Segala puji bagi Allah, serta salawat dan salam kepada Rasulullah, keluarga, para sahabat, dan orang-orang yang mengikuti beliau. Amma ba'du,
Kepada setiap orang yang mengirimkan pesan kepadaku melalui halaman media sosial, yang mengecam tulisan-tulisan hitam di berbagai laman internet...
Kepada setiap orang yang mengirimkan pesan kepadaku, yang mengecam tulisan kelompok-kelompok nakitsin (orang-orang yang melanggar janji bayat), tarikin (orang-orang yang meninggalkan dakwah), dan mu'aqabin (orang-orang yang dijatuhi sanksi)...
Kepada setiap orang yang mengirimkan pesan kepadaku, yang mengecam tulisan-tulisan yang menyimpang dari orang-orang yang menjadi dalang keburukan tersebut...
Kepada setiap orang yang mengirimkan pesan kepadaku, yang merasa heran bagaimana keadaan orang-orang itu dan para pengikutnya bisa sampai pada tingkat keburukan seperti ini...
Kepada mereka semua, saya sampaikan salam penghormatan Islam... Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,
Saudara-saudaraku yang mulia,
Bukanlah hal yang aneh jika orang-orang semacam itu dan pengikutnya ada, selama di dunia ini masih ada kebaikan dan keburukan... Orang-orang seperti mereka telah ada, sedang ada, dan diperkirakan akan tetap ada di masa depan... Dulu, pernah ada anggota pimpinan (Lajnah Qiyadah) yang keluar dari Hizb sebagai bentuk protes terhadap manhaj Ameer pertama sekaligus pendiri Hizb, "Abu Ibrahim" (Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani) rahimahullah... Ada pula yang berkhianat dari Kantor Ameer pada masa Ameer kedua, "Abu Yusuf" (Syaikh Abdul Qadim Zallum) rahimahullah... Dan hari ini, ada orang-orang yang menyimpang... Hizb telah memunculkan mereka dan memberi mereka kedudukan, namun mereka justru mengecewakan Hizb. Hizb telah mengangkat derajat mereka, tetapi mereka justru cenderung kepada dunia:
وَلَكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الْأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ
"Tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah." (QS. Al-A'raf [7]: 176)
Penyimpangan mereka bukan sekadar menyimpang, melainkan telah mengkhianati amanah dan memalsukan fakta. Pemimpin mereka, setelah melakukan dosa besar berupa pengkhianatan terhadap harta anak yatim, berkata: "Aku telah mengembalikan uang rumah tersebut" —jika ia jujur— tetapi sebagaimana yang ia katakan, uang itu bukan diberikan kepada pemilik rumah, melainkan kepada seorang pria yang dijatuhi sanksi dan tidak lagi aktif di Hizb! Demikianlah... seolah-olah pemilik rumah itu adalah orang yang tidak dikenal, padahal ia telah berulang kali datang menanyakan masalah ini! Bukankah ini adalah sesuatu yang sangat mengherankan?!
Salah seorang dari mereka bertanya, "Apakah tidak cukup Ameer meminta maaf kepadamu?" Lalu ia menjawab, "Tidak cukup!" Demikianlah mereka berbohong kepada diri mereka sendiri sebelum berbohong kepada Allah, seolah-olah ada tawaran permintaan maaf! Artinya, mereka menggunakan metode propaganda hitam (black propaganda) dengan mengulang-ulang kebohongan, berharap menemukan orang yang buta mata dan hatinya yang akan mempercayai mereka... Seseorang di antara mereka berkata: "Ameer memberikan instruksi umum kepada para pemuda untuk menulis kepada Facebook agar menutup halaman orang tersebut," lalu yang lain menjawab dengan sumpah yang sangat berat bahwa hal itu benar-benar terjadi dan kemudian halaman tersebut ditutup. Seolah-olah Ameer merasa gemetar karena keburukan halaman tersebut atau bahkan membukanya! Begitulah cara mereka mengada-ada...
Adapun "kambing hitam" yang mereka gunakan untuk menggantungkan berbagai pelanggaran dan fitnah mereka adalah masalah muhasabah (akuntabilitas). Seolah-olah muhasabah itu tidak ada, padahal ia sangat jelas terlihat! Muhasabah telah dirinci dalam berkas administratif yang justru ikut disusun oleh sebagian orang yang sekarang menentangnya... Bahkan, di atas muhasabah terdapat Mahkamah Mazhalim yang dikelola oleh orang-orang yang bertakwa dan bersih, yang tidak takut terhadap celaan orang yang mencela karena Allah—dan kami tidak mensucikan seorang pun di hadapan Allah... Maka muhasabah dan mazhalim itu tetap berdiri tegak, tidak ada yang mengingkarinya kecuali orang yang celaka, dan tidak ada yang meragukan integritas keduanya kecuali setan-setan dari jenis manusia dan jin... Meskipun demikian, mereka tidak mengambil pelajaran dan tidak pula jera... Kemudian orang itu mengancam bahwa sekarang ia menyampaikan kata-kata di internet kepada Ameer yang masih "meneteskan air", tetapi setelah ini ia akan menyampaikan kata-kata yang "meneteskan api neraka" (sijjil)... Ia tidak menyadari bahwa orang-orang yang lebih kuat dan lebih besar kelompoknya darinya tidak mampu mempengaruhi Hizb atau satu pun penanggung jawab yang merdeka dan mulia di dalamnya... Begitulah cara mereka mengancam...
Saudara-saudara,
Sebagaimana yang saya sebutkan tadi, bukanlah hal yang aneh jika ada orang-orang seperti mereka. Tidak ada satu pun zaman yang di dalamnya terdapat dakwah yang haq, kecuali di sana terdapat orang-orang kecil seperti mereka. Mereka mengucapkan kebohongan, memfitnah, dan menyangka bahwa mereka berada di atas sesuatu, padahal mereka tidak berada di atas apa pun... Sesungguhnya jika mereka melihat para pembela kebenaran tetap teguh, hati mereka dipenuhi dengan amarah. Jika mereka melihat dukungan masyarakat dan sambutan umat kepada para pembela kebenaran, jiwa mereka dipenuhi dengan tipu daya. Namun, jika mereka melihat kekejaman kaum zalim terhadap para pembela kebenaran, mereka merasa senang dan melontarkan fitnah kepada mereka, menyangka bahwa dengan itu mereka bisa mempengaruhi dan memalingkan para pembela kebenaran dari al-haq yang mereka pegang:
إِنْ تَمْسَسْكُمْ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْ وَإِنْ تُصِبْكُمْ سَيِّئَةٌ يَفْرَحُوا بِهَا وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا إِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ
"Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu ditimpa bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikit pun tidak mendatangkan kemudaratan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan." (QS. Ali Imran [3]: 120)
Saudara-saudara,
Sesungguhnya lembaran-lembaran hitam ini tidak akan berhenti selama di dunia ini masih ada kebaikan dan keburukan sebagaimana yang telah saya sebutkan. Orang-orang jahat ingin menyibukkan kita dengan racun dan fitnah mereka. Jika kita tersibukkan olehnya, berarti mereka telah berhasil. Namun, jika kita membuang lembaran-lembaran mereka seperti membuang biji yang busuk dan tidak mempedulikan mereka, maka kita telah menggagalkan perbuatan mereka dan mereka akan mati dalam kemarahannya... Di sini, saya tidak bermaksud melarang kalian untuk membaca lembaran-lembaran hitam tersebut, saya tidak menyuruh atau melarangnya, tetapi yang saya perintahkan dan saya tekankan kepada kalian adalah: janganlah kalian mengirimkan apa pun dari lembaran-lembaran hitam itu kepadaku. Karena sesungguhnya saya ingin menyibukkan diri dengan sebaik-baik perjalanan dan kelurusan langkah, agar kafilah ini sampai dengan membawa obor cahaya menuju tempat kedudukannya, yaitu Khilafah Rasyidah, dengan izin Allah pada waktu yang telah ditetapkan dan ditentukan oleh Allah. Dan setiap waktu itu ada ketetapannya... Dan saya memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar waktu tersebut tidaklah jauh:
إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
"Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (QS. Ath-Thalaq [65]: 3)
Sebagai penutup, sesungguhnya kalian, wahai saudara-saudara, telah menjadi penjaga celah (saddad thaghri) di hadapan tulisan-tulisan hitam dan fitnah-fitnah buta tersebut... Telah sampai kepadaku bahwa kalian adalah laki-laki sejati (rijalun rijal) yang tidaklah cobaan itu menambah kecuali kekuatan, dan fitnah serta ujian tidaklah mempengaruhi kalian, melainkan justru menambah tekad dan semangat... Kalian adalah laki-laki sejati yang keadaannya seperti orang-orang yang difirmankan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala:
الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قد جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ * فَانْقَلَبُوا بِنِعْمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَفَضْلٍ لَمْ يَمْسَسْهُمْ سُوءٌ وَاتَّبَعُوا رِضْوَانَ اللَّهِ وَاللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَظِيمٍ
"(Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: 'Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka', maka perkataan itu menambah iman mereka dan mereka menjawab: 'Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung'. Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar." (QS. Ali Imran [3]: 173-174)
Sebagai penutup dari penutup, saya tegaskan kembali apa yang telah saya sampaikan sebelumnya: (janganlah kalian mengirimkan apa pun dari lembaran-lembaran hitam itu kepadaku) dan janganlah kalian merasa gentar dengan fitnah-fitnah tersebut, bahkan jangan gentar dengan eskalasinya yang diperkirakan akan meningkat, karena sesungguhnya Allah Yang Mahakuat lagi Mahaperkasa senantiasa membela hamba-hamba-Nya yang beriman:
إِنَّ اللَّهَ يُدَافِعُ عَنِ الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ خَوَّانٍ كَفُورٍ
"Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap orang yang suka berkhianat lagi sangat mengingkari nikmat." (QS. Al-Hajj [22]: 38)
Saya memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar menaungi kita di dunia dengan naungan Khilafah sehingga kita menjadi saksi dan tentaranya, serta menaungi kita di akhirat dengan naungan-Nya pada hari di mana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, sehingga kita berada di tempat yang disenangi di sisi Tuhan Yang Berkuasa, dan kemudian kita meraih kemenangan di dunia dan akhirat, dan itulah kemenangan yang agung.
Wassalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.
Malam Jumat, 18 Rabi'ul Akhir 1439 H Bertepatan dengan 5 Januari 2018 M
Saudara Kalian, Atha' bin Khalil Abu al-Rasytah