Ikhwah yang mulia,
Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,
Sungguh telah membahagiakan saya sikap-sikap kalian yang cemerlang dan keteguhan kalian di atas kebenaran tanpa merasa takut terhadap celaan orang yang mencela, meskipun berbagai persoalan mengepung kalian, dan orang-orang yang lemah jiwanya serta orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit berada di sekitar kalian. Kalian benar-benar seperti apa yang Allah Subhanahu wa Ta'ala firmankan:
الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَاناً وَقَالُوا حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ * فَانْقَلَبُوا بِنِعْمَةٍ مِنَ اللهِ وَفَضْلٍ لَمْ يَمْسَسْهُمْ سُوءٌ وَاتَّبَعُوا رِضْوَانَ اللهِ وَاللهُ ذُو فَضْلٍ عَظِيمٍ * إِنَّمَا ذَلِكُمُ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءَهُ فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
"(Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang ketika ada orang-orang mengatakan kepada mereka, 'Sesungguhnya orang-orang telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka,' maka perkataan itu menambah iman mereka dan mereka menjawab, 'Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.' Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak ditimpa suatu bencana pun dan mereka mengikuti keridaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang beriman." (QS Ali Imran [3]: 173-175)
Ikhwah yang mulia,
Sesungguhnya kita meneladani Rasulullah ﷺ dalam mengemban dakwah melalui tiga tahapannya. Sebagaimana kaum musyrik menghadang beliau dengan segala kekuatan mereka, demikian pula para penguasa thaghut menghadang kita, yang didukung oleh orang-orang munafik dan orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit—mereka yang mengenakan pakaian Islam karena menyangka bahwa perputaran roda zaman akan menguntungkan mereka dan bukan mencelakakan mereka, demi mencari keuntungan duniawi atau harta rampasan yang fana dari para thaghut:
فَتَرَى الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ يُسَارِعُونَ فِيهِمْ يَقُولُونَ نَخْشَى أَنْ تُصِيبَنَا دَائِرَةٌ فَعَسَى اللهُ أَنْ يَأْتِيَ بِالْفَتْحِ أَوْ أَمْرٍ مِنْ عِنْدِهِ فَيُصْبِحُوا عَلَى مَا أَسَرُّوا فِي أَنْفُسِهِمْ نَادِمِينَ * وَيَقُولُ الَّذِينَ آمَنُوا أَهَؤُلَاءِ الَّذِينَ أَقْسَمُوا بِاللهِ جَهْدَ أَيْمَانِهِمْ إِنَّهُمْ لَمَعَكُمْ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فَأَصْبَحُوا خَاسِرِينَ
"Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: 'Kami takut akan mendapat kutukan.' Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka. Dan orang-orang yang beriman akan mengatakan: 'Inilahkah orang-orang yang bersumpah sungguh-sungguh dengan nama Allah, bahwasanya mereka benar-benar beserta kamu?' Rusak binasalah amal-amal mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang merugi." (QS Al-Ma'idah [5]: 52-53)
Ikhwah yang mulia,
Sesungguhnya suara lantang kalian dengan kebenaran telah mencengangkan musuh-musuh Islam dan kaum Muslim. Bagaimana tidak, padahal kalian tidak memanggul senjata dan tidak memimpin tentara, namun kalian berhasil mengembalikan tipu daya mereka ke leher mereka sendiri dan menjadikan kesudahan urusan mereka adalah kerugian, sehingga orang-orang pun meninggalkan mereka... Mereka tidak menyadari bahwa para pelaku kebatilan setinggi apa pun mereka terbang, mereka akan jatuh ke dalam lumpur yang mereka buat sendiri... Mereka juga tidak menyadari bahwa pedang saja tidak akan berguna jika tidak disertai dengan kesadaran dan bashirah... Sekiranya orang-orang di al-Hay'ah itu berpikir jernih saat mereka melihat proses normalisasi negara-negara di sekitar mereka dengan rezim thaghut Syam, niscaya mereka akan menyadari bahwa konsekuensinya akan menimpa mereka dengan dua pilihan yang keduanya pahit: tunduk kepada thaghut Syam, atau dikejar-kejar oleh rezim dengan keras dan kekerasan... Oleh karena itu, jika mereka berakal, seharusnya mereka memperlakukan orang-orang di sekitar mereka dengan baik agar orang-orang tersebut mendukung dan menolong mereka pada hari-hari ketika rezim melakukan penindasan, bukannya malah meniru rezim dalam mengejar-ngejar para pengemban dakwah sebagaimana yang dilakukan oleh sang thaghut. Saat itulah mereka akan terjatuh ke dalam lumpur yang mereka buat sendiri... sehingga keadaan mereka menjadi buruk di dunia sebelum di akhirat, kemudian mereka akan menyesal padahal saat itu bukanlah waktu untuk menyesal.
Ikhwah yang mulia,
Tidak diragukan lagi kalian mengetahui bahwa negara-negara kafir penjajah dan para anteknya dari negara-negara yang ada di negeri-negeri kaum Muslim menangkap para syabab kita, menyiksa mereka, dan sebagian dari mereka syahid di penjara-penjara negara-negara tersebut... Meski demikian, azam kita tidak pernah melemah di jalan Allah. Negara-negara itu jauh lebih kuat dan lebih besar kumpulannya daripada al-Hay'ah... Hal itu karena kita adalah hamba-hamba Allah yang menyuarakan kebenaran dan tidak takut karena Allah terhadap celaan orang yang mencela. Kita beriman bahwa Yang Menghilangkan kesusahan adalah Allah Yang Mahakuat lagi Mahaperkasa, Yang Membangkitkan kemuliaan kita dan Yang Melemahkan tipu daya musuh kita...
وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجاً * وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللهِ فَهوُ حَسْبُهُ إِنَّ اللهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْراً
"Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya, dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (QS Ath-Thalaq [65]: 2-3)
Wahai Ikhwah,
Sesungguhnya memuncaknya krisis adalah pertanda akan datangnya kelapangan... Dan kami memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar krisis-krisis yang berturut-turut ini digantikan oleh kemenangan dari Allah dan pertolongan yang dekat dengan tegaknya Khilafah Rasyidah. Karena sesungguhnya bersama satu kesulitan ada dua kemudahan, bukan hanya satu kemudahan:
Al-Hakim meriwayatkan dalam al-Mustadrak (2/329) dengan sanad shahih, Al-Hakim mengatakan: Shahih sesuai syarat Muslim, dan disepakati oleh adz-Dzahabi dalam at-Talkhish, dari Umar bin al-Khaththab radhiyallahu 'anhu: "Bahwasanya telah sampai kepadanya berita bahwa Abu Ubaidah dikepung di Syam, dan orang-orang telah bersatu melawannya, maka Umar menulis surat kepadanya: Salam 'alaika, Amma ba'du: Sesungguhnya tidaklah turun kepada seorang hamba mukmin suatu kesulitan melainkan Allah akan menjadikan kelapangan setelahnya, dan satu kesulitan tidak akan pernah mengalahkan dua kemudahan."
Ibnu Qayyim rahimahullah berkata dalam kitabnya Bada'i' al-Fawa'id pada (Bab Kaidah Komprehensif tentang Permulaan): "Firman Allah Ta'ala: فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراً إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراً Maka al-'usr -meskipun diulang dua kali- namun ia diulang dengan lafadz ma'rifah, maka ia adalah satu. Sedangkan al-yusr diulang dengan lafadz nakirah, maka ia adalah dua kemudahan. Jadi, al-'usr itu diapit oleh dua kemudahan, kemudahan sebelumnya dan kemudahan sesudahnya, maka satu kesulitan tidak akan mengalahkan dua kemudahan."
Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
17 Dzulqa'dah 1444 H / 6 Juni 2023 M
Saudara kalian, Ata bin Khalil Abu al-Rashtah Amir Hizbut Tahrir