Beranda Tentang Artikel Tanya Syekh
Yurisprudensi

Jawaban Pertanyaan: Ahli Fatrah, Yahudi, dan Nasrani

May 16, 2022
3623

Seri Jawaban Al-Alim Al-Jalil Atha bin Khalil Abu ar-Rashta, Amir Hizbut Tahrir, atas Pertanyaan Para Pengunjung Halaman Facebook Beliau "Fikhi"

Jawaban Pertanyaan

Kepada Syekh Ashim Al-Ja’bari

Pertanyaan:

Setelah diutusnya Baginda Nabi Muhammad ﷺ, apakah orang yang tetap memeluk agama Yahudi atau Nasrani dianggap sebagai ahli surga? Dan bagaimana nasib mereka yang belum menerima risalah Muhammad dan menyembah berhala atau makhluk lainnya? Mohon penjelasannya dalam jawaban terkait perbedaan-perbedaan yang disebutkan.

Berilah kami faedah, semoga Allah memberkati Anda.

Jawaban:

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu,

Sepertinya Anda bertanya tentang Ahli Fatrah... Berikut penjelasannya:

  1. Pada awalnya, harus ditegaskan bahwa orang Yahudi dan Nasrani adalah kafir, demikian pula penyembah berhala dan setiap orang yang menyembah sesuatu selain Allah, mereka semua adalah orang kafir. Muslim adalah orang yang memeluk agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad ﷺ. Sedangkan kafir adalah orang yang memeluk selain agama Islam dan dia tidak beriman, serta bukan seorang Muslim... Allah SWT berfirman:

    إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللّهِ الإِسْلاَمُ

    "Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam." (QS Ali Imran [3]: 19)

    Dan Dia Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

    وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِيناً فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ

    "Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya." (QS Ali Imran [3]: 85)

    Maka orang non-Muslim adalah kafir, dan jika dia mati, dia kekal di neraka. Dalam hal ini sama saja antara penyembah berhala, Yahudi, Budha, Nasrani, maupun Komunis; mereka semua adalah orang kafir, semuanya non-Muslim, tidak beriman, dan mereka kekal di neraka pada hari kiamat. Ayat-ayat Al-Qur'an telah mengafirkan setiap orang yang tidak memeluk Islam dan menganggap non-Muslim sebagai orang kafir tanpa membedakan antara satu kafir dengan kafir lainnya. Allah SWT berfirman tentang orang Nasrani:

    لَّقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَآلُواْ إِنَّ اللّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ

    "Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: 'Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putra Maryam'." (QS Al-Ma'idah [5]: 72)

    Dan Dia berfirman:

    لَّقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُواْ إِنَّ اللّهَ ثَالِثُ ثَلاَثَةٍ

    "Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: 'Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga'." (QS Al-Ma'idah [5]: 73)

    Dia juga berfirman tentang Ahli Kitab, yaitu Yahudi dan Nasrani:

    يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللّهِ

    "Wahai Ahli Kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah." (QS Ali Imran [3]: 70)

    Dia juga berfirman tentang kekafiran kaum musyrik dan Ahli Kitab secara bersamaan:

    مَّا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُواْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَلاَ الْمُشْرِكِينَ أَن يُنَزَّلَ عَلَيْكُم مِّنْ خَيْرٍ مِّن رَّبِّكُمْ

    "Orang-orang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tiada menginginkan diturunkannya sesuatu kebaikan kepadamu dari Tuhanmu." (QS Al-Baqarah [2]: 105)

    Dan Dia berfirman:

    لَمْ يَكُنِ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ مُنفَكِّينَ حَتَّى تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُ

    "Orang-orang kafir yakni Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata." (QS Al-Bayyinah [98]: 1)

    Dan Dia berfirman:

    إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ

    "Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam." (QS Al-Bayyinah [98]: 6)

    Ketika Rasulullah ﷺ mengusir Yahudi Bani Nadhir, turunlah firman Allah SWT:

    هُوَ الَّذِي أَخْرَجَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ مِن دِيَارِهِمْ لِأَوَّلِ الْحَشْرِ

    "Dialah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara Ahli Kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran yang pertama." (QS Al-Hasyr [59]: 2)

    Maka teks-teks ini dan teks lainnya menunjukkan bahwa orang Yahudi adalah kafir, orang Nasrani adalah kafir, dan orang musyrik adalah kafir, dan mereka semua tidak beriman dan mereka berada di neraka.

  2. Kami sebelumnya telah menjawab pertanyaan mengenai Ahli Fatrah pada tanggal 18 Ramadhan 1439 H yang bertepatan dengan 3 Juni 2018. Di antara isi jawaban tersebut adalah sebagai berikut:

    [... Orang-orang yang hidup di antara masa diutusnya Rasulullah ﷺ dan masa nabi sebelumnya (yakni Ahli Fatrah) adalah orang-orang yang selamat karena mereka belum disampaikan risalah kepadanya; ini jika mereka adalah kaum musyrik atau tidak mengikuti suatu risalah. Adapun Ahli Kitab, mereka telah mengikuti risalah namun kemudian mengubahnya. Mereka telah mengikuti seorang rasul dan telah disampaikan risalah kepadanya, lalu mereka mengubahnya, oleh karena itu mereka tidak dianggap sebagai Ahli Fatrah... Begitu juga orang kafir Barat, mereka tidak dianggap sebagai Ahli Fatrah karena Islam telah sampai kepada mereka. Maka bagaimana lagi dengan orang kafir yang hidup di tengah-tengah kaum Muslim? Jadi, Ahli Fatrah adalah mereka yang belum sampai dakwah kepadanya, sedangkan selain mereka bukanlah Ahli Fatrah.] Selesai.

    Jelas dari jawaban ini bahwa Ahli Kitab dari kalangan Yahudi dan Nasrani yang telah mengubah agama nabi-nabi mereka tidak dianggap sebagai Ahli Fatrah dan mereka bukan termasuk orang-orang yang selamat, bahkan sebelum diutusnya Nabi ﷺ. Lantas bagaimana setelah beliau diutus dan mereka mengetahui risalah beliau?

  3. Adapun mengenai orang Yahudi dan Nasrani yang tetap memeluk agama mereka setelah pengutusan Rasulullah ﷺ sebagaimana dalam pertanyaan, maka telah ada nas yang jelas mengenai mereka dalam hadits Nabi ﷺ yang diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya dari Abu Hurairah, dari Rasulullah ﷺ, beliau bersabda:

    «وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَا يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ يَهُودِيٌّ وَلَا نَصْرَانِيٌّ ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ إِلَّا كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ»

    "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini, baik Yahudi maupun Nasrani, yang mendengar tentang aku, kemudian ia mati dalam keadaan tidak beriman dengan apa yang aku diutus dengannya, melainkan ia termasuk penghuni neraka."

    Jelas dari hadits mulia ini bahwa siapa pun dari kalangan Yahudi dan Nasrani yang tidak mengikuti Muhammad ﷺ setelah pengutusannya, maka ia bukan termasuk orang yang selamat, melainkan termasuk penghuni neraka.

  4. Adapun mengenai apa yang ada dalam pertanyaan Anda tentang penyembah berhala dan penyembah makhluk lainnya yang belum sampai risalah Nabi Muhammad ﷺ kepada mereka, sesungguhnya kami memandang sangat kecil kemungkinan adanya orang di muka bumi ini yang belum sampai risalah Islam kepadanya. Dunia saat ini telah menjadi dekat seperti desa kecil, dan apa yang terjadi di timur diketahui oleh orang di barat dalam sekejap akibat perkembangan teknologi komunikasi yang luar biasa... Islam menjadi bahan pembicaraan orang di mana-mana. Negara-negara besar dan negara-negara pengikutnya memerangi Islam dengan nama "terorisme", dan para pemimpin serta politisi mereka menyebut-nyebut Islam dalam perkataan mereka setiap hari. Program-program tentang Islam dan Nabi Islam ﷺ juga disiarkan... Terlebih lagi, kaum Muslim tersebar di seluruh dunia dan berinteraksi dengan non-Muslim... Orang Budha, Hindu, dan Sikh mengenal Islam dan mengenal kaum Muslim... Penyembah berhala di Afrika mengenal kaum Muslim... Oleh karena itu, sebagaimana telah kami sebutkan tadi, kami memandang sangat kecil kemungkinan ada seseorang di muka bumi yang belum pernah mendengar tentang Islam dan belum sampai dakwah Islam kepadanya...

    Namun, jika kita mengasumsikan adanya orang yang belum sampai dakwah Islam kepadanya di zaman kita sekarang ini, baik dari penyembah berhala atau penyembah makhluk lainnya yang tidak mengikuti risalah salah seorang nabi pun, maka mereka ini mengambil hukum Ahli Fatrah dan tidak diazab karena ketidakikutan mereka terhadap risalah Muhammad ﷺ, sebab mereka tidak mengetahuinya dan tidak pernah mendengarnya, begitu pula tentang Rasul ﷺ. Hal ini berdasarkan firman Allah SWT:

    وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّى نَبْعَثَ رَسُولاً

    "Dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul." (QS Al-Isra' [17]: 15)

    Dan firman-Nya Subhanahu wa Ta'ala:

    لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللَّهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِ

    "Agar tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu." (QS An-Nisa' [4]: 165)

    Tetapi saya ulangi lagi, sangat kecil kemungkinan adanya seseorang yang belum sampai dakwah Islam kepadanya. Namun demikian, jika hal itu ada secara asumsi, maka ia termasuk Ahli Fatrah.

Inilah yang saya lihat dalam masalah ini, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Saudara Kalian, Atha bin Khalil Abu ar-Rashta

16 Syawal 1443 H 16 Mei 2022 M

Link Jawaban dari halaman Amir (semoga Allah menjaga beliau) di Facebook

Link Jawaban dari halaman Amir (semoga Allah menjaga beliau) di Web

Bagikan Artikel

Bagikan artikel ini dengan jaringan Anda