Beranda Tentang Artikel Tanya Syekh
Analisis

Sambutan Amir Hizbut Tahrir Sedunia Yang Mulia Atha' bin Khalil Abu ar-Rasytah Hafizhahullah kepada Para Akhawat Daiyah Muballighat dalam Muktamar Indonesia

April 20, 2010
4543
استمع للمقال

Video Sambutan Amir Hizbut Tahrir Sedunia Syaikh Atha' bin Khalil Abu ar-Rasytah (21 April 2010)

Wahai para Akhawat Daiyah Muballighat, Yang berkumpul dalam Muktamar Hizbut Tahrir - Indonesia Wahai yang mulia Assalamu 'alaikunna wa rahmatullah wa barakatuh

Alhamdulillah dengan pujian yang banyak, shalawat dan salam atas Rasul yang diutus Allah sebagai pembawa kabar gembira (basyiran) dan pemberi peringatan (nadziran), atas keluarganya yang suci, para sahabatnya yang baik, dan orang-orang yang mengikutinya, shallallahu 'alaihi wa alihi wa sallam, serta mencintainya di atas kebenaran yang nyata hingga Hari Kiamat. Amma ba’du.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: {وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلاً مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ} (Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri [kepada Allah]?").

Dan Rasulullah shalawatullahi wa salamuhu 'alaihi bersabda: «مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ» Muttafaqun 'alaih. (Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, niscaya Dia akan memahamkannya dalam urusan agama).

Wahai para Akhawat yang mulia:

Sungguh muktamar kebaikan ini, muktamar dakwah kepada Allah, muktamar pendalaman pemahaman agama (tafaqquh fiddin), yang diselenggarakan di negeri yang baik, Indonesia, telah membahagiakan saya. Dengannya, jiwa-jiwa hidup, hati menjadi tenang, dan pandangan mata batin tercerahkan. Terutama karena muktamar ini dipimpin oleh syaqaiqur rijal (saudara kandung para pria), ibu para pahlawan, dan pendidik generasi. {وَفِي ذَلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ }. (Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba).

Segala puji bagi Allah yang menjadikan kalian sebagai penunjuk jalan yang mendapat petunjuk, menempuh jalan yang lurus yang telah digariskan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa alihi wa sallam untuk para sahabat pria dan wanita. Mereka semua, pria dan wanita, bersegera dalam kebaikan. Mereka berkata: {رَبَّنَا وَآَتِنَا مَا وَعَدْتَنَا عَلَى رُسُلِكَ وَلا تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيعَادَ فَاسْتَجَابَ لَهُمْ رَبُّهُمْ أَنِّي لا أُضِيعُ عَمَلَ عَامِلٍ مِنْكُمْ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى بَعْضُكُمْ مِنْ بَعْضٍ}. (Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui rasul-rasul-Mu. Dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak pernah menyalahi janji.” Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonan mereka: “Sesungguhnya Aku tidak akan menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki maupun perempuan, karena sebagian kamu adalah keturunan dari sebagian yang lain).

Wahai para Akhawat yang mulia:

Saya tidak akan memperpanjang (sambutan) ini, namun saya menyeru kalian untuk mengingat empat perkara yang harus kalian tempatkan di hadapan mata kalian. Dan Allah bersama kalian, Dia tidak akan mengurangi pahala amal-amal kalian sedikit pun:

  1. Perkara Pertama: Kewajiban dakwah kepada Islam secara kaffah (menyeluruh); baik dalam akidahnya, ibadahnya, pendirian negaranya (Daulah Islamiyah), dan seluruh hukum syariatnya: {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً}, (Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam kedamaian [Islam] secara keseluruhan). Dan As-Silm di sini adalah Islam, yaitu, masuklah ke dalam Islam seluruhnya, serukanlah dan amalkanlah. Tidak dibenarkan mengambil sebagian dan meninggalkan sebagian lainnya. Karena Dzat Yang mewajibkan salat, zakat, haji, dan puasa, adalah Dzat Yang Maha Suci (Allah) yang juga mewajibkan baiat kepada Khalifah, penegakan Hudud, dan pelaksanaan semua hukum lainnya.

  2. Kedua: Kewajiban beramal untuk melanjutkan kehidupan Islam (istinaf al-hayah al-Islamiyyah) dengan menegakkan Khilafah Rasyidah. Ini adalah kewajiban bagi pria dan wanita, sesuai dengan kemampuan amal mereka. Nushush syar'i tentang hal ini sangat banyak, bahkan kaum wanita telah berpartisipasi bersama kaum pria dalam pembukaan pendirian Negara, yaitu Bai'at Aqabah Tsaniyah, di mana 73 pria dan dua wanita, yaitu Ummu Ammarah dan Ummu Mani', ridwanullahi 'alaihim, membaiat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa alihi wa sallam.

  3. Ketiga: Menyebarkan tsaqafah al-'izzah (budaya kemuliaan/kejayaan): {وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَلَكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لا يَعْلَمُونَ}, (Padahal kekuatan kemuliaan (al-izzah) itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui), serta tsaqafah kebanggaan menjadi bagian dari Umat Islam yang mulia; yang memiliki peran panjang dalam peradaban, pembebasan bangsa-bangsa tertindas, dan yang memiliki sejarah kemenangan gemilang yang menyinari seluruh penjuru dunia: {وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ}, (Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong [agama]-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuat lagi Mahaperkasa), dengan demikian kita menjaga identitas Islam kita yang istimewa, dan peran perintis kita sebagai saksi atas umat manusia: {لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ}. (Agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas dirimu dan agar kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia).

  4. Keempat: Sesungguhnya wanita Muslimah dan keluarga Muslim menjadi sasaran kampanye orang-orang kafir dan agen-agen mereka, selain sasaran terhadap akidah Islam, kesucian, simbol, dan hukum-hukumnya. Oleh karena itu, hendaklah suara para daiyah ditinggikan dalam mengecam campur tangan orang-orang kafir dalam urusan kaum Muslimah melalui slogan-slogan penipuan yang mereka angkat. Yang lahirnya adalah rahmat, tetapi batinnya adalah azab, seperti slogan hak-hak wanita, pembebasan wanita, konferensi populasi, dan "Gender", serta Keluarga Berencana. Semua itu bertujuan untuk melawan Muslimah dan komitmen mereka terhadap hukum Syariat yang lurus (Al-Hanif). Maka, gagalkanlah usaha mereka, dan biarkan mereka melihat dari kalian ketegasan dalam sikap, dan keteguhan di atas kebenaran; yaitu agama Islam yang agung, yang dengannya Allah memuliakan wanita dan meninggikan kedudukannya, sebagai sosok yang suci dan menjaga kehormatan ('afifah), serta menjadi batu bata yang kuat dan saleh dalam bangunan Islam yang agung. Begitulah wanita Muslimah, dan sungguh mulia mereka.

Wahai para Akhawat yang mulia:

Saya berharap muktamar kalian mencapai kesuksesan dan taufik. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikan amal-amal baik ini dalam timbangan kebaikan kalian pada hari di mana harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali bagi orang yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat (qalbin salim). Dan dengan menyebut nama Allah, saya nyatakan muktamar kalian dibuka. Dengan berkah Allah.

Wassalamu 'alaikunna wa rahmatullah wa barakatuh.

Bagikan Artikel

Bagikan artikel ini dengan jaringan Anda