujung pada syahid, makar dari para pembuat makar, mata-mata kaum zalim, dan kebencian dari orang-orang yang dengki:
Mengenai Hizb, ia telah dilarang dan dicegah di berbagai negeri di dunia Islam, bahkan di negeri-negeri yang terbuka bagi berbagai macam partai seperti Indonesia, mereka telah melarang Hizb. Begitu juga di negeri-negeri yang pintunya terbuka lebar bagi berbagai jenis partai bahkan yang buruk sekalipun seperti Tunisia, mereka juga melarang Hizb... Mengapa demikian? Itu semua karena kalimat kebenaran yang disuarakan oleh Hizb.
Adapun mengenai para syabab Hizb, penjara-penjara para thaghut menjadi saksi atas keadaan mereka. Di dalam penjara yang sempit mereka disiksa, dan di luar penjara mereka senantiasa diburu. Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.
Adapun mengenai kepemimpinan Hizb, Amir pertama telah difitnah oleh para pendengki dan mata-mata dengan kedustaan yang nyata, mereka berkata begini dan begitu... Adapun Amir kedua, mereka tidak merasa cukup dengan memfitnahnya, melainkan mereka juga mengeklaim bahwa beliau menyelisihi ide (fikrah) dan metode (thariqah)... Sedangkan hamba yang fakir ini, Amir ketiga, mereka tidak cukup dengan fitnah atau klaim penyelisihan saja, melainkan mereka juga menyebarkan berita kematian saya! Mereka menyangka dengan cara itu mereka dapat memuaskan amarahnya! Sungguh mereka adalah orang-orang bodoh. Mereka memiliki hati namun tidak digunakan untuk memahami. Sebab, jika mereka paham, niscaya mereka akan tahu bahwa kematian Amir Hizb bukan berarti kematian Hizb itu sendiri. Sebaliknya, 'Atha' (pemberian) akan digantikan oleh 'Atha' yang lebih keras dan lebih kuat, yang menyeru mereka dengan firman-Nya:
وَإِذَا خَلَوْاْ عَضُّواْ عَلَيْكُمُ الأَنَامِلَ مِنَ الْغَيْظِ قُلْ مُوتُواْ بِغَيْظِكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ
"Apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka): 'Matilah kamu karena kemarahanmu itu'. Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati." (QS Ali Imran [3]: 119)
Sesungguhnya dakwah ini adalah milik Allah, dan makar para pembuat makar, mata-mata kaum zalim, kebencian orang-orang yang dengki, serta fitnah para pemfitnah tidak akan membahayakannya. Sebaliknya, dakwah ini akan terus naik dari puncak ke puncak dan cahayanya dengan izin Allah akan membentang hingga ke langit, serta akan mewujudkan janji Allah Subhanahu wa Ta'ala dan kabar gembira Rasul-Nya ﷺ dalam tiga cabangnya:
Yaitu tumbangnya kekuasaan Mulk Jabriyyah (kekuasaan diktator) ini ke tempat yang sangat jauh dan tegaknya Khilafah yang mengikuti metode kenabian. Nabi ﷺ bersabda:
ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً، فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهَ أَنْ تَكُونَ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةٍ ثُمَّ سَكَتَ
"Kemudian akan ada kekuasaan diktator yang memaksakan kehendak (Mulk Jabriyyah), ia akan ada selama Allah menghendaki ia ada. Kemudian Allah akan mengangkatnya jika Allah berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti metode kenabian (Khilafah 'ala Minhaj al-Nubuwwah). Kemudian beliau diam." (HR Ahmad dari Hudhayfah bin al-Yaman)
Maka Khilafah akan menyinari dunia, Allah akan memenangkan yang hak dengan kalimat-kalimat-Nya, dan memusnahkan orang-orang kafir sampai ke akar-akarnya...
Kita juga akan mencabut eksistensi Yahudi dari akar-akarnya. Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ الْيَهُودَ، فَيَقْتُلُهُمُ الْمُسْلِمُونَ...
"Kiamat tidak akan terjadi sehingga kaum Muslim memerangi Yahudi, lalu kaum Muslim membunuh mereka..."
Dalam redaksi lain beliau ﷺ bersabda:
تُقَاتِلُكُمُ يَهُودُ، فَتُسَلَّطُونَ عَلَيْهِمْ
"Yahudi akan memerangi kalian, lalu kalian akan diberi kekuasaan atas mereka (untuk mengalahkan mereka)."
Dan kita akan memasuki Palestina, bumi yang diberkati, sebagai pembebas. Kita akan shalat di Masjid al-Aqsa dengan azan dari sahabat kita di Irak yang telah mengirimkan surat berisi permohonan kepada Allah agar ia menjadi muazin pertama di al-Aqsa setelah pembebasannya.
Begitu juga kita akan menaklukkan Roma dengan izin Allah. Ahmad meriwayatkan dalam Musnad-nya dan al-Hakim mensahihkannya serta disetujui oleh az-Zahabi dari Abu Qabil, ia berkata: Kami pernah berada di sisi Abdullah bin Amru bin al-Ash, lalu ia ditanya: Kota manakah yang akan ditaklukkan lebih dulu: Konstantinopel atau Roma? Abdullah menjawab: Ketika kami sedang berada di sekitar Rasulullah ﷺ sambil menulis, tiba-tiba Rasulullah ﷺ ditanya: "Kota manakah yang akan ditaklukkan lebih dulu: Konstantinopel atau Roma?" Maka Rasulullah ﷺ bersabda:
مَدِينَةُ هِرَقْلَ تُفْتَحُ أَوَّلًا، يَعْنِي قُسْطَنْطِينِيَّةَ
"Kota Heraklius-lah yang akan ditaklukkan lebih dulu, yakni Konstantinopel."
Konstantinopel telah ditaklukkan dan Roma pun akan ditaklukkan insya Allah, sehingga terwujud keinginan sahabat kita di Palestina yang mengirimkan surat berisi permohonan kepada Allah agar ia mendapatkan bagian dari sirah Tamim ad-Dari radhiyallahu 'anhu, sehingga ia memiliki sebidang tanah di sudut kota Roma...
Setelah itu, tidak akan tersisa satu rumah pun baik di kota maupun di desa melainkan Islam akan memasukinya dengan kemuliaan bagi orang yang mulia atau kehinaan bagi orang yang hina. Kemuliaan yang dengannya Allah memuliakan Islam dan pemeluknya, serta kehinaan yang dengannya Allah menghinakan kekufuran dan pengikutnya. Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadis yang dikeluarkan oleh Ahmad dalam Musnad-nya dari Tamim ad-Dari, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
لَيَبْلُغَنَّ هَذَا الْأَمْرُ مَا بَلَغَ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَلَا يَتْرُكُ اللَّهُ بَيْتَ مَدَرٍ وَلَا وَبَرٍ إِلَّا أَدْخَلَهُ اللَّهُ هَذَا الدِّينَ بِعِزِّ عَزِيزٍ أَوْ بِذُلِّ ذَلِيلٍ عِزًّا يُعِزُّ اللَّهُ بِهِ الْإِسْلَامَ وَذُلًّا يُذِلُّ اللَّهُ بِهِ الْكُفْرَ..
"Sungguh perkara ini (Islam) akan sampai ke seluruh tempat yang dijangkau oleh malam dan siang. Allah tidak akan menyisakan satu rumah pun di kota maupun di desa melainkan Allah akan memasukkan agama ini ke dalamnya dengan kemuliaan bagi orang yang mulia atau kehinaan bagi orang yang hina; kemuliaan yang dengannya Allah memuliakan Islam dan kehinaan yang dengannya Allah menghinakan kekufuran."
Al-Baihaqi juga mengeluarkan hadis serupa dalam as-Sunan al-Kubra, demikian pula al-Hakim dalam al-Mustadrak.
Mungkin orang-orang yang dengki, para penyebar berita bohong, dan orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit atau kerusakan di atas penyakit akan mengatakan bahwa kita hanya berkhayal atau kita adalah para pemimpi... Orang-orang seperti mereka sebelumnya juga telah mengatakannya; mereka berkata tentang Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya radhiyallahu 'anhum: Orang-orang itu telah ditipu oleh agama mereka, bagaimana mungkin mereka mengharapkan perbendaharaan Kisra dan Kaisar?! Namun kemudian janji Allah terwujud dan hidung orang-orang yang rendah itu tersungkur. Kisra dan Kaisar pun tumbang, sementara Daulah Islam dan Panji Islam menjulang tinggi. Hal itu akan terjadi lagi insya Allah, sehingga orang-orang yang dengki itu mati karena amarahnya, diikuti oleh para mata-mata kaum zalim, pembuat makar, dan setiap orang yang menyuarakan kebatilan.
وَسَيَعْلَمُ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَيَّ مُنقَلَبٍ يَنقَلِبُونَ
"Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali." (QS asy-Syu'ara [26]: 227)
Saudara-saudara yang mulia:
Kita tidaklah beramal dalam khayalan, melainkan kita beramal seraya merasa tenang dengan pertolongan Allah yang dijanjikan. Pertolongan itu bukan hanya untuk para Nabi, dan bukan hanya di akhirat saja, melainkan juga untuk orang-orang mukmin di dunia dan akhirat.
إِنَّا لَنَنصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الأَشْهَادُ
"Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat)." (QS Ghafir [40]: 51)
Saya tegaskan kepada kalian wahai saudara-saudaraku, bahwa Hizb ini hampir mencapai tujuannya berkali-kali sejak berdirinya hingga hari ini, namun:
لِكُلِّ أَجَلٍ كِتَابٌ
"Bagi tiap-tiap masa ada Kitab (yang tertentu)." (QS ar-Ra'd [13]: 38)
Dan bagi Allah-lah hikmah yang sempurna... Jika Zat Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa telah menetapkan suatu urusan, Dia akan memudahkan sebab-sebabnya sehingga tidak akan terlambat dari waktunya.
إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
"Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (QS ath-Thalaq [65]: 3)
Sebagai penutup, saya kembali ke tempat saya memulai. Saya memandang perlu untuk berbincang dengan kalian pada hari pertama dari sepuluh hari yang diberkati ini, yang mana Allah telah bersumpah dengannya, dan Rasulullah ﷺ bersabda tentangnya: "Tidak ada hari-hari di mana amal saleh di dalamnya lebih dicintai oleh Allah Azza wa Jalla daripada hari-hari ini, yakni sepuluh hari pertama (Zulhijah)..." Sungguh ini adalah hari-hari yang agung yang dimulai sejak awal bulan Zulhijah yang mulia dan berakhir pada hari Nahr, hari Iduladha. Saya memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala semoga hari-hari tersebut membawa kebaikan dan berkah bagi Islam dan kaum Muslim semuanya, semoga Allah menerima ketaatan, dan semoga sepuluh malam ini menjadi pembuka kebaikan bagi siapa saja yang menyaksikannya dengan semestinya dan menunaikan haknya. Ini adalah hari-hari kejujuran, keikhlasan, dan pendekatan diri kepada Allah dengan amal saleh serta doa yang dikabulkan, insya Allah... Saya memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar hari-hari tersebut kembali lagi sementara kita telah dinaungi oleh Panji al-Uqab dan kita berada di tanah yang suci, membawa kebaikan dengan tangan kita, menyuarakannya dengan lisan kita, sehingga hati pun menjadi tenang dan dada pun menjadi lapang.
وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ * بِنَصْرِ اللَّهِ يَنصُرُ مَن يَشَاء وَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ
"Dan di hari (kemenangan) itu bergembiralah orang-orang yang beriman, karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Maha Perkasa lagi Maha Penyayang." (QS ar-Rum [30]: 4-5)
Akhir dari penutup, saya ulangi lagi bahwa dakwah ini adalah milik Allah, tidak akan membahayakannya makar para pembuat makar, mata-mata kaum zalim, kebencian orang-orang yang dengki, maupun fitnah para pemfitnah. Sebaliknya, dakwah Allah akan terus meninggi, cahayanya akan membahagiakan orang-orang yang jujur yang memandangnya, dan sinarnya akan memadamkan hati para pendengki yang suka memfitnah.
وَلَتَعْلَمُنَّ نَبَأَهُ بَعْدَ حِينٍ
"Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) berita Al Quran setelah beberapa waktu lagi." (QS Sad [38]: 88)
Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Awal Zulhijah, Bulan Haram 1438 H Bertepatan dengan 23/08/2017 M
Saudara Kalian, Ata bin Khalil Abu al-Rashtah