Beranda Tentang Artikel Tanya Syekh
Yurisprudensi

Jawaban Pertanyaan: Seputar Dosa Kecil dan Dosa Besar

September 02, 2014
4494

** (Seri Jawaban Ulama yang Mulia Ata bin Khalil Abu al-Rashtah, Amir Hizbut Tahrir, atas Pertanyaan Para Pengikut di Halaman Facebook Beliau "Fikihi")**

Kepada Abu Abdillah Khalaf

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Syaikh kami yang mulia, saya memiliki pertanyaan mengenai ungkapan yang terdapat dalam kitab Asy-Syakhshiyyah Al-Islamiyyah Juz 1 hal. 46: "Dan akan masuk neraka siapa saja yang Allah kehendaki dari kalangan Muslim yang dosa-dosa besar dan keburukan-keburukan mereka lebih berat (unggul) atas dosa-dosa kecil dan kebaikan-kebaikan mereka." Apa yang dimaksud dengan dosa-dosa kecil (shaghâ’ir) di sini? Dan mengapa ia diletakkan bersama kebaikan-kebaikan (hasanât) jika maknanya adalah dosa-dosa kecil? Sebagai informasi, saya bukan anggota Hizb karena Hizb tidak beraktivitas di daerah kami.

Jawaban:

Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh...

Ash-shaghâ’ir (dosa-dosa kecil) adalah kemaksiatan yang dikenai sanksi ringan, sedangkan al-kabâ’ir (dosa-dosa besar) adalah kemaksiatan yang dikenai sanksi berat... Sebagai contoh:

Berdusta itu haram... Namun, jika Anda berkata kepada anak Anda: "Kemarilah, ayah beri sesuatu di tangan ayah," lalu ketika anak itu datang ternyata tidak ada apa pun di tangan Anda untuk diberikan kepadanya, maka Anda telah berdusta. Ini adalah kemaksiatan, namun dampaknya ringan, sehingga termasuk dosa kecil (shaghâ’ir). Ahmad telah mengeluarkan dari Abu Hurairah, dari Rasulullah saw. bahwa beliau bersabda:

مَنْ قَالَ لِصَبِيٍّ: تَعَالَ هَاكَ، ثُمَّ لَمْ يُعْطِهِ فَهِيَ كَذْبَةٌ

"Siapa saja yang berkata kepada anak kecil: 'Kemarilah, ambillah ini', kemudian dia tidak memberinya apa-apa, maka itu adalah sebuah kedustaan." (HR Ahmad)

Akan tetapi, jika komandan pasukan mengutus Anda untuk memata-matai musuh di balik gunung, lalu Anda datang dan berkata kepadanya bahwa tidak ada musuh di balik gunung, padahal musuh benar-benar ada di sana, maka Anda telah berdusta dan itu adalah kemaksiatan. Namun, dampaknya sangat besar, dosanya sangat agung, dan sanksinya besar, sehingga ia termasuk dosa besar (kabâ’ir)... Demikian seterusnya.

Adapun mengapa dosa-dosa kecil diletakkan bersama kebaikan-kebaikan (hasanât), hal itu bukan berarti dosa kecil dan kebaikan berada dalam satu timbangan yang sama. Melainkan, ini adalah salah satu gaya bahasa dalam bahasa Arab yang disebut aslûb al-muqâbalah (metode kontras/perbandingan). Dalam metode ini, disebutkan dua kelompok lalu diikuti oleh dua kelompok lainnya, di mana kelompok ketiga berpasangan dengan kelompok pertama, dan kelompok keempat berpasangan dengan kelompok kedua. Sebagai contoh, Allah Swt. berfirman:

وَإِنَّا أَوْ إِيَّاكُمْ لَعَلَى هُدًى أَوْ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

"Dan sesungguhnya kami atau kamu (orang-orang musyrik), pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata." (QS Saba’ [34]: 24)

Strukturnya menjadi seperti ini: ﴿وَإِنَّا﴾ berpasangan dengan ﴿لَعَلَى هُدًى﴾, sedangkan ﴿إِيَّاكُمْ﴾ berpasangan dengan ﴿فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ﴾. Hal ini tidak berarti bahwa ﴿وَإِنَّا أَوْ إِيَّاكُمْ﴾ serupa dalam satu posisi, atau ﴿هُدًى أَوْ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ﴾ serupa dalam satu posisi. Melainkan, sebagaimana telah kami sampaikan, bagian pertama berpasangan dengan bagian ketiga, dan bagian kedua berpasangan dengan bagian keempat.

Demikian pula makna berdasarkan aslûb al-muqâbalah untuk kalimat "dosa-dosa besar dan keburukan-keburukan mereka lebih berat atas dosa-dosa kecil dan kebaikan-kebaikan mereka...", adalah: dosa-dosa besar mereka lebih berat atas dosa-dosa kecil mereka... dan keburukan-keburukan mereka lebih berat atas kebaikan-kebaikan mereka. Jadi, dosa kecil dan kebaikan mereka tidak berada dalam satu timbangan yang sama (sejenis). Sebagai penegasan atas hal itu, huruf jar "atas" ('alâ) diulang sebelum kata ash-shaghâ’ir dan sebelum kata al-hasanât untuk menunjukkan bahwa keduanya adalah dua jenis yang berbeda. Kalimat tersebut tidak cukup hanya menggunakan huruf athaf "dan" (wawu) dengan mengatakan: "atas dosa-dosa kecil dan kebaikan-kebaikan mereka", melainkan untuk menghilangkan kerancuan, dikatakan "atas dosa-dosa kecil dan atas kebaikan-kebaikan mereka" (‘alâ shaghâ’irihim wa ‘alâ hasanâtihim).

Adapun apa yang Anda sampaikan di akhir pertanyaan: "Sebagai informasi, saya bukan anggota Hizb karena Hizb tidak beraktivitas di daerah kami," maka jika Anda ingin mengemban kebaikan yang kami serukan ini, kami dapat membantu Anda jika Anda menghendakinya...

Sebagai penutup, saya sampaikan salam untuk Anda dan saya mendoakan kebaikan bagi Anda.

Saudara Anda, Ata bin Khalil Abu al-Rashtah

Link jawaban dari halaman Facebook Amir: Facebook

Link jawaban dari situs web Amir: Amir

Link jawaban dari halaman Google Plus Amir: Google Plus

Bagikan Artikel

Bagikan artikel ini dengan jaringan Anda